<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545</id><updated>2012-01-30T15:47:51.996-08:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Kompetensi (EKONOM)'/><category term='Islam'/><category term='Kompetensi (AHLI LINGKUNGAN)'/><category term='RESENSI BUKU'/><category term='STC Forum'/><category term='Inspirasi STC'/><category term='&quot;Author Of The Month&quot;'/><category term='Kompetensi (HAFIZH QUR`AN)'/><category term='Kader'/><category term='Kepemimpinan'/><category term='Kompetensi (ENTREPRENEUR)'/><category term='Masa Depan'/><category term='Pemuda'/><category term='Kompetensi (SASTRAWAN)'/><category term='Kompetensi (DIPLOMAT)'/><title type='text'>Sanggar Tinta Cahaya</title><subtitle type='html'>THE HERO OF INDONESIA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6154063549647852539</id><published>2012-01-25T15:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T15:38:26.189-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Hujan Bermaksud</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-16hRceW-uVM/TyCR9H4MH9I/AAAAAAAAAas/O-yHuztKqV8/s1600/hujan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-16hRceW-uVM/TyCR9H4MH9I/AAAAAAAAAas/O-yHuztKqV8/s320/hujan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701717607523819474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: 'Arabic Typesetting'; "&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imron : 190-191)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: 'Arabic Typesetting'; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Maha Suci Allah SWT atas semua kehendak-Nya. Keteraturan yang Dia ciptakan untuk kebaikan dan kebahagiaan makhluk-Nya sungguh tanpa cacat. Atmosfer yang berlapis, matahari yang bersinar dengan kesetiaannya, udara yang berhembus dengan semilirnya, rembulan yang tetap hadir di kegelapan malam, dan semua keajaiban regulasi dunia. Sungguh indah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Lewat ayat pengantar yang dituliskan di atas, maka ada suatu pernyataan yang menjadi landasan logika hikmah kita di dalam mengidentifikasi semua keadaan ataupun kejadian. Bahwa apa yang Allah SWT ciptakan pasti jauh dari kesia-siaan. Ada manfaat, hikmah, tujuan, dan maksud Allah SWT di dalam setiap penciptaan. Tidak ada satupun yang hadir di dunia ini kemudian bernilai sia-sia. Termasuk air - yang di dalam bahasa kehidupan alam disimbolkan dengan hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Air menjadi alat yang sangat vital di dalam kehidupan kita. Baik langsung maupun tidak. Namun, pada saat tertentu “nasib”-nya tidak terlalu baik. Misalnya, dalam musim penghujan. Air yang turun sebagai berkah kenikmatan dari Allah SWT justru disambut dengan cacian, hinaan, dan sesekali menjadi objek kekesalan.Banyak orang justru menggurutu, kesal, marah, sampai mengumpat jika hujan sampai mengganggu aktivitasnya. Sebagai akibatnya, banyak orang sering memiliki harapan agar hujan berhenti sesuai keinginannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Padahal hujan tidak turun dengan iseng. Tidak hadir tanpa maksud. Tidak datang karena siklus alam saja. Tidak turun karena keberatan awan mendung untuk menampung uap air lautan. Setidaknya Al Quran mencatat beberapa maksud Allah SWT di dalam proses terjadinya hujan. Simaklah firman-Nya pada  surat Al Anfal di ayat ke 11 berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: 'Arabic Typesetting'; "&gt;&lt;i&gt;"(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaithon dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu)"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Maka, dari ayat tersebut setidaknya ada empat hal yang bisa menjadi hikmah turunnya hujan bagi orang-orang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; hujan hadir untuk &lt;b&gt;mensucikan manusia&lt;/b&gt;. Sebagaimana kita sering menggunakan media air di dalam ritual &lt;i&gt;thaharah&lt;/i&gt;, Allah SWT menurunkan hujan secara umum untuk membersihkan jasad dan jiwa manusia. Memberikan kesuburan bagi tetumbuhan, sumber air bagi sumur-sumur manusia, meringankan suhu bumi yang semakin tinggi, dan manfaat lain yang masih banyak untuk diambil hikmahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; Allah SWT menghadirkan hujan untuk &lt;b&gt;menghilangkan gangguan-gangguan syaithon&lt;/b&gt; di dalam kehidupan manusia. Sifat-sifat syaithoni yang berasal dari iblis. Dan iblis berasal dari unsur api. Dipadamkan dengan sejuknya air hujan. Dirindangkan dengan deburan air yang hadir membasahi tanah planet manusia. Sehingga hadir kembali nuansa keindahan di dalam alam kehidupan manusia. &lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;hujan Allah cetak &lt;b&gt;untuk memberi kekuatan terhadap hati orang-orang beriman&lt;/b&gt;. Allah SWT ingin menegaskan (kepada orang-orang beriman) bahwa Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang terjadi dan hadir di dunia ini. Segala kenikmatan, rizqi, kebaikan, bahkan kemenangan hanya bisa hadir ketika Allah SWT merestuinya untuk hadir. Bukan karena usaha manusia untuk merekayasanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Dan yang &lt;i&gt;terakhir&lt;/i&gt;, lewat hadirnya hujan, Allah SWT ingin &lt;b&gt;meneguhkan hati para &lt;i&gt;mu’minin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Setelah meyakini bahwa jalan Allah adalah jalan yang benar, orang-orang beriman diberikan suatu keyakinan dan keteguhan untuk terus melangkah di dalam jalur keimanan dan rasa berserah diri secara integral terhadap Allah SWT dan segala keputusan-Nya. Hingga keteguhan itu mampu (dengan izin Allah SWT) untuk melahirkan ketaqwaan dan suatu sikap yang dikenal sebagai &lt;i&gt;furqaan&lt;/i&gt;. Yaitu kemampuan membedakan antara kebenaran Ilahiah dengan keburukan yang bersumber dari bisikan &lt;i&gt;syaithon&lt;/i&gt; meski bertabur dengan gemerlap dunia. &lt;i&gt;Wallahua’lam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;b style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Ahmad Akbar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6154063549647852539?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6154063549647852539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/hujan-bermaksud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6154063549647852539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6154063549647852539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/hujan-bermaksud.html' title='Hujan Bermaksud'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-16hRceW-uVM/TyCR9H4MH9I/AAAAAAAAAas/O-yHuztKqV8/s72-c/hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4630470252791382155</id><published>2012-01-05T22:26:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T22:33:43.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Siapa Tuhan Sebenarnya ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eXV7TQFR9Ew/TwaVoOI0vrI/AAAAAAAAAag/bOl8VcAFksU/s1600/who-is-god.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 315px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eXV7TQFR9Ew/TwaVoOI0vrI/AAAAAAAAAag/bOl8VcAFksU/s320/who-is-god.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694403297078984370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="WordSection1"&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Ketergantungan kita terhadap ideologi supranatural sepertinya sudah boleh dikatakan sebagai suatu fitrah. Betapa tidak, dunia dengan gempuran inovasi teknologi di satu sisi ternyata tetap tidak mempengaruhi laju pertumbuhan filsafat dan metafisika di dunia hingga hari ini. Konsekuensinya, lahirlah banyak varian di dalam dunia pemikiran. Beberapa menjadi “agama” baru bagi masyarakat, beberapa yang lain hilang begitu saja karena tidak mampu menjawab tantangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt; Termasuk ide tentang siapa Tuhan bagi seorang individu atau bagi sekelompok manusia. Sepertinya hal ini bisa dikategorikan menjadi abstrak. Bagaimana tidak, sifat-sifat yang harusnya manusia berikan dalam upaya apresiasi atas keluarbiasaan dan eksistensi Tuhan justru diberikan pada hal yang tidak menunjukkan kedua hal itu. Penghambaan, ketaatan, loyalitas, bahkan totalitas kehidupan seorang manusia bisa begitu mudah disodorkan pada suatu nilai, partai, ideologi, paham, atau tuhan-tuhan semu lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Cukup penting untuk kita mengevaluasi di dalam wilayah jiwa dan ideologi kita tentang siapa Tuhan kita yang sebenarnya. Karenanya juga sangat penting untuk mengetahui cara mengenal Tuhan. Ada pepatah arab yang menyatakan bahwa “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” Dengan kata lain untuk mengetahui Tuhan kita yang sebenarnya, cukuplah kita bertanya pada diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sekurang-kurangnya ada tiga poin yang bisa kita jadikan parameter atas kebertuhanan kita. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; jika dengannya (atau dengan-Nya) kita bisa meraih ketenangan dalam hidup. Hal ini bisa kita sepakati karena sesuatu yang kita anggap Tuhan memiliki indikator bahwa dialah penjamin kehidupan yang sesungguhnya. Karenanya kita merasa tenang. Tidak khawatir, resah, gundah, apalagi gelisah dalam menghadapi kehidupan di sepetak planet mengapung ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt; jika Tuhan kita jadikan tempat untuk berlindung dari segala hal. Kekuasaannya yang meliputi semua kehidupan membuat kita merasa aman dari segala hal yang kita anggap membahayakan. Kemahacerdasannya seakan membuat jaminan terhadap hati kita bahwa kita akan selalu baik-baik saja. Kita akan tetap aman jika kita berlindung padanya. Sebaliknya, kita tidak pernah aman ketika kita tidak berlindung padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Fakta yang menjadi sintesi selalu melahirkan romantika sebagai bumbu pelengkapnya. Kita semua menganggap sesuatu itu Tuhan jika kita termasuk orang-orang yang mencintainya. Hanya saja, secara empiris, definisi mencintai akan berbeda untuk setiap orang. Sehingga mungkin yang lebih mudah untuk dijadikan parameter adalah bagaimana dominasi rasa cinta yang lebih kita kenal dengan istilah rindu. Ada suatu ikatan hati yang bisa dianggap atau dikatakan abstrak tentang kerinduan. Namun, ciri umum tentang rindu tentu saja bersifat global disepakati oleh manusia. Bahwa, ia adalah rasa kehangatan dan kegembiraan jika mendapati komunikasi dengan sesuatu yang dirindukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Setidaknya, dari beberapa variabel di atas, tentu sekarang kita bisa mengevaluasi dan menanyakan dengan sangat jujur, tentang siapa yang kita anggap sebagai Tuhan selama ini. Tentu dia bisa alat yang melambangkan ide kebendaan, atau mungkin suatu alam pemikiran yang kita anggap bisa memenuhi semua varian di atas, atau bahkan kita mendefinisikannya secara bebas (atau terlalu bebas) ide tentang siapa Tuhan yang sesungguhnya. Tapi, mungkin yang jauh lebih penting ditanyakan sekarang, dengan fakta, realita, dan pengaruh akses informasi, adalah “benarkah anda bertuhan pada Tuhan anda sekarang ini ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Akbar&lt;br /&gt;Bogor, 5 Januari 2012&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4630470252791382155?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/4630470252791382155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/siapa-tuhan-sebenarnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4630470252791382155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4630470252791382155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/siapa-tuhan-sebenarnya.html' title='Siapa Tuhan Sebenarnya ?'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eXV7TQFR9Ew/TwaVoOI0vrI/AAAAAAAAAag/bOl8VcAFksU/s72-c/who-is-god.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4784140168431847690</id><published>2012-01-02T13:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T14:11:09.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>“Termiskinkan”</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-28XVAv7DDt0/TwIrUmEdZII/AAAAAAAAAYc/VU9_sU9VkxE/s1600/Penduduk%2BMiskin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-28XVAv7DDt0/TwIrUmEdZII/AAAAAAAAAYc/VU9_sU9VkxE/s200/Penduduk%2BMiskin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693160511766357122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Kemiskinan yang menjadi kebudayaan adalah pola pikir manusia. Dasar dari keinginan manusia yang tidak mampu memenuhi keinginannya merupakan bentuk baru dari pengerian kemiskinan. Sejak awal kemiskinana adalah ketidakmampuan menusia memenuhi kebutuhan, akan tetapi berangsur&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;hal tersebut menjadi budaya yang terintervensi oleh nafsu atau keinginan yang melampaui batas tiap pribadi manusia. Dari hal tersebut maka tersimpulkanlah pengertian bahwa saat ini kemiskinan adalah keinginan yang tidak mampu terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi; mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;Bangsa indonesia jika kita kembali menengok kebelakang memiliki catatan kebangkitan yang fluktuatif. Awal mula sejarah baru berkuasanya kerajaan majapahit;  kemudian tertindas oleh imperialisme belanda, jepang, inggris, yang sebelumnya dimotori oleh kaum portugis. Bangkit kembali dengan perlawanan para pahlawan dan gerakan-gerakan rakyat. Kembali sejarah terulang dengan keinginan belanda menduduki tanah ini. Maka dengan ketegasan bangsa kita, kita kembali terbebas. Selepas perjuangan itu munculah pengkhianatan-pengkhianatan yang menjadi bibit-biit kehancuran sampai saat ini. Dan bangsa kita masih belum mampu berdiri tegak menghadapi hal tersebut. Ketidakmampuan ini menjadi dasar miskinnya bangsa kita. Hukum alampun terjadi, “yang kuat akan hidup, yang lemah akan mati”. Maka begitu banyak orang-orang yang mati. Mati yang memang mati dalam keadan terhinaan oleh bangsa sendiri. Mereka yang memiliki kekuatan menjadikan kekuasaannya sebagai “brankas” kehidupan mereka. Hasilnya termiskinkanlah rakyat kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi; mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;Disaat bangsa ini memulai sebuah bentuk pengembalian kesadaran bangsa untuk bangkit. Ternyata budaya baru datang mengkerdilkan bangsa kita dengan kata “modernisasi” yang dibungkus kulit “westernisasi”, dan kembali menumbuhkan semangat-semangat imperialisme gaya baru yang biasa disebut dengan neoliberalisme. Bukan sebuh sudut pandang politik yang akan pribadi ambil, namun sebuah sudut pandang manusia yang memanusiakan. Ketiga hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang terlihat wajar dimata rakyat keci sekalipun. Budaya modernisasi dan westernisasi menjadi gengsi untuk mempertahankan eksistensi di dunia. Dalam sebuah buku yang berjudul the clash of civilization oleh Hutington, bahwa antara modernisasi dan westernisasi adalah hal yang terpisahkan. Hal ini menandakan penyerangan kebudayaan telah berasal dari segala arah. Modernisasi yang menjadikan segalanya adalah kebutuhan kita di era global dan westernisasi yang mengajarkan bahwa kiblat peradaban maju manusia kini adalah barat. Maka pola-pola kesederhanaan manusia yang telah terbangun dalam bangsa ita hilang terlunturan. Sehingga pengertian-pengertian baru itu muncul, tentang kemiskinan yang menjadi dasar ketidakpuasan keinginan, tentang alasan seseorang untuk malas berusaha, tentang tngkat gengsi manusia, tentang perbedaan status sosial manusia yang membuat bangsa ini terpecah tak bersatu untuk bangkit. Saat ini sudah tidak adalagi yang saling percaya maka marilah bentuk kepercayaan itu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi; mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: right;text-indent: 36pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font: major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;&lt;b&gt;-Iqbal putera mahari-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: right;text-indent: 36pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font: major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;&lt;b&gt;“Hari ini sedang kuliah kesuburan tanah...”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4784140168431847690?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/4784140168431847690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/termiskinkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4784140168431847690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4784140168431847690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/termiskinkan.html' title='“Termiskinkan”'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-28XVAv7DDt0/TwIrUmEdZII/AAAAAAAAAYc/VU9_sU9VkxE/s72-c/Penduduk%2BMiskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1794069012127245693</id><published>2011-11-12T18:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T18:03:53.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Pahlawan Sejati</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PRPuwlgu4yg/Tr8lYWOaPGI/AAAAAAAAAXI/VPhjpxH_ST8/s1600/unduhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PRPuwlgu4yg/Tr8lYWOaPGI/AAAAAAAAAXI/VPhjpxH_ST8/s320/unduhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674295155723222114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="WordSection1"&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Badanmu yang ringkih&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="WordSection2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Membuatku tak percaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Kondisi keluargamu yang sulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Membuatku semakin tak percaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Sunyi senyap semua bahasa kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tak melihat alam duniamu yang merana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Jangan beritahu siapa-siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Itu yang kau katakan padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Cahaya lentera yang ada padamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Menyinari rimba dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tak seperti lilin yang akan mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tapi seperti matahari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Menggapai ridho Illahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Bukan ridho manusia atau benda mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Aku bukan siapa-siapa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Bisiknya padaku suatu waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Kini kau telah pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tapi jejakmu tetap disini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Terus menjadi pelangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Sebagai jembatan langit dan bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tak ada yang tau siapa dirimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Dan seperti apa rupamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Semoga kelak kita bertemu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Dalam satu waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Kembali menuai rindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Bercengkerama dalam kasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Untuk mengobati luka lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Juga janji yang belum kau dapati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Cilandak, 9 November 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1794069012127245693?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1794069012127245693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/pahlawan-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1794069012127245693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1794069012127245693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/pahlawan-sejati.html' title='Pahlawan Sejati'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PRPuwlgu4yg/Tr8lYWOaPGI/AAAAAAAAAXI/VPhjpxH_ST8/s72-c/unduhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-142173940700998854</id><published>2011-11-12T17:55:00.001-08:00</published><updated>2011-11-12T18:00:35.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Menanti Orde Pahlawan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RRwwI7nPIX4/Tr8kgL_iDvI/AAAAAAAAAW8/biFDNo4zzeI/s1600/images%2B%25281%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RRwwI7nPIX4/Tr8kgL_iDvI/AAAAAAAAAW8/biFDNo4zzeI/s320/images%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674294190903791346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; "&gt;Gelombang besar tidak akan muncul sebelum muncul gelombang-gelombang kecil. Begitupun gerak langkah kepahlawanan, tidak akan begitu saja muncul tanpa ada gerakan-gerakan penyulut untuk bangkit, melawan, dan menunjukkan sosok pahlawan. Pahlawan adalah gelar yang disematkan kepada orang-orang hebat, gigih berjuang, dan rela berkorban demi kepentingan umat, bukan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sekilas Kondisi politik dan ekonomi global&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tahun 2011 menjadi tahun bersejarah bagi kawasan Timur Tengah, mengapa tidak, berbagai momen perubahan hadir menyeruak ditengah kesengsaraan rakyat khususnya di Negara yang mempunyai mayoritas rakyat beragama Islam. Berawal dari Tanggal 17 Desember 2010, di depan kantor Gubernur Sidi Bouzidm Tunisia, Muhamed Bouazizi melakukan aksi mengejutkan yaitu membakar dirinya. Tindakan ini dipicu oleh kekesalan Bouazizi atas pengaduan yang tidak direspons. Pagi harinya, barang dagangannya disita aparat kepolisian setempat, bahkan sampai dihina. Efek pembakaran dirinya berujung maut.  Kejadian ini menyebabkan kemarahan warga Tunisia yang diekspresikan melalui tindak kekerasan. Bahkan kemudian menambah tuntutan pendemo agar Presiden Zine El Abidine Ben Ali turun dari kursi kepresidenan. Revolusi Tunisia memiliki efek berantai menjalar ke beberapa negara di Timur Tengah. Revolusi di Mesir, Aljazair, Bahrain, Yaman, dan Libya. Semua perjuangan revolusi tersebut menuntut hal yang sama, turunnya rezim yang telah lama berkuasa. Serta memiliki latar belakang yang sama, Demokrasi, HAM, kebebasan berpolitik dan bernegara terasa nihil di Negara mereka dengan adanya para pemimpin rezim yang telah uzur. Mereka menuntut adanya perbaikan, kemiskinan, masalah ekonomi, rendahnya upah juga korupsi menjadi api penyulut sehingga rakyat tak perlu berpikir lagi untuk melancarkan aksi revolusi penggulingan pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di lain belahan dunia sedang terjadi krisis ekonomi global yang menghantam Eropa dan Amerika. Penurunan peringkat kredit Amerika yang dilansir Standard &amp;amp; Poor’s membuktikan ketidakstabilan fiskal di Amerika. Eropa tak kalah hebohnya, Yunani adalah Negara pertama yang terkena dampak krisis tersebut, aksi massa pun tak terelakkan di Yunani dan juga merambat ke Negara lainnya, sampai aksi massa terparah di Inggris berbentuk kekerasan dan penjarahan. Kondisi teranyar adalah demo anti wall street dan berefek pada ketidakpercayaan warga Amerika pada Bank Konvensional. Banyak nasabah yang memindahkan uang mereka ke koperasi-koperasi yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jelas tersimpulkan bahwa dunia sedang mengalami goncangan dahsyat berupa krisis dalam berbagai aspek yang berimplikasi pada ketidaksejahteraan rakyat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Munculnya Gelombang Kepahlawanan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Seperti yang saya sebutkan dimuka bahwa pahlawan tidak akan muncul begitu saja. Dan kondisi global yang terjadi sedang dan akan memunculkan pahlawan yang dinanti. Kondisi baru-baru ini Partai Islam moderat di Tunisia, Ennahda memenangi pemilu demokratis pertama di Negara tersebut, bahkan sebelumnya Partai AKP Turki pada bulan Juni memenagi Pemilu untuk ketiga kalinya berturut-turut semenjak pemilu pada tahun 2002. Besar kemungkinan Ikhwanul Muslimin akan memenangi pemilu mendatang di Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Semakin nampak gerak kepahlawanan di masing-masing Negara, tinggal kita rinci saja siapa tokoh-tokoh tersebut.Bila pemuda dan rakyat dianggap memelopori revolusi Timue Tengah juga aksi massa Eropa serta Amerika, Turki mempunyai triumvirat yang membuat mereka bangkit, &lt;b&gt;Abdullah Gun, Erdogan&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Ali Babacan&lt;/b&gt;. Bagaimana Indonesia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Krisis Multidimensi Sejak Dulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Jika membicarakan Indonesia, khalayak sudah sangat mengetahui bagaimana kondisi kita pasca reformasi, namun ditengah situasi global yang dijelaskan di muka, berdasarkan statistik pemerintah Indonesia berada pada titik stabil ekonomi, artinya tak terpengaruh krisis ekonomi global yang ada. Namun di tengah stabilitas ekonomi yang ada, tidak sesuai dengan kondisi realita masyarakat bawah, masih saja terpuruk. Ditambah bobroknya penegakan hukum yang terjadi, tingginya angka kriminalitas, maraknya isu SARA yang memunculkan konflik, sampai kasus PAPUA, dan masih banyak lagi. Apa negeri ini dikatakan lebih baik dari negara-negara yang sedang dilanda krisis ekonomi maupun politik. Tentu saja tidak, tetapi sampai kapan kah kondisi ini mereda. Gelombang kepahlawanan yang muncul di pentas global secara tidak langsung akan menyentuh seluruh kawasan di dunia terutama Indonesia. Paling tidak hal itu menjadi harapan akan munculnya Pahlawan Indonesia. Karena sesuatu yang semakin lama tersudut akan menimbulakan kejengahan yang akhirnya meluapkan segala yang ia miliki untuk bisa keluar dari ketersudutan yang ada, bangkit melawan. Akan seperti apa, apakah mengulang masa revousi ’66 atau reformasi ’98.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Orde Pahlawan, sebuah harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Merujuk pada ramalan jawa kuno, Indonesia akan segera mendapatkan pahlawan,&lt;b&gt; &lt;i&gt;S&lt;em&gt;ATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu tokoh pemimpin yang amat sangat religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Yang Maha Kuasa. Dengan selalu bersandar hanya kepada Yang Maha Kuasa, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Tokoh ini akan muncul setelah 6 kepemimpinan yang juga digariskan dalam ramalan tersebut. Bukan berarti kita mempercayai hal ini secara mutlak, tetapi hanya sebagai angin harapan akan hadirnya Orde Pahlawan di Indonesia. Ditambah lagi kebangkitan tenyata terjadi di Negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam semakin menguatkan angin harapan di Negara kita. Al Qur’an berbicara mengenai manusia terbaik alias pahlawan dalam surat &lt;b&gt;Ali Imran :79&lt;/b&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata, “Hendaklah kalian menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata), “Hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbanu, karena kalian selalu mengajarkan Al Kitabdan disebabkan kalian tetap mempelajarinya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt;Imam Al Qurtubi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt; menjelaskan tentang kandungan ayat ini, &lt;i&gt;“Hendaklah kalian menjadi orang-oarang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karena gelombang kepahlawanan di berbagai belahan dunia telah menunjukkan sosok pahlawan mereka-bagai gelombang kecil- dan tinggal menanti gelombang besar setelahnya yang menandai kelahiran Orde Pahlawan. Wallahu a’lam bishawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bogor, 9 November 2011&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Eko Wardaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-142173940700998854?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/142173940700998854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/menanti-orde-pahlawan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/142173940700998854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/142173940700998854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/menanti-orde-pahlawan-di-indonesia.html' title='Menanti Orde Pahlawan di Indonesia'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RRwwI7nPIX4/Tr8kgL_iDvI/AAAAAAAAAW8/biFDNo4zzeI/s72-c/images%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-5267679999608018373</id><published>2011-11-12T17:46:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T17:55:08.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Memaknai Pahlawan dan Hari Pahlawan di Era Milenium</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MfPHsY1Z2so/Tr8jYyh9p7I/AAAAAAAAAWw/XITByEQ4jf0/s1600/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MfPHsY1Z2so/Tr8jYyh9p7I/AAAAAAAAAWw/XITByEQ4jf0/s320/images.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674292964298172338" /&gt;&lt;/a&gt;Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November identik dengan acara-acara simbolik mengenang pertempuran di Surabaya yang dimotori oleh para kiayi seperti KH Hasyim Asy’ari dan tokoh muda yang bernama Bung Tomo. Kejadian tersebut menjadi bom semangat bagi rakyat Indonesia di kota lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah, pembakaran Kota Bandung adalah salah satu buah dari ledakkan bom semangat arek-arek Surabaya.&lt;br /&gt; Berdasarkan sejarah, penentuan Hari Pahlawan berasal dari usul seorang Pimpinan PRI Surabaya, ia adalah Sumarsono. Presiden Soekarno kala itu menerima usulan tersebut dengan pandangan latar belakang makna Hari Pahlawan yang dihubungkan dengan revolusi bangga. Sampai saat ini hal itu yang tertanam di benak masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;Sejak SD kita diceritakan mengenai sejarah Hari Pahlawan dikemas dalam kisah perlawanan, tak lupa foto bung Tomo yang sampai saat ini terpajang dalam buku-buku IPS atau sejarah. Alhasil dalam benak masyarakat kebanyakan yang dinamakan Pahlawan adalah mereka yang berjuang di medan pertempuran melawan penjajah baik gugur maupun tidak. Padahal gelar pahlawan nasional tidak hanya disematkan pada mereka yang saya sebutkan diatas saja, ada Ismail Marzuki dalm bidang Sastra, juga Tirto Adhi Soerjo dalam bidang pers. Toh masyarakat sudah terlanjur mendefinisikan pahlawan sesuai cerita yang mereka tangkap di sekolah.&lt;br /&gt;Pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya. Zaman millennium dimana sudah berakhir yang dinamakan penjajahan fisik membuka peluang anak-anak bangsa untuk terjun di pentas global di berbagai bidang; olahraga, seni, sains, dan lainnya. Tentu untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Dan terbukti sudah banyak prestasi Indonesia yang ditorehkan di bidang Sains, beberapa tahun kebelakang siswa-siswi Indonesia memenangkan olimpiade Fisika di tingkat Asia dan Internasional. Itu salah satunya, belum lagi ada seorang anak SMP-Arrival Dwi Sentosa yang bisa membuat antivirus yang dinamakan ARTAV pada tahun 2011, dan banyak lagi presatasi di berbagai bidang lain.&lt;br /&gt;Apakah mereka bukan pahlawan? padahal mereka mengharumkan nama bangsa di mata dunia, membuat produk orisinil Indonesia dan bermanfaat bagi khalayak serta sesuai dengan definisi yang ada mengenai pahlawan. Walaupun belum mendapat gelar simbolik sebagai Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;Hal ini perlu mendapat perhatian besar bagi pemerintah dan kita semua, dimana era millennium pemaknaan Pahlawan dan Hari Pahlawan harus sudah digeser tanpa menafikkan sejarah 10 November, untuk memperkenalkan pahlawan-pahlawan baru Indonesia,  untuk tak terjebak dalam masa lalu saja. Bung Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”&lt;br /&gt;Karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, maka di setiap zaman pasti mempunyai pahlawan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 8 November 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Eko Wardaya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-5267679999608018373?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/5267679999608018373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/memaknai-pahlawan-dan-hari-pahlawan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5267679999608018373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5267679999608018373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/memaknai-pahlawan-dan-hari-pahlawan-di.html' title='Memaknai Pahlawan dan Hari Pahlawan di Era Milenium'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MfPHsY1Z2so/Tr8jYyh9p7I/AAAAAAAAAWw/XITByEQ4jf0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8620973875603301173</id><published>2011-10-27T21:03:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T21:05:25.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemuda'/><title type='text'>Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian*</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1Jxw2r3FNDc/TqoqAMKSNkI/AAAAAAAAAWk/DVmy_NQhTTk/s1600/pemuda.jpg.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1Jxw2r3FNDc/TqoqAMKSNkI/AAAAAAAAAWk/DVmy_NQhTTk/s320/pemuda.jpg.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668389263751919170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Pemuda, kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga khlayak. Kata tersebut terdengar sampai seantero Indonesia ketika momentum sumpah pemuda 1928, kemerdekaan 1945, dan reformasi 1998. Bahkan kata tersebut sering dihubung-hubungkan dengan perubahan dan cita-cita. Namun sesungguhnya apakah pemuda? Siapa yang menyandang gelar pemuda, umurkah yang menentukan? Dan bagaimana profil pemuda ideal yang tentunya disukai Allah? Mari kita kupas tentang pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Identitas dan Keistimewaan Pemuda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Banyak yang menyatakan pemuda sebagai agent of change, kenapa? Karena pemuda adalah harapan bangsa, ia adalah agen-agen perubah di negerinya berada. Tapi lebih dari itu, pemuda bak motor gerakan sebuah entitas yang ingin selalu membuat perubahan demi terciptanya cita. Lalu seperti apa identitas pemuda? “Umur dan watak adalah dua unsur penting dalam identitas pemuda sekaligus pembeda dengan golongan lainnya : kaum tua, balita, anak-anak, dan remaja.” Ujar Mi’raj Dodi Kurniawan, seorang mantan aktifis Islam Bandung. Umur, sebagian pihak mengelompokkan antara umur 25 dan 35 sebagai pemuda, ada juga pihak yang menyatakan pemuda berada diantara umur 20 sampai 45. Jika kita melihat umur yang dikelompokkan, pemuda bisa digambarkan sebagai kaum yang energik, mempunyai fisik prima dan bertenaga sedangkan yang lemah dan tak bertenaga adalah kaum tua. Berbanding lurus dengan unsur yang kedua, watak, pemuda memiliki watak pendobrak tatanan layaknya Nabi Musa yang melawan kesewenang-wenangan Fir’aun, dan kaum tua cenderung berwatak anti perubahan dan mempertahankan status quo seperti para rezim otoriter pada umumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Deskripsi diatas menunjukan identitas sekaligus keistimewaan pemuda, yang secara tegas terdapat dalam ayat di bawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;“…Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan penguasa)…” &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;(QS Al Kahfi : 13-14)&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Terdapatnya keistimewaan tersebut, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa pemuda tidak pantas jika hanya disebut sebagai agent of change tetapi mereka lebih pantas disebut director of change (pengendali perubahan), karena sangat berbeda seorang agen (aktivis biasa) dengan director (tokoh) namun dengan syarat memenuhi profil pemuda ideal yang disukai Allah (karena pemuda dalam Islam adalah pemuda yang dicintai Allah). Seperti yang dikutip dalam buku “Menyiapkan Momentum”-nya Rijalul Imam, diantaranya adalah meningkatkan rasa tanggung jawab, memiliki kebanggaan dengan Islam, baik dalam memahami Islam, melayani masyarakat, mengajak ke jalan Islam, membekali diri dengan ilmu, memiliki rasa solidaritas dengan sesamanya, waspada diri dari fitnah, pakai perhitungan, dan tidak terburu-buru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tantangan Hari Ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Dengan profil diatas pemuda di masing-masing zamannya telah membuktikan bahwa mereka pantas disebut sebagai pengendali perubahan, sebut saja Hasan Al Banna dan Mohammad Natsir. Pertanyaannya, bagaimana di zaman ini, setelah lebih dari 10 tahun momentum reformasi. Dimana kaum muda? &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Plato&lt;/b&gt;, seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“Nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada didalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.”&lt;/i&gt; Itulah gambaran sebagian besar pemuda zaman sekarang, yang terjerumus dalam hegemoni kenikmatan, yang katanya ingin mengalihkan kekuasaan dari kaum tua. Tiga tahun silam Sultan HB X menantang pemuda untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka. Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan lewat Sumpah Pemuda tahun 1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Sudah tiga tahun tantangan tersebut berlalu, namun belum ada yang bisa menjawab dan membuktikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan, harusnya pemuda menjadi sadar dan tertantang bahwa mereka harus bergerak, keluar dari gua yang gelap, jauhkan diri dari zona kenyamanan. Pemuda harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak untuk memenuhi profil ideal pemuda yang disukai Allah, bahkan seorang mujadid abad ke-20, &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Imam Syahid Hasan Al Banna&lt;/b&gt; mengatakan dalam ”Wajibatul Akh”-nya di Risalatu Ta’lim, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;”Hendaklah kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas dirimu, hingga tongkat kepemimpinan itu diserahkan kepada kalian yang memiliki kualitas.”&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Pembuktian para pengendali perubahan masih ditunggu sampai hari ini, sebentar lagi di bulan ini kita akan memperingati kembali hari Sumpah Pemuda. Jangan sampai idealism pemuda hanya sebatas kelihaian wacana saja, tetapi butuh pembuktian dengan membumikan idealisme tersebut. Wahai para pemuda mari sama-sama kita renungkan kembali makna dan falsafah perjuangan Sumpah Pemuda, wahai para pengendali perubahan, bangkit dan ubah stempel di wajahmu yang hanya bertuliskan agen perubahan. Karena realita pemuda masa kini menunjukan hari esok suatu bangsa, maka mulailah untuk berkarya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Aktivis Kepemudaan dan Kemahasiswaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;*Repost :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Tulisan ini dibuat tahun 2009 (saat ini disesuaikan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Pernah dimuat di kammi-komisariat-aka.blogspot.com dan majalah BURET Makro LDK KMA Edisi1/Oktober 2009/Syawal 1430 H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8620973875603301173?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/8620973875603301173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/pemuda-pengendali-perubahan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8620973875603301173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8620973875603301173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/pemuda-pengendali-perubahan-dan.html' title='Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian*'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1Jxw2r3FNDc/TqoqAMKSNkI/AAAAAAAAAWk/DVmy_NQhTTk/s72-c/pemuda.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-808721965760295786</id><published>2011-10-27T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T21:03:20.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemuda'/><title type='text'>Sumpah Pemuda 1928 , Sebuah Visi  Bukan Sekedar Romantisme</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zg7EYKxIgkw/TqoowvOvCBI/AAAAAAAAAWY/tEP4PlArltg/s1600/17750banner01_sumpah-pemuda.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zg7EYKxIgkw/TqoowvOvCBI/AAAAAAAAAWY/tEP4PlArltg/s320/17750banner01_sumpah-pemuda.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668387898776291346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Delapan puluh tiga tahun silam ketika Indonesia masih berada dalam kekangan kolonial, para pemuda yg tergabung dlm Kongres Pemuda II merumuskan sebuah lompatan besar untuk Indonesia, sebuah mimpi masa depan Indonesia, yaitu Kemerdekan Republik dalam makna dan semangat persatuan. Sebuah makna yang tak di sadari generasi pemuda saat ini dan sebuah semangat yang dilakukan setengah hati oleh pemuda saat ini. Setiap tahun setelah Indonesia merdeka, tanggal 28 Oktober menjadi hari peringatan Sumpah Pemuda, banyak kegiatan dilakukan untuk memperingati momentum bersejarah itu, diantarangnya seminar, kajian, renungan, dan lain-lain yang intinya bertemakan semangat sumpah pemuda, dengan harapan untuk selalu menjaga dan atau membangkitakn semangat pemuda Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Seperti yang disebutkan di muka, berbagai peringatan seremonial yang ada seperti sebuah komedi atau teater sejarah, diadakan setiap tahun dengan berbagai konten pengulangan yang tak menghasilkan apa-apa. Maka disinilah perlunya kita mendalami makna dan semangat persatuan dalam konteks kemerdekaan Republik sehingga kita dapat mengurai mengapa makna persatuan tak di sadari dan semangat persatuan hanya setengah hati dilakukan para pemuda saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Moh Hatta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; dalam pidatonya yang berjudul &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“Pemuda Indonesia dan Politik”&lt;/i&gt; memberikan beberapa alasan mengapa pemuda Indonesia kala itu-masa pra kemerdekaan, tidak seperti kebanyakan pemuda-pemuda Eropa yang memuaskan dahaga muda&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dengan hanya bersekolah dan bermain. Ia mengatakan bahwa pemuda Indonesia tidak mendidik dirinya sendiri, melainkan dididik dalam kondisi dan situasi dimana ia tumbuh berkembang dan dalam masyarakat dimana ia berada. Artinya ada ruang kesadaran yang terbuka dalam benak pemuda kala itu, bahwa mereka terjajah dan mereka ingin merdeka. Sehingga tersimpulkan suatu cara untuk meraih kemerdekaan, yaitu mereka harus bergerak bersama, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Makna persatuan ini yang menjadi cikal bakal kehadiran berbagai kelompok pemuda dari berbagai daerah dalam Kongres Pemuda II dan semangat persatuan ini yang akhirnya membuat para pemuda itu mengikrarkan kesetiaan terhadap Ibu Pertiwi. Lebih dari itu hal inilah yang membawa Indonesia merdeka sampai terbentuk Negara Kesatuan. Sebuah lompatan besar akibat kran-kran kesadaran yang terbuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tetapi hari ini memperlihatkan kondisi dimana banyak para pemuda enggan untuk memikirkan Negara, mereka lebih senang memuaskan dahaga muda, sangat kontradiktif dengan masa Kolonial. Mereka secara tidak sadar telah terelenggu oleh sebuah penjajahan non fisik yang melestarikan budaya kolonial, yaitu individualisme. Padahal era globalisasi menuntut pembacaan yang berbeda terhadap kondisi &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;zaman, maka perlu dilakukan revolusi cara pandang dalam diri para pemuda, revolusi yang akan menghasilkan kesadaran bahawa Indonesia hari ini pun masih belum merdeka dalam makna definitifnya. Pembukaan ruang penyadaran yang tak bisa dilakukan hanya satu hari-ketika memperingati Sumpah Pemuda 1928, yang juga tidak bisa dilakukan dalam satu wadah apalagi hanya menjadi rutinitas “bermesraan” dengan sejarah, namun setiap waktu sehingga semangat Sumpah Pemuda menginternalisasi sebagai visi bangsa ke dalam individu para pemuda. Dengan cara apa? &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Budaya membaca dan diskusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bogor, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;27 Oktober 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aktivis Kepemudaan dan Kemahasiswaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-808721965760295786?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/808721965760295786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/sumpah-pemuda-1928-sebuah-visi-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/808721965760295786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/808721965760295786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/sumpah-pemuda-1928-sebuah-visi-bukan.html' title='Sumpah Pemuda 1928 , Sebuah Visi  Bukan Sekedar Romantisme'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zg7EYKxIgkw/TqoowvOvCBI/AAAAAAAAAWY/tEP4PlArltg/s72-c/17750banner01_sumpah-pemuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1722306785466097441</id><published>2011-10-27T20:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T20:51:52.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemuda'/><title type='text'>Dimana Kaum Muda???*</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MUHiarEZHVo/Tqom0Z8NJHI/AAAAAAAAAWM/yZN82SBFLbw/s1600/Pemuda-Remaja.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MUHiarEZHVo/Tqom0Z8NJHI/AAAAAAAAAWM/yZN82SBFLbw/s320/Pemuda-Remaja.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668385762757649522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Mungkin itu kalimat yang sering kita dengar, namun tak ada yang bisa benar-benar menjawab pertanyaan tersebut. Hanya kita sendiri sebagai kaum muda yang bisa menjawabnya. &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Plato&lt;/b&gt; mengatakan bahwa “&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada didalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.”&lt;/i&gt; Itulah gambaran sebagian besar kaum muda zaman sekarang. Termasuk kita, kaum intelektual. Kita yang terjerumus dalam hegemoni kenikmatan, kita yang ingin mengalihkan kekuasaan dari kaum tua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tiga tahun silam &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Sultan HB X&lt;/b&gt; menantang kaum muda untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka. Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan lewat Sumpah Pemuda tahun 1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Lagi-lagi hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan, harusnya kita menjadi sadar dan tertantang bahwa kita harus bergerak, keluar dari gua yang gelap jauhkan diri dari zona kenyamanan. Kita harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak. Kita telah diberikan waktu dan kekuatan oleh Tuhan untuk membuat sebuah pilihan. Sebuah pilihan yang benar- benar menentukan. Inilah saatnya kita sebagai kaum intelektual menjawab segala tantangan termasuk tantangan dari Sultan untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia… Tunjukan idealisme kita sebagai anak Ibu Pertiwi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:right; line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:right; line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Aktivis Kepemudaan dan Kemahasiswaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:right; line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;*Repost : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Tulisan ini dibuat pada tahun 2008 (disesuaikan untuk saat ini) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Pernah dimuat di kammi-komisariat-aka.blogspot.com dan kaderisasikammibgr.multiply.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1722306785466097441?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1722306785466097441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/dimana-kaum-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1722306785466097441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1722306785466097441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/dimana-kaum-muda.html' title='Dimana Kaum Muda???*'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MUHiarEZHVo/Tqom0Z8NJHI/AAAAAAAAAWM/yZN82SBFLbw/s72-c/Pemuda-Remaja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6270036041713766894</id><published>2010-06-01T09:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T21:01:33.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kader'/><title type='text'>Wisuda VS Jilbab-Antara Ideologi dan Kompetensi-</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAVFDzF4dUI/AAAAAAAAAQA/f5f0THTlJxE/s1600/1_422202470l.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAVFDzF4dUI/AAAAAAAAAQA/f5f0THTlJxE/s400/1_422202470l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477860453322880322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Nah…begini kan cantik kamu nak!”&lt;br /&gt;“Puspa ga mau begini Ma….jilbab puspa kok dimasukin toga. Ga rapi malah. Ga syari lagi”&lt;br /&gt;“Halah….biarin. yang penting kamu kelihatan cantik hari ini. Kan wisuda ini momentum paling bagus buatmu.”&lt;br /&gt;“Iya..tapi Ma…”&lt;br /&gt;“Udah ah…ngebantah terus kamu. Sana gabung sama temen-temenmu. Pasti mereka terpukau lihat kamu”&lt;br /&gt;…………………………………………………………………………………………………..&lt;br /&gt;“Assalamualaikum Bun….”&lt;br /&gt;“Alaikumussalam warahmatullah….Murni sayang, Bunda minta maaf ya nak, ga bisa hadir di wisudamu. Kamu sudah terima jilbab yang Bunda kirim kan? Bagus ga ?”&lt;br /&gt;“Bagus Bunda. Cantik ! Murni suka. Panjang dan tebal Murni terasa makin anggun pakai jilbab dari Bunda. Murni juga merasa aman karena jilbab ini menutupi sebagian besar toga”&lt;br /&gt;“Dan pastinya putri Bunda lebih cantik. Sukses ya sayang. Semua mendoakan dari rumah. Jangan lupa foto wisudamu. Wassalamualaikum”&lt;br /&gt;“Alaikumussalam warahmatullah….”&lt;br /&gt;…………………………………………………………………………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih dua percakapan unik itu yang sering kita jumpai pada hari penting wisudawan. Khususnya wisudawati. Mungkin para pembaca akan lebih sering menemui hal-hal yang serupa dengan kedua peristiwa tadi. Tepatnya bentuk pergulatan antara sebuah keyakinan dengan realita kehidupan yang memang tidak semulus jalanan ibukota. Saat-saat dimana sikap, yang menjadi representasi atas semua ideologi yang kita pegang kuat, harus dihadapkan pada situasi yang menabrak konsistensi prinsip hidup manusia. Menarik…sangat menarik.&lt;br /&gt;Saudaraku, kejadian di atas hanyalah sekelumit realita kehidupan yang ada di antara rimba semesta. Situasi tadi hanyalah satu dari sekian banyak episode dunia yang membuktikan adanya godaan untuk menggoyang seberapa kuat konsistensi kita dalam memegang prinsip kehidupan. Dengan kalimat keimanan, bisa dikatakan kejadian di atas adalah bukti ujian-ujian hidup akan selalu menimpa manusia pada level keshalihan manapun.&lt;br /&gt;Tentulah ilustrasi di atas jauh dari upaya untuk mendakwa atau menyalahkan. Tapi marilah kita melihat lebih dalam lagi. Prinsip hidup setiap muslim yang bersumber dari keimanan akan selalu mengalami rayuan atau godaan. Tidak bisa tidak. Hal ini adalah sebuah janji yang sudah jauh-jauh hari diberitahukan-Nya kepada manusia. Simaklah dalam firman Allah SWT berikut ini&lt;br /&gt;“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. Al Ankabuut :1-3)&lt;br /&gt;Hanya saja sikap sebagai akibat dari ujian itulah yang membuat derajat keimanan manusia berbeda-beda di hadapan-Nya. Karena sikap inilah yang, sekali lagi, benar-benar menunjukkan kedalaman pengetahuan dan keyakinan atas iman yang sudah diupayakan. Banyak manusia gagal mempertahankan semua aspek ideologis yang telah dipupuk dalam hati ketika semua bahan bakar hidup itu dihadapkan untuk menyelesaikan keadaan hidup. Padahal saat itu adalah waktu untuk membuktikan kompetensi dari idealisme, paham, atau apapun yang kita sebut sebagai prinsip hidup.&lt;br /&gt;Kesenjangan antara ideologi dan kompetensi yang terjadi tidak akan mengakibatkan apapun selain membuat goyah struktur keyakinan manusia. Secara umum untuk objek di luar manusia tersebut (manusia lain, yang berinteraksi dengannya) dan secara khusus akan sedikit demi sedikit melunturkan idealisme dan keyakinan bagi penganutnya. Banyak peristiwa yang akan selalu meminta bukti kompetensi dari Islam yang kita anut. Di saat itulah pertarungan yang sesungguhnya akan terbukti. Karena kita semua pahami bahwa risalah ini hanya berisi kebenaran.&lt;br /&gt;Dakwah Islam yang semakin menyebar saat ini tentu haruslah menjadi jawaban atas semua pertanyaan kehidupan manusia. Dalam sektor apapun dan spektrum kehidupan sekecil apapun. Mulai kehidupan individu maupun dalam skala negara. Dari bidang ekonomi sampai pada politik. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempertahankan izzah (harga diri) keislaman kita. Karenanya setiap kemungkinan bisa terjadi. Berhasil ataupun gagal menjadi peluang pilihan yang sama kuat. Dari sini mari kita mulai dari akhir agar kita mampu memvisualisasikan konsekuensi yang akan didapat. Kalaulah Islam secara komprehensif bisa membuktikan kompetensi sistemiknya dengan baik tentu akan melahirkan tingkat kepercayaan, keyakinan, dan ketertarikan manusia untuk berislam dengan benar. Lebih lanjut lagi Islam akan mampu menjadi sistem hidup yang secara sadar dan ikhlas diadopsi dengan utuh. Namun bagaimana jika semua hal itu tidak terjadi ? Dengan kalimat sederhana tentu kontradiksi yang akan terjadi. Jika demikian apa pilihan kita sebagai umat Islam ? (AA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6270036041713766894?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6270036041713766894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/wisuda-vs-jilbab-antara-ideologi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6270036041713766894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6270036041713766894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/wisuda-vs-jilbab-antara-ideologi-dan.html' title='Wisuda VS Jilbab-Antara Ideologi dan Kompetensi-'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAVFDzF4dUI/AAAAAAAAAQA/f5f0THTlJxE/s72-c/1_422202470l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1865052254713453061</id><published>2010-06-01T09:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T21:01:56.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kader'/><title type='text'>Pemuda yang Membangun Raksasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAU4cgUpESI/AAAAAAAAAPw/UGdbewsvP4w/s1600/1396746066_44f62f996e.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAU4cgUpESI/AAAAAAAAAPw/UGdbewsvP4w/s400/1396746066_44f62f996e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477846584130081058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;200 tahun yang lalu, Napoleon,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sepulang dari China dia berkata, "Lihat, China adalah raksasa yang sedang tidur. Biarkan mereka tidur. Biarkan mereka tidur. Karena pada saatnya mereka terbangun, seluruh dunia akan terguncang."&lt;br /&gt;Sekarang, abad 21, raksasa China telah terbangun, dan seluruh dunia terguncang hebat.&lt;br /&gt;lantas bagaimanakah seandainya sang Panglima besar perancis itu sempat mampir ke INDONESIA? saya bisa membayangkan paras muka sang Napoleon akan lebih takjub melihat bangsa ini, dan mungkin dia akan berkata "Lihat, INDONESIA adalah RAKSASA BESAR yang sedang tidur. Biarkan mereka tidur, bahkan berikan mereka obat tidur dosis tingggi, agar tidak akan pernah bangun dari tidurnya. karena pada saatnya mereka terbangun, SELURUH DUNIA AKAN BERGUNCANG HEBAT"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang, setelah masa penjajahan telah berlalu, orde lama telah usai, orde baru telah terkubur, dan masuk kedalam orde PALING BARU (baca: reformasi), RAKSASA ini masih saja tidur. walaupun berbagai gangguan dalam bentuk musibah, kehancuran, kemunduran dan bencana datang silih berganti RAKSASA ini masih sja tidur. apakh gangguan diatas tidak sanggup membangunkan bangsa ini, ataukah obat tidur dosis tinggi memang sudah disuapkan kedalam tubuh RAKSASA ini sehingga tak lagi dapat tersadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAKSASA ini terlalu pulas dalam tidurnya, dibutuhkan manusia-manusia hebat yang mau membangunkannya, manusia yyang senantiasa gelisah karena sang RAKSASA tidak kunjung bangun dari tidurnya, membangunkannya dengan metode baru, hal yang lebih menggetarkan dan lebih tinggi dosisnya. sebenarnya RAKSASA ini tertidur karena kesadarannya belum kembali, belum kembali setelah ditimang manja oleh kekayaan alamnya, setelah dibius dengan rancun pembodohan ala para penjajah.untuk membangunkannya hanya ada satu cara, yaitu mengembalikan kesadarannya, dengan MENYADARKAN SANG RAKSASA.&lt;br /&gt;lantas siapa manusia-manusia hebat yang akan MENYADARKAN si RAKSASA ini? mereka adalah para PEMUDA yang dimiliki bangsa ini!!!&lt;br /&gt;kenapa para PEMUDA? karena mereka satu-satunya manusia yang mempunyai obat-obat yang dapat membangunkan RAKSASA tidur, obat-obat ini adalah sifat, sikap, pikiran dan idealisme meraka. mereka dipenuhi kekuatan keimanan, keikhlasan, semangat dan amal, dan semua ini melebur menjadi satu membentuk karakteristik utama para pemuda. Dasar keimanan adalah hati yang cemerlang, dasar keikhlasan adalah nurani yang bersih, dasar semangat adalah perasaan yang kuat, dan dasar amal adalah tekad yang membaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah pemeran utama dalam setiap lakon pergolakan sejarah di berbagai penjuru dunia. mereka selalu tampil di garda terdepan sebuah perubahan sejara, menjadi inisiator, dinamisator, proklamator, motivator, inspirator dan EKSEKUTOR PERUBAH. dan sejak awal lahirnya si RAKSASA para pemudalah, yang terus mencoba tapa henti membangunkan si RAKSASA, hingga kini si raksasa berumur 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejarah panjang bangsa ini, setidak-tidaknya dalam hitungan abad ini, ditandai dengan kelahiran generasi demi generasi pada setiap persimpangan sejarah. Jika generasi 98 berhasil menumbangkan Orde Baru, maka generasi 66 berhasil mengakhiri Orde Lama.&lt;br /&gt;Dalam (puisi) "Sebuah Jaket Berlumur Darah" Taufik Ismail melukiskan suasana kepahlawanan itu:&lt;br /&gt;Sebuah jaket berlumur darah&lt;br /&gt;kami semua sudah menatapmu&lt;br /&gt;telah berbagi duka yang agung dalam kepedihan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kita menyusuri sejarah bangsa ini lebih jauh, kita akan bertemu dengan generasi 45 yang mempelopori perjuangan kemerdekaan. Dan lebih jauh ke belakang, ada generasi 28 yang mempelopori persatuan nasional dalam simbol tanah air, kebangsaan dan bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda. Lebih jauh lagi, kita akan bertemu dengan generasi 1900-an yang mempelopori kebangkitan nasional. Semua angkatan itu lahir silih berganti sampai datang angkatan 1998. Dan mereka lahir pada titik persimpangan sejarah dan memberi arah bagi perjalanan bangsa kita. Mereka selalu muncul sebagai pelopor, menghentikan kesunyian sejarah dan mengobarkan api kehidupan.&lt;br /&gt;namun ada fakta menyakitkan yang kita semua rasakan, rupanya para PEMUDA bangsa ini juga sedang TERTIDUR!!!&lt;br /&gt;maka, aku serukan kepada seluruh PEMUDA INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BANGUNLAH KAWAN!!!SIAPA LAGI YANG KAU HARAPKAN MEMBANGUNKAN BANGSA INI? HANYA ENGKAU YANG BISA MEMBANGUNKAN BANGSA INI KAWAN! BANGUNLAH!!! BANGUNLAH!!! DEMI IBU PERTIWI YANG SEDANG MANGIS DARAH DI KURSI PERISTIRAHATANNYA, ATAU UNTUK PARA PAHLAWAN YANG MERATAP SEDIH DI PERISTIRAHATAN TERAKHIRNYA. DEMI ALLAH SAUDARAKU, JIKA ENGKAU TIDAK JUGA BANGUN, MAKA BERSIAPLAH ENGKAU MENHADAPI TIKAMAN DARI DALAM SELIMUT, YANG AKAN MEMBUATMU TERTIDUR SELAMANYA"&lt;br /&gt;belum kering dari ingatanku sebuah kisah tentang percakapan seorang pengusaha asal singapura dengan seorang pribumi di bandar lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si pengusaha berkata&lt;br /&gt;"Your country is so rich!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia", "Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world", "Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia. 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat." "Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras". "Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."&lt;br /&gt;SADARLAH PARA PEMUDA, BANGSA INI MENUNGGU KALIAN!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadian Faris Azhar&lt;br /&gt;KDS KAMMI IPB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1865052254713453061?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1865052254713453061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/pemuda-yang-membangun-raksasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1865052254713453061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1865052254713453061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/pemuda-yang-membangun-raksasa.html' title='Pemuda yang Membangun Raksasa'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAU4cgUpESI/AAAAAAAAAPw/UGdbewsvP4w/s72-c/1396746066_44f62f996e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8291173343753990561</id><published>2010-06-01T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T21:02:08.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kader'/><title type='text'>Mengkristalkan Budaya Pengetahuan untuk Kecemerlangan Indonesiaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAUuFWbAMLI/AAAAAAAAAPg/ossHunUzwus/s1600/green-water.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAUuFWbAMLI/AAAAAAAAAPg/ossHunUzwus/s400/green-water.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477835191219138738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;“Negeri berjuta potensi” mungkin inilah sebutan yang paling menarik untuk negeri ditengah untaian katulistiwa ini. Sumber dayanya yang begitu berlimpah, Budayanya yang amat beragam, keindahan alam yang memesona, coba kita lihat keanekaragaman hayatinya “Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, yang berupa sumber daya alam yang berlimpah baik di daratan maupun perairan, lebih dari 25.000 jenis (spesies) tumbuhan berbunga dan berbiji terdapat di hutan alam yang tersebar di Indonesia. Negara Indonesia yang juga menduduki peringkat kedua Dunia dalam hal keanekaragaman hayati, mempunyai peluang sekaligus tantangan tersendiri untuk mengembangkan ekowisata secara serius.  Belum lagi kekayaan di bawah laut, dimana dua pertiga wilayah Indonesia yang berupa perairan memiliki kurang lebih 17.508 pulau dan berjuta-juta hektar taman laut.” (kabarindonesia.com) keaneka ragaman itu merupakan Sumberdaya yang terbarukan dan takkan pernah habis jika dijaga dan dikelola. Maka jika ada bertanya tentang negeri nan indah ini rakyatnya dengan bangga berkata “Inilah negeri yang berpotensi menjadi Negara kaya, besar, maju, bahkan berkuasa.” Karena memeng syarat-syarat berdirinya sebuah bangsa yang besar sesungguhnya sudah lama tertanam disini. Meski akhirnya harus kita akui bahwa semua itu hanya potensi yang tak akan pernah berguna jika tidak termanfaatkan dengan optimal. Maka aku lebih senang berkata “inilah Indonesiaku negeri besar yang masih kecil, negeri kaya yang  belum sejahtera, negeri kuat yang tak pernah ditakuti”&lt;br /&gt;Pengalaman sejarah yang menawan,  kekayaan alam yang melimpah, wilayak geografis yang sempurna, potensi manusia yang luar biasa merupakan sebagian bukti akan Istimewanya negeri ini. Meski semuanya itu merupakan syarat-syarat kejayaan bagi sebuah bangsa, Namun satu lagi syaratnya adalah budaya ilmu dan pengetahuan. Boleh jadi inilah yang menjadi pengahambat bangsa ini dalam membagun kecemerlangannya. Karena tanpa ini sejarah hanyalah kisah yang tak pernah menjadi pambelajaran. Tanpa pengetahuan, Kekayaan alam tak akan mampu dikelola dengan baik sehingga menimbulkan kesenjangan social yang tak diterima oleh logika. Tanpa pemahaman wialyah geografis yang strategis pun tak terberdaya. Dan tanpa ilmu manusia tak lebih dimuliakan dibanding makhluk lainya. Maka salah satu syarat lagi yang harus kita penuhi adalah budaya pengetahuan dan mencari Ilmu.&lt;br /&gt;Membangun dan mengembangkan ilmu merupakan salah satu bentuk nyata dalam megoptimalkan potensi negeri ini. Maka bukan dengan kekuasaan militer kerajaan fir’aun abadi pesonanya, namun ada pondsasi ilmu yang menopang kuat negerinya. Bukan kekuatan militer yang membuat negeri jepang kini bangkit tetapi topangan ilmu pengtahuan yang mebuatnya meguasai teknologi. Bukan hanya kekuatan militer yang membuat peradaban islam dahulu didisegani tetapi penguasaan ilmu dan teknologilah yang membuat mereka juga dihormati bahkan dikagumi.&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan pengtahuan, ilmu-ilmu dasarlah yang akhirnya menjadi penopang atas berkembangnya ilmu-ilmu terapan. Maka Presiden Cina Jiang Zemin ketika diwawancarai majalah Science tahun 2000 menekankan, tidak akan ada bom atau reaktor nuklir jika tidak ada teori kuantum (ilmu fisika). Dan teknologi rontgen pun berkembang setelah penemuan sinar-x, yang kemudian teknologi rontgen akhirnya banyak dimanfaatkan dalam bidang kedokteran yang juga merupakan terapan dari ilmu biologi. Sedangkan ilmu fisika terus dikembangkan dengan matematika sebagai tumpuan utamanya. begitulah ilmu-ilmu dasar menjadi tumpuan utama dalam pengmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini kimia, fisika, biologi, matematika, statistika, Astronomi, geometeorologi, merupakan sebagian ilmu dasar yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Maka dapat kita lihat bagaimana kesemua cabang ilmu ini berkembang dengan baik di Negara-negara maju. Namun sesuatu yang menyedihkan, hal itu tidak terjadi di negeri ini.&lt;br /&gt;Ilmu terapan yang terus dikembangkan tanpa memperkuat ilmu dasar tidak akan terbangun menjadi suatu kerangka pengetahuan yang kokoh. Maka inilah yang menyebabkan perkembangannya menjadi lambat. Namun ilmu dasar pun tak banyak berguna jika tidak didukung oleh pengembangan ilmu terapan. Maka dari teori kuantumlah lahir teknologi-teknologi yang menakjubkan mulai dari elektronika hingga nuklir yang sangat bermanfaat jika digunakan untuk pengembangan potensi negeri ini. Maka berkat teori optiklah berbagai teknologi kamera dikembangkan yang kini dipadukan dengan elektronika dengan teori kuantumnya menciptakan kamera digital. Sedang perkembangan elektronika pun kini menuju digital yang perkembangannya didasari atas ilmu Algoritma dan pemrograman yang juga merupakan bagian dari ilmu dasar. Maka sesunggunya ilmu dasarlah yang menjadi katalis bagi perkembangan semua cabang ilmu yang ada.&lt;br /&gt;Untuk itu jika aku ditanya bagaimana  menjadikan Indonesia yang besar dan istimewa, kaya dan sejahtera sejahtera, kuat dan ditakuti. Aku akan mejawab “dengan mengkristalkan budaya pengetahuan”. Pengkristakan adalah upaya memadatkan suatu zat hingga fase terkuat ketika ia akan sulit untuk dikembalikan fase sebelumnya meski ada cara untuk itu. Meski tak hanya dengan ini, namun inilah syarat mutlaknya yang harus aku wujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmad Yasin_BMM KAMMI Izzal&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://kammiipb.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8291173343753990561?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/8291173343753990561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/mengkristalkan-budaya-pengetahuan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8291173343753990561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8291173343753990561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/mengkristalkan-budaya-pengetahuan-untuk.html' title='Mengkristalkan Budaya Pengetahuan untuk Kecemerlangan Indonesiaku'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAUuFWbAMLI/AAAAAAAAAPg/ossHunUzwus/s72-c/green-water.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4268242438796944217</id><published>2010-05-23T08:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T09:22:24.773-07:00</updated><title type='text'>Selaksa Kehidupan Disini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S_lWGUAa4RI/AAAAAAAAAPY/KolqWRGXi8U/s1600/ShowLetter_010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S_lWGUAa4RI/AAAAAAAAAPY/KolqWRGXi8U/s400/ShowLetter_010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474501488495223058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subhanallah mungkin hal-hal semacam ini yang membuat seseorang bisa bertahan. Sebuah organisasi yang mungkin tidak dikenal oleh banyak orang kecuali mereka yang hampir nyerempet2 ke islam dan siyasah. Sangat bisa dirasa diraba dan dilihat orang-orang macam apa yang masuk kedalamnya. Mereka beragam tapi sesungguhnya hampir sama. Mereka berbeda tapi sesungguhnya hampir mirip. Tidak mudah untuk bertahan disana kecuali mereka yang tulus dan ikhlas untuk mau tertatih-tatih sms orang perorang kadernya untuk datang ke suatu acara yang diadakan, yang berusaha sekuat tenaga memahami manhajnya  untuk menciptakan kader-kader yang mumpuni, yang ikhlas membagi uang makan agar tetap bisa berangkat syuro menuangkan pikiran bersama teman-teman senasib seperjuangan memberikan solusi, menumahkan pikiran segenap jiwa dan raga, mereka yang harus rela menginfakkan uang kuliahnya atau bahkan uang kiriman dari orang tua untuk keberlangsungan sebuah acara. Untuk semua itu mereka tidak pernah dibayar denga uang padahal sejatinya lumrah bagi seorang insan manusia sebagai suatu bentuk apresiasi. Karena mereka tau bukan itu royalti yang harus mereka dapat. Karena ilmu pengalaman dan wawasan punya nilai lebih besar dari nilai mata uang dengan  kurs yang paling tinggi sekalipun.&lt;br /&gt;Kadang mereka dipandang sebelah mata, karena orang-orang mungkin hanya tau kulit luarnya saja, untuk yang satu ini bagaimana mereka barusaha membuat pencitraan atas kesalahan image itu. Berusaha menjadi trensetter meskipun mereka sedikit. Penuh gonjang ganjing, tak jarang berseteru dengan saudara sendiri, berusaha menjadi pengerat antar komponen tapi gayung tak bersambut. Mau bagaimana lagi? Tapi mereka tak henti berpikir.&lt;br /&gt;Berada disana sama sekali tidak lantas menjadikan mereka menjadi orang paling pintar, paling beriman, paling bijak, paling tau, paling zuhud, paling wara, atau paling paham dengan masalah politiknya, tidak!! Tapi juga bukan berarti yang berada disana adalah terpaksa dari pada gak ada lagi, bukan!! Yang terpenting adalah bagaimana berusaha untuk tau. Karena tidak selamanya pecinta bola bisa main bola.  Masuk menyesuaikan diri adaptasi kecewa pundung malu takut malas ribet pergi... Bisa dibuktikan sendiri lihatlalah seberapa lama dia disana, seberapa tahan dia dengan segala goncangan, yang sedikit dan terasing dengan sejuta tekanan buka gampang. Maka dua sudut pandang berlaku disini dia pergi karena memang bukan duniannya disini, atau ada yang salah dengan “bagaimana menyentuh hati” yang baik. Banyak kritikan, banyak kekurangan, pukulan tajam bahkan dari anak-anaknya sendiri. Its oke kami jadikan bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;Memahami dan menyadari betapa bagusnya orang-orang didalamnya bahagia rasanya pernah mengenal saudara-saudara seperti mereka yang beragam, unik dengan kompetensinya masing-masing. rd&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodiah Rumata&lt;br /&gt;Bend KAMMI IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4268242438796944217?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/4268242438796944217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/05/selaksa-kehidupan-disini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4268242438796944217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4268242438796944217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/05/selaksa-kehidupan-disini.html' title='Selaksa Kehidupan Disini'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S_lWGUAa4RI/AAAAAAAAAPY/KolqWRGXi8U/s72-c/ShowLetter_010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-157999663503576190</id><published>2010-04-27T19:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T19:15:26.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (AHLI LINGKUNGAN)'/><title type='text'>Fenomena tanpa batas dalam pengamatan yang terbatas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S9eZ8SFe4TI/AAAAAAAAAPI/aTIEa0W8Tck/s1600/Lightning_pictures.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S9eZ8SFe4TI/AAAAAAAAAPI/aTIEa0W8Tck/s400/Lightning_pictures.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465005933763420466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fenomena Tanpa Batas dalam Pengamatan yang Terbatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Dialah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian dia bersemayam diatas arsy, dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dia bersamamu dimanapun kamu berada. Dan Allah maha melihat atas apa yang kamu kerjakan ” (Alhadid:4)&lt;br /&gt;    Maha suci Allah yang telah menciptakan Alam ini dengan keteraturan yang luar biasa untuk kita (manusia). Dan diberikannya kepada kita akal sebagai bagian dari keteraturan itu sendiri. maka dengannya kita diperintahkan untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;Lompatan-lompatan ilmu pengtahuan abad duapuluh melukiskan kemajuan yang pesat dalam sejarah peradaban manusia. Dan kini kita melihat tatanan dunia yang luar biasa dalam pengelolaan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia terus berkarya dengan kecerdasan yang diberikan Allah sebagai pemuliaan  terhadap manusia yang dipercayanya untuk mengelola bumi ini. Dengan bekal akal (kecerdasan) inilah yang kita sampai pada peradaban ilmu yang belum pernah terbayang dalam benak manusia beberapa waktu silam.&lt;br /&gt;Namun Alam ini terlalu luas jika hanya kita jelajahi dengan logika keilmuan kita yang terbatas. Bahkan Ia pun telah membatasi semua kemampuan indera yang kita miliki. Lihatlah pendengaran kita yang hanya mampu menangkap suara dalam frekwensi yang tertentu. Mata kita dengan cahaya tampaknya yang mampu dibaca. dan seterusnya, demi keseimbangan atas kesempurnaan semua ciptaannya kitapun lahir dengan segala keterbatasan.&lt;br /&gt;Sayang kebanyakan manusia yang tidak menyadarinya, mereka terlalu berbangga dengan feomena tampak yang dikuasai keilmuannya. Padahal fenomena tersebut tampak kerena indera kita mampu menangkapnya. Dan ilmu pengtahuan yang kita pelajari telah mengungkapkan sejauh mana keterbatasan indera yang kita miliki, lalu mereka berusaha menguranginya dengan alat-alat yang mereka ciptakan. namun sadarkah alat yang diciptakan dengan keterbatasan, pastilah juga memiliki kemampuan yang terbatas.&lt;br /&gt;Tapi, Allah menciptakan alam ini begitu luas dan batasannya belum mampu dirediksi oleh manusia apalagi dibacanya. Maka seringkali kita menganggap aneh fenomena-fenomena diluar kewajaran logika. Disinilah kita sering lupa akan keterbatasan kita. Kita boleh terus berusaha mengungkapkan ketidakwajaran itu dengan logika kita, lalu membuktikannya dengan rangkaian uji coba. Namun kita tidak pernah dapat menolak fenomena-fenomena tersebut.&lt;br /&gt;Sekedar contoh mari sedikit membaca fenomena alam yang belakangan menyita perhatian manusia.  Setidaknya terdapat dua fenomena yang mendasari perkembangan pengetahuan Fisika modern yang terus berkembang secara perlahan. Yang pertama fenomena kecepatan yang sangat tinggi (mendekati kecepatan cahaya) dengan teori dasarnya adalah postulant Einstein yang muncul akibat ketidaksesuaian beberapa fenomena yang teramati dalam laboratorium. Postulat ini sedikit mampu memecahkan solusi tentang relativitas waktu. Perubahan panjang dan lainnya. Teorinya sedikit membuka mata kita akan relatifitas waktu yang sering diungkapkan dalam AlQuran, beberapa fenomeanya belakangan dapat diamati. Namun teori inipun belum mutlak. Ia tetap menjadikan hokum mekanika klasik sebagai dasar pengembangannya dengan asumsi kecepatan cahaya konstan untuk semua pengamat yang bergerak maupun diam untuk mengembangkannya. Diluar belum dapat teramati (terbukti) secara menyeluruhnya (pasti) teori ini, Einstein membatasi kecepatan cahaya sebagai kecepatan tercepat, yang harus kita akui bahwa dimungkinkan akan ditemukan kecepatan diatas kecepatan itu. Maka inilah awal keterbatasan kita.&lt;br /&gt;Yang berikutnya adaah fenomena kuantum yang mencoba meramalkan perilaku elektron. Berbeda dengan teori relativitas yang berusaha dijelaskan tanpa bertentangan dengan hukum mekanika klasik yang memang sudah tak terbantahkan, teori kuantum justru hanya bisa dijelaskan tanpa banyak memedulikan itu. Schrodinger merumuskan suatu persamaan yang belum bisa dihubungkan dengan teori klasik. Jika Einstein mengubah semua persamaan fisika untuk kecepatan tinggi dengan menganggap kecepatan cahaya yang konstan, Schrodinger justru mengubah semua persamaan fisika untuk elektron dengan sebuah persamaan yang ia sendiri kesulitan menjelaskan bagaimana persamaan tersebut dimunculkan. Maka postulatnya muncul dalam bentuk sebuah persamaan yang tidak mampu dijelaskan oleh hokum klasik namun selalu tepat dalam uji laboratorium. Berbeda dengan Einstein yang teorinya baru teramati dalam tataran laboratorium yang juga masih banyak dalam asumsi, postulat Schrodinger justru telah mendasari semua perangkat elektronika modern meski asal teorinya sulit dijelaskan.&lt;br /&gt;Maka yang harus kita pahami, setiap kondisi memiliki ketetapannya masing-masing yang sulit untuk digeneralisasikan, sehingga akan ada batasan untuk setiap teori yang diungkapkan oleh manusia. Teori mekanika klasik terbatas pada benda makro berkecepatan rendah. Dahulu kita menganggap atom sebagai bagian terkecil yang tek mampu dipecah, namun sekarang kita sedang berusaha mengungkapkan fenomena elektron yang merupakan bagian dari atom itu sendiri. lalu apakah masalah akan selesai jika kita benar-benar telah menyelesaikan permasalahan elektron yang kini dibatasi oeh perinsip ketidakpastian Heisenberg..? lalu, bagaimana dengan fenomena lainnya setelah permasalahan fisikanya terpecahkan untuk masing-masing kondisi..?&lt;br /&gt;yah.. ilmu kita memang terbatas, namun ia akan dapat terus berkembang dengan izin Allah. Tapi ketahuilah sejauh apapun kita melangkah nanti, ilmu yang kita miliki hanya seperti setetes air ditengah luasnnya samudera, jika dibandingkan dengan ilmu Allah yang begitu luas. “… dan dia maha mengetahui segala sesuatu” (Alhadid:3)&lt;br /&gt;Sungguh… maha benar Allah atas segala firmannya&lt;br /&gt;Sungguh… maha besar Allah atas semua ciptaannya&lt;br /&gt;Sungguh… maha kuasa Allah atas semua kehendaknya&lt;br /&gt;Sungguh… maha mengetahuinya Allah atas segala sesuatunya&lt;br /&gt;Subhanallah… subhanallah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin - Badan Multimedia KAMMI IPB – fisika’45&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-157999663503576190?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/157999663503576190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/04/fenomena-tanpa-batas-dalam-pengamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/157999663503576190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/157999663503576190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/04/fenomena-tanpa-batas-dalam-pengamatan.html' title='Fenomena tanpa batas dalam pengamatan yang terbatas'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S9eZ8SFe4TI/AAAAAAAAAPI/aTIEa0W8Tck/s72-c/Lightning_pictures.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7441409363995050255</id><published>2010-04-06T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T20:13:52.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7v4NmlYIoI/AAAAAAAAAOo/ui8CnqYyH7o/s1600/jam_langit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7v4NmlYIoI/AAAAAAAAAOo/ui8CnqYyH7o/s400/jam_langit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457228286068793986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dakwah yang panjang bagaikan pohon kecil yang perlu disiram dengan kasih sayang dan kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merawat pohon tersebut agar  berbunga, berbuah dan dapat dibudidayakan&lt;br /&gt;Sehingga dapat menyebarkan manfaat terhadap orang-orang disekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan kadang menjadi batu penghalang untuk memperoleh kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendokumentasikan dan mengevalusi kegagalan tersebut agar tidak terulang kembali dalam hidupku dan orang-orang setelahku.  Dan berkata JANGAN BERHENTI sukses sudah ada di depan matamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja negriku banyak sudah tidak punya malu, melegalkan maksiat, berkiblat pada mode, tidak punya impian besar baik untuk dirinya apalagi untuk agama dan bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merubah mereka menjadi generasi yang dibanggakan. Sehingga lahir  pemuda-pemudi seperti Umar bin Khatab, Salahuddin Al-ayubi, Al- Fatin, Aisyah Humairo, Al-Khansa dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita sekarang banyak yang tidak mau melahirkan, kalaupun mau mereka tidak peduli dengan pembinaan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melahirkan 1000 generasi muda islam yang akan ku didik dengan sungguh-sungguh agar kelak merekalah  yang akan membawa panji-panji  Islam tegak di bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin negriku sudah tidak punya wibawa dan kepercayaan  di depan rakyatku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendidik  anak muda negri ini untuk menjadi calon-calon pengganti pemimpin yang terpercaya, mampu memempin seperti rasulullah dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAMUN BILA HIDUPKU TIDAKLAH SAMPAI 1000 TAHUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kan pernah berputus asa&lt;br /&gt;Akan ku lakukan apa yang ku bisa&lt;br /&gt;Dan aku tularkan IMPIANKU kepada Generasi sesudahku&lt;br /&gt;SEMOGA denganya SERIBU TAHUN bahkan lebih cepat dari itu&lt;br /&gt;IMPIANKU ini akan TERWUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elvira Nurfadhilah&lt;br /&gt;Sekertaris Bidang Politik KAMMDA Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7441409363995050255?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/7441409363995050255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/04/aku-ingin-hidup-1000-tahun-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7441409363995050255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7441409363995050255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/04/aku-ingin-hidup-1000-tahun-lagi.html' title='AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7v4NmlYIoI/AAAAAAAAAOo/ui8CnqYyH7o/s72-c/jam_langit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-406483935899813730</id><published>2010-03-31T07:44:00.001-07:00</published><updated>2011-10-24T00:44:45.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Pertarungan Poros Peradaban&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Muh. Firmansyah*)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memerlukan regenerasi kepemimpinan. Tampaknya kebutuhan ini memang snagat mendesak jika kita melihat fakta politik yang terjadi di negara kita. Kursi panas kepemimpinan negeri kita diperebutkan oleh kaum tua. Fakta pemilu kemarin menunjukkan bahwa kesempatan untuk kaum muda memang ditutup. Kaum muda tidak diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini. Padahal ketika kita melihat potensi kepemimpinan Muda di negeri ini, Indonesia tidak kekurangan potensi kepemimpinan Muda yang mewakili aspirasi keummatan. Monopoli kaum tua ini akan menyebabkan terjadinya jarak antara kaum tua dengan kaum muda yang seharusnya bisa saling mengisi dan bersinergi. Fenomena seperti ini seharusnya dianggap sebagai suatu krisis yang harus segera diselesaikan jika Indonesia ingin bersaing dengan negara-negara lain yang notabene sudah melakukan regenerasi kepemimpinan dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kemimpinan merupakan suatu permasalahan yang harus dianggap serius. Transfer nilai kepemimpinan sangat dibutuhkan dari kaum tua kepada kaum muda. Gerakan perubahan menuju regenerasi kepemimpinan harus segera dimulai. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang diciptakan untuk mengantar para pemimpin muda menuju singgasana kepemimpinan negara. Penjelasannya sangat mudah, yakni bahwa kunci dari sebuah kejayaan itu adalah pada manusia yang memimpin. Manusia, Negara, dan Peradaban adalah tiga kata yang akan melakukan tahapan pertumbuhan dan melukiskan suatu kejayaan dalam lembar yang lebih panjang.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang mampu mewujudkan sebuah negara yang mempresentasikan kemakmuran? Dalam menghadapi suatu kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi saat ini dan yang akan datang, maka jawabannya adalah kepemimpinan yang kuat dan amanah. Paradigma kepemimpinan yang kuat dan Amanah harus segera ditanamkan dalam setiap pendidikan di negeri ini. Hal yang patut disayangkan adalah ketika koalisi kebathilan dengan kekuatan dan koalisi antara kelemahan dengan kebenaran menjadi realitas yang  mewarnai kehidupan kita saat ini. Kita punya harapan dan keyakinan yang kuat akan lahir sosok manusia yang benar-benar memegang nilai-nilai kebenaran yang digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat yang dipimpinnya. Nilai-nilai kebenaran juga harus terwujud dalam hukum positif yang mengatur kehidupan berbangsa berdasar pada prinsip keTuhanan. Pada akhirnya koalisi antara pemimpin  yang  kuat dan amanah sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sebuah negara dan peradaban yang penuh kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah Ketua Departemen Kebijakan Publik, KAMMI IZZAL IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-406483935899813730?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/406483935899813730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/pertarungan-poros-peradaban-muh_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/406483935899813730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/406483935899813730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/pertarungan-poros-peradaban-muh_31.html' title=''/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4200822562289937090</id><published>2010-03-31T07:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T08:03:01.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Pertarungan Poros Peradaban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7NjQIWfYdI/AAAAAAAAAOY/Bo03T6GyO1k/s1600/_Indonesian_Artcyclopedia_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7NjQIWfYdI/AAAAAAAAAOY/Bo03T6GyO1k/s400/_Indonesian_Artcyclopedia_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454812702446674386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Pertarungan Poros Peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Muh. Firmansyah*)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memerlukan regenerasi kepemimpinan. Tampaknya kebutuhan ini memang snagat mendesak jika kita melihat fakta politik yang terjadi di negara kita. Kursi panas kepemimpinan negeri kita diperebutkan oleh kaum tua. Fakta pemilu kemarin menunjukkan bahwa kesempatan untuk kaum muda memang ditutup. Kaum muda tidak diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini. Padahal ketika kita melihat potensi kepemimpinan Muda di negeri ini, Indonesia tidak kekurangan potensi kepemimpinan Muda yang mewakili aspirasi keummatan. Monopoli kaum tua ini akan menyebabkan terjadinya jarak antara kaum tua dengan kaum muda yang seharusnya bisa saling mengisi dan bersinergi. Fenomena seperti ini seharusnya dianggap sebagai suatu krisis yang harus segera diselesaikan jika Indonesia ingin bersaing dengan negara-negara lain yang notabene sudah melakukan regenerasi kepemimpinan dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kemimpinan merupakan suatu permasalahan yang harus dianggap serius. Transfer nilai kepemimpinan sangat dibutuhkan dari kaum tua kepada kaum muda. Gerakan perubahan menuju regenerasi kepemimpinan harus segera dimulai. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang diciptakan untuk mengantar para pemimpin muda menuju singgasana kepemimpinan negara. Penjelasannya sangat mudah, yakni bahwa kunci dari sebuah kejayaan itu adalah pada manusia yang memimpin. Manusia, Negara, dan Peradaban adalah tiga kata yang akan melakukan tahapan pertumbuhan dan melukiskan suatu kejayaan dalam lembar yang lebih panjang.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang mampu mewujudkan sebuah negara yang mempresentasikan kemakmuran? Dalam menghadapi suatu kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi saat ini dan yang akan datang, maka jawabannya adalah kepemimpinan yang kuat dan amanah. Paradigma kepemimpinan yang kuat dan Amanah harus segera ditanamkan dalam setiap pendidikan di negeri ini. Hal yang patut disayangkan adalah ketika koalisi kebathilan dengan kekuatan dan koalisi antara kelemahan dengan kebenaran menjadi realitas yang  mewarnai kehidupan kita saat ini. Kita punya harapan dan keyakinan yang kuat akan lahir sosok manusia yang benar-benar memegang nilai-nilai kebenaran yang digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat yang dipimpinnya. Nilai-nilai kebenaran juga harus terwujud dalam hukum positif yang mengatur kehidupan berbangsa berdasar pada prinsip keTuhanan. Pada akhirnya koalisi antara pemimpin  yang  kuat dan amanah sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sebuah negara dan peradaban yang penuh kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah Ketua Departemen Kebijakan Publik, KAMMI IZZAL IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4200822562289937090?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/4200822562289937090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/pertarungan-poros-peradaban-muh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4200822562289937090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4200822562289937090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/pertarungan-poros-peradaban-muh.html' title='Pertarungan Poros Peradaban'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7NjQIWfYdI/AAAAAAAAAOY/Bo03T6GyO1k/s72-c/_Indonesian_Artcyclopedia_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-857518948770800515</id><published>2010-03-20T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T19:35:27.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi STC'/><title type='text'>Jembatan itu Bernama Citra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S6WEii1vB4I/AAAAAAAAAOQ/gGWKu-knk1A/s1600-h/sakura17-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S6WEii1vB4I/AAAAAAAAAOQ/gGWKu-knk1A/s400/sakura17-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450908653004457858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jembatan itu Bernama Citra &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak  orang  kurang  mengingat  sebuah  rasionalisasi  mengapa  dakwah  Rasulullah  begitu&lt;br /&gt;disambut gembira, penuh pengharapan, dan jaminan keamanan di daerah bernama Yatsrib (setelah Rasul&lt;br /&gt;hijrah ke sana wilayah itu diberi nama Madinah). Padahal Rasul di 13 tahun usia awal kenabiannya hanya&lt;br /&gt;memfokuskan  diri  untuk  menguatkan  akidah  dan  memberikan  infiltrasi  ideologis  terhadap  paham&lt;br /&gt;paganisme  kafir  Quraisy  di  Makkah.  Tentu  ini  menimbulkan  sebuah  pertanyaan  besar.  Apakah&lt;br /&gt;masyarakat di Yatsrib “disihir” dengan takdir Allah SWT agar mau begitu saja menerima risalah Rasul ?&lt;br /&gt;Ataukah  Rasul  melakukannya  dengan  sebuah  bentuk  sikap  represif  dan  radikal  ?  Ataukah  mungkin&lt;br /&gt;dengan  melakukan  variasi  dari  berbagai  hal  lain  yang  justru  tidak  mencerminkan  hakikat  Islam  itu&lt;br /&gt;sendiri? Jika begitu, maka akan ada pembenaran atas sebuah upaya dakwah yang dilakukan dengan asal-&lt;br /&gt;asalan, yang mencapai hasil minimalis di kemudian hari. Dengan alasan bahwa Rasul berdakwah dengan&lt;br /&gt;supporting langsung dari Allah SWT tanpa usaha-usaha maksimal manusiawi.&lt;br /&gt;Ditambah  lagi  dengan  fakta bahwa karakteristik  demografi masyarakat Yatsrib waktu  itu, yang&lt;br /&gt;didominasi oleh  suku  `Auz  dan Khazraj, keadaannya  tidak  jauh berbeda dengan keadaan Makkah pada&lt;br /&gt;umumnya. Permusuhan, pertikaian berdarah, dan perang adalah bentuk komunikasi mereka yang paling&lt;br /&gt;efektif.  Bukankah ini adalah tantangan besar ketika ternyata konsep Islam yang dibawa oleh Rasul tidak&lt;br /&gt;mampu meredam dan menyatukan kedua pihak  ini ? Alih-alih perdamaian yang menjadi modal penting&lt;br /&gt;untuk konstruksi negara Madinah, yang didapati adalah makin sengitnya pertikaian antar kabilah dengan&lt;br /&gt;Rasul  dan  kaum  muslimin  sebagai  pihak  ketiga  yang  bertikai.  Multiple  effect-nya  juga  sangat  vital.&lt;br /&gt;Keadaan  kaum muslimin  bisa  semakin  tidak menentu  akibat  lemahnya  suaka  politik  yang  didapatkan.&lt;br /&gt;Atau yang paling menakutkan adalah musnahnya generasi Islam pada saat hijrah. Karena ibarat berpindah&lt;br /&gt;dari  sarang  harimau  (Makkah  yang didominasi  kafir Quraisy penentang Rasul) menuju  kandang buaya&lt;br /&gt;yang lapar (Yatsrib yang belum terkondisikan untuk menerima dakwah)&lt;br /&gt;Sebagai seorang panglima agung, Rasulullah SAW  telah memahami hal  ini dari awal. Sehingga&lt;br /&gt;beliau  sudah  memperhitungkan  semua  kemungkinan  atas  strategi-strategi  ekspansi  dakwah  yang&lt;br /&gt;dilakukannya.  Diantaranya  adalah  dengan  mengenali  semua  potensi  unggulan  para  sahabat  yang  bisa&lt;br /&gt;menunjang dakwah  secara profesional dan  jitu. Maka dikenallah  sebuah metode  ekspansi dakwah yang&lt;br /&gt;diprakarsai  Rasul  sendiri,  yaitu  dengan  cara mengirim  duta  dakwah,  penyampai  setiap  apa  sabdanya,&lt;br /&gt;melalui manusia dengan kapasitas diplomasi mumpuni. Untuk meyakinkan Yatsrib bahwa  Islam adalah&lt;br /&gt;kebenaran. Manusia yang terpilih itu bernama Mus`ab bin Umair.&lt;br /&gt;Sejarah  Islam  mencatat  fenomena  yang  gemilang  dari  pemuda  ini.  Manusia  yang  langsung&lt;br /&gt;dikader  oleh  Rasulullah  SAW  dalam  menempa  usia  muda  secara  Islami.  Kemampuan  diplomasinya&lt;br /&gt;membuat Yatsrib,  sekali  lagi,  benar-benar  siap  lahir  batin  untuk menerima  kedatangan manusia  paling&lt;br /&gt;agung  beserta  ajaran-ajarannya, Muhammad  SAW.  Ketampanan,  kekayaan,  kemewahan  dunia  dengan&lt;br /&gt;segala    makna  yang  terkandung  di  dalamnya  mampu  dia  gadaikan  demi  keyakinan  yang  merasuk  ke&lt;br /&gt;dimensi  rasional  dan  emosional  keimanan  Mus`ab.  Pantas  kiranya  Rasul  menangisi  kematiannya  di&lt;br /&gt;perang Uhud. Keadaannya saat syahid cukup memilukan. Tak ada  lembar kain kafan yang cukup untuk&lt;br /&gt;menutupi semua bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;Belajar dari penunjukan Mus`ab  selaku duta dakwah ke Yatsrib, maka  sekurang-kurangnya kita&lt;br /&gt;mampu mendapatkan dua hal. Pertama, betapa pentingnya seorang qiyadah atau pemimpin untuk benar-&lt;br /&gt;benar  memahami  core  competence  bawahannya.  Hal  ini  sangat  krusial  dan  vital  untuk  pencapaian&lt;br /&gt;prestasi-prestasi  dakwah.  Efektivitas  tugas  dan  amanah  yang  terukur  bisa  tercapai  hanya  jika  kita&lt;br /&gt;memberikan  tugas  atau  amanah  tersebut  pada  orang  yang  tepat. Dengan  kata  lain,  setiap  orang  dalam&lt;br /&gt;jamaah dakwah seyogyanya diberi kerja sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;Kedua,  lewat  penunjukkan  Mus`ab  sebagai  duta  dakwah,  berarti  memang  selayaknya  ada&lt;br /&gt;komponen dari jamaah dakwah ini yang bertindak sebagai juru bicara. Personal atau kelompok yang akan&lt;br /&gt;menjadi jembatan antara tata aturan Allah dengan situasi kontemporer umat saat ini. Penerjemahan nilai-&lt;br /&gt;nilai dakwah agar bisa diterima oleh umat dengan penuh kesadaran dan rasa kebutuhan atas Islam. Untuk&lt;br /&gt;itulah kiranya, menjadi sangat penting pula bagi setiap kader dakwah untuk memperhatikan semua aspek&lt;br /&gt;yang  berkembang  di masyarakat  agar  dakwah  Islam  bisa  diterima  tanpa  suatu  negosiasi  ideologis  atau&lt;br /&gt;pemakluman pelanggaran syariat di saat dakwah mulai memasuki masyarakat.&lt;br /&gt;Perlu  untuk  kita  sadari,  sesungguhnya  juru  bicara  inilah  yang  akan menjadi  citra  dakwah  dan&lt;br /&gt;Islam  itu  sendiri di  tengah-tengah masyarakat.  Jika citra yang  tersampaikan kepada   umat adalah buruk&lt;br /&gt;atau sekurang-kurangnya “cacat” dari aspek  lahiriah, maka wajar jika objek dakwah akan pergi menjauh&lt;br /&gt;dan berusaha menemukan sosok yang dianggap bisa memenuhi kebutuhan mereka atas contoh. Sehingga&lt;br /&gt;perlu kiranya kita memberikan perhatian kepada aspek pencitraan Islam secara lebih serius.&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya  ingin menyampaikan sebuah konsensus sosial secara umum yang berlaku&lt;br /&gt;pada masyarakat. Bahwa mereka  akan  lebih  banyak  bersikap  “wait  and  see”  terhadap  dakwah  ini. Di&lt;br /&gt;masa-masa  itu  akan  timbul  sebuah  nilai baru yang menjadi  titik balik umat untuk menerima  atau  sama&lt;br /&gt;sekali menolak dakwah yang disampaikan oleh para da`i. Hal  itu bernama  logika kemanfaatan. Jika  apa&lt;br /&gt;yang  disampaikan  para  juru  bicara  Islam  ini  telah  terbukti  membawa  manfaat,  barulah  mereka  akan&lt;br /&gt;mengikuti apa yang telah kita sampaikan. Sehingga jika sebuah pesan  telah tersampaikan dengan hujjah,&lt;br /&gt;aransemen  leksikal maupun  gramatikal,  dan media  yang baik,  target yang kita kejar berikutnya  (selaku&lt;br /&gt;para  dai)  adalah  upaya-upaya  untuk  memberikan  bukti  kemanfaatan  atas  kebenaran  yang  telah&lt;br /&gt;disampaikan.  Sampai  Allah  yang  menetapkan  hasil  apa  yang  kita  raih.  Kemenangan  di  dunia  atau&lt;br /&gt;kesenangan di akhirat. Wallahua`lam. (AA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka  : Syafii Antonio, Muhammad. 2007. Muhammad SAW The Super Leader Super&lt;br /&gt;Manager. Tazkia Publishing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-857518948770800515?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/857518948770800515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/jembatan-itu-bernama-citra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/857518948770800515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/857518948770800515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/jembatan-itu-bernama-citra.html' title='Jembatan itu Bernama Citra'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S6WEii1vB4I/AAAAAAAAAOQ/gGWKu-knk1A/s72-c/sakura17-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6791627753403373454</id><published>2010-02-27T19:49:00.003-08:00</published><updated>2010-02-27T23:38:15.778-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (SASTRAWAN)'/><title type='text'>OBAT AKHLAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S4odDzMkjrI/AAAAAAAAAN4/P3XDwL-52Dk/s1600-h/17571_1191565065732_1126555390_30511433_5954805_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S4odDzMkjrI/AAAAAAAAAN4/P3XDwL-52Dk/s400/17571_1191565065732_1126555390_30511433_5954805_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443195050750414514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OBAT AKHLAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah SWT atas penciptaan segala sesuatu di dunia ini yang jauh dari kesia-siaan dan&lt;br /&gt;ketidakjelasan maksud. Karenanya pasti ada setitik hikmah yang bisa kita raih dalam merenungi ciptaan-&lt;br /&gt;Nya. Wa bil khusus  tentang manusia  itu sendiri. Makhluk yang Allah sebutkan sebagai khalifah di bumi&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;Begitu  cermat dan  komprehensifnya Allah SWT memberikan  suplemen baik  jasadiyah maupun&lt;br /&gt;ma`nawiyah  terhadap apa yang  telah diciptakan-Nya. Tidak  sekedar mencipta, namun  juga memberikan&lt;br /&gt;arahan ketuhanan (taujih rabbaniyah) untuk manusia agar mampu mengoptimalkan semua  sifat baik dan&lt;br /&gt;memberikan terapi penyembuhan bagi kefasikan jiwa.&lt;br /&gt;Saudaraku, selamilah makna yang terkandung dalam surah Al Maarij, surat ke 70 ayat 19 sampai&lt;br /&gt;35.  Simaklah  bagaimana Allah  SWT memberikan  penjelasan  rinci  yang  bersifat  antisipatif  pada  suatu&lt;br /&gt;keadaan  umum manusia.  Pada  ayat  19-21 Allah menyampaikan  bagaimana  sifat manusia  yang  sangat&lt;br /&gt;egois, kufur dan tamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan&lt;br /&gt;ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”&lt;br /&gt;Lihatlah  bahwa,  ada  suatu  bentuk  pengumuman  dari  Allah  SWT  terhadap  sikap  kebanyakan&lt;br /&gt;manusia yang berkeluh kesah pada saat kesusahan. Namun di sisi yang berseberangan, manusia amatlah&lt;br /&gt;kikir pada saat mendapat kenikmatan. Ini buah dari mentalitas yang lemah dalam kacamata iman. Seakan&lt;br /&gt;memberi tanda pada kita bahwa seperti inilah hakikat manusia.&lt;br /&gt;Ternyata  tidak,  ada  pengecualian  indah  yang  Allah  kutipkan  pada  ayat  berikutnya.  Suatu&lt;br /&gt;ketidakberlakuan  pernyataan  Allah  di  atas  bisa  terjadi  untuk    manusia  yang  melakukan  atau  bersifat&lt;br /&gt;seperti di bawah ini&lt;br /&gt;“kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan&lt;br /&gt;orang-orang yang dalam hartanya  tersedia bagian  tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang  tidak  mempunyai  apa-apa  (yang  tidak  mau  meminta),  dan  orang-orang  yang  mempercayai  hari&lt;br /&gt;pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.” (Q.S. 70:22-27)&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya  inilah  cara  Allah  dalam  mendidik  hamba-hamba-Nya  untuk  berada  pada&lt;br /&gt;kehidupan.  Sifat-sifat  lemah,  keluh  kesah,  dan  kikir  tidak  mampu  menggerogoti  orang-orang  yang&lt;br /&gt;senantiasa  konsisten  (istiqomah)  dalam  menjaga  sholatnya.  Mengikat  kehidupannya  dengan  sholat,&lt;br /&gt;bukannya mengikat  sholatnya  untuk  kehidupan.  Aspek menjaga  tentu  saja mampu  dipandang  dari  dua&lt;br /&gt;paradigma sekaligus. Keduanya sangat tidak mungkin untuk dipisahkan satu sama lain. Keduanya bersifat&lt;br /&gt;saling melengkapi dan menjadi indikator terhadap keislaman kita.&lt;br /&gt;Pertama,  dari  aspek  lahiriah. Bahwa menjaga  sholat  adalah pada  tata  cara, waktu, dan  tempat.&lt;br /&gt;Dengan maksud yang lebih rinci, Islam mengajarkan bahwa sholat (terutama bagi laki-laki) sesuai dengan&lt;br /&gt;sunnah Rasul dilakukan dengan berjamaah, di awal waktu, bertempat di masjid. Ketiga syarat ini mutlak&lt;br /&gt;diperlukan dalam menjaga eksistensi sholat secara dzohir dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kedua,  dari  aspek ma`nawiyah.  Sholat  haruslah menjadi  filter  bagi  kehidupan  kita. Membawa&lt;br /&gt;nilai-nilai sholat dalam setiap ruang dan relung aktivitas hidup. Misalnya, bagaimana menjadikan sholat&lt;br /&gt;kita sebagai alat untuk menjauhkan kita semua dari perbuatan keji dan munkar. Contoh yang  lain adalah&lt;br /&gt;sholat  yang  kita  lakukan  hendaknya  menjadi  aktivitas  yang  menjadikan  aspek  hablumminallah  dan&lt;br /&gt;hablummninannaas menjadi lebih baik, seimbang, dan optimal.&lt;br /&gt;Kedua hal di atas haruslah terintegrasi dalam diri setiap muslim. Karena  esensi dari setiap ibadah&lt;br /&gt;yang kita lakukan minimal ada dua. Pertama, bagaimana ibadah yang kita lakukan itu semakin membuat&lt;br /&gt;kita melakukan penghambaan  secara utuh pada Allah SWT. Artinya  sebuah  keyakinan yang benar  atas&lt;br /&gt;tauhid  ubuddiyah. Memberikan  tempat  di  hati  dan  logika manusia  bahwa Allah  SWT-lah  satu-satunya&lt;br /&gt;penguasa  dan  tempat  kita meminta. Kedua,  bagaimana  ibadah membuat    para  pelakunya  sholih  secara&lt;br /&gt;sosial.  Ini  penting  untuk  dicermati.  Jangan  sampai  ada  sebuah  pemikiran  yang  berkembang  dengan&lt;br /&gt;memisahkan  kedua  sudut  pandang  penting  ini. Hingga  akhirnya  akan  menjelma  dalam  sebuah  paham&lt;br /&gt;sekulerisme yang tentu saja bertentangan dengan maksud Allah menurunkan Islam.&lt;br /&gt;Sebagai  penguat  alasan  di  atas,  simaklah  bagaimana  Allah  memberikan  ancaman  yang  keras&lt;br /&gt;justru kepada orang-orang yang mengaku taat beragama.&lt;br /&gt;“Tahukah  kamu  (orang)  yang mendustakan  agama?  Itulah  orang  yang menghardik  anak  yatim,&lt;br /&gt;dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  miskin.  Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang&lt;br /&gt;shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang  lalai  dari  shalatnya,  orang-orang  yang  berbuat  riya,  dan  enggan&lt;br /&gt;(menolong dengan) barang berguna” (Q.S. Al Maa`uun : 1-7)&lt;br /&gt;Penjelasan  Allah  menegaskan,  ada  gelar  berupa  pendusta  agama  untuk  orang-orang  yang&lt;br /&gt;menghardik  anak  yatim  dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  yang  membutuhkan  makan.&lt;br /&gt;Simaklah, mana dari kalimat  ini yang berupa unsur mahdhah pada aspek  ibadah ? Bisa dikatakan  tidak ada.  Karena  esensi  kesholehan  pribadi  adalah  induksinya  pada  kehidupan  sosial.  Dengan  kata  lain&lt;br /&gt;indikasi  kesholehan  juga  akan  terlihat  pada  kehidupan  sosial  yang  melekat  pada  setiap muslim.  Allah&lt;br /&gt;menutup surat Al Maa`uun dengan subtopik berupa kecelakaan ma`nawiyah bagi orang muslim yang lalai&lt;br /&gt;terhadap  sholat,  terlalu  mengagung-agungkan  perspektif  sosial  atau  penghargaan  makhluk  yang&lt;br /&gt;direpresentasikan  dengan  sifat  riya`,  serta  lemahnya  keinginan  menolong  melalui  barang-barang  yang&lt;br /&gt;berguna. Sekali  lagi simaklah bahwa perspektif hubungan muamalah kita selaku muslim menjadi sangat&lt;br /&gt;penting dalam hakikat ajaran Islam.&lt;br /&gt;Kemudian  Allah  menginginkan  sebuah  proses  kemurahhatian  bagi  hamba-Nya  dengan&lt;br /&gt;mencantumkan  suatu  resep  hati  untuk mengatasi  kikir melalui  surat Al Maarij  di  atas.  Lebih  spesifik&lt;br /&gt;dengan menyatakan bahwa akhlak-akhlak buruk berupa keluh kesah dan kikir tidak akan menyerang bagi&lt;br /&gt;mukmin yang dengan sengaja menyisihkan sebagian dari harta yang diusahakannya untuk orang miskin.&lt;br /&gt;Baik  yang  secara  periodik  dan  terjadwal  akan  diminta  (misalnya  zakat,  shodaqoh  yang  diprogramkan&lt;br /&gt;rutin) maupun  yang  sifatnya  insidental,  berada  pada  keadaan  pasif. Kesiapan mental  inilah  yang  akan&lt;br /&gt;memberikan  suatu  suasana  hati  yang  tentu  saja  akan  menjadi  ringan  dalam  melepas  harta.  Karena&lt;br /&gt;memang itulah hakikat harta – sarana, dan bukan tujuan.&lt;br /&gt;Semoga  penjelasan  Allah  SWT  yang  diuraikan  di  atas mampu menjernihkan  dan menyiapkan&lt;br /&gt;stamina  ruhiyah  kita  untuk  mengantisipasi  nafsu  yang  senantiasa  menjerumuskan  keimanan  dan&lt;br /&gt;ketaqwaan manusia.  Sehingga  kita mampu  benar-benar menjadi  panglima  atas  diri  kita  sendiri. Bukan&lt;br /&gt;budak  nafsu  yang  tidak  pernah  memberi  tempat  pada  hakikat  keimanan  untuk  berimprovisasi  dengan&lt;br /&gt;dinamis. (AA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6791627753403373454?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6791627753403373454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/obat-akhlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6791627753403373454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6791627753403373454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/obat-akhlak.html' title='OBAT AKHLAK'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S4odDzMkjrI/AAAAAAAAAN4/P3XDwL-52Dk/s72-c/17571_1191565065732_1126555390_30511433_5954805_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1966058955551506762</id><published>2010-02-27T19:49:00.002-08:00</published><updated>2011-10-23T13:12:40.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>OBAT AKHLAK</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8zAM9RcmWG4/TqR01oC-kHI/AAAAAAAAAQw/N61BWvPIT_o/s1600/20070108035632_ramadhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8zAM9RcmWG4/TqR01oC-kHI/AAAAAAAAAQw/N61BWvPIT_o/s320/20070108035632_ramadhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666782695770722418" /&gt;&lt;/a&gt;Maha Suci Allah SWT atas penciptaan segala sesuatu di dunia ini yang jauh dari kesia-siaan dan&lt;br /&gt;ketidakjelasan maksud. Karenanya pasti ada setitik hikmah yang bisa kita raih dalam merenungi ciptaan-&lt;br /&gt;Nya. Wa bil khusus  tentang manusia  itu sendiri. Makhluk yang Allah sebutkan sebagai khalifah di bumi&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;Begitu  cermat dan  komprehensifnya Allah SWT memberikan  suplemen baik  jasadiyah maupun&lt;br /&gt;ma`nawiyah  terhadap apa yang  telah diciptakan-Nya. Tidak  sekedar mencipta, namun  juga memberikan&lt;br /&gt;arahan ketuhanan (taujih rabbaniyah) untuk manusia agar mampu mengoptimalkan semua  sifat baik dan&lt;br /&gt;memberikan terapi penyembuhan bagi kefasikan jiwa.&lt;br /&gt;Saudaraku, selamilah makna yang terkandung dalam surah Al Maarij, surat ke 70 ayat 19 sampai&lt;br /&gt;35.  Simaklah  bagaimana Allah  SWT memberikan  penjelasan  rinci  yang  bersifat  antisipatif  pada  suatu&lt;br /&gt;keadaan  umum manusia.  Pada  ayat  19-21 Allah menyampaikan  bagaimana  sifat manusia  yang  sangat&lt;br /&gt;egois, kufur dan tamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan&lt;br /&gt;ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”&lt;br /&gt;Lihatlah  bahwa,  ada  suatu  bentuk  pengumuman  dari  Allah  SWT  terhadap  sikap  kebanyakan&lt;br /&gt;manusia yang berkeluh kesah pada saat kesusahan. Namun di sisi yang berseberangan, manusia amatlah&lt;br /&gt;kikir pada saat mendapat kenikmatan. Ini buah dari mentalitas yang lemah dalam kacamata iman. Seakan&lt;br /&gt;memberi tanda pada kita bahwa seperti inilah hakikat manusia.&lt;br /&gt;Ternyata  tidak,  ada  pengecualian  indah  yang  Allah  kutipkan  pada  ayat  berikutnya.  Suatu&lt;br /&gt;ketidakberlakuan  pernyataan  Allah  di  atas  bisa  terjadi  untuk    manusia  yang  melakukan  atau  bersifat&lt;br /&gt;seperti di bawah ini&lt;br /&gt;“kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan&lt;br /&gt;orang-orang yang dalam hartanya  tersedia bagian  tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang  tidak  mempunyai  apa-apa  (yang  tidak  mau  meminta),  dan  orang-orang  yang  mempercayai  hari&lt;br /&gt;pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.” (Q.S. 70:22-27)&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya  inilah  cara  Allah  dalam  mendidik  hamba-hamba-Nya  untuk  berada  pada&lt;br /&gt;kehidupan.  Sifat-sifat  lemah,  keluh  kesah,  dan  kikir  tidak  mampu  menggerogoti  orang-orang  yang&lt;br /&gt;senantiasa  konsisten  (istiqomah)  dalam  menjaga  sholatnya.  Mengikat  kehidupannya  dengan  sholat,&lt;br /&gt;bukannya mengikat  sholatnya  untuk  kehidupan.  Aspek menjaga  tentu  saja mampu  dipandang  dari  dua&lt;br /&gt;paradigma sekaligus. Keduanya sangat tidak mungkin untuk dipisahkan satu sama lain. Keduanya bersifat&lt;br /&gt;saling melengkapi dan menjadi indikator terhadap keislaman kita.&lt;br /&gt;Pertama,  dari  aspek  lahiriah. Bahwa menjaga  sholat  adalah pada  tata  cara, waktu, dan  tempat.&lt;br /&gt;Dengan maksud yang lebih rinci, Islam mengajarkan bahwa sholat (terutama bagi laki-laki) sesuai dengan&lt;br /&gt;sunnah Rasul dilakukan dengan berjamaah, di awal waktu, bertempat di masjid. Ketiga syarat ini mutlak&lt;br /&gt;diperlukan dalam menjaga eksistensi sholat secara dzohir dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kedua,  dari  aspek ma`nawiyah.  Sholat  haruslah menjadi  filter  bagi  kehidupan  kita. Membawa&lt;br /&gt;nilai-nilai sholat dalam setiap ruang dan relung aktivitas hidup. Misalnya, bagaimana menjadikan sholat&lt;br /&gt;kita sebagai alat untuk menjauhkan kita semua dari perbuatan keji dan munkar. Contoh yang  lain adalah&lt;br /&gt;sholat  yang  kita  lakukan  hendaknya  menjadi  aktivitas  yang  menjadikan  aspek  hablumminallah  dan&lt;br /&gt;hablummninannaas menjadi lebih baik, seimbang, dan optimal.&lt;br /&gt;Kedua hal di atas haruslah terintegrasi dalam diri setiap muslim. Karena  esensi dari setiap ibadah&lt;br /&gt;yang kita lakukan minimal ada dua. Pertama, bagaimana ibadah yang kita lakukan itu semakin membuat&lt;br /&gt;kita melakukan penghambaan  secara utuh pada Allah SWT. Artinya  sebuah  keyakinan yang benar  atas&lt;br /&gt;tauhid  ubuddiyah. Memberikan  tempat  di  hati  dan  logika manusia  bahwa Allah  SWT-lah  satu-satunya&lt;br /&gt;penguasa  dan  tempat  kita meminta. Kedua,  bagaimana  ibadah membuat    para  pelakunya  sholih  secara&lt;br /&gt;sosial.  Ini  penting  untuk  dicermati.  Jangan  sampai  ada  sebuah  pemikiran  yang  berkembang  dengan&lt;br /&gt;memisahkan  kedua  sudut  pandang  penting  ini. Hingga  akhirnya  akan  menjelma  dalam  sebuah  paham&lt;br /&gt;sekulerisme yang tentu saja bertentangan dengan maksud Allah menurunkan Islam.&lt;br /&gt;Sebagai  penguat  alasan  di  atas,  simaklah  bagaimana  Allah  memberikan  ancaman  yang  keras&lt;br /&gt;justru kepada orang-orang yang mengaku taat beragama.&lt;br /&gt;“Tahukah  kamu  (orang)  yang mendustakan  agama?  Itulah  orang  yang menghardik  anak  yatim,&lt;br /&gt;dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  miskin.  Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang&lt;br /&gt;shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang  lalai  dari  shalatnya,  orang-orang  yang  berbuat  riya,  dan  enggan&lt;br /&gt;(menolong dengan) barang berguna” (Q.S. Al Maa`uun : 1-7)&lt;br /&gt;Penjelasan  Allah  menegaskan,  ada  gelar  berupa  pendusta  agama  untuk  orang-orang  yang&lt;br /&gt;menghardik  anak  yatim  dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  yang  membutuhkan  makan.&lt;br /&gt;Simaklah, mana dari kalimat  ini yang berupa unsur mahdhah pada aspek  ibadah ? Bisa dikatakan  tidak ada.  Karena  esensi  kesholehan  pribadi  adalah  induksinya  pada  kehidupan  sosial.  Dengan  kata  lain&lt;br /&gt;indikasi  kesholehan  juga  akan  terlihat  pada  kehidupan  sosial  yang  melekat  pada  setiap muslim.  Allah&lt;br /&gt;menutup surat Al Maa`uun dengan subtopik berupa kecelakaan ma`nawiyah bagi orang muslim yang lalai&lt;br /&gt;terhadap  sholat,  terlalu  mengagung-agungkan  perspektif  sosial  atau  penghargaan  makhluk  yang&lt;br /&gt;direpresentasikan  dengan  sifat  riya`,  serta  lemahnya  keinginan  menolong  melalui  barang-barang  yang&lt;br /&gt;berguna. Sekali  lagi simaklah bahwa perspektif hubungan muamalah kita selaku muslim menjadi sangat&lt;br /&gt;penting dalam hakikat ajaran Islam.&lt;br /&gt;Kemudian  Allah  menginginkan  sebuah  proses  kemurahhatian  bagi  hamba-Nya  dengan&lt;br /&gt;mencantumkan  suatu  resep  hati  untuk mengatasi  kikir melalui  surat Al Maarij  di  atas.  Lebih  spesifik&lt;br /&gt;dengan menyatakan bahwa akhlak-akhlak buruk berupa keluh kesah dan kikir tidak akan menyerang bagi&lt;br /&gt;mukmin yang dengan sengaja menyisihkan sebagian dari harta yang diusahakannya untuk orang miskin.&lt;br /&gt;Baik  yang  secara  periodik  dan  terjadwal  akan  diminta  (misalnya  zakat,  shodaqoh  yang  diprogramkan&lt;br /&gt;rutin) maupun  yang  sifatnya  insidental,  berada  pada  keadaan  pasif. Kesiapan mental  inilah  yang  akan&lt;br /&gt;memberikan  suatu  suasana  hati  yang  tentu  saja  akan  menjadi  ringan  dalam  melepas  harta.  Karena&lt;br /&gt;memang itulah hakikat harta – sarana, dan bukan tujuan.&lt;br /&gt;Semoga  penjelasan  Allah  SWT  yang  diuraikan  di  atas mampu menjernihkan  dan menyiapkan&lt;br /&gt;stamina  ruhiyah  kita  untuk  mengantisipasi  nafsu  yang  senantiasa  menjerumuskan  keimanan  dan&lt;br /&gt;ketaqwaan manusia.  Sehingga  kita mampu  benar-benar menjadi  panglima  atas  diri  kita  sendiri. Bukan&lt;br /&gt;budak  nafsu  yang  tidak  pernah  memberi  tempat  pada  hakikat  keimanan  untuk  berimprovisasi  dengan&lt;br /&gt;dinamis. (AA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1966058955551506762?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1966058955551506762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/obat-akhlak-maha-suci-allah-swt-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1966058955551506762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1966058955551506762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/obat-akhlak-maha-suci-allah-swt-atas.html' title='OBAT AKHLAK'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8zAM9RcmWG4/TqR01oC-kHI/AAAAAAAAAQw/N61BWvPIT_o/s72-c/20070108035632_ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-2824265711293542286</id><published>2010-02-15T07:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T08:15:38.109-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>APATISME MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN BANGSA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3ly2nTKSDI/AAAAAAAAANw/lHuIU8c5oO8/s1600-h/media.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3ly2nTKSDI/AAAAAAAAANw/lHuIU8c5oO8/s400/media.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438504307614435378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;APATISME MEDIA&lt;br /&gt;TERHADAP PENDIDIKAN BANGSA&lt;br /&gt;from my blog at&lt;br /&gt;hadiyanfa.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is only one case&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat saat masih SMP (sekarang kuliah tongaklt 2), sepulang sekolah saya sangat sering nonton salah satu stasiun TV, sebut saja CPI, atau saat setelah tilawah ba'da maghrib pasti saya akan menuju kedepan TV dan menyetel channel CPI tersebut, dan juga saat guru biologi memberi tugas karangan pun, saya pasti akan siap siaga di depan TV menonton CPI. pokoknya CPI itu "Celevisi PENDIDIKAN indonesia" banget deh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but now, CPI has turned into ANOTHER CPI, cuz what?? cuz&lt;br /&gt;there is many education TV show or documenter film has changed into DANGDUT concert, THIS THING, CAUSE A BIG PROBLEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaggian besar tayangan dangdut ini menampilkan aurat dan kemolekan tubuh sang penyanyi, dan ditayangkan pada jam tayang diman banyak konsumennya adalah anak-anak mulai dari umur 5-17 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wal hasil, salah satu efeksamping dari tayangan ini adalah, makin banyaknya muncul ARTIS CILIK baru yang tampil di layar kaca pada acara-acara yang banyak darahnya (baca:acara kriminal). ACTUALLY THEY NOT AS PEMBAWA ACARA OR NARA SUMBER, BUT AS PELAKU KRIMINAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as well as another television channel!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ini sebuah bentuk dari sikap apatis media massa dalam memajukan siaran pendidikan indonesia dan sikap oportunistik media yang hanya mencari keuntungan sebsar2nya tanpa menyadari kehancuran pada generasi muda yang mereka timbulkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya bermimpi suatu saat anak-anak indonesia dapat menikmati tayangan pendidikan layaknya anak-anak amerika ataupun jepang dan negara maju lainnya, seperti Discovery channel, discovery channel Science, National Geographic, National Geographic adventure, Discovery Food and health, Animal Planet, BBC net. tak perlu lagi menyewa TV kabel untuk dapat menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahh... kapan bangsa ini akan memiliki channel TV seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan bangsa ini mau sadar dan mulai belajar akan kesalahannya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiyan Fariz Azhar&lt;br /&gt;Staff Kaderisasi KAMMI Izzudin AlQassam IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-2824265711293542286?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/2824265711293542286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/apatisme-media-terhadap-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2824265711293542286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2824265711293542286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/apatisme-media-terhadap-pendidikan.html' title='APATISME MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN BANGSA'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3ly2nTKSDI/AAAAAAAAANw/lHuIU8c5oO8/s72-c/media.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1419010185211604014</id><published>2010-02-12T07:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T08:18:26.427-08:00</updated><title type='text'>Ketika Harus Berbagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3V_DAqqpCI/AAAAAAAAANg/PBGcBxa9i3s/s1600-h/GLOBE.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 257px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3V_DAqqpCI/AAAAAAAAANg/PBGcBxa9i3s/s400/GLOBE.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437391814815032354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Kita Harus Berbagi&lt;"/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sudah menjadi sunnatullah manusia hidup di dunia saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Maka dibutuhkan suatu sinergi yang baik untuk setiap usaha yang kita lakukan, karena kemampuan yang kita miliki selalu terbatas. Maka disinilah rasa persaudaraan memainkan peran yang besar dalam membangun suatu sinergi yang luar biasa. Demikian juga dalam kehidupan berbangsa, sinergisasi antar banga dibutuhkan dalam mengukuhkan peranannya pada pentas Internasional. Maka dukungan sekutulah yang membuat Amerika begitu kuat saat ini. Maka dukungan yang besar jugalah yang menjadikan mujahudin Afganistan terus bertahan, kemudian menundukkan Uni Sofyet. Dan sinergi antar bangsa jugalah yang telah melahirkan Negeri ini di pnghujung Perang Dunia II, maka lihatlah bagaimana dukungan itu terbangun pada masanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 17 agustus 1945, Soekarno-Hatta yang mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bangsanya kehadapan dunia. Sebuah tantangan baru untuk mambangun bangsa yang mandiri dan bermartabat kini harus dihadapi bersama. Karenanya, proklamasi sesungguhnya hanyalah awal dari proses panjang untuk mengukuhkan kemerdekaan. Permasalahan yang selanjutnya dihadapi adalah pengakuan internasiaonal atas berdirinya Negara baru yang mengaku sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Besarnya tantangan itu tampak pada tatanan dunia kala itu yang diatur dalam pada Piagam PBB, 24 Oktober 1945. Terjadi sebuah benturan antara cita-cita Bangsa dengan peraturan Internasional yang sama sekali tidak mengacu (mendukung) pada penentuan nasib sendiri sebagaimana proklamasi yang dilakukan bangsa Indonesia. Maka petanyaan yang akan dihadapi adalah “apakah Anda boleh menyatakan kemerdekaannya sendiri?”. Dan inilah yang manjadikan bangsa ini cenderung terpojokkan jika tidak mendapatkan dukungan yang besar di dunia internasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Terlepas dari perjuangan diplomasi bangsa Indonesia yang luar biasa, dibuktikan dengan diperolehnya kedaulatan penuh atas bangsa ini, setelah dilakukannya proses diplomasi yang panjang. Juga dahsyatnya semangat perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaannya. Namun yang juga penting adalah peran saudara-saudara kita dalam membantu mengukuhkan kedaulatan negeri mayoritas muslim ini. maka negara pertama kali yang berani mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir 1949, yang kemudian disusul oleh negara-negara Timur tengah lainnya. Namun, gerakan ikhwanul muslimin adalah gerakan yang pertama kali memberikan support bagi kemerdekaan Indonesia. Inilah yang selanjutnya menjadi modal besar untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. sehingga Indonesia dapat berdiri sejajar dengan Belanda dalam segala macam perundingan di lembaga internasional. Hingga Akhirnya pada Konfrensi Meja Bundar (KMB) pada 1950, Belanda harus mengakui kemerdekaan Indonesia meski hanya sebatas negara federal dan bukan negara kesatuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tidak berhenti sampai disitu, dukungan ternyata terus mengali dari muslim internasional sebagaiman dikisahkan dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia di dalam sidang lembaga tersebut. Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris oleh dunia islam merebak. Sholat ghaib dilakukan masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran Surabaya. Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejurusan lain.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Bahkan sebelum bangsa ini memproklamasikan kemerdekaannya “.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Dari sumber yang sama diceritakan seorang Palestina sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kisah tersebut hanyalah sedikit dari dukungan dunia Islam untuk negeri ini. Peristiwa tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu juga memberikan kisah tersendiri tentang persaudaran kita. Kini meski belum dapat tumbuh sempurna, Indonesia telah mulai menjadi negara yang madiri. Dan negeri-negeri muslim lain saat ini membutuhkan dukungan dari saudaranya. Palestina yang dahulu mendukung penuh kemerdekaan kita kini tengah memperjuangkan kemerdekaan negaranya sendiri. Saudara kita di berbagai belahan bumi lainnya tengah memperjuangkan hak-hak atas keislamannya (hak beragama). Muslim Thailand yang terus di balut konflik dengan pemeritahnya. Iran yang terus dikucilkan karena kevokalannya. Muslim turki yang mulai bangkit atas sekulerisme yang merusak negaranya. Dan berjuta saudara kita yang terus berjuang mempertahankan hidup di negerinya, bahkan di negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Mereka memang harus ikhlas dalam memberi, tapi ini adalah cara kita untuk berterima kasih. Mereka memang tidak pernah mengemis untuk sebuah pertolongan, tapi ini adalah bukti persaudaraan kita. Maka tidaklah salah jika kita sedikit terus bersimpati dan membantu segala perjuangan mereka. Kerena, sesungguhnya mereka membutuhkan dukungan dari saudranya di negeri berpenduduk muslim terbersar ini. Maka tidaklah salah jika kita terkadang harus meneriakan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan terhadap dunia islam. karena dahulupun, saudara-saudara kita meneriakan penolakan atas usaha belanda mengukuhkan kembali kedudukannya disini. Maka tidaklah salah jika KAMMI IPB membentuk Badan for Palestine dalam struktur kepengurusannya. Karena, dahulupun Hasan Albana membentuk organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan negeri ini di negaranya. Juga tidak perlu dipermasalahkan jika kita akan menggelar acara besar guna penggalngan dana atas saudara kita yang membutuhkan. http://soulofsaveourpalestine.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin&lt;br /&gt;Ka.Badan Multimedia KAMMI IPB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1419010185211604014?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1419010185211604014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/ketika-harus-berbagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1419010185211604014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1419010185211604014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/ketika-harus-berbagi.html' title='Ketika Harus Berbagi'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3V_DAqqpCI/AAAAAAAAANg/PBGcBxa9i3s/s72-c/GLOBE.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8360521469508903650</id><published>2010-01-31T21:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T21:11:16.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>PARA PENCARI CINTA SEJATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S2ZiTlxAFbI/AAAAAAAAANY/KAoIO00TqeY/s1600-h/love+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 287px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S2ZiTlxAFbI/AAAAAAAAANY/KAoIO00TqeY/s400/love+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433138089163756978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bukti cinta, bagi para pencari cinta sejati. Namun inilah yang disebut suka duka dalam bercinta, tak selama-nya cinta bersambut, terkadang hanya bertampuh di sebelah tangan, sebuah cinta yang tak berbalas, tak berbalas oleh bukti cinta. Sebuah ironi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa cinta itu mudah terucap, ketika diperlihatkan kebesaran Allah, "Alhamdulillah, Subhanallah" semua bahasa verbal cinta menjadi teramat mudah terucap, namun sayang bukti cinta-nya tak kunjung ada. Hampa! layak-nya baris-baris jama'ah di masjid-masjid yang tersisa.&lt;br /&gt;Gustav Le Bon, seorang filusuf dan ahli psikologis dari perancis menyimpulkan bahwa manusia pada umum-nya kesulitan mencerna sesuatu yang abstrak dibanding sesuatu yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika ungkapan verbal cinta adalah abstrak, maka amal cinta adalah nyata! Subhanallah wa Allahmdulillahi wa la Ilaha ila Allah wa Allahu Akbar!!&lt;br /&gt;Entah mengapa acara-acara televisi dan musik-musik itu bisa menjadi lebih menarik, padahal seumur-umur acara-acara tersebut tak pernah mengungkapkan cinta kepada para penontonnya, kecuali hanya kesemuan belaka… apalagi hingga (mampu) membuktikannya.&lt;br /&gt;Rupa-nya cinta telah berlari ke lain hati, ironi cinta, cinta yang tak berbalas.&lt;br /&gt;Layak-nya dialektika cinta Syaikh Abdul Mu'iz Abdus Sattar, ketika beliau diutus Al Ikhwanul Muslimin pada tahun 1946 selama 2 bulan penuh ke Palestina untuk menyadarkan bahaya zionis bagi eksistensi muslim Palestina.&lt;br /&gt;Didapati oleh Syaikh Abdul Mu'iz kondisi Masjidil Aqsha yang senyap dari para pencari cinta, ketika situasi ini ditanya kepada para jama'ah, jawab mereka kepada Syaikh Abdul Mu'iz. "Sholat itu berat bagi mereka, tapi bila mereka diseru untuk berperang mereka pasti segera memenuhi seruan secepat kilat.".&lt;br /&gt;Astagfirullah… apakah hanya sebatas itukah… bukti cinta ummat ini kepada sang pemilik dan pemberi cinta sejati…..&lt;br /&gt;Bagai dialektika cinta kekal Sang Khaliq kepada mahluk...&lt;br /&gt;"Mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat" (QS Al Baqarah: 45)&lt;br /&gt;Keep spirit to help palestine ! Don't give up bro-sis ! Ishbir wastaqimu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri handayani…&lt;br /&gt;(staff Kaderisasi kamosariat IPB-Bogor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8360521469508903650?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/8360521469508903650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/para-pencari-cinta-sejati-sebagai-bukti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8360521469508903650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8360521469508903650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/para-pencari-cinta-sejati-sebagai-bukti.html' title='PARA PENCARI CINTA SEJATI'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S2ZiTlxAFbI/AAAAAAAAANY/KAoIO00TqeY/s72-c/love+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8973491213746509183</id><published>2010-01-31T20:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T21:02:52.354-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8973491213746509183?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/8973491213746509183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8973491213746509183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8973491213746509183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/blog-post.html' title=''/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7986293616771967554</id><published>2010-01-28T09:50:00.003-08:00</published><updated>2010-01-28T09:53:11.113-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (AHLI LINGKUNGAN)'/><title type='text'>MENERANGI DUNIA  DENGAN LAUT</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Bismillaahirrahmanirrahiim.&lt;/span&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;A. PERMASALAHAN DUNIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“out of the ten largest oil fields in the world, only two are expected to &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;increase &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;production over the next decade. That's including the Tupis field off the coast of Brazil , which is going to take a massive amount of investment to bring into production. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nearly all of the other giant fields have peaked or are in serious decline. Just looking at Cantarell over the last few years is all it takes to realize some of these older fields are in trouble.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;b style=""&gt;Keith Kohl&lt;/b&gt; &lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini adalah gambaran mengenai krisis bahan bakar fosil, krisis yang tidak pernah diprediksi oleh dunia, hingga akhir abad ke 20. krisi ini pada akhirnya akan berbuntut pada krisi energi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini disebabkan 85% pasokan energi dunia diperoleh dari bahan bakar fossil (minyak, batu bara dan gas alam) yang semakin lama cadangan bahan bakar fossil dunia semakin menipis, dan hal ini diperburuk dengan meningkatnya kebutuhan energi dunia seiring peningkatan jumlah penduduk dunia dan kemajuan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;B. UPAYA MENGATASI KRISIS ENERGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat dunia untuk mengatasi krisis ini, salah satunya adalah penggunaan energi altenatif biofuel. Namun penggunaan biofuel ini malah menimbulkan permasalahan lainnya. Karena kerika ingin meningkatkan produksi biofuel dunia maka dibutuhkan lahan pertanian yang lebih luas, atau menggunakan lahan pertanian yang sudah ada, namun mengubah fungsi laha pertanian tersebut, namun hal ini akan menimbulkan beberapa masalah yaitu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;umlah lahan subur layak tanam di dunia semakin berkurang akibat lahan tersebut dipakai untuk perumahan, industri dan pertanian, sehingga akan menimbuklkan koflik kepentingan penggunaan lahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pembukaan lah-lahan pertanian baru ntuk kepentingan biofuel kebanyakan dilakukan dengan melakukan pembukaan lahan-lahan hutan dan gambut yang notabene memiliki kesuburan yang tinggi, pembukaan lahan ini akan mengakibatkan percepatan akumulasi gas-gas rumah kaca di atmosfer, yang akan memperparah &lt;i&gt;global warming, &lt;/i&gt;karena dengan pengurangan lahan kehutanan dan gambut, akan mengurangi kapasitas konversi gas rumah kaca dan daya tampung terhadap gas rumah kaca yang dimiliki bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 53.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Secara global lahan gambut menyimpan sekitar 329 - 525 giga ton (Gt) karbon atau 15-35 % dari total karbon terestris. Sekitar 86 % (455 Gt) dari Karbon di lahan gambut tersebut tersimpan di daerah temperate (Kanada dan Rusia) sedangkan sisanya sekitar 14 % (70 Gt) terdapat di daerah tropis. (Murdiyarso et al, 2004). Cadangan karbon yang besar ini pulalah yang menyebabkan tinggginya jumlah karbon yang dilepaskan ke atmosfer ketika lahan gambut di Indonesia terbakar pada tahun 1997, yang berkisar antara 0,81-2,57 Gt (Page, 2002). Sementara itu, pendugaan emisi yang dilakukan di lahan gambut di sekitar Taman Nasional Berbak, Sumatera menunjukan angka sebesar 7 juta ton karbon (Murdiyarso et al., 2004). Dengan demikian, gambut memiliki peran yang cukup besar sebagai penjaga iklim global. Apabila gambut tersebut terbakar atau mengalami kerusakan, materi ini akan mengeluarkan gas terutama CO2, N2O dan CH4 ke udara dan siap menjadi perubah iklim dunia (Najiyati et al, 2005). &lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;lih fungsi lahan pertanian untuk pangan menjadi pertanian untuk bio fuel akan menyebabkan terjadi krisis pangan karena, pada dasarnya pengusangan lahan pertanian untuk pangan secara otomastis akan mengurangi produksi pangan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;C. SOLUSI DARI ALLAH SWT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Oleh karena itu dibutuhkan sebuah energi alternatif lain, yang dapat diperbaharui, dapat dilakukan dimansaja, dan yang terpenting adalah tidak menyebabkan konflik dengan sektor vital lainnya. Rupanya Allah Swr sudah memberikan jawaban dari krisis energi yang kita hadapi saat ini, solusi dari masalah energi ini adalah “laut”, mari kita lihat firman Allah SWR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;"Dan &lt;b&gt;Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu)&lt;/b&gt; agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan &lt;b&gt;supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya&lt;/b&gt; supaya kamu bersyukur"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; (QS An-Nahl:14)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ni&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; solusi energi yang ditawarkan Allah SWT 19 abad yang lalu, sebelum ditemukan listrik, sebelum orang mengenal energi fosil, dan tentunya sebelum orang berpikir mengenai krisis energi. Dalam ayat iini Allah SW&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; paket solusi untuk du&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; permasalahan sekaligus, yaitu permasalahan &lt;i&gt;food crisis &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;energy c&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;isis.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mari kita baca kembali potongan ayat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ya, &lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;ini adalah jawaban untuk masalah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;food c&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;isis, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;dan ini adalah jawaban untuk masalah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;energy crisis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;alaupun Allah SWT tidak secara eksplisit menuliskan kata “energi”, namun yang dimaksud “keuntungan” disini bisa jadi keuntungan dalam bentuk apapun, termasuk energi, karena Allah SWT tidak memberikan batasan terhadap kata “keuntungan” itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;D. POTENSI LAUTAN SEBAGAI SUMBER ENERGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Pada surat An-Nahl ayat 14, Allah SWT setidaknya telah menyebutkan dua manfaat dari lautan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;sumber makanan dan protein hewani&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;(QS An-Nahl:96)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;sumber perhiasan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;sebagai media transportasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;keuntungan      lainnya, ini bisa berba&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="IN"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;ai      &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;acam keuntungan, apapun      itu, termasuk energi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;Di dalam &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IT"&gt;Al-Qur'an Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; SWT&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IT"&gt; menunjukkan potensi dari lautan itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 52.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Alquran dalam membahas soal lautan juga terlihat dari perbandingan jumlah ayat. Dalam Alquran terdapat 32 ayat yang menyebut kata 'laut'. Sedang kata 'darat' terkandung dalam 13 ayat Alquran. Jika dijumlahkan, keduanya menjadi 45 ayat. Angka 32 itu sama dengan 71,11 persen dari 45. Sedang 13 itu identik dengan 28,22 persen dari 45. Berdasar ilmu hitungan sains, ternyata memang 71,11 persen bumi ini berupa lautan dan 28,88 persen berupa daratan. &lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;umi kita hampir seluruhnya tertu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;tu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;p oleh lautan, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; sebesar 71%, sehingga dalam memanfaatk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;an lautan sebagai sumber energi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; tidak akan terkendala lagi oleh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;maslah ke&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;terbatas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; lahan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;elain itu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; hampir setiap negara dibelahan dunia &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;anapun memiliki akses langsung &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;terhadap lautan,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;ehingga se&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;iap negara memiliki peluang yang sama dalam memanfaatkan lautan sebagai sumber energi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;otensi energi dari lautan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;, melihat sifat fisika dari lau&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;n itu sendiri &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;terdapat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; beberapa fenomena yang dapat dijadikan sumber energi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33.75pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Ombak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 37.5pt 0.0001pt 51.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (ocean thermal energy conversion/OTEC), energi yang disebabkan oleh perbedaan tinggi permukaan air akibat pasang surut dan energi arus laut. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Dari keempat energi ini hanya energi gelombang yang tidak dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat karena keberadaan energi gelombang sangat bergantung pada cuaca.. Sedangkan OTEC, energi perbedaan tinggi pasang surut serta energi arus laut dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat di atas kertas. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 37.5pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Contoh bentuk perlatan pembangkit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=F0mzrbfzUpM&amp;amp;NR=1"&gt;Sea Snake&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=F0mzrbfzUpM&amp;amp;NR=1"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=F0mzrbfzUpM&amp;amp;NR=1&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/"&gt;http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Peoduk yang dikebangkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;bio power system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.biopowersystems.com/biostream.php"&gt;http://www.biopowersystems.com/biostream.php&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33.75pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Arus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 52.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan, energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin. Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Contoh b&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;entuk peralatan pembangkit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Produk yang dikembangkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;fri el green power&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.fri-el.it/seapower/en/project_sea_power_device.php"&gt;http://www.fri-el.it/seapower/en/project_sea_power_device.php&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=v07eJSYrNq4"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=v07eJSYrNq4&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Peoduk yang dikebangkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;bio power system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.biopowersystems.com/technologies.php"&gt;http://www.biopowersystems.com/technologies.php&lt;/a&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.biopowersystems.com/technologies.php"&gt; &lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;Pasang surut&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 51pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Interaksi Bumi-Bulan diperkirakan menghasilkan daya energi arus pasang surut setiap harinya sebesar 3.17 TW, lebih besar sedikit dari kapasitas pembangkit listrik yang terpasang di seluruh dunia pada tahun 1995 sebesar 2.92 TW (Kantha &amp;amp; Clayson, 2000). Namun, untuk wilayah Indonesia  potensi daya energi arus laut tersebut belum dapat diprediksi kapasitasnya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Contoh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;entuk peralatan pembangkit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/tidal-power/"&gt;http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/tidal-power/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=lzc9-V9DSew&amp;amp;feature=related"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=Sp6v3eCUOAU&amp;amp;feature=related&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Angin lautan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Charlie Zender, associate professor di Earth system science   University California , yang juga salah satu ilmuwan yang melakukan studi tersebut menjelaskan bahwa pada ketinggian tertentu, angin bergerak dengan sangat cepat dan semakin meningkat dengan bertambahnya ketinggian. Masih menurutnya, dengan kondisi seperti ini, angin menjadi sumber energi yang lebih baik dibandingkan dengan sumber energi lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Studi yang dilakukan Zender bersama dengan timnya merupakan yang pertama dilakukan untuk menghitung potensi energi angin di atas laut dengan ketinggian menara turbin pada umumnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan studi yang dilakukan selama tahun 2000 hingga 2006 tersebut, besarnya potensi energi angin setiap meter persegi luas sapuan rotor turbin menghasilkan 841 Watt. Jadi untuk sebuah turbin angin lepas pantai dengan ketinggian tipikal 80 meter, bisa menghasilkan 1 juta Watt, cukup untuk menyuplai 1.000 rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Hanya saja jika dibandingkan dengan turbin angin di daratan, biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya lebih besar 50%. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Teknologi dan material yang mampu bertahan pada kodisi ekstrim laut memang diperlukan. Selain itu panjangnya transmisi yang dibutuhkan untuk mengalirkan listrik ke daratan juga menambah daftar tambahan biaya, belum lagi biaya pemeliharaan rutin yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Setidaknya, jika studi yang didukung NASA dan National Science Foundation tersebut disertai dengan hasil-hasil studi potensi energi angin di daratan, maka akan bisa didapatkan potensi angin secara global. &lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Potensi yang saya sebutkan diatas masih terbatas pada fenomena fisika yang terjadi dilautan. Namun sebenarnya lautan juga memiliki potensi energi yang bersumber dari aspek bio&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;logis, yaitu mikroalga. Mikro&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;alga ini dimanfatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;dengan menjadikannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt; biofuel, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;sehingga dapat dijadikan sumber energi. B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IN"&gt;iofuel dari lautan ini tidak akan mengalami kendala keterbatasan lahan seperti halnya produksi biofuel di darat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;an. Hal ini karena mikro&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IN"&gt;alga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk dapat tumbuh bahkan dapat dilakukan produksi dalam ruang tertutup, untuk meningkatkan produktivitasnya, selain itu wilayah lautan dunia yang sangat luas &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;sehingga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IN"&gt;memungkinkan untuk memperbanyak produksi mikroalga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Bahan bakar nabati dari mikroalga (fitoplankton) menjadi salah satu alternatif energi bersih andalan masa depan. Sebagai biofuel, mikroalga mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan biofuel lainnya. Mikroalga dapat tumbuh cepat, bahkan dalam waktu tujuh hari sudah bisa panen. Sementara tanaman jarak pagar misalnya, enam bulan baru bisa dipanen, dengan waktu efektif mencapai tiga tahun. Luas lahan budidaya mikroalga juga dapat dimaksimalkan dengan bantuan teknologi fotobioreaktor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Dari segi kualitas, mikroalga merupakan mikroorganisme laut dengan kandungan minyak tinggi (mencapai lebih dari 50%), bahkan spesies mikroalga yang hidup di air tawar, Botroyococcus braunii memiliki kandungan lemak hingga 70%. Mikroalga juga masih menjadi sumber minyak terbaik di dunia. Hampir semua minyak yang kita peroleh dari perut bumi berasal dari sisa mikroalga yang hidup ribuan tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Selain di laut, mikroalga juga banyak ditemukan di air tawar. Mikroalga memiliki fungsi serupa dengan kebanyakan tumbuhan, yakni mengusir karbondioksida dari atmosfer dan menghasilkan oksigen melalui fotosintesis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Dalam tubuh mikroalga terkandung protein, lemak, dan karbohidrat, yang semuanya dapat dimanfaatkan. Lemak diolah menjadi minyak diesel melalui proses ekstraksi, karbohidrat dari mikroalga diolah menjadi etanol (alkohol) dengan proses fermentasi yang sama dengan proses pembuatan tape singkong, dan protein-nya dapat dijadikan pakan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Lahan perkebunan saat ini berlomba-lomba memproduksi biodiesel dan bahan bakar lain dari kedelai, singkong, dan kelapa sawit. Jika semuanya diperbandingkan, kedelai menghasilkan 50 galon minyak per setengah hektar per tahun. Singkong menghasilkan 160 galon, kelapa sawit sekitar 600 galon, sedangkan sejumlah jenis mikroalga sanggup menghasilkan sekitar 2.000 galon per setengah hektar per tahun. &lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Beberapa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;negara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt; maupun &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;pihak &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;swasta &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;embangun pembangkit-pembangkit listrik tenaga laut ini, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;namun hasil yang didapatkan belum optimal, disebabkan oleh teknologi yang masih terus dikembangkan dan belum besarnya dukungan pemerintahan terhadap proyek ini. Namun inilah saatnya kita merubah paradigma bangsa kita yang saat masih saja menganak emaskan bahan bakar fosil, dan terlalu terlena pada cadangan bahan bakar fosil yang ada. Saatnya Indonesia masuk kedalam era baru energi dunia, dan menjadi leader di sektor ini karena Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun satuhal yang perlu kita sadari dan kita ingat, segala sesuatu itu memiliki batas, sebanyak apapun jumlah yang tersedia saat ini. Oleh karena itu dalam memanfaatkan dan mengelola manusia, hendaklah kita lebih bijaksana dan memperhatiakn segla aspek yang ada, dan tetap menjaga ketersediaannya juga keseimbangan alam. Allah SWT berfirman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-weight: normal;" lang="IN"&gt; (QS Ar-Ruum (31): 41)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 18pt;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;Wallahu ‘alam bishowab.&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IT"&gt;Hadiyan Faris Azhar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt; Staf Kaderisasi KAMMI Izzal IPB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 18pt;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7986293616771967554?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/7986293616771967554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/menerangi-dunia-dengan-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7986293616771967554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7986293616771967554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/menerangi-dunia-dengan-laut.html' title='MENERANGI DUNIA  DENGAN LAUT'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-607040414971271238</id><published>2010-01-25T16:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T17:31:53.961-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Mengusahakan Cinta : Menerawang Jalinan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S15FxrDw7gI/AAAAAAAAAM4/WF0cnxq6dyw/s1600-h/sampe85b8e5393aaac8f.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S15FxrDw7gI/AAAAAAAAAM4/WF0cnxq6dyw/s400/sampe85b8e5393aaac8f.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430854920329817602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Aku meminta kepada Allah agar umat ku tidak akan pernah dibinasakan  dengan penyakit, maka Allah mengabulkannya; kemudian aku meminta kepada Allah agar umatku tidak akan pernah dikalahkan oleh musuhnya, dan Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;mengabulkan permintaan tersebut; dan pada waktu aku meminta agar umatku tidak menyakiti satu dengan yang lain, maka Allah tidak mengabulkan permintaan tersebut”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(H.R. Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Berabad-abad yang lalu ada sebuah janji Rasulullah SAW. Romawi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan dibebaskan. Lebih spesifik Rasul menyebutkan Konstantinopel dulu yang akan dibebaskan. Janji ini terjawab 700 tahun kemudian oleh seorang pemuda bernama Muhammad Al Fatih. Usia panglima perang ini pada saat menaklukkan Konstantinopel adalah sekitar 23 tahun. Prestasi itu adalah &lt;i style=""&gt;marhalah&lt;/i&gt; kedua dari capaian fenomenalnya. Karena beliau telah menjadi khalifah pada usia 17 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sengaja saya menyebutkan angka-angka diskret untuk menunjukkan fakta sejarah yang pernah diraih oleh suatu generasi Islam di masa itu. Aspek lain yang ingin saya antarkan pada logika diskusi kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah stimulus Rasulullah, berupa janji pembebasan wilayah negara adikuasa saat itu, Romawi. Tentara atau pasukan yang membebaskan romawi adalah pasukan terbaik, panglima yang memimpin pembebasan itu adalah panglima perang terbaik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mari kita lebih spesifik dalam kasus ini. Ucapan Rasul SAW menjadi sebuah stimulus &lt;i style=""&gt;ma`nawiyah&lt;/i&gt; seorang Al Fatih untuk mewujudkan gelar panglima terbaik dalam versi Allah dan rasul-Nya. Sebuah mimpi yang Al Fatih visikan mulai usia dini untuk menjawab janji Rasul SAW. Baik, sikap ini yang menjadi modal kita. Mental dalam menjawab tantangan hidup. Bukan kerdil menyerah atas tantangan, namun makin berat suatu impian yang ingin dicapai, makin bersemangat kita dalam mempersiapkan diri merebut mimpi itu. Anggaplah sikap ini kita namakan sebagai sikap kontrapositif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Begitu pula sikap kita atas hadits yang saya tuliskan di awal. Doa seorang manusia terbaik yang tidak dikabulkan Rabbnya. Agaknya ada suatu hal yang sangat berat, sampai-sampai Allah SWT menolak permohonan itu. Jika dilihat dari konteks kalimatnya, doa yang tertolak itu mengandung suatu unsur &lt;i style=""&gt;in-group&lt;/i&gt; komunitas. Atau dengan kata lain, hal itu berlaku dalam tubuh umat Islam sendiri. Lebih jauh, secara redaksional konteks hadits di atas memiliki fokus pada hakikat ukhuwah. Ini &lt;i style=""&gt;starting point&lt;/i&gt; kita beranjak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seorang Al Fatih, tentu mempersiapkan fisik, materi, dan semua kekuatan, kebutuhan,dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membebaskan Konstantinopel persis dengan ucapan Nabi. Maka, apa yang harus kita siapkan dalam menjawab ucapan Rasul atas stimulus hadits di atas ? Bukankah ukhuwah merupakan suatu atmosfer mental yang berada pada suatu komunitas ? Ini artinya kita tidak hanya berbicara dari aspek individu, tapi pada banyak badan yang berkumpul, memiliki kesamaan terhadap prinsip, nilai, juga visi hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Salah satu yang bisa kita ambil dari fakta ini adalah, bahwa &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ukhuwah adalah sesuatu yang harus diusahakan, bahkan terkadang harus dipaksakan untuk dilahirkan dan dibina.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Mengapa ? Diantaranya karena ukhuwah merupakan bahan bakar dalah hidup berjamaah. Lintasan ide dengan konteks leksikal hadits di atas seakan-akan ingin menyampaikan kepada kita bahwa &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ukhuwah jauh lebih dahsyat ketimbang penyakit dan serangan musuh secara eksternal.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hal ini dikuatkan dengan larangan keras atas &lt;i style=""&gt;ghibah&lt;/i&gt; (menggunjing keburukan orang lain), &lt;i style=""&gt;namimah &lt;/i&gt;(adu domba), riba, larangan melamar di atas lamaran orang lain, dan zina. Mengapa ? Mari kita lihat akibat dosa-dosa ini dari aspek sosial dalam berjamaah. Jika saja Islam tidak melarang ini semua, apa yang bisa terjadi dalam tatanan kehidupan kita ? Kerusakan hubungan sosial antara masing-masing individu penyusun komunitas (baca : jamaah) akan lahir. Akan timbul rasa tidak percaya, dengki, saling mencurigai, dan ketidakakraban terhadap orang-orang pada kelompok kita. Bahkan lebih jauh, bisa melahirkan suatu konflik yang tentu sangat merugikan produktivitas kita dalam berjamaah. Ini sangat tidak kita inginkan. Dengan semua kewajiban kita untuk mengislamkan dunia dengan segala tataran tingkat yang ada, kita butuh kekuatan kolektif untuk mewujudkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kemudian di sisi yang sama atas aturan di atas, cermatilah bagaimana Islam mengatur sinergisasi frekuensi hati antar muslim. Kita mengenal tahapan dalam menjalin suatu hubungan dengan sesama muslim. Mulai dari ta`aruf, tafahum, takaful, sampai pada mendahulukan kebaikan untuk saudara seimannya (itsar). Tentu kisah Abdurrahman bin Auf saat berhijrah bisa menjadi referensi aplikatif dalam hal ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada sisi yang agaknya sedikit berbeda, kita dimotivasi untuk mempererat hubungan antar sesama muslim lewat silaturahim dan berbaik sangka (&lt;i style=""&gt;husnudzon&lt;/i&gt;). Kemudian penguatan berikutnya terdapat pada sabda Rasul SAW atas sempurnanya iman kita jika mencintai saudara seiman seperti kita mencintai diri sendiri. Kesemuanya itu menunjukkan arahan-arahan psikologis-sosial untuk memperkuat rasa &lt;i style=""&gt;in-group&lt;/i&gt; kita pada jamaah muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Karenanya, bisa kita lihat bahwa ukhuwah adalah sesuatu yang harus diupayakan untuk terjalin. Antara seorang dengan seorang, antara seorang dengan banyak orang, antara banyak orang dengan banyak orang. Ketika unsur-unsur yang dibutuhkan untuk menang dalam dakwah sudah kita kumpulkan, yang diantaranya adalah kekuatan ukhuwah, maka wajar bukan kalau Allah SWT memberikan hak atas usaha kita ? Hak itu adalah…kemenangan dengan segala makna yang terkandung pada kata itu dengan perspektif keimanan. (AA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-607040414971271238?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/607040414971271238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/mengusahakan-cinta-menerawang-jalinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/607040414971271238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/607040414971271238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/mengusahakan-cinta-menerawang-jalinan.html' title='Mengusahakan Cinta : Menerawang Jalinan Hati'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S15FxrDw7gI/AAAAAAAAAM4/WF0cnxq6dyw/s72-c/sampe85b8e5393aaac8f.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7980678249096610988</id><published>2010-01-25T16:37:00.001-08:00</published><updated>2010-01-25T16:41:27.235-08:00</updated><title type='text'>Alur Ghiroh : Kemanusiaan Manusia (yang katanya) Setengah Dewa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aktivitas dakwah dengan segala dinamika dan bumbu-bumbunya tentu memberikan banyak kesimpulan pada para pelakunya. Kita tentu tidak akan memerinci satu persatu atas kesimpulan itu. Biarlah itu menjadi sebuah memori yang bisa kita nikmati serta dapati ibrah darinya. Namun, ada beberapa kejadian umum yang bisa menjadi penguat kita dalam aktivitas kebaikan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Diantara kejadian unik yang terjadi di kalangan &lt;i style=""&gt;ikhwah&lt;/i&gt; adalah terkait ekspektasi atas kepribadiannya. Banyak yang menilai, dari kalangan eksternal maupun internal jamaah dakwah, bahwa setiap pelaku dakwah adalah manusia sempurna yang tidak memiliki fluktuasi keimanan. Atau dalam bahasa hiperbola, para pelaku dakwah sering dianggap malaikat yang berada pada tubuh manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tentu hal ini tidaklah benar. Manusia, sebaik apapun aktivitasnya tetaplah manusia dengan segala konsekuensi perbuatannya. Fakta-fakta ilahiah juga menentang pendapat ini. Keimanan manusia akan selalu naik-turun. Siapapun itu. Yang bisa kita lakukan adalah selalu mengupayakan keimanan kita tetap pada keadaan prima. Dengan kata lain, minimal tidak terjadi kelemahan iman yang membuat kita babak belur secara &lt;i style=""&gt;ma`nawiyah&lt;/i&gt;. Cara yang lain, membentuk lingkungan kondusif untuk memantapkan keimanan dari waktu ke waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Baik, sekarang kita akan fokus pada fakta dimana fluktuasi iman adalah hal yang lazim terjadi. Sekali lagi, kepada siapapun. Marilah kita melihat bagaimana hal ini dari perspektif retorika agung Allah SWT dalam Alquran. Ada sebuah alur ruhiyah yang bisa kita tadabburi dan amati. Posisi atau level semangat atas keadaan yang dilihat dari aspek kontranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada suatu keadaan dimana manusia mendapati keraguan atas keimanannya pada Allah. Konsekuensi logis yang terjadi, diantaranya adalah prioritas dakwah dalam program hidupnya. Melihat hal ini, cermatilah bagaimana motivasi ilahiah itu disampaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : ‘Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih’ dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; (Q.S.Fushilat : 30)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada janji ke-sakinah-an hati bagi manusia yang mengimani Allah SWT kemudian beristiqomah pada keimanan itu. Ada sebuah asumsi “terlarang” untuk takut dan sedih bagi orang-orang yang melakukan kedua hal tadi (beriman dan istiqomah). Keimanan dan keistiqomahan, dua variabel ini akan memberikan konsekuensi derivatif berupa menerapkan keinginan Allah pada setiap jengkal bumi ini. Upaya ini yang kita kenal dengan sebutan dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketika seseorang mulai menerima fakta ini, rata-rata aktivitas rohani seseorang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terasa lebih mendominasi. Misalnya, aktivitas yang lebih religius akan menjadi pilihan untuk memenuhi hasrat imannya. Aktualisasi keimanan yang dituangkan dalam ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah yang diantaranya adalah aktivitas dakwah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mari kita ingat, starting point kita dalam memasuki dunia dakwah secara umum. Meski tidak berlaku bagi semua kejadian, tapi pada kebanyakan kasus, tantangan dan tentangan yang ada pada awal dakwah ini berasal dari luar diri kita. Kisah deklarasi keislaman Rasul dan para sahabat pendahulu yang ditentang habis-habisan oleh kaum kafir, tentu menjadi bukti dan referensi kita menerima fakta ini. Tidak hanya disiksa secara psikis, namun juga pada perlakuan fisik secara brutal. Diancam bunuh, diboikot, diasingkan, hingga pembantaian adalah pajak dari sebuah keimanan yang menjelma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adalah manusiawi ketika memang kita sempat terjatuh secara mental. Manusia tetaplah manusia. Namun, ternyata Allah sudah memahami betul tabiat makhluk-Nya. Dia menyiapkan perangkat-perangkat motivasi pada setiap situasi keimanan. Motivasi dalam menyikapi hal ini kita dapati dalam firman-Nya berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik."&lt;/i&gt; (Q.S. Yusuf : 108)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Dengan tegas Allah sampaikan bagi para dai, jalan yang mereka tempuh adalah suatu kebenaran. Tidak hanya bersifat indoktrinasi, melainkan Allah memerintahkan kepada kita semua untuk menyeru dan mengajak pada konsep ketauhidan disertai &lt;i style=""&gt;hujjah&lt;/i&gt;, argumen logis untuk memuaskan aspek logika manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Berikutnya, tahapan yang lebih halus dalam membuat kita melenceng di jalan dakwah ini. Merupakan sunnatullah, bahwa jalan yang kita tempuh (dakwah) adalah jalan yang sangat panjang. Kita tidak akan pernah mengetahui kapan perhentian terakhir dalam dakwah. Kecuali perhentian terakhir berupa kematian, kiranya pertanyaan ini tidak akan mampu kita jawab. Kita hanya tahu, apa yang kita lakukan adalah benar dan akan mendapat balasan yang setimpal atasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Keadaan ini menuntut kematangan sikap sabar dalam diri setiap kita. Allah yang menentukan siapa yang berhak memanen kemenangan dakwah di dunia ini. Namun sekali lagi, aspek manusiawi menggoda kita dengan keinginan melihat hasil dari apa yang kita upayakan. Merasa cukup berjasa atas apa yang dilakukan dalam dakwah. Meski masih boleh dikatakan wajar, namun inilah ujian keimanan pada manusia. Apabila kita terjebak di dalamnya tanpa taufik dari-Nya, sia-sia saja apa yang telah kita usahakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Maha Suci Allah yang sangat memahami hal ini. Sehingga pada tahapan ruhiyah ini, Allah kembali mengingatkan kita dalam surat At Taubah ayat 105, yang berbunyi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="gen"&gt;Allah SWT memerintahkan kita suatu hal sederhana. Bekerja. Ya, hanya bekerja. Atau dengan bahasa yang mudah kita ingat adalah &lt;b style=""&gt;bergerak.&lt;/b&gt; Bergeraklah pada setiap level keimanan dan ketaqwaan. Bergeraklah dengan ikhlas sampai suatu saat setiap diri kita akan mendapati bahwa Allah, rasul, dan kaum mukminin akan mengetahui (dengan seizin-Nya) atas apa yang kita kerjakan. Bergerak untuk menyerukan dan meninggikan Allah atas apapun. Menyerukan tata aturannya di atas nilai-nilai yang tidak bersumber dari-Nya. Itu semua adalah untuk mendapatkan penilaian Allah SWT yang juga pada saatnya nanti akan diberitakan kepada kita. Dengan suatu harapan…konsekuensi logis dari apa yang telah kita usahakan, &lt;i style=""&gt;jannatunna`im. Wallahu`alam bishowab.&lt;/i&gt; (AA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7980678249096610988?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/7980678249096610988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/alur-ghiroh-kemanusiaan-manusia-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7980678249096610988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7980678249096610988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/alur-ghiroh-kemanusiaan-manusia-yang.html' title='Alur Ghiroh : Kemanusiaan Manusia (yang katanya) Setengah Dewa'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-78445363885582431</id><published>2010-01-25T15:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T17:27:15.236-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH TRADISI YANG HILANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S15Et8ehkZI/AAAAAAAAAMw/istZzpd_lpQ/s1600-h/dakwah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S15Et8ehkZI/AAAAAAAAAMw/istZzpd_lpQ/s400/dakwah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430853756774355346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mari sejenak kita renungkan sebuah kisah, kisah sederhana yang akan menusuk dan mempertanyakan kesungguhan kita dalam membela izzah Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di era perang salib, seorang Ulama besar berkunjung ke masjid al-Aqsha. Setelah ulama tersebut memasuki pekarangan majid, wajahnya menyiratkan sebuah kekecewaan, saat itu juga sang ulama berkata "KEMANA PERGINYA PARA PEMUDA MUSLIM?, Kenapa halaqah di masjid ini hanya 300 halaqah?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman macam apa ini? 300 halaqah dalam sebuah masjid masih kurang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita hitung jumlah halaqah di lingkungan kita, atau disekolah kita, syukur-syukur ada satu atau dua halaqah, namun kebanyakan pasti akan mengatakan "tidak ada halaqah di masjid daeras sini. Jangankan halaqah, untuk shalat berjama'ah saja kadang-kadang tidak terselenggara, gara-gara hanya ada imam tanpa ma'mum"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada zaman itu 300 halaqah, 300 adalah jumlah yang luar biasa banyak, bahkan halaqah-halaqah di Islamic center diseluruh dunia saja tidak ada yang bisa mencapai angka ini. namun menurut ulama tersebut 300 itu angka yang sedikit untuk sebuah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika ulama besar tersebut tahu tentang apa yang terjadi di mesjid kita, bukan hanya kekecewaan yang muncul, mungkin mereka bisa jadi akan bangkit dari kubur dan menangis. (ini kondisi ekstrimnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tradisi menuntut ilmu kaum muslim yang telah dibangun berabad-abad, namun hilang dalam sekejap bagaikan sebuah ukirn indah yang kemudian di semen, hingga hilanglah ukiran tersebut. inilah salah satu PENYEBAB HANCURNYA PERADABAN BESAR UMMAT ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemudanya sudah terbuai oleh fantasi dunia, oleh empuknya kasur hedonisme.&lt;br /&gt;ditambah racun dari ramuan pluralisme, sekulerisme dan isme-isme bodoh lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga mereka enggan memenuhi amanah yang diperintahkan oleh Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“BACALAH dengan nama Tuhanmu yang menciptakan sekian makhluk. Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku. Bacalah dan Tuhanmu yang Maha Pemurah; yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan. Ia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya,” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(al-Alaq: 1 hingga 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah yang paling pertama Allah SWT perintahkan kepada Rasulullah SAW sebelum perintah lannya. sebuah perintah sederhana, namun begitu mudah pula meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata para ilmuan Islam seperti ibnu Sina, Al-Biruni, Al-Battani, Ibnu Haitham, Al-Kindi, Al-Khawarizmi, Ibnu Batuta, Al-Jazari dan Ibnu Rushd, jika saja mereka tahu kondisi ummat Islam saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah kita akan sebuah kisah tantang seorang ulama yang sampai akhir hayatnya, masih sja dia mencatat ilmu yang dia dengarkan, padahal maut sudah didepan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah kalian kepada ibnu haitham telah menemukan alat optik, al-khawarizmi menemukan angka nol, piri reis (ilmuan turki) menciptakan peta terlengkap pada zamannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah kita tentang seorang maestro kedokteran bernama Ibnu Sina, seorang filsuf yang juga dokter dan menjadi bapak kedokteran dunia. yang telah membuat buku tentang standar kedokteran di abad ke-10 dan kini bukunya Bukunya menjadi acuan bagi banyak dokter hingga abad ke-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah kita tentang kehebatan astronom terkenal yang bernama Al-Tusi Ia membuktikan kebenaran teori Copernicus yang menyatakan matahari sebagai pusat tata surya bahkan sebelum ZCopernicus menemukan teori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Abu Jafar Muhammad yang menjadi seorang pakar matematika dan hasil karyanya luar biasa termasyhur dan menjadi dasar perhitungan di era modern, yaitu aljabar dan algoritma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Ibnu al-Haytham yang dikenal dengan karyanya mengenai cahaya dan bayangan. Karya Al-Haytam inilah yang membantu Newton merumuskan teori optiknya yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tidakkah engkau malu? atau dunia telah mengubur habis ras malu yang ada pada dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;”Dan janganlah engkau berpijak (bertindak) tidak atas berdasarkan ilmu. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan &amp;amp; hati, semuanya itu ada pertanggung-jawabannya.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(QS.. al-Isra’: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dunia terlalu membuat kita sibuk, sehingga tak ada waktu lagi untuk sekedar merenungi ayat-ayat Allah SWT yang menyatakan pentingnya ilmu&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;”Allah meninggikan orang-orang yg beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Al-Mujadalah: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi Jatuhnya peradaban Islam buka karena serangan, musuh-mush Islam, namun karena kelalaian diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana kesungguhan kita dalam membela izzah Islam?&lt;br /&gt;dimana keimanan kita, saat perintah Allah yang pertama saja tidak kita laksanakan dengan kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah saudara-saudaraku yang saat ini masih terus berjuang menuntut ilmu ntuk meninggikan Islam, maka jamji Allah telah pasti untuk mereka&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;”Allah meninggikan orang-orang yg beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Al-Mujadalah: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiyan Faris Azhar&lt;br /&gt;Staff Kaderisasi KAMMI IPB&lt;br /&gt;Mahasiswa IPB tahun ke 2, Departemen Marine Science and Technology&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-78445363885582431?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/78445363885582431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/sebuah-tradisi-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/78445363885582431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/78445363885582431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/sebuah-tradisi-yang-hilang.html' title='SEBUAH TRADISI YANG HILANG'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S15Et8ehkZI/AAAAAAAAAMw/istZzpd_lpQ/s72-c/dakwah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4602519747655708572</id><published>2010-01-13T02:57:00.003-08:00</published><updated>2010-01-13T04:06:38.701-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Proses Unik dalam Dakwah  : Mencari Mutiara yang Tersembunyi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S023KMHSYQI/AAAAAAAAAMY/I0NRZak5SDY/s1600-h/mutiara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 321px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S023KMHSYQI/AAAAAAAAAMY/I0NRZak5SDY/s400/mutiara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426194511729680642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, perlu untuk membuatnya menjadi benar-benar sebagai pemimpin…bukan pemimpi”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Upaya yang berkelanjutan atas sebuah proses kehidupan merupakan suatu hukum yang harus terjadi. Meneruskan fungsi kehidupan lebih tepatnya. Sampai kehidupan itu sendiri berakhir seluruhnya. Salah satu contohnya adalah bagaimana semua makhluk hidup di bumi ini berupaya berkembang biak dan beradaptasi. Untuk bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan. Barang siapa yang mampu melakukan proses itu maka populasinya akan bertahan dan bisa meraih ekspektasi yang lebih tinggi dari itu : memperbesar populasi atau menguasai ekosistem kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali jika kita menelaah penyampaian sikap Rasul SAW tentang umat sepeninggal beliau. Muhammad SAW lebih menyukai umatnya yang memiliki banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;derivative&lt;/span&gt; dari suatu keluarga (baca : anak), dengan kualitas yang memiliki kepahaman Islam yang baik. Mengapa ? Tentu saja hal ini patut memancing rasa penasaran kontruktif dan bermanfaat bagi kita, penerus tugas Rasul (baca : da'i). Salah satu poin mudah yang bisa kita ambil adalah bagaimana upaya memperluas populasi sholeh dalam penguasaan basis massa dalam masyarakat. Strategi kontemporer yang bisa kita gunakan dijelaskan dalam kalimat singkat berikut ini : “ Siapa yang banyak, dia yang menentukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di Indonesia, kita masih bisa memakai asumsi bahwa kita sudah mencapai tahap pertama ini. Fakta bahwa umat Islam merupakan populasi terbanyak di republik ini sudah menjadi syarat cukup untuk mengklaim keadaan mayoritas populasi. Setidaknya dari sisi kuantitas, itu sudah terpenuhi. Lalu, ekspektasi kita meningkat pada tahap berikutnya. Membidik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;central of civil society&lt;/span&gt;, inti dari masyarakat. Posisi tawar yang menjadi jantung hati umat. Golongan dengan “kasta” di atas kalangan umum.&lt;br /&gt;Mari kita mencermati apa yang Allah SWT sampaikan dalam surat Ali Imran ayat 104 : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;segolongan umat&lt;/span&gt; yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;merekalah orang-orang yang beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan segolongan, sebagian, atau dengan kata lain diperlukan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tidak&lt;/span&gt; semua dari masyarakat untuk menyeru, menyampaikan, mendakwahkan Islam dengan spesifikasi konten atau isi seruan berupa : a). menyeru pada kebajikan; b). menyuruh kepada yang makruf; dan c). mencegah dari yang munkar. Sebuah komunitas sentral atau inti dari golongan sholeh yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai sampai di situ. Muncul suatu pertanyaan kritis nan cerdas yaitu : siapa yang harus menjadi golongan itu ? Ini dijawab di akhir ayat dengan kalimat : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;merekalah orang-orang yang beruntung&lt;/span&gt;. Begitu luas kesempatan yang dibentangkan oleh Allah SWT bagi para hamba-Nya untuk masuk pada golongan ini. Siapa yang menginginkan masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, dengan syarat perlu dan cukup mampu bersungguh-sungguh dalam berupaya meraihnya, dia akan mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. 29 : 69)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang hadir sebagai konsekuensi dari ide di atas adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;how to find them&lt;/span&gt; ? Bagaimana menemukan orang-orang inti dari masyarakat ini ? Setidak-tidaknya, inilah yang harus dijawab bagi praktisi dakwah kampus. Mengapa ini menjadi tanggung jawab dakwah kampus ? Ingat bahwa, dalam jangka panjang semua masyarakat kampus (khususnya mahasiswa) merupakan aset ide yang akan mengisi pasar paham dalam masyarakat.  Entah itu sektor publik, privat, ataupun sektor ketiga, kita sepakat pada pernyataan di awal untuk memperbanyak populasi sholeh kita, di semua lini, semua bidang, dan tentu saja semua paham (isme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, penyiapan basis inti massa dari pihak kampus adalah suatu hal yang mutlak diperlukan. Ada suatu tanggung jawab moral spiritual untuk fokus dan serius dalam penyiapannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Framework &lt;/span&gt;pembinaan di area kampus tentu saja akan menghasilkan beberapa konsekuensi lanjutan. Mari kita mulai dengan pertanyaan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ideologi apa yang akan kita bangun dalam komunitas yang kita tuju melalui tangan para mahasiswa nantinya  ?&lt;br /&gt;2. Apa potensi khas dan unik dari penyampai ideologi yang dimaksud sebagai bentuk kekuatan potensial untuk menopang syarat keberhasilan infiltrasi ideologi tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat mudah, jawaban dari pertanyaan di atas bisa didapat dengan cara kembali memaknai hakikat dari amanah kita. Tentu saja kita akan mendefinisikan ideologi Islam yang utuh dalam masyarakat yang disertai oleh tokoh penyampai dengan kemampuan cukup dari para penyampai risalah. Penyampai yang lebih spesifik dimaksudkan di sini adalah kalangan pemuda atau mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus pemuda atau mahasiswa ? Karena di sanalah terdapat banyak unsur kekuatan dan kemampuan yang dibutuhkan. Menurut Drs.Mahfudz Shiddiq dalam buku Risalah Dakwah Thulabiyah sekurang-kurangnya ada beberapa unsur yang ada dalam kalangan pemuda atau pelajar dan mahasiswa : (1) idealisme, (2) kecerdasan, (3) sikap kritis dan kepekaan sosial, (4) keberanian, dan (5) pengorbanan. (Sehingga bagi para manusia muda yang tidak memiliki kelima unsur ini, sesungguhnya dia adalah jasad muda dengan ideologi tua yang berkarat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi logis atas jawaban di atas memiliki dua kata kunci : Islam dan pemuda. Suatu gerakan yang memilih Islam sebagai ideologi atau warna pergerakan dan aset pemuda (mahasiswa) sebagai aktor gerakannya, tidak bisa tidak, gerakan itu haruslah memiliki dua fungsi atau peran sebagai konsekuensinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gerakan internal : gerakan pengkaderan.&lt;br /&gt;Tarbiyah (pendidikan) secara&lt;span style="font-style: italic;"&gt; syumul&lt;/span&gt;, komprehensif, dengan parameter terukur atas semua potensi yang dibutuhkan sebagai duta ideologi Islam pada masyarakat. Kemampuan komunikasi, analisis, sigap melawan ideologi non Islam, kemampuan syariah yang mumpuni, kemampuan mengenali dan berakulturasi dengan sosial masyarakat, hingga kepekaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;siyasi&lt;/span&gt; yang tinggi. Kesemuanya ini ditujukan kepada subjek dakwah, pemuda Islam yang menjadi aset gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gerakan eksternal : gerakan amal.&lt;br /&gt;Upaya memberikan aktivitas tepat sasaran bagi masyarakat, penyiapan mental psikologis bagi objek pembinaan dalam rangkaian penerimaan publik, dan menjadi representasi nyata bagi ideologi yang kita usung. Dengan kata lain, pertimbangan objek gerakan (masyarakat) akan menjadi sentral isu di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tepat rasanya jika semangat untuk duplikasi dan pengajaran kesholehan menjadi topik khusus di area dakwah kampus yang sangat dinamis. Hal ini dimaksudkan sebagai anak tangga pertama dalam menanjaki arah kesuksesan. Kesempatan yang terbuka lebar ini adalah rahmat Allah dalam mewujudkan cita-cita dan idealisme kita (para da’i) untuk me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmatan lil alaamin&lt;/span&gt;-kan dunia yang besar ini. Kita menginginkan kesuksesan itu terjadi. Untuk itu tidak hanya ide dan konsep yang kita perlukan, tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keberanian dalam bergerak mewujudkan kesuksesan, berani mengakhiri apa yang sudah kita mulai&lt;/span&gt;. Wallahua`lam. (AA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhmad Akbar&lt;br /&gt;Kaderisasi KAMMDA Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4602519747655708572?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/4602519747655708572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/proses-unik-dalam-dakwah-mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4602519747655708572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4602519747655708572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/proses-unik-dalam-dakwah-mencari.html' title='Proses Unik dalam Dakwah  : Mencari Mutiara yang Tersembunyi'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S023KMHSYQI/AAAAAAAAAMY/I0NRZak5SDY/s72-c/mutiara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1657554978495699923</id><published>2009-12-15T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T06:55:58.833-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Mereka mau Menghancurkanmu.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyeiKToeFwI/AAAAAAAAAMI/0lg5zkDKFuo/s1600-h/1987_intifada2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyeiKToeFwI/AAAAAAAAAMI/0lg5zkDKFuo/s400/1987_intifada2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415475374888720130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Kami mempertahankanmu......!!!!!!!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Nun jauh disana di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 kearah timur dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 kearah utara, terletak di tengah-tengah negara arab, lokasi paling strategis sebagai tempat lalu lalangnya para pesiar dan para pedagang. Dari perut negeri inilah terdapat kiblat pertama umat muslim, negeri para nabi. Negeri yang sudah tak asing lagi ditelinga kita, negeri yang menyatukan semua pikiran, semua pendapat, dan semua doa-doa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Apa yang mereka lakukan padaku???... mereka mau menghancurkanmu, mereka akan mewujudkan impian terbesarnya. Mereka sudah bertekad akan menghancurkanmu berpuluh-puluh abad yang lalu. Mereka telah jahat padamu, melakukan sebuah ketidakadilan dan sayangnya banyak yang mendukung kerja-kerja dzolim mereka. Mereka telah membangun semua secara sistematis, terencana dan penuh perhitungan. Awalnya mereka baik, dulu mereka bersama kita hidup dalam kedamaian namun begitulah manusia sungguh sedikit rasa bersyukur.. mereka telah terpengaruhi kepercayaan radikal zionisme. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Sebegitu berartikah aku??? Tentu!! Kau memiliki arti besar tak hanya bagi kami tapi juga mereka. Kalau mereka berbuat semena-mena padamu berarti mereka telah berhadapan dengan tentara-tentara kebenaran yakni kami. Kami saling mancari tau informasi, seluruh dunia sudah mahfum siapa meraka sebenarnya. Mereka punya cita-cita besar; akan mendirikan negara di tanah suci kemudian berbondong-bondong pindah kesana, mencaplok Yerusalem yang akan dijadikan Negara abadi, dan...yang tak kalah pedih menyayat mereka akan meratakanmu dengan tanah kemudian membangun solomon temple.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Ini sungguh membuat kami geram, kami berusaha membuat orang-orang paham dibalik semua ini, bahwa ini tidak hanya persoalan kaum muslim semata. Kami berusaha berbuat segala sesuatu. Memaksa pemerintah kami, mengumpulkan orang-orang diseluruh dunia, melakukan aksi demonstrasi, mengumpulkan dana, menyatukan hati-hati kami yang terkadang masing setegah-setengah, memboikot mereka, dan dalam heningnya berduaan dengan tuhan kami. Kami sadar akan konspirasi jahat mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Kau tahu kemarin mereka mengepungku??? Ini bukan yang pertama kali mereka lakukan terhadapku. Mereka menunggu saat-saat dimana kalian lengah, saat dimana mereka bisa melancarkan makar jahat mereka. Dulu mereka pernah menghanguskanku yang membuat terbakarnya mimbar Shalahudin al Ayubi, maafkan aku yang tidak bisa mempertahankan Warisan suci kaum muslimin sedunia itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Aku sakit,,, tak kuat lagi. Mereka membangun terowongan persis dibawah kakiku, cepat... cepat sekali kerja mereka. Mereka menyerangku dari atas dan dari bawah sampai masuk kedalam, kemudian membunuh ribuan orang-orang muslim yang sedang sholat bersamaku, mereka membantai penduduk disekitarku,, dan si Penjagal Sharon itupun ikut bergotong royong dengan para tentaranya memusnahkan aku. Kami geram, kami tak bisa tinggal diam dan lahirlah intifadhah alAqsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;ahhh....... entah sudah berapa banyak mereka melakukan hal serupa padaku sejak dulu, dulu sekali...aku tak tega mereka akan menggantikan tempatku dengan sinagog, tidak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rodiah Rumata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kordinator Akhwat IPB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1657554978495699923?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1657554978495699923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/mereka-mau-menghancurkanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1657554978495699923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1657554978495699923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/mereka-mau-menghancurkanmu.html' title='Mereka mau Menghancurkanmu.'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyeiKToeFwI/AAAAAAAAAMI/0lg5zkDKFuo/s72-c/1987_intifada2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-795047293370808521</id><published>2009-12-09T15:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T15:33:59.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Keangkuhan maaf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAzx3e84DI/AAAAAAAAAMA/mscnkqpviqQ/s1600-h/maaf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAzx3e84DI/AAAAAAAAAMA/mscnkqpviqQ/s400/maaf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413383683899711538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hati tergores saat luka tersayat&lt;br /&gt;Teriris oleh tajamnya kata tak bermakna&lt;br /&gt;Mengendap dan berbekas hitam kelam&lt;br /&gt;Hati putih ternoda bintik-bintik keangkuhan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum tipis tergambarkan sinis&lt;br /&gt;Rona-rona merah terwujudkan darah mendidih&lt;br /&gt;Nampak sekilas sejarah putih&lt;br /&gt;Namun tertutup bayang-bayang luka tersayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semahal anggur hasil petikan&lt;br /&gt;Tak tertawar oleh seuntai maaf&lt;br /&gt;Berpikiran mau tapi berprilaku acuh&lt;br /&gt;Terkurung hati menikmati kesia-siaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu…&lt;br /&gt;Kamu pun tahu….&lt;br /&gt;Namun sayang, kita tak mau tahu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri Dimas Arjuna&lt;br /&gt;Staff Ahli Bidang Politik KAMMI Daerah Bogor&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-795047293370808521?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/795047293370808521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/keangkuhan-maaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/795047293370808521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/795047293370808521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/keangkuhan-maaf.html' title='Keangkuhan maaf'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAzx3e84DI/AAAAAAAAAMA/mscnkqpviqQ/s72-c/maaf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1646557354959723506</id><published>2009-12-09T15:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T15:16:38.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Islam dan Akhlak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAvuHiz3xI/AAAAAAAAALw/T_lho6yjiZo/s1600-h/Akhlak-Muslim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 265px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAvuHiz3xI/AAAAAAAAALw/T_lho6yjiZo/s400/Akhlak-Muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413379221444878098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 3 Desember 2009&lt;br /&gt;23:05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu ajaran agama yang baik, benar, sempurna, dan menyeluruh. Sungguh ironis bagi muslim yang hanya berfikir bahwa telah cukup berislam dengan hanya melakukan ibadah fardhu saja dan atau tahu konsep Islam tanpa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mustahil Islam berjaya di muka bumi tanpa terlebih dahulu berjaya di dalam individu seorang muslim. &lt;br /&gt;Akhlak mulia muslim tertulis dalam Al-Qur’an, surat Al-Qalam, ayat 4, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَظِيمٍ لَخُلُقٍ عَلى وَإِنَّكَ&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak Rasulullah saw mendapat kedudukan mulia dan pujian yang baik dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Bersumber dari Al Qur’an, surat Ar-Rad, ayat 19-22, Qardhawi (2003) menyatakan terdapat 2 jenis akhlak, yaitu akhlak rabbaniyah (misalnya takut kepada Allah swt dan hari pembalasan) dan akhlak insaniyah (misalnya menepati janji, sabar, silaturahim, berinfak, dan menolak kejahatan dengan kebaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi Saw menjawab, "Katakan: 'Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur)'." &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan akhlak tidak dapat dipisahkan.  Akhlak menduduki posisi penting jika disandingkan dengan dakwah. Ketauladan merupakan point penting dalam dakwah. Seperti halnya Rasulullah saw, beliaulah yang pertama kali melakukan kebaikan sebelum beliau menghimbau kebaikan kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mewahyukan kepadaku agar kamu berprilaku rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan dirinya terhadap orang lain. &lt;br /&gt;(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw terlebih dahulu menjadi sosok yang rendah hati sebelum menghimbau orang lain untuk rendah hati. Hal tersebut mnyebabkan banyaknya jumlah ummat Islam karena tersentuh jiwa dan akalnya oleh ajaran Islam yang sempurna. Begitu pula dengan da’i, keteladanan harus selalu melekat pada dirinya. Akhlak yang baik harus selalu terpancar karena tidak semua nasihat harus disampaikan dengan kata-kata. Al Wa’iy (2006), menyatakan bahwa qudwah hasanah yang ditampakkan oleh seorang da’i dalam sejarah kehidupannya, pada hakikatnya adalah dakwah yang paling konkret.&lt;br /&gt;Al Bana dalam Usul 20, menyatakan bahwa point-point akhlak yang tepat adalah akhlak Al-Quran. Sehingga segala sifat-sifat yang mulia yang dituntut oleh Al-Quran adalah termasuk dalam pengertian akhlak. &lt;br /&gt;Akhlak tidak terikat dengan waktu, tempat dan bahkan individu, akhlak yang dilahirkan dari rahim Islam adalah akhlak yang universal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya. &lt;br /&gt;(HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia menyukai kerendahan hati, tidak peduli tua atau muda, tidak peduli di Indonesia atau ditempat lain, dan dalam bentuk budaya apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, "Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku." Nabi Saw berpesan, "Jangan suka marah (emosi)." Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, "Jangan suka marah."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia menyukai individu yang dapat menahan amarahnya, sehingga dapat menggunakan akalnya dengan baik. Setiap manusia tidak suka ‘dijahati’ oleh pelaku yang marah.&lt;br /&gt;Sedemikian eratnya antara Islam dengan akhlak, maka terciptalah istilah akhlak Islami. Akhlak Islami mendorong perubahan yang luar biasa dahsyatnya. Muhammad saw, seorang Rasul yang berkedudukan mulia, dan pemimpin negara yang memiliki wibawa dan posisi penting, tidak segan bergaul dengan semua orang. Rasulullah saw pun menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Rasulullah saw bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, dan bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Rasulullah saw tidak berkata kecuali yang benar saja. Umar ra, seorang pemimpin dan sosok yang disegani –bahkan ditakuti para setan-, tidak segan untuk memanggul gandum dan memasaknya untuk keluarga miskin. &lt;br /&gt;Akhlak Islami dalam lingkup negara dapat menciptakan peningkatan kualitas negara. Akhlak Islami yang berpondasikan keimanan menyebabkan setiap individu melakukan segala sesuatu dengan optimal dan amanah, sehingga dalam pemerintahan tidak ada lagi istilah KKN atau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Tujuan tertinggi bagi setiap pemimpin adalah menggapai ridho Allah swt. Apalah artinya keuntungan di dunia jika dibandingkan dengan syurga Allah swt yang keuntungannya melebihi seisi langit dan bumi. Konsep inilah yang menyebabkan seorang Ustman ra pada suatu waktu tidak mau menjual dagangannya kepada manusia, karena mengharapkan ridho Allah swt dan mensedekahkan semua dagangannya untuk berjihad di jalan Allah swt.&lt;br /&gt;Sebuah negara yang berakhlak Islami menciptakan keadaan yang adil, aman, sejahtera, dan membahagiakan penghuninya. Rakyat tidak perlu takut dihianati oleh pemerintah, dan pemerintah pun tidak perlu curiga terhadap sikap rakyatnya. Bukankah saling percaya itu menenangkan dan menyengkan? Kemenangan pada kebenaran bukan pada banyaknya suara.&lt;br /&gt;Akhlak tidak dapat dipisahkan dari Islam karena akhlak adalah bagian dari Islam. Akhlak merupakan unsur penting yang mewarnai kehidupan, baik dalam lingkup individu, maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Al-Bana, Hasan. Usul 20&lt;br /&gt;Al-Hadist&lt;br /&gt;Al-Qur’an&lt;br /&gt;Al-Wa’iy, Taufk Yusuf. 2006. Kekuatan Sang Murabbi. Jakarta: Al’itisom Cahaya Umat&lt;br /&gt;Qardhawi, Yusuf. 2003. Masyarakat Berbasis Islam Syariat Islam: Akidah, Ibadah, Akhlak. Solo: Intermedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desie Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Desie Yuniar binti Abdurrachman)&lt;br /&gt;Staff Ahli Bidang Politik KAMMI Daerah Bogor&lt;br /&gt;Bupati Kabupaten Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1646557354959723506?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/1646557354959723506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/islam-dan-akhlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1646557354959723506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/1646557354959723506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/islam-dan-akhlak.html' title='Islam dan Akhlak'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAvuHiz3xI/AAAAAAAAALw/T_lho6yjiZo/s72-c/Akhlak-Muslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4472436056111319550</id><published>2009-12-02T17:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T15:26:16.592-08:00</updated><title type='text'>Wadah, isi konstruktif-Mahasiswa-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAxWSwdhLI/AAAAAAAAAL4/TIB0aK8pEgw/s1600-h/wadah+,+isi+konstruktif+mahasiswa.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAxWSwdhLI/AAAAAAAAAL4/TIB0aK8pEgw/s400/wadah+,+isi+konstruktif+mahasiswa.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413381011161318578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membangun sebuah wadah pergerakan merupakan suatu langkah awal dari merentas sebuah kebangkitan.   Sekumpulan pemuda yang berhimpun dalam suatu kesatuan memiliki tujuan bersama sebagai bentuk apresiasi bahwa mereka ingin membuat sebuah perubahan besar kearah lebih baik. Tidak bisa dipungkiri dalam kurun waktu 11 tahun terakhir bangsa kita masih bisa dianggap sebagai bangsa yang “Muda” jika dibandingkan rasa keadilan yang dirasakan 11 tahun terakhir ini dengan rasa keadilan dalam kurun waktu 14 tahun yang lalu. Seorang politikus Philipina Benigno Servilano Aquino pernah berkata”terkadang rasa keadilan di hati masyarakat membuat demokrasi menjadi mungkin, namun rasa ketidakadilan di lingkungan rakyat membuat demokrasi menjadii penting”. Hal yang mendasar dari untaian kata tersebut , dapat ditarik sebuah poin penting dalam demokrasi yaitu:rasa keadilan, masyarakat, memungkinkan, dan penting. Jika kita sadari lebih jauh, menjadi sebuah kenyataan pernyataan tersebut baru bisa kita rasakan dalam sebelas tahun terakhir kita membuat sebuah gerakan reformasi dibangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sebuah kebutuhan dalam mempelajari sejarah, maka segala bentuk keburukan dari sejarah dapat diminimalisir untuk terulang lagi. Prof. Amien Rais mengungkapkan “berulangnya sejarah jatuh bangun negeri ini justru dipicu oleh kebodohan dan mental inlander sebagian elit yang memegang kekuasan pada masanya. Dahulu negeri kita dijajah oleh VOC dengan dukungan politik , kekuatan militer, lembaga keuangan, media, bahkan dukungan kaum intelektual para orientalis seperti misionaris Snouck Hurgronje.” Sejarah yang berulang adalah sebuah permasalahan yang klasik. Hakikatnya keburukan tersebut dapat dianulir, namun akibat tidak adanya sebuah evaluasi (muhasabah) pada bangsa ini semua itu terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disetiap era kepemimpinan selalu terbit mimpi, rakyat selalu merasa zaman baru telah tiba. Kehangatan masa reformasi ini telah 11 tahun bahkan  hampir 12 tahun umur tua ini kita rasakan. Kembali mengulas tokoh yang bergerak dalam membantu “menyelimuti” masa ini hingga terasa”hangat” adalah Pemuda. Presiden soekarno mengatakan “berikan aku sepuluh orang pemuda maka akan ku guncangkan dunia” hal tersebut tidaklah pelik dan tidaklah mustahil, maka totalitas peran pemuda tidaklah akan lebih sempurna jika berada dalam sebuah himpunan atau sebuah wadah pergerakan yang mempunyai visi dan tujuan yang jelas, dan tidak lah sempurna pula jika tidak diiringi kapasitas intelektual yang tinggi hingga kita sering mendengar kata ”mahasiswa” yang cocok untuk menggambarkan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa ibarat sebagai” penyambung lidah” antara rakyat dengan elit pemerintah. Bentuk intelektual yang menjadi basis idealisme inilah yang melahirkan begitu banyaknya ide konstruktif dan condong pada kepentingan umat. Maka pada dasarnya akan terlihat bahwa seorang mahasiswa tidak sama dengan pemuda, segala bentuk konstruktif itu akan lebih banyak lahir dan lebih banyak terlihat bentuk realitasnya ditangan mahasiswa ketimbang seorang pemuda. Inilah yang sering dikatakan bahwasannya mahasiswa adalah “cadangan keras” (iron stock) yang akan menjadi inti yang solid mengisi kekosongan wadah ini dan terus membuat regenerasi. Dari hal inilah akan melahirkan sebuah inti penggerak dari sebuah wadah pergerakan bagi pengembangan, kepemimpinan, dan perubahan. Semoga KAMMI menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kata Pemuda-Mahasiswa-Idealis, karena KAMMI adalah wadah itu.wallahu ‘alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu muslim (Iqbal)&lt;br /&gt;Ketua KAMMI Komsat IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4472436056111319550?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/4472436056111319550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/wadah-isi-konstruktif-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4472436056111319550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/4472436056111319550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/12/wadah-isi-konstruktif-mahasiswa.html' title='Wadah, isi konstruktif-Mahasiswa-'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SyAxWSwdhLI/AAAAAAAAAL4/TIB0aK8pEgw/s72-c/wadah+,+isi+konstruktif+mahasiswa.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-3833596594578987645</id><published>2009-11-30T06:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T07:07:37.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (DIPLOMAT)'/><title type='text'>BUKA MATA KALIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SxPdzH52ooI/AAAAAAAAALo/VK6I1jii33U/s1600/save+palestine.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 371px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SxPdzH52ooI/AAAAAAAAALo/VK6I1jii33U/s400/save+palestine.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409911447766868610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     Ditengah gegap gempitanya suara hewan kurban bergenuruh di seantero tanah air. Dimana canda tawa dan semangat bergelora menyambut ied kurban menyelingi hari-hari insan muslim Indonesia. Ada saudara kita yang sedang terluka. Luka itu sudah menganga sebelumnya. Dan saat ini berusaha dikoyak lagi oleh kaum laknatullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saudara kita di Palestine terkubur dalam kesenyapan luka itu. Disaat kita disini berlomba-lomba mengejar pahala yang merupakan sunah nabi Ibrahim, mereka terbaring meratapi kepedihan. Kaum zionis yang dari dulu sampai sekarang merongrong negeri palestina tak henti-hentinya mendzolimi saudara kita. Mereka dibatasin untuk berkurban dan disamping itu kondisi perekonomian mereka yang semakin parah diakibatkan blockade kaum zionis. Seperti dilansir oleh Koran republika,&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Direktur menejemen pemasaran dan perlintasan, Ir. Tahsin Al-Saqa mengatakan, jumlah hewan ternak yang sudah masuk Gaza melalui perlintasan Karem Abu Salem hingga kini hanya berjumlah 4500 ekor dari 7000 ekor yang sudah disepakati pemerintah Zionis.&lt;/span&gt; Sungguh ironis memang, ibadah saja dibatasin. Hal ini sudah keterlaluan. Apa hak mereka untuk melarang dan membatasi orang untuk beribadah, itu adalah hak untuk seluruh manusia di muka bumi ini untuk beribadah sesuai agama masing-masing. Dan kita sebagai saudara seiman tidak menyadari itu!!! Buka mata kalian. Kenapa kita diam saja??? Menyaksikan saudara kita dipermainkan oleh musuh Allah. Dengan siapa lagi mereka berharap ??? PBB??? Omong kosong untuk PBB. Lebih baik bubarkan saja PBB itu. Katanya organisasi perdamaian dunia, tapi kok ada peristiwa yang jelas-jelas menetang HAM yang mereka bangga-banggakan itu malah tidak dipedulikan. Mereka diam seperti seekor kucing piaraan yang sudah diberi makan oleh majikannya. Harapan tinggi mereka bukan ada di PBB!!! Harapan itu ada di kita. Mereka berharap kita yang merupakan Negara terbesar umat muslimnya untuk mensupport mereka. Berilah bantuan kepada mereka minimal doa. Doakanlah mereka disetiap sujudmu. Doakan mereka supaya mereka diberi ketabahan untuk menghadapi cobaan ini. Namun , doa adalah sebuah awalan. Suatu saat kita akan membantu mereka secara fisik. Kita akan memerdekakan saudara kita. Kita bersama umat muslim yang lain akan menggemakan suara takbir kemenangan disana. Ingatlah sebuah hadist yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Kiamat tidak akan tiba sebelum kaum muslimin berperang dengan yahudi, maka kaum muslimin dapat mengalahkan mereka sampai ada kaum yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi berkata: “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini ada orang yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon berduri), karena ia pohonnya orang yahudi.”(HR. Bukhari dan Muslim). Dari hadizt tersebut terlihat jelas bahwa kemerdekaan pelstina akan diraih dengan peperangan. Bukan dengan diplomasi atau apapun itu. Kita akan mengulang sejarah kemenagan sholahudin al ayubi. Mengulang kejayaan umat islam. Bangkit dan yakinlah.  Merdeka untuk palestina!!! Usir kaum zionis dari bumi palestina tercinta!!! Untuk kemenangan islam, untuk kejayaan islam. Allahu akbar !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri Dimas Arjuna&lt;br /&gt;Staff Ahli Bidang Politik KAMMI Daerah Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-3833596594578987645?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/3833596594578987645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/buka-mata-kalian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/3833596594578987645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/3833596594578987645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/buka-mata-kalian.html' title='BUKA MATA KALIAN'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SxPdzH52ooI/AAAAAAAAALo/VK6I1jii33U/s72-c/save+palestine.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-2655014363045251691</id><published>2009-11-26T20:47:00.001-08:00</published><updated>2009-11-26T21:58:58.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Pemimpin Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9noztmXmI/AAAAAAAAALg/UDbK3usthUA/s1600/pemimpin1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9noztmXmI/AAAAAAAAALg/UDbK3usthUA/s400/pemimpin1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408655628269149794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di era sekarang bukan saatnya mengajukan pertanyaan : siapa yang mau menjadi pemimpin? tapi setiap muslim sudah siap dan bersedia untuk menjadi pemimpin. Sungguh umat ini butuh stock pemimpin tangguh yang siap untuk berjuang dan bukan yang mempunyai banyak alasan untuk menghindari medan perjuangan. Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran : 110 yaitu “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan unuk manusia”.  Saatnya untuk eratkan barisan dan senantiasa memperbaiki diri demi memperoleh keridhaan Allah SWT.&lt;br /&gt; Disebutkan dalam Suwaidan &amp; Basyarahil (2006) empat karakter pemimpin islami:&lt;br /&gt;Pertama Iman dan tauhid&lt;br /&gt;1. akidah yang kokoh dan kuat menjadi detak dan cahaya yang terpresentasikan dalam diri seorang pemimpin yang kuat yang mampu menyalakan semangat dan obor yang membara bagi yang lain. Dengan akidalah seorang rela berkorban.&lt;br /&gt;2. tujuan tertingginya dalah akhirat.&lt;br /&gt; Seorang pemimpin muslim pasti mengikat kepentingan-kepentingan dunia dengan niat yang benar sehingga menjadikan hal-hal yang mubah mendapatkan pahala dan ganjaran. Asiyah, istri Fir’aun mdengan gagah berani mengumandangkan kebenaran dan menolak ubudiyah kepada selain Allah. Ruhnya meninggi menuju akhirat dan dia lemparkan semua kelezatan ke tembok-tembok. Dia berkata seperti dalam Allah dalam Al-Qur’an: “Wahai Tuhanku bangunlah buatku sebuah rumah di surga” (At-Tahrim:11).&lt;br /&gt;3. Tawakkal menjadi cirinya&lt;br /&gt;  Ketika dia memiliki kapabilitas manajemen yang baik, perencanaan yang  baik, dll tetapi dia melihat itu semua sebagai sesuatu yang nihil kemudian tidak merapkan semua keunggulannya maka sama dengan melakukan maksiat kepada Allah. Dia tidak pernah menyerahkan segala urusannya kecuali hanya kepada Allah SWT.  &lt;br /&gt;Kedua, mengikuti (ittiba’)&lt;br /&gt;1. teladannya adalah Rasulullah. &lt;br /&gt; Rasulullah berbicara bukan atas dasar hawa nafsunya tetapi berdasarkan firman Allah yang diwahyukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. syariah&lt;br /&gt; Apa yang dilakukan selalu merujuk pada syariah Allah agar dia yakin bahwa apa yang dilakukan benar dan boleh. Dia akan selalu menghindari semua yang Allah haramkan dan selalu mengukur apa yang dia lakukan dengan ukuran halal dan haram.&lt;br /&gt;3. tidak menguduskan ijtihad manusia karena yang dikuduskan adalah wahyu ilahi yang datang melalui para Nabi.&lt;br /&gt;Ketiga, penyucian &lt;br /&gt;1. istiqamah adalah komitmen yang sempurna dengan prinsip-prinsip dalam semua kondisi dan keadaan.&lt;br /&gt;2. istighfar yang menggugah. &lt;br /&gt;3. berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Sunnah&lt;br /&gt;4. mengikat diri dengan akhirat. Keterikatan dengan akhirat hendaklah menbuat kita terkibat dalam memakmurkan kehidupan dan menberikan kenangan dalam hidup dalam menuju Allah. &lt;br /&gt;Keempat, menyiapkan kader  &lt;br /&gt;Tujuan dunianya adalah memakmurkan bumi. Pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 30 yaitu “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirmsn kepada malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. walaupun seorang memiliki kepentingan-kepentingan jamaahnya demi para pengikutnya, seseorang tetap berkomitmen untuk membangun bumi. &lt;br /&gt; Beralih berbicara tentang peran pemimpin tentunya memiliki sejumlah peran. Namun sekarang saatnya untuk memfokuskan diri pada peran-peran baru pemimpin (Suwaidan &amp; Basyarahil 2006)&lt;br /&gt;1. pemimpin yang pandai berkisah&lt;br /&gt; Pemimipn yang mampu membakar semangat tanpa menggunakan perintah-perintah melalui kisah dan melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia.&lt;br /&gt;2. pemimpin yang senang melayani&lt;br /&gt;• Menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang banyak membantu menyingkap apa yang bisa dia lakukan untuk pengikutnya.&lt;br /&gt;• Meyakini organisasi yang didalamnya ada kesiagaan dan ketaatan&lt;br /&gt;• Percaya pada orang lain. Memiliki akhlak yang tinggi, menerima pikiran-pikiran baru, memiliki jiwa humoris. Dia mampu mengembangkan senyuman yang penuh harapan dan optimisme.&lt;br /&gt;3. pemimpin yang visioner (pandangan jauh ke depan)&lt;br /&gt;4. pemimpin moralis memiliki cita rasa yang tinggi dalam interaksi yang indah dan senyum yang selalu yang merekah. Sosok yang memiliki nurani manusia. Pemimpin moralis memiliki kejujuran tiada tara, kasih melimpah, memiliki kesabaran, kehati-hatian yang indah, dan rendah hati yang dahsyat.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi berbagai tipe manusia, seorang pemimpin hendaklah mampu menempatkan diri sesuai dengan karakter yang dihadapinya. Dari potensi dan kemampuannya, seorang pemimpin mampu menggerakannya untuk mencapai tujuannya, inilah yang dikenal dengan pemimpin yang efektif.&lt;br /&gt; Berdasarkan tingkat kemampuian dan motivasi diri, ada empat tipe pengikut. Dengan adanya perbedaan tipe itu, seorang pemimpin yang efektif harus bisa beradaptasi dengan perbedaan mereka dalam memberikan instruksi dan motivasi.&lt;br /&gt;1. jika pengikut adalah seorang yang bersemangat, namun minim dalam hal kemampuan; seorang pemimpin harus menambah bimbingan dan tidak terlalu banyak memberikan dorongan/motivasi.&lt;br /&gt;2. jika pengikutnya dalah seorang yang memiliki semangat rendah dan memiliki sedikit kemampuan, seorang pemimpin nharus memberikan motivasi orientasi dan motivasi yang simultan.&lt;br /&gt;3. jika dia adalah seorang yang memiliki potensi dan kemampuan, namun kurang bersemangat, orang seperti itu lebih banyak membutuhkan motivasi daripada orientasi.&lt;br /&gt;4. jika dia adalah seorang yang memiliki kemampuan, semangat, serta komitmen yang tinggi, dia hanya mebutuhkan asistensi. Orang seperti itu tidak terlalu banyak membutuhkan motivasi atau orientasi. Tipe orang ini hendaknya diberi kesempatan yang luas untuk berbuat. &lt;br /&gt;Kita harus menyadari bahwa kepemimpinan tidaklah mudah. Perlu banyak ilmu baik dalam masa persiapan, proses, dan akhir dimana akhir kepemimpinan adalah sampai akhir hidup kita.&lt;br /&gt; Dari tulisan ini semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Tulisan ini membedah beberapa bagian dari buku yang berjudul “Sukses menjadi Pemimpin Islami” karya Dr. Thariq Muhammad as Suwaidan dan Faishal Umar Basyarahil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diah Imas&lt;br /&gt;Bendahara KAMMI Daerah Bogor&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-2655014363045251691?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/2655014363045251691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/pemimpin-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2655014363045251691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2655014363045251691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/pemimpin-islami.html' title='Pemimpin Islami'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9noztmXmI/AAAAAAAAALg/UDbK3usthUA/s72-c/pemimpin1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-9138159732776621684</id><published>2009-11-26T20:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T20:45:18.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Reaksi Nurani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9ZHQCZkEI/AAAAAAAAALI/A5fnRu7SLN8/s1600/teamwork.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9ZHQCZkEI/AAAAAAAAALI/A5fnRu7SLN8/s400/teamwork.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408639658594242626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Apa yang sebenarnya terjadi dengan bangsa ini?? Para petinggi-petinggi menari-nari berputar diatas pentas kekuasaan dan membuat bingung rakyat. Rakyat menerka-nerka bukti yang turun satu persatu yang tak kunjung jelas. Benar-benar negara yang aneh. Mungkinkah hampir tidak ada lagi yang bisa dipercaya dinegeri ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sebagai mahasiswa pastinya hasrat berpikir ini menyala, siang malam berpikir tentang apa yang telah diperbuat zaman terhadap kita, serasa segenap waktu, energi, fikiran ingin dicurahkan untuk memberikan solusi pemecahan dari masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini. Sungguh terlalu banyak orang-orang spektakuler di negeri ini, mungkin ini sejalan dengan cobaan yang diberikan Allah untuk bangsa kita tercinta bangsa Indonesia. Karena memang masalah besar hanya diberikan untuk orang-orang yang “besar” pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ini bukan masalah bisa atau tidak bisa, tapi ini masalah mau atau tidak mau. Kau harus berpikir tentang bagaimana menghentikan sikap brutal kaum barbar yang sebentar lagi akan merebut masjidil aqsha, tentang ironi teman seperjuangan HMI yang tega berhubungan mesra dengan Israel, tentang radikalisme yang merongrong bangsa dari dalam, tentang bagaimana meluruskan pikiran rakyat yang sudah terlanjur apatis dengan sikap penguasa, tentang bagaimana memulihkan trauma korban bencana, dan tentang bagaimana kaupun tak hanya berempati dengan saudaramu yang sedang terbaring kaku di Rumah sakit. Ya... samua itu adalah tugasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; “bergerak atau tergantikan!!!”&lt;/span&gt; bisa menjadi alarm pengingat yang tak berbunyi. Ya...masih banyak orang lain yang sanggup menempati pos-pos itu, masih banyak orang lain yang bisa mengambil alih kerja-kerja besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tapi bagi kamu yang merasa adalah bagian dari orang-orang spektakuler itu, yang merasa hidup adalah dedikasi, terlebih-lebih kamu yag disebut sebagai muslim negarawan itu, seharusnya kamu yang ada diposisi itu, seharusnya kamu yang mengambil alih kerja-kerja besar itu. Sudah terlalu banyak mimpi-mimpi yang lebih besar pasak dari pada tiang. Sahabat kenyataan itu pasti dan kenyataan tidak akan pernah berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shoot the star, I know your arrow will not reach the star... but your arrow will fly higher away rather then if you shoot at the same level of your self. “&lt;/span&gt;tembaklah bintang,saya tau anak panah mu takkan mampu mencapai bintang, tapi anak panah mu akan terbang lebih tinggi dibanding kamu menembak sejajar dengan dirimu” . Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rodiah Rumata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Koordinator Akhwat KAMMI Komisariat IPB&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-9138159732776621684?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/9138159732776621684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/reaksi-nurani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/9138159732776621684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/9138159732776621684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/reaksi-nurani.html' title='Reaksi Nurani'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9ZHQCZkEI/AAAAAAAAALI/A5fnRu7SLN8/s72-c/teamwork.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7503205470026997606</id><published>2009-11-26T20:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T20:19:30.935-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Amanah-Amanah itu adalah Bentuk Tarbiyah Langsung dari Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9SsFC92QI/AAAAAAAAAK4/DdpnZpORBJc/s1600/amanah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 293px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9SsFC92QI/AAAAAAAAAK4/DdpnZpORBJc/s400/amanah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408632594717595906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pernahkah Anda berpikir tentang “Kenapa amanah ini harus diberikan pada saya?” atau “Saya tidak bisa menerima amanah ini karena khawatir tidak bisa amanah dalam menjalankannya.” atau “Kenapa saya selalu diamanahkan di sini?” atau dan lain sebagainya. Pikiran-pikiran tersebut adalah hal yang lumrah atau biasa terjadi dalam pikiran setiap orang bahkan para aktivis dakwah sekalipun mungkin pernah merasakan dan mengalaminya. Akan tetapi saudaraku, sadarkah Anda bahwa pikiran-pikiran tersebut menunjukkan bahwa Anda sedang mendoktrin diri Anda dengan pikiran-pikiran negatif. Betapa tidak, ketika pertanyaan “Kenapa amanah ini harus diberikan pada saya?” muncul dalam pikiran kita, maka Anda telah berusaha menutup celah energi positif pemimpin/ qiyadah Anda yang telah mempercayai Anda sebagai orang yang mampu menjalankan amanah itu dan hal ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak “&lt;i style=""&gt;sami’na wa atho’na&lt;/i&gt;” dengan keputusan qiyadah, lebih parah lagi jika hal ini adalah keputusan syuro. Lantas pertanyaannya adalah “Dimanakah konsep pemahaman prinsip Qiyadah wal Jundiyah yang biasa Anda katakan telah Anda pahami?” &lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka dengan tegas saya katakan “Tidak”, Anda tidak betul-betul memahaminya ketika konsep tersebut tidak terinternalisasi di dalam diri Anda. Ketika sudah terinternalisasi di dalam diri Anda tentunya akan melahirkan energi positif bahwa Anda mampu melaksanakannya dengan seluruh kemampuan yang Anda miliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saudaraku, keinginan Anda untuk memegang amanah itulah yang akan menjamin bahwa Anda bisa amanah dalam menjalankannya. Bedakan konteksnya dengan ”memilih amanah” atau ”mengharapkan amanah”, karena ”keinginan” yang saya maksud di sini adalah menerima bahwa Anda akan menjalankannya dengan semampu Anda dengan seluruh daya yang Anda miliki. Saudaraku, ketika kita sudah mengazamkan diri untuk menjadi batu bata dakwah, maka tuntutan seperti apapun harus kita pelajari. Lahirkanlah energi positif bahwa kita mampu mempelajarinya. Jangan pernah berkecil hati ketika kita selalu dihadapkan dengan amanah yang sama, karena bisa jadi dengan amanah yang sama itulah kita akan menjadi pakar di bidangnya. Mungkin, memang amanah itu terlalu kecil bagi kita, akan tetapi jangan biarkan pikiran-pikiran kecil pun masuk ke dalam pikiran kita. Pikirkanlah hal-hal yang besar yang akan membuat Anda menjadi optimal dalam menjalankan amanah Anda. Pikirkanlah hal-hal yang besar yang akan menjadikan Anda menjadi orang yang besar. Satu contoh misalnya, ketika Anda diamanahkan menjadi humas dalam suatu kegiatan, maka berpikirlah bahwa Anda sedang dididik untuk menjadi seorang diplomat. Dan contoh lainnya misalnya, ktika Anda diamanahkan menjadi bendahara kegiatan, maka berpikirlah bahwa Anda sedang dididik untuk menjadi seorang mentri keuangan. Begitu seterusnya, ciptakanlah pikiran-pikiran besar dalam pikiran Anda. Karena sesungguhnya, amanah-amanah itu adalah bentuk tarbiyah langsung dari Allah untuk menjadikan kita sebagai orang yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shofiyah   Az-Zahra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bendahara Bidang Politik KAMMI DAerah Bogor&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7503205470026997606?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/7503205470026997606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/amanah-amanah-itu-adalah-bentuk.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7503205470026997606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7503205470026997606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/amanah-amanah-itu-adalah-bentuk.html' title='Amanah-Amanah itu adalah Bentuk Tarbiyah Langsung dari Allah'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Sw9SsFC92QI/AAAAAAAAAK4/DdpnZpORBJc/s72-c/amanah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6255159541146684177</id><published>2009-11-24T18:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T18:52:30.535-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (EKONOM)'/><title type='text'>Design Allah SWT dalam Bidang Ekonomi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alqasam.blogsome.com/images/321696009_9563edb607.jpg" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 333px;" src="http://alqasam.blogsome.com/images/321696009_9563edb607.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dalam memecahkan masalah kehidupan, ada sisi fundamental &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;(prinsip pertama)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; dalam &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Islam, yaitu Hukum- hukum Alam dan prinsip-prinsip kehidupan yang menyatu dalam sifat manusia (fitrah) tidak boleh dirusak, dan kapan pun terjadi penyimpangan dari jalan yang telah ditetapkan, maka ia harus di arahkan kembali ke jalan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; Prinsip kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; yang dibawakan Islam untuk menjadi dasar pembaharuan sosial adalah: diperkenalkannya beberapa peraturan eksternal dalam sistem sosial itu saja tidak cukup; sebaliknya tekanan yang jauh lebih besar harus diberikan pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Reformasi Moral dan diciptakannya Sikap Moral yang Benar di kalangan umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; Sehingga kejahatan dalam pikiran manusia harus ditindas dari akarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Prinsip dasar ketiga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; yang dapat diikuti dalam seluruh sistem Islam adalah kewenangan dan kekuasaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kursif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; serta penegakan hukum dari pemerintah tidak boleh digunakan kecuali terpaksa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Berpegang pada ketiga prinsip ini, Islam mengakui semua prinsip dasar tentang sisi kehidupan ekonomi yang merupakan fondasi ekonomi manusia. Islam juga menghapuskan, tidak hanya dengan bergantung pada kekuasaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kursif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; negara tetapi juga seluruh instruksi moral secara maksimum serta sejumlah kecil kekuatan eksternal, dan prinsip-prinsip yang salah dianut manusia ketika ia jatuh menjadi korban hawa nafsu setan. Prinsip bahwa manusia harus bebas bekerja keras demi nafkah hidupnya, dan ia harus menjaga hak miliknya berupa apapun yang diperolehnya sendiri, serta bahwa perbedaan pasti timbul di antara manusia sesuai dengan keragaman kemampuan dan keadaan mereka, telah diakui oleh Islam sejauh hal itu sesuai dengan hukum Alam. Islam kemudian mencoba mengubah prinsip ini dan memperkenalkan batasan-batasan tertentu, terhadap amalan nyata dengan tujuan agar ia tidak disalahgunakan dan dijadikan alat untuk memeras dan menindas masyarakat yang lemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Marilah kita pertama-tama memperoleh tambahan harta kekayaan. Islam mengakui tambahan harta kekayaan. Islam mengakui hak manusia untuk mencari nafkah hidupnya di atas bumi Tuhan sesuai dengan kemampuannya, kapasitasnya, dan anugerah alam. Namun, Islam tidak memberinya hak untuk menggunakan cara-cara mendapatkan kekayaan yang mengarah pada degradasi moral dan merusak tatanan sosial.Islam menjelaskan perbedaan antara yang haram dan yang halal menyangkut cara-cara memperoleh nafkah yang berlainan dan menetapkan larangan terhadap semua cara yang secara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;moral&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; berbahaya. Untuk tujuan ini, Islam menetapkan dengan jelas cara-cara yang dianggap berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menurut hukum Islam, anggur dan minuman memabukkan lainnya yang dapat menyebarkan kejahatan dan imoralitas tidak hanya haram bagi dirinya sendiri, bahkan pembuatan, penjualan, pembelian, dan pemilikannya dinyatakan haram. Islam tidak mengakui perzinahan, musik, dan hal-hal serupa lainnya sebagai cara yang halal untuk mendapatkan nafkah hidup. Islam menetapkan semua perdagangan sebagai hal yang haram, jika keuntungan individu dilindungi dengan mendatangkan kerugian dan penderitaan pada beberapa orang lainnya atau masyarakat secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; Penyuapan, pencurian, perjudian, spekulasi, perdagangan yang didasarkan atas penipuan dan kebohongan, penumpukan dan penahanan barang-barang kebutuhan hidup dengan maksud menaikkan harga, monopoli cara-cara produksi oleh satu atau beberapa orang yang membatasi lapangan orang lain, kesemuanya ini adalah cara-cara yang diharamkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;. Islam telah memilih dengan sangat hati-hati dan menyatakan tidak sah semua bentuk perdagangan yang sifatnya dapat menyebabkan ligitasi, atau yang kerugian dan keuntungannya tergantung pada keberuntungan atau kecelekaan semata atau adanya hak-hak kelompok bersama yang tidak dapat dipisahkan. Jika Anda mengkaji secara rinci hukum-hukum perdagangan dan industri Islam, akan terlihat bahwa cara-cara yang menjadikan masyarakat menjadi jutawan dan multijutawan di zaman modern ini adalah cara-cara yang kebanyakan di dalamnya Islam meletakkan batasan ajaran-ajaran yang keras. Jika perdagangan dijalankan dengan batasan-atasan Islam, maka hanya sedikit kemungkinannya bagi seseorang untuk menumpuk kekayaan sebesar-besarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Disamping mengakui hak-hak individu terhadap pemilikan terhadap semua yang diperolehnya melalui cara yang halal, Islam tidak akan membiarka seseorang  menggunakan secara bebas kekayaan yang diperlolehnya. Sebaliknya, Islam meletakkan ajaran-ajarannya dalam penggunaan kekayaan dalam beberapa jalan. Jelasnya hanya ada tiga kemungkinan dalam menggunakan kekayaan yang diperoleh seseorang. Kekayaan  tersebut bisa dibelanjakan, atau diinvestasikan untuk mendapatkan kekayaan yang lebih besar atau bisa saja ditumpuk saja. Mari ikuti penjelasan secara singkat sifat-sifat yang diajarkan Islam untuk masing-masing penggunaan kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Semua metode yang dapat menyebabkan kerusakan moral dan sosial adalah dilarang. Seorang Muslim tidak boleh membuang-buang kekayaannya untuk berjudi, meminum anggur, berzina, menyia-nyiakan uang hanya untuk menikmati musik dan berdansa atau mengikuti kegemaran pribadi lainnya. Ia juga dilarang  memakai pakaian dari sutera, memakai perhiasan dari emas (kecuali wanita), dan seorang juga tidak boleh menghiasi rumahnya dengan lukisan dan patung-patung. Pendek kata, Islam menutup semua jalan yang dapat dilalui oleh sebagian besar kekayaan kaum muslim laki-laki yang dimanfaatkan hanya untuk kegemaran dan kemewahan mereka semata. Pengeluaran-pengeluaran yang dianggap sah oleh Islam oleh seorang laki-laki muslim misalnya, seorang muslim boleh hidup layak dengan standar rata-rata,  dan jika ia mempunyai kelebihan harta, Islam menganjurkan agar kelebihan itu dipergunakan di jalan yang benar untuk kesejahteraan umum, dan membantu untuk membantu orang-orang yang tak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Menurut Islam, jalan terbaik untuk menafkahkan pendapatan seseorang adalah dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang sah dan masuk akal, dan jika ada kelebihannya berikanlah pada orang lain agar orang itu dapat memenuhi kebutuhannya. Islam menganggap perbuatan tersebut dapat menghasilkan standar moralitas yang tertinggi dan meletakkannya sebagai suatu cita-cita dengan kekuatan suatu masyarakat yang dipengaruhi oleh etika Islami yang akan selalu menghormati orang-orang yang menafkahkan pendapatannya lebih banyak daripada orang-orang yang menyimpan kekayaan mereka dan menimbunnya, atau orang-orang yang menginvestasikannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Meskipun semua pendidikan dan latihan tekanan moral ini dilakukan—oleh suatu masyarakat baru—tidak mungkin dapat menghilangkan tendensi-tendensi ketamakan individual. Akan selalu ada orang baik yang menginvestasikan kelebihan kekayaannya untuk memperoleh kekayaan yang lebih banyak lagi yang melebihi kebutuhan mereka sendiri. Untuk hal ini Islam telah memberikan batasannya, dimana sebenarnya kelebihan tersebut bisa dimanfaatkan. Hukum Islam benar-benar melarang adanya akumulasi simpanan untuk memperoleh bunga. Jika seorang muslim menyimpan uangnya pada seseorang, apakah ia meminjamkannya untuk kepentingan kebutuhan pribadi orang itu atau untuk tujuan-tujuan bisnis, maka ia berhak mendapatkan pengembalian pokoknya saja, dan tidak lebih se-sen pun. Dengan jalan ini Islam memutuskan tulang punggung yang sangat agresif dari kapitalisme dan menumpulkan mata pisau  kapitalisme yang menjadi instrumen terbesarnya, dengan cara mencoba mengkonsentrasikan sumber-sumber ekonomi masyarakat agar berada hanya di tangannya dengan mengandalkan uangnya. Metode pemanfaatan kekayaan itu bisa dengan melakukan investasi ke dalam usaha dagang milik seseorang, bisnis industri, atau memberi modal pada orang lain dan kemudian berpartisipasi di dalamnya baik untung maupun rugi. Islam menganggap hal itu benar-benar sah dan  lebih  sebaik, kecuali ada cara lain untuk memperbaiki kejahatan yang mengalir dari akumulasi kekayaan yang berada di tangan segelintir orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Pertama-tama Islam tidak mengijinkan penimbunan harta yang diakumulasikan. Sebagaimana telah disebutkan, Islam mengendaki, bahwa apapun kekayaan yang dimiliki seorang muslim harus dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhannya sendiri atau diserahkan pada orang lain agar ia dapat memenuhi kebutuhannya, sehingga semua kekayaan masyarakat tetap berada dalam sirkulasinya. Tetapi jika ia tidak berlaku demikian dan tetap melakukan akumulasi kekayaan, maka 2,5% dari kekayaan yang diakumulasikan dikeluarkan dengan kekuatan hukum dan memberi bantuan pada orang yang tidak mampu mengambil bagian dalam perjuangan ekonomi atau orang miskin, meskipun perjuangan mereka dapat menjamin andil mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Inilah yang disebut Zakat, dan alat-alat administratif yang diusulkan Islam untuk perpajakan ini adalah kerjasama badana keuangan masyarakat  di mana zakat dikumpulkan kemudian didistribusikan kembali di antara baian-bagian masyarakat yang membutuhkan dan butuh pertolongan. Ini merupakan bentuk terbaik dari asuransi untuk masyarakat dan membunuh semua kejahatan yang tumbuh karena adanya kekurangan dari suatu rencana umum dalam kerjasama dan pertolongan kolektif. Dalam sistem kapitalistik, apa yang benar-benar mendorong seorang manusia mengakumulasikan dan menginvestasikan  kekayaannya dalam bisnis yang menguntungkan seperti memasukkannya dalam asuransi hidup adalah, bahwa di bawah sistem ini kehidupan semua orang seluruhnya bergantung  pada kekayaan yang dimilikinya. Jika seseorang tidak menabung untuk hari tuanya, maka mungkin ia akan menderita di hari tuanya itu;  dan jika seseorang meninggal tanpa meninggalkan warisan untuk keturunannya, mereka akan menjadi peminta-minta dari pintu ke pintu tanpa mendapatkan sepotong roti pun; jika seorang sakit dan tidak mempunyai simpanan, mungkin ia tidak akan mendapatkan pengobatan medis untuk dirinya; bila rumah seseorang mengalami kebakaran atau jika ia terus menerus merugi dalam usahanya atau tiba-tiba mendapatkan malapetaka, ia tidak bisa mendapatkan bantuan apapun. Dekemikian pula, apa yang mendorong kelas-kelas buruh di bawah sistem kapitalistik untuk menerima semua batasan-batasan pekerjaan yang ditawarkan oleh para pemilik modal dan menjadi budak-budak mereka adalah hal yang sangat memalukan, yaitu jika buruh itu tidak mau menerima upah yang telah dipersiapkan dan ditawarkan pada mereka sebagai balasan  atas kerja keras dan keringatnya, kemiskinan akan membentang di hadapan mereka, dan mereka tidak akan tahan menahan penderitaan kelaparan sehari pun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Hal itu hanya menjadi tanggungjawab sistem kapitalistik saja, dimana tindakan itu mendapatkan kutukan yang sangat besar yang menimpa dunia karena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“perilaku” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;sistem kapitalistik  ini—di satu sisi masih terdapat jutaan mulut kelaparan yang harus diberi makan, sementara di sisi lain terdapat berton-ton hasil pertanian dan pabrik yang tidak mempunyai pasar yang kemudian di buang ke laut, bukannya di berikan kepada orang yang kelaparan. Penyebab semua ini juga berasal dari keadaan dimana tidak adanya persiapan sosial guna menyediakan sarana penghidupan bagi kaum fakir-miskin dan orang-orang yang papa. Jika orang-orang miskin ini diberikan kekuatan untuk membeli (daya beli) dan mampu membeli berbagai komoditi sesuai dengan kebutuhannya, maka perdagangan, industri, pertanian, pendek kata setiap cabang aktivitas ekonomi akan berkembang dengan subur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Melalui institusi Zakat dan badan-badan keuangan masyarakat yang akan mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, Islam terbebas dari kejahatn-kejahatan seperti yang telah disebutkan di atas. Badan keuangan masyarakat selalu bersedia untuk menolong. Kapan pun dibutuhkan, kita dapat menemui badan keuangan umum itu dan mendapatkan bantuan sesuai hak masing-masing. Tidak perlu menyimpan deposit (uang muka) ke bank dan mengambil polis asuransi. Kita dapat meninggalkan dunia ini tanpa rasa cemas memikirkan masa depan anak-anak kita, karena sang badan keangan umum akan bertanggungjawab terhadap mereka di kemudian hari. Badan keuangan umum adalah penolong yang tetap manakala kita mengalami sakit, masa tua, bencana alam, dan atau keadaan-keadaan serupa lainnya. Kemudian para kapitalis tidak dapat memaksakan seseorang untuk menerima sebuah pekerjan dengan batasan-batasan dan syarat-syarat yang sesuai dengan kemauannya(kapitalis). Tidak ada resiko kelaparan, tuna-sandang, atau keterbatasan tempat tinggal bila ada badan keuangan umum. Badan sosial ini memungkinkan semua penduduk yang mempunyai penghasilan tapi masih jauh kurang dari kebutuhannya, untuk membeli kebutuhan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sehingga keseimbangan yang lebih baik antara produksi dan konsumsi secara permanen terjaga, dan kebutuhan-kebutuhan tidak meningkat karena ada seorang manusia (kapitalis) yang membebankan kebangkrutannya pada orang lain, dan setelah melemahkan semua korban-korbannya di bumi mereka akan mencari planet yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Di samping Zakat, sebuah cara lain untuk menyebarkan kekayaan yang terkonsentrasi di satu tempat adalah melalui hukum warisan. Semua hukum lain yang selain Islam cenderung menambah konsentrasi kekayaan yang dilakukan selama hidup bahkan setelah pemiliknya meninggal dunia. Islam, sebaliknya mengakui metode dimana kekayaan yang berada di tangan seseorang yang telah dikumpulkannya secara bertahap, dari semua sisi harus didistribusikan segera pada saat kematiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Di bawah hukum Islam, anak laki-laki, anak perempuan, ayah, ibu, istri, saudara laki-laki, saudara perempuan, semua mendapat warisan dari seseorang yang harus ditetapkan diantara mereka sesuai dengan peraturannya. Jika tidak ada kerabatnya yang dekat atau jauh, sementara orang yang meninggal itu tidak menyebutkran siapa yang harus menerima warisan darinya, maka untuk kasus ini, seluruh komunitasnya akan menjadi penggantinya, kemudian semua kekayaan yang diakumulasikannya akan didepositokan dalam badan keuangan umum. Bahkan jika orang itu meninggalkan warisannya berjumlah jutaan atau milyaran rupiah, maka warisan itu akan dibagikan setelah kematiannya ke dalam porsi-porsi yang kecil untuk dua atau tiga generasi. Dan setiap akumulasi akan dikembalikan secara bertahap ke dalam sirkulasi sesuai dengan prosedur hukum reguler yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Betapa cantiknya sistem ekonomi ini. Bukankah ia dapat menyingkirkan semua kejahatan dalam kepemilikan individu yang diakibatkan oleh petunjuk yang salah dari setan? Sama sekali tidak ada perlunya mengambil ideologi-ideologi Sosialis, Kapitalis, Komunis,Sosialis Nasional, dan menggunakan metode-metode manajemen ekonomi yang tidak mempu merubah kejahatan kecuali hanya menggantinya dengan kejahatan lain. Sistem ekonomi Islam yang baru saja disampaikan adalah sebagian kecil saja dari lengkapnya sistem ekonomi Islam itu. Adalah sukar untuk menuangkan dalam sebuah tulisan ringkas ini semua cara yang dapat dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam bidang manajemen tanah, penyelesaian masalah-masalah perdagangan, serta peningkatan modal, sebab seluruh persyaratan untuk itu telah ada dalam hukum Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Islam dengan menghapuskan seluruh tarif (bea masuk) yang ditarik dalam usaha ekspor dan impor, dan dengan menghapuskan kewajiban bea dan cukai dalam pemindahan komoditi, telah membuka pintu perdagangan bebas secara mutlak. Dengan mereduksi seminimal mungkin pengeluaran untuk administrasi, untuk pegawai negeri dan militer,  dan dengan meniadakan kewajiban materai dalam proses pengadilan, Islam telah mengangkat beban ekonomi yang sangat besar dari masyarakat dan memberikan peluang-peluang untuk menggunakan pajak bagi kebaikan masyarakat dan bukannya membiarkan pajak tersebut tertampung untuk biaya-biaya administrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dengan demikian, Sistem Ekonomi Islam menjadi anugerah yang besar pada kemanusiaan. Jika ditelaah dengan pikiran yang tidak berat sebelah, dan tanpa disertai dengan prasangka-pransangka terhadap Islam yang telah diwariskan sebagai warisan buruk dari sejarah masa silam dan tidak terpengaruhi oleh kekaguman pada sistem sosial modern yang  memukau, sistem Islam ini akan memuaskan setiap orang yang mencari kebenaran dan rasional sebagai sesuatu hal yang paling berguna, tepat dan rasional untuk kemakmuran ekonomi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tetapi bila ada orang yang menganggap bahwa sistem ekonomi Islam ini akan dapat berhasil diimplementasikan meskipun dipisahkan dari kesempurnaan seluruh sistem ideologi, moral dan budaya Islam, berarti ia salah memahaminya. Sistem ekonomi ini mempunya ikatan yang erat dengan sistem politik, hukum, pengadilan, budaya dan sosial Islam. Dan sistem moral ini tidak berdiri sendiri, melainkan seluruhnya bergantung pada seluruh kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa, serta rasa tanggung jawab terhadap-Nya; tentang suatu konsepsi hari akhir ketika semua perbuatan akan diadili oleh Tuhan, pada kepercayaan bahwa manusia akan dihukum atau diberi pahala sesuai dengan keputusan-Nya; dan kerelaan untuk menerima kenyataan bahwa peraturan hukum dan moral (dimana sistem ekonomi ini hanyalah salah satu bagiannya) yang dibawa Muhammad Rasulullah pada kita dari Tuhan, dan benar-benar berdasarkan petunjuk Tuhan dalam setiap perinciannya. Jika kita tidak menerima keyakinan  ini, sistem moral dan seluruh peraturan hidup ini secara sempurna sebagaimana adanya, maka sistem ekonomi Islam, jika dipisahkan dari sumbernya, tidak dapat dipelihara dan dijalankan secara murni bahkan untuk satu hari saja, tidak pula setiap keuntungan yang cukup besar yang dapat diperoleh darinya, jika ia dipisahkan dari konteksnya yang lebih luas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style=" line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Selamat Menata Ekonomi Dunia Sesuai Design Allah SWT!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;EKO SUSANTO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;tab-stops:318.95pt 326.05pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 21px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ekonom&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; Institute Of W&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;ealth Nation (IWN)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6255159541146684177?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6255159541146684177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/design-allah-swt-dalam-bidang-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6255159541146684177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6255159541146684177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/design-allah-swt-dalam-bidang-ekonomi.html' title='Design Allah SWT dalam Bidang Ekonomi'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-5629826863224235251</id><published>2009-11-23T22:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T18:53:20.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (DIPLOMAT)'/><title type='text'>MALING TERIAK MALING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt9_teApXI/AAAAAAAAAKw/6YZwgQHhjVk/s1600/roket+iran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt9_teApXI/AAAAAAAAAKw/6YZwgQHhjVk/s400/roket+iran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407554311079110002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Peluncuran roket iran mengundang banyak reaksi dari berbagai pihak. Terutama reaksi negative dari Negara yang memang sentiment terhadap islam, yaitu amerika serikat dan si ‘&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penjahat perang&lt;/span&gt;’ Israel. Sebuah reaksi yang menandakan ketakutan mereka terhadap kebangkitan umat muslim. Ketika &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;amunisi-amunisi setan&lt;/span&gt; mereka sudah semakin menipis, umat islam menampakkan sebuah kebangkitan dari segi ekonomi, militer maupun ghirah perjuangan itu sendiri yang merupakan fitrah sebuah umat yang memperjuangkan kebenaran. Sebuah perjuangan memang tak mudah. Darah seperti keringat mereka, air mata bagai tawa bahagia mereka. Itulah yang ditunjukkan iran. Sebuah Negara islam yang sekarang merupakan salah satu Negara yang ditakuti oleh Negara-negara adigdaya. Bukan cuma karena nuklirnya atau roket yang baru mereka luncurkan saja, tetapi ghirah mereka untuk berusaha menaikkan derajat islam di mata dunia yang selama ini di injak-injak oleh kaum-kaum yang dilaknat Allah yang begitu mnyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi reaksi barat yang mencemaskan kegiatan nuklir mereka, presiden iran malah semakin lantang menegaskan bahwa mereka bersikukuh terhadap apa yang mereka perbuat. Seperti dikatakan Menteri Pertahanan Republik Islam Iran, Mustofa Mohammad Najar menyatakan bahwa sistem hegemoni dan negara-negara arogan selalu bertentangan dengan segala upaya menggalang perdamaian. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRNA, Mohammad Najar hari ini (Kamis) seraya mengecam reaksi Barat yang menilai negatif peluncuran perdana roket ruang angkasa Iran, mengatakan, “Negara-negara arogan khawatir dengan perkembangan dan kemajuan negara-negara independen.” Lebih lanjut Mohammad Najar menuturkan, “Menguasai teknologi mutakhir dan menjelajahi ruang angkasa adalah di antara target Republik Islam Iran yang tercantum dalam program pembangunan 20 tahun.” Dikatakannya pula, “Menjelajahi ruang angkasa merupakan simbul kebanggaan sebuah bangsa. Selain itu, hal ini mencerminkan bahwa ilmuwan negara tersebut dapat menggunakan teknologi baru”. Namun keinginan kuat iran tak akan berjalan mulus. Karena Israel dan kakak kandung mereka berupaya menggagalkan misi iran tersebut. Israel dan amerika mencoba membawa masalah ini ke PBB. Mereka membujuk DK PBB untuk memberi sanksi kepada iran. Mereka juga berupaya menekan iran dengan strategi ekonomi. Seperti yang dilansir republika, Kepala intelijen militer Israel mengatakan, Senin (20/4), bahwa krisis ekonomi dapat mengekang ambisi nuklir musuh utama mereka, Iran. “Krisis ekonomi yang memburuk, inflasi tinggi, pengangguran meningkat, dan turunnya harga minyak dapat mengerem aspirasi nuklir Iran”, Jenderal Amos Yadlin mengatakan pada satu pertemuan kabinet. Satu hal yang tidak mungkin mereka lakukan adalah menginvasi iran seperti halnya invasi mereka ke irak yang bermodus sama dan ternyata hanya omong kosong. Karena dari perbuatan biadab mereka terhadap irak mendapat kecaman dari berbagai pihak. Dan sepertinya mereka tidak bias membohongi public lagi. Dan benar seperti kata pepatah, MALING TERIAK MALING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di satu sisi tindakan Israel dan amerika ditentang oleh Negara adigdaya lainya, yaitu cina dan rusia. Khususnya rusia yang selama ini merasa dalam dilema karena selalu dibayangi-bayangi kebijakan amerika. Rusia merasa tindakan amerika itu hanya sebuah trik politik untuk mengukuhkan pisisi mereka sebagai Negara kuat dan mencemaskan posisi iran yang bisa saja menyerang setiap saat. Selain itu pihak amerika juga di klaim rusia khawatir minyak di iran yang merupakan 10% dari pasokan minyak dunia akan melambung tinggi. Rusia sendiri mendukung iran untuk terus mengembangkan program nuklir mereka selagi masih ditujukan untuk perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kegigihan iran inilah yang seharusnya ditiru Indonesia. Yakinlah bahwa kegigihan iran merupakan ikhtiar mereka untuk balik mengintervensi kaum penjajah. Indonesia yang mengakui sebagai Negara islam terbesar di dunia seharusnya harus bersikap tegas dan tidak ‘loyo’. Sungguh miris melihat Negara islam terbesar di dunia diperbudak oleh kaum yang sesungguhnya lebih rendah darinya di hadapan Allah. Sebuah manuver yang cantik bukan apa yang dilakukan iran??? Tidak seperti Indonesia yang masih berkutat  dalam permasalahan klasik, yaitu ekonomi dan moral. Renungan juga untuk kita semua sebagai seorang muslim yang ada di Indonesia. Apa yang sudah kita perjuangkan untuk islam??? Apa yang sudah kita karyakan untuk indonesia ini??? Ingatlah saudaraku, dirimu bukanlah seorang pemuda yang biasa-biasa saja. Engkau adalah pemuda yang luar biasa, karena engkau adalah pemuda muslim Indonesia. Berjuang untuk kemulian islam!!! Berjuang untuk harga diri bangsamu!!!! Show yours ghirah. Allahu akbar !!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRI DIMAS ARJUNA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua Departemen Kebijakan Publik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KAMMI IZZUDIN AL-QASAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-5629826863224235251?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/5629826863224235251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/maling-teriak-maling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5629826863224235251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5629826863224235251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/maling-teriak-maling.html' title='MALING TERIAK MALING'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt9_teApXI/AAAAAAAAAKw/6YZwgQHhjVk/s72-c/roket+iran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7656926839625180228</id><published>2009-11-23T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T22:08:59.880-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (SASTRAWAN)'/><title type='text'>SASTRA ANAK JALANAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt3l85pECI/AAAAAAAAAKg/WKJ86PcpPls/s1600/pengamen_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt3l85pECI/AAAAAAAAAKg/WKJ86PcpPls/s400/pengamen_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407547271475171362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Semua berkoar-koar menjual perubahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Mengatasnamakan pasukan peradaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Teriak sana teriak sini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Jual sana jual situ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Menganggap peradaban adalah produk kacangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Laku terjual habislah sudah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak ada yang tersisa untuk keadilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Semua habis dimakan kerasnya suara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Semakin keras suaranya semakin laku terjual barangnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ketika sudah di singgasana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Proyek peradaban tinggal awang-awang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Masa depan dijadikan permainan bola ping-pong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Lempar sana lempar sini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; font-family: georgia; font-style: italic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Pukul sana pukul situ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Penonton pun jadinya bingung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-djoena-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tri Dimas Arjuna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Staff Ahli Bidang Politik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7656926839625180228?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/7656926839625180228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/sastra-anak-jalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7656926839625180228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7656926839625180228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/sastra-anak-jalanan.html' title='SASTRA ANAK JALANAN'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt3l85pECI/AAAAAAAAAKg/WKJ86PcpPls/s72-c/pengamen_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-5879425444156354640</id><published>2009-11-23T21:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T21:54:02.795-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Mereka Bagian Dari Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt0YuTo9-I/AAAAAAAAAKQ/O80Iv684v6U/s1600/anakjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt0YuTo9-I/AAAAAAAAAKQ/O80Iv684v6U/s400/anakjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407543745684502498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap siang hari bertemu dengan mereka,di depan toko maupun di sekitar kampus. Berbeda dengan kebanyakan anak seusia mereka, yang mungkin pada jam itu mereka sedang les bahasa inggris, ikut bimbingan belajar, les piano, jalan-jalan di super market ataupun bermanja-manjaan dengan orang tua mereka. Namun,seperti biasa dengan  menggunakan kostum kesehariannya,yaitu baju koko dan peci untuk anak laki-laki, serta kerudung untuk anak perempuan. Sangat jelas sekali menggambarkan bahwa mereka adalah  anak-anak dengan identitas seorang muslim. Bahkan setiap kali meminta mereka tak lupa untuk mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plastik lusuh yang setiap hari tak pernah lepas dari tanganya, berisi map yang tak jelas asal-usulnya sudah menjadi ciri khas dari mereka. Map yang berisikan surat atas nama yayasan yang dengan sangat jelas menggambarkan bahwa yayasan itu merupakan sebuah pesantren. Entah ada atau tidak wujud pesantren itu. Tanpa rasa malu mereka meminta-minta dengan nada sedikit mengemis. Sebagian orang tak masalah dengan adanya mereka, selagi masih ada uang lebih yang bisa diberikan, apa salahnya? Malah bersyukur karena masih bisa memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal itu yang menjadi masalah. Mereka adalah anak-anak yang polos, yang bisa dengan mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang tega mempermainkan hidup mereka. Bahkan ditemukan beberapa anak-anak yang berkeliaran pada jam sekolah. Itu menunjukkan sebagian besar dari mereka memang sudah berhenti sekolah. Padahal mereka memilki hak yang sama untuk bisa merasakan belajar di sekolah dan bermain bersama teman-teman seusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap pekan,setiap hari Jum’at ketika seharusya mereka shalat Jum’at, dua bocah laki-laki yang sama berkeliaran di kantin meminta-minta dengan cara yang sama. Dimulai dengan mengucapkan salam. Ini bukan hal yang seharusnya dibiarkan. Pernah sekali waktu ketika ingin berbincang dengan mereka, ternyata mereka ada yang mengawasi. Akhirnya perbincangan itu melibatkan sang pengawas yang usianya kira-kira 18 tahun. Pertanyaan yang diberikan, ia jawab dengan sedikit menutup-nutupi. Ia tidak membiarkan bocah-bocah itu bicara. Nomor teleponnya pun ternyata memang tidak bisa dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah bocah-bocah yang memilki hak yang sama untuk menggapai masa depan yang diharapkan semua anak. Bukan hal yang mustahil ketika 20 tahun mendatang mereka mengenakan jas dan berdasi atau bahkan masih menggunakan baju koko dan peci, namun mereka menjadi para tokoh-tokoh ulama yang hebat. Mereka tidak berhak tumbuh menjadi seorang pengemis selama hidupnya, mereka tidak berhak tumbuh menjadi seorang pemuda malas, pengangguran tidak jelas. Mereka berhak menjadi seorang yang  bisa merasakan indahnya kesuksesan. Mereka adalah anak negeri yang berhak menjadi bagian dari generasi rabbani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan otak mereka berhasil dicuci dengan pandangan-pandangan hidup yang akan menjatuhkan hidup mereka ke lubang kesengsaraan selamanya. Mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Karena mereka bagian dari masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wulan Suci Ramadhani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua Kaderisasi KAMMI IPB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-5879425444156354640?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/5879425444156354640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/mereka-bagian-dari-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5879425444156354640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5879425444156354640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/mereka-bagian-dari-masa-depan.html' title='Mereka Bagian Dari Masa Depan'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swt0YuTo9-I/AAAAAAAAAKQ/O80Iv684v6U/s72-c/anakjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-5658424940514465964</id><published>2009-11-23T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T21:42:10.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Meratapi keacuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwtxvhjTD_I/AAAAAAAAAKA/BWjiadEHzC0/s1600/reformasi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwtxvhjTD_I/AAAAAAAAAKA/BWjiadEHzC0/s400/reformasi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407540838862622706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;(Pendahuluan Makalah : mahasiswa setelah runtuhnya orde baru)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Runtuhnya rezim orde baru yang bercokol di pemerintahan selama 32 tahun yang telah melahirkan produk yang bernama reformasi. Reformasi sendiri adalah hasil jerih payah mahasiswa. Walaupun reformasi sendiri di anggap sebagai produk gagal mahasiswa, dimana tidak adanya frame yang jelas pada reformasi itu sendiri. Namun peran mahasiswa yang merupakan actor penting pada setiap perubahan sejarah Indonesia tidak memungkiri kita bahwasannya inti pergerakan adalah mahasiswa (pemuda). Pentingnya peran mahasiswa membuat semua pihak kebatilan yang notabene adalah musuh abadi peradaban merasa khawatir akan keberadaan mahasiswa itu sendiri. Tak ayal banyak perangkap yang telah disiapkan untuk menjerat mahasiswa (menyingkirkan mahasiswa) pada masa reformasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran penting mahasiswa dalam membangun peradaban bengsa yang kita ketahui layak dipertahankan. Sejak dulu hingga sekarang mahasiswa adalah pilar kebangkitan suatu umat. Kita lihat bengsa-bangsa besar adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang unggul. Kita lihat pada zaman keemasan kekhilafahan islam, banyak posisi-posisi penting di duduki pemuda.. Kekuatan pemuda itulah yang membuat umat-umat peradaban menanti-nanti kejayaan itu. Kejayaan yang lahir dari kaki dan tangan mahasiswa. Jangan sampai harapan-harapan yang membungbung tinggi itu terhempas karena ketidak seriusan mahasiswa dalam mengendarai roda perubahan. Roda-roda itu setiap saat pasti akan banyak mengalami goncangan yang diakibatkan bnyaknya lubang-lubang perangkap kejumudan. Bergerak atau tergantikan bukanlah Cuma sebuak jargon-jargon kepalsuan, namun adalah sebuah lecutan kebangkitan untuk menuju sebuah peradaban. Mahasiswa adalah pahlawan. Baik itu pahlawan dunia maupun akhirat. Pahlawan disini bukan berarti orang yang Cuma memberikan karya-karya fisik, namun juga karya-karya spiritual yang terakumulatif dalam perjalanan sejarah yang nantinya akan memberikan citra kolektif bagi sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era reformasi adalah titik awal sebuah harapan peradaban itu muncul. Sebuah usaha pemuda-pemuda Indonesia untuk mengimplementasikan ideologi-ideologinya dalam kenegaraan. Namun yang terpampang dalam kenyataan, mahasiswa yang tidak lain adalah actor reformasi terkubur dan terasingkan dari hasil karya mereka sendiri. Sebuah pertanyaan besar, dimana mahasiswa-mahasiswa yang dulu memberikan darah mereka untuk sebuah reformasi??? Dimana pemuda-pemuda itu yang dulu gemar berceloteh dan bermain di panasnya aspal jalanan??? Tidakkah kau heran wahai temanku??? Ideology itu mungkin saja hanya sebuah kamuflase mereka untuk mendapatkan kejayaan mereka sendiri. Agar mereka dilayani dan dimanjakan. Mungkin saja mereka bosan merasakan kepahitan-kepahitan zaman. Lihatlah, sekarang mereka mendapatkan tempat yang nyaman. Rumah mereka yang dulunya dipenjarakan oleh orde baru sekarang telah manjadi istana-istana mereka. Mereka sekarang nyaman duduk di ruangan mereka sambil sesekali melihat keluar jendela peradaban. Melihat indahnya kesengsaraan ibu pertiwi yang menahan onak-onak bangsa. Menikmati kata-kata indah yang tersusun di kertas-kertas hasil dari rahim ibu pertiwi mereka. Sebuah pemandangan yang membuat ibu pertiwi semakin menumpahkan air matanya. Menyayangkan putera-puteri yang lahir dari rahimnya acuh tak acuh. Meniadakan kesetiaan yang dulu pernah mereka ucapkan. Kesetiaan yang terjual oleh kenikmatan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 november 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-djoena-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tri Dimas Arjuna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Staff Ahli Bidang Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-5658424940514465964?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/5658424940514465964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/meratapi-keacuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5658424940514465964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/5658424940514465964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/meratapi-keacuhan.html' title='Meratapi keacuhan'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwtxvhjTD_I/AAAAAAAAAKA/BWjiadEHzC0/s72-c/reformasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-2865257245837606702</id><published>2009-11-23T21:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T21:30:32.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (SASTRAWAN)'/><title type='text'>Kisah Negeri peradaban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwtvH7fIn5I/AAAAAAAAAJw/pm8yB8RzS5M/s1600/negeriku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 313px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwtvH7fIn5I/AAAAAAAAAJw/pm8yB8RzS5M/s400/negeriku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407537959606460306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menangis ibu pertiwi&lt;br /&gt;Anak negri tak lagi berbudi&lt;br /&gt;Yang dulunya memesona&lt;br /&gt;Memudar diterpa angin peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sudi Dia memberi cinta-Nya&lt;br /&gt;Ibunya sakit ia tak kunjung beriba&lt;br /&gt;Manatap pun tak sudi&lt;br /&gt;Merawat atau menjaganya apalagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib bangsa ini terancam hitam&lt;br /&gt;Malah telah hitam dari putih yang tersisa&lt;br /&gt;Negri peradaban katanya&lt;br /&gt;Tapi ternyata lebih biadab dari kenistaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah negri yang memilukan&lt;br /&gt;Kata-kata harapan menerangi taman impian&lt;br /&gt;Namun tak satupun yang menjadi lentera pinggiran jalan kota&lt;br /&gt;Kota gelap tek bercahaya&lt;br /&gt;Berbayang kemusnahan hati nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;djoena-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tri Dimas Arjuna &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Staff Ahli Bidang Politik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-2865257245837606702?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/2865257245837606702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/kisah-negeri-peradaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2865257245837606702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2865257245837606702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/kisah-negeri-peradaban.html' title='Kisah Negeri peradaban'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwtvH7fIn5I/AAAAAAAAAJw/pm8yB8RzS5M/s72-c/negeriku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6712276002713741624</id><published>2009-11-20T05:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T05:49:15.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (ENTREPRENEUR)'/><title type='text'>Profesor Kemakmuran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swadm0E-XyI/AAAAAAAAAJg/H21MSWNVPkE/s1600/giga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swadm0E-XyI/AAAAAAAAAJg/H21MSWNVPkE/s400/giga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406181692844957474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ILO dalam salah satu laporannya pada bulan Oktober tahun 1996 dengan “New ILO study says  youth unemployment rising with hundreds of millions more working but living in poverty” menuliskan empat temuan kunci, yaitu:&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1. Dari 1,1 miliar penduduk dunia berusia 15 sampai dengan 24, satu diantara tiga sedang mencari pekerjaan namun tidak berhasil mendapatkannya, atau sudah menyerah, lalu menjadi  penganggur saja, atau menerima pekerjaan apa adanya dengan pendapatan kurang dari dua dollar AS per hari.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2. Di pihak lain populasi penduduk dunia usia muda bertumbuh sebesar 13,2 % dari tahun 1995-2005. Lapangan pekerjaan untuk mereka hanya bertumbuh sebesar 3,8%.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3. Pengangguran di kalangan usia muda ini ternyata mewakili 44% dari total jumlah pengangguran di dunia, padahal mereka hanya 25% dari seluruh populasi usia kerja.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4. Pengangguran di kelompok usia muda (15-25 tahun) di dunia pada tahun 2005 mencapai 13,5%. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka pengangguran usia dewasa yang pada tahun 2005 hanya mencapai 4,6%.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Naiknya jumlah penganggur usia muda sudah pasti akan berdampak pada berbagai masalah dan bencana, yang bukan saja akan terjadi di tempat mereka berdomisili namun dapat menjadi masalah dunia yang serius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar Ijazah dan Antrean Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyedihkan melihat generasi muda lulusan perguruan tinggi yang menaruh harapan utama masa depannya pada lembaran ijazah yang mereka miliki. Namun ternyata pekerjaan yang dicari tak kunjung ditemukan. Saat ini pasokan tenaga kerja terdidik lulusan perguruan tinggi sudah tidak berimbang dengan peluang kerja yang tersedia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Minat Menjadi PNS Tinggi, Peluangnya Sedikit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Situs  Departemen Pendidikan Pemerintah DKI Jakarta pada tanggal 2  Juni 2006 memuat sebuah berita terkini tentang pelamar kerja yang ingin menjadi PNS Pemerintah DKI Jakarta. Lowongan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta telah menarik puluhan ribu pencari kerja. Hingga ditutupnya waktu pendaftaran, Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta mencatat sebanyak 39.622 pelamar melayangkan surat lamaran kerja untuk 950 lowongan yang ditawarkan. Pernahkah kita bayangkan  nasib dari sekitar 38.500 pelamar yang gagal menjadi PNS Pemerintah DKI  Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Satu Lowongan Kerja Diperebutkan 200 Pelamar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Pada hari  Senin tanggal 22 Januari 2007 media nasional di Indonesia memberitakan, lebih dari 110.000 pelamar kerja bersaing mendapatkan 500 kesempatan kerja di Trans TV dan Trans 7. Ini sebuah fakta riil tentang langkanya peluang kerja di Indonesia yang sangat menyakitkan. Sebuah lowongan kerja ternyata diperebutkan 200 pelamar. Banyaknya tenaga terdidik yang mencar kerja bukan fakta yang aneh karena pada tahun 2007 di Indonesia terdapat lulusan perguruan tinggi yang menganggur.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seandainya ibu pertiwi adalah sosok yang bisa kita lihat maka pasti sedang meneteskan air mata menyaksikan kenyataan yang memilukan ini. Tak ayal, ini sebuah sinyal bahaya yang mengkhawatirkan tentang langkanya lapangan kerja di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Sarjana Nuklir Berjualan Es krim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Harian kompas pada tanggal 28 April 2007 menulis tentang nasib para karyawan korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Kompas memilih judul dan juga foto dari “Sarjana Nuklir Berjualan Es Krim”. Ini kisah nyata dari seorang sarjana nuklir lulusan sepuah perguruan tinggi terkemuka. Ia bekerja di PT Dirgantara Indonesia sebagai Pemrogram dan Pendesain di bagian  Enginering Research. Pada tahun 2003 ia terkena PHK bersama lebih kurang 6.550 karyawan lainnya. Pasca PHK ia berwirausaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup dirinya dan keluarganya. Ia pernah beternak kelinci, ayam, itik. Pernah pula ia berjualan rokok dan keripik singkong namun kerja wirausaha serabutannya tersebut gagl sehingga akhirnya ia berjualan es krim di sebuah pusat perbelanjaan di Jawa Barat. Teman-temannya, sesama korban PHK PT Dirgantara Indonesia ada yang mencoba membuka warung kecil, berjualan gorengan atau nasi goreng. Bahkan ada yang menjadi tukang parkir dan tukang tambal ban. Namun yang paling memilukan adalah seorang mantan karyawan Quality Assurance PT Dirgantara Indonesia yang semula pekerjaannya sangat penting yaitu memeriksa komponen pesawat sebelum dioperasikan, bekerja sebagai pemulung pasca PHK.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi entrepreneur kerap menjadi jalan keluar yang paling terbuka dan paling sering dicari pada masa paska PHK namun sayang banyak yang gagal. Seandainya 6.550 korban PHK ini sudah belajar tentang entrepreneurship ketika mereka di bangku sekolah saya pikir mereka akan memiliki kehidupan lebih baik karena mampu meng-“entrepreneur”-kan kecakapan teknis mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Menjadi TKI karena lowongan Pekerjaan Langka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bangga pergi begitu jauh hanya melakukan pekerjaan yang dihindari dan dianggap rendah oleh penduduk negara tersebut? Pekerjaan ini pasti  bukan pilihan pertama calon-calon TKI yang akhirnya menjadi TKI saat ini. Resiko dan biaya sosial yang harus dikeluarkan untuk menjadi TKI sangat tinggi. Menurut Direktur Eksekutif Migran CARE sampai dengan Agustus 2007 sudah ada 121 orang TKI meninggal di tempat mereka bekerja. Salah satu korban adalah Sumarmi (22 tahun) meninggal pada tanggal 25 Agustus 2007 di rumah majikannya di Malaysia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel berjudul, “Bekerja di Jepang: Kisah Pilu TKI” ada kalimat begini, sekitar 400-an warga Indonesia ada di Penjara Jepang. Masih banyak cerita tentang penderitaan dan kepedihan hidup mereka. Kendati sulit, dianggap rendah, dan penuh resiko, pada kenyataannya menurut Migrant  CARE sampai tahun 2006 terdapat 6,9 juta orang Indonesia memutuskan menjadi TKI. Kita sadari bahwa bersama bahwa TKI telah menyumbangkan devisa sedikitnya US $ 6,5 miliar atau Rp 61,7 Triliun per tahun. Ini lebih besar dari ekspor minyak kelapa sawit, mebel, dan kerajinan Indonesia. Akan tetapi, akankah kita dengan gembira memperbesar terus jumlah TKI kita? Membuka lebih banyak peluang kerja untuk mereka di Tanah Air sendiri merupakan jalan keluar yang sangat berarti untuk masa depan mereka, bukan mengirim mereka ke luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Penanggur Terdidik Makin Besar Jumlahnya di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan lebih dari dari 300.000 lulusan, sebagai contoh tahun 2005/2006 terdapat 323.902 lulusan Perguruan Tinggi. Namun daya serap lapangan kerja untuk mereka terlalu sedikit, sehingga pada bulan Februari 2007, terdapat lebih dari 740.000 lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Hal yang sangat mencemaskan ialah angka ini cenderung naik pesat dari waktu ke waktu. Dalam waktu enam bulan, dari Agubstus 2006 hingga Februari 2007, pengangguran terdidik naik sebesar 66.578 orang (9,88 %), artinya dalam setahun bisa mencapai 20 %. Lebih menyedihkan lagi bila kita mengikutkan kelompok penganggur terdidik yang setengah menganggur. Pada bulan Februari 2007 sudah terdapat 1,4 juta atau naik sekitar 26 % dibandingkan Februari 2006. Akankah masalah berat ini kita biarkan terus bertumbuh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Lingkaran Setan: Pengangguran-Kemiskinan-Bencana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Pengangguran akan bermuara ke kemiskinan dan kemiskinan akan melahirkan begitu banyak masalah sosial hingga bencana nasional. Bukan hal sulit untuk menemukan kaitan antara terorisme dengan kemiskinan. Atau masalah imigran gelap dengan kemiskinan, women trafficking dengan kemiskinan, pelacuran anak dengan kemiskinan, persoalan global warming dengan kemiskinan, soal banjir dengan kemiskinan, dan sebagainya. Oleh karena itu, bila tidak ada formula riil terhadap masalah pengangguran dan kemiskinan kita telah membuka pintu terhadap masalah-masalah tersebut.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dalam sebuah tulisan berjudul “World Bank Weigh In on Youth Unemployment” oleh Jonathan Adabre, dilaporkan bahwa meroketnya pengangguran di usia muda, meningkatkan api konflik di negara-negara tertenu. Sebagai contaoj di Liberia, Sierre Leone, dan Cote d`Ivoire para pemberontak merekrut para penganggur ini masuk dalam kelompok mereka.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Entrepreneur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Entrepreneurship is neither a science or an art. It is a practice.” (Peter Drucker). Adalah Richard Cantillon, yang pada tahun 1755 mulai menggunakan istilah ini secara umum. Cantillon, ahli ekonomi Perancis asal Skotlandia, yang mempopulerkan istilah entrepreneur dalam Essai Sur La Nature Du Commerce en General. Menurut dia, entrepreneur ialah mereka yang membayar harga tertentu untuk produk tertentu, untuk dijual dengan harga yang tidak pasti, sambil membuat keputusan-keputusan tentang upaya mencapai dan memanfaatkan sumber-sumber daya, dan menerima resiko berusaha.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yang berarti kontraktor. Asal katanya ialah entreprenant yang berarti giat, mau berusaha, berani, penuh petualangan, dan entreprendre yang artinya undertake. Istilah entrepreneur mulai digunakan dalam bahasa Inggris sejak tahun 1878, dan dipahami sebagai a contractor acting as intermediary between capital and labour. Di Indonesia sendiri entrepreneur diterjemahkan sebagai enterprenir, pengusaha, dan usahawan. Di linkungan pemerintah digunakan istilah wirausaha.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi cantillon, entrepreneur adalah perantara, dalam bahasa praktik disebut pedagang. Cantillon bukan saja berteori, tetapi mempraktikkan teorinya. Ia menjadi seorang perantara kaya yang berinvestasi pada berbagai bisnis di Eropa saat itu. Ia ikut mengendalikan komoditas pertanian dalam berbagai lelang di Perancis. Barangkali, keberadaannya dapat disamakan dengan Warren Buffet pada zaman sekarang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman awal tentang entrepreneur ini diikuti pendiri teori ekonomi klasik Adam Smith. Dalam An Inquiry into The Nature and The Wealth of the Nations, Smith memahami seorang entrepreneur sebagai individu yang menciptakan suatu organisasi untuk tujuan-tujuan komersial. Entrepreneur bereaksi terhadap perubahan-perubahan ekonomi, bahkan mereka menjadi agen dari perubahan ekonomi. Setekah mengamati sejumlah perkembangan, ekonom Austria Carl Menger mengatakan dalam Principles of Economics, perubahan ekonomi bukanlah timbul dari keadaan yang berlaku, salah seorang pengikut Smith, Jean-Baptise Say (1767-1832) yakin entrepreneur sebagai penentu dari kesejahteraan suatu negara. Say menyebutkan bahwa entrepreneur adalah they who directs resources from less productive into more productive investments and who tehereby creates wealth. Pemikiran J.B. Say paralel dengan filsuf modern Joseph A. Schumpeter, dalam Capitalisme, Socialism, and Democracy, yang menyebutkan, the function of entrepreneurs is to reform or revolutionize the pattern of production by expoliting an invention, or, more generally, an untried tecnological possibility for producing a new commodity or producing an old one in a new way, by opening up a new source of supply materials or a new outlet for products, by reorganizing an industry an so on.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciputra, salah satu tokoh entrepreneur Indonesia mengartikan entrepreneur sebagai proses mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Menurutnya ada tiga hal yang sangat penting dalam proses mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas, yaitu: pertama: menciptakan peluang (oppurtinity creating), bukan sekedar mencari peluang (oppurtinity seeking); kedua: melakukan inovasi produk (innovation); ketiga: berani mengambil resiko yang terukur (Calculated Risk Taking). Senada dengan Ciputra, Dr. Illah (IPB) saat ditanya tentang entrepreneur versi vCiputra memberikan sebuah formula kepada Giga Entrepreneur Institute, yakni : E=OC X CRT X I (Entrepreneur = Oppurtiniti Creating X  Innovation X Calculated Risk Taking). Dr. Illah menjelaskan bahwa  tiap komponen begitu penting, hilangnya salah satu komponen membuat hilangnya makna entrepreneur.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jumlah Entrepreneur di Indonesia Terlalu Sedikit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada salah satu bagian pemikirannya, David McClelland berpendapat, suatu negara akan menjadi makmur apabila mempunyai entrepreneur sedikitnya sebanyak 2% dari jumlah penduduk. Singapura, menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) tahun 2005, memiliki entrepreneur sebanyak 7,2% dari total penduduk. Padahal, pada tahun 2001 hanya tercatat 2,1%. Jumlah ini menarik dibandingkan dengan Amerika Serikat, lokomotif ekonomi dunia satu abad terakhir ini. Pada tahun 1983, penduduk Amerika Serikat yang berjumlah 280 juta sudah memiliki 6 juta entrepreneur, atau 2,14% dari total penduduknya. Di Indonesia diperkirakan hanya 400.000 orang yang tercatat menjadi pelaku usaha yang mandiri, atau sekitar 0,18% dari populasi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah penduduk sebesar 220 juta , Indonesia membutuhkan 4,4 juta entrepreneur. Lesther Thurow menyebut betapa penting arti entrepreneur. Ia mengatakan, “There are no institrutional subtitute for individuals entrepreneurial change agentd. The entrepreneur winners of the game become wealthy and powerfull, but without entrepreneurs, economies become poor and weak. The old will not exit; the new can not enter.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Merdeka dari Kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Sangat ironis melihat fakta terdapat negara-negara dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah namun ternyata di sana terdapat pengangguran dan kemiskinan yang melimpah juga. Entrepreneur sendiri kata Ciputra bisa mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Sudah jelas-jelas memiliki kekayaan alam, artinya tidak perlu berangkat dari modal “kotoran” dan “rongsokan”, seharusnya lebih dari emas yang didapat. Kenyataannya pengangguran dan kemiskinan ada dimana-mana.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita menemukan negara-negara miskin kekayaan alam namun menonjol sebagai negara kaya. Ini bukti bahwa manfaat ekonomis terbesar bukan berpihak kepada siapa yang memiliki kekayaan alam, tetapi berpihak kepada mereka yang mampu “menakhlukkan” pasar dengan kecakapan entrepreneurship. Sekarang, bagaimana caranya keluar dari lingkaran setan ini? Nasihat dari Caroline Jenner dalam The Next Generation Survey perlu kita simak baik-baik: “We can not give them jobs, but we can ensure that they have the core skill and competences to create them (jobs) “. Di sinilah pendidikan entrepreneur menjadi sangat penting dalam perjuangan memerdekakan bangsa ini dari kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun para entrepreneur akan memegang peran makin penting di Indonesia, juga di dunia. Mereka, para entrepreneur ini, dibutuhkan bukan saja untuk menjadi aktor-aktor lapangan pertumbuhan ekonomi dan penyedia lapangan kerja namun ternyata menurut Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), para entrepreneur adalah ruling elite  yang baru di Indonesia. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat menjadi Entrepreneur, Selamat Menjadi Profesor Kemakmuran Indonesia dan Dunia!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Eko Susanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penulis adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Presiden Giga Entrepreneur Institute&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6712276002713741624?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6712276002713741624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/pendahuluan-ilo-dalam-salah-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6712276002713741624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6712276002713741624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/pendahuluan-ilo-dalam-salah-satu.html' title='Profesor Kemakmuran'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/Swadm0E-XyI/AAAAAAAAAJg/H21MSWNVPkE/s72-c/giga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6764093539298157914</id><published>2009-11-19T00:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T05:39:01.889-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (EKONOM)'/><title type='text'>Cacatnya Ekonomiku yang Cantik (Gagasan Setan dalam Ekonomi)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://problemamuslim.wordpress.com/files/2009/05/pertolongan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 240px;" src="http://problemamuslim.wordpress.com/files/2009/05/pertolongan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMaiza_7%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMaiza_7%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMaiza_7%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{mso-style-priority:99; 	mso-style-link:"Footer Char"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 225.65pt right 451.3pt; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} span.FooterChar 	{mso-style-name:"Footer Char"; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:Footer; 	mso-ansi-font-size:11.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 2.0cm; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNoSpacing"  style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Amerika Serikat—negara dengan populasi 5% dari total populasi dunia—menghabiskan 30% total konsumsi sumberdaya alam dunia”&lt;span style=""&gt;                                                                                                               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b style=""&gt;(Oprah Winfrei, Metro TV 18 November 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Cacat pada sistem ekonomi dimulai ketika sifat keakuan manusia yang alamiah melampaui batas-batas kewajaran. Ia berkembang dengan bantuan amoral tertentu lainnya, serta didukung oleh sistem politik yang buruk dan telah menyatu dengannya, terutama jika ia tidak memiliki dasar-dasar moral. Setelah memacu seluruh kekuatan sistem ekonomi, kemudian ia meracuni seluruh kehidupan sosial dan seluruh bagian-bagiannya. Sebagaimana telah diketahui, baik &lt;b style=""&gt;pemilikan kekayaan secara pribadi maupun fakta bahwa sebagian individu secara ekonomi mendapat tempat lebih baik dibandingkan yang lainnya merupakan Hukum Alam&lt;/b&gt;, dan sesungguhnya &lt;b style=""&gt;bukan merupakan kejahatan&lt;/b&gt;. Tidak ada akibat buruk yang dapat ditimbulkan kalau semua kualitas moral manusia memiliki kesempatan uentuk mempertahankan keseimbangan dirinya dengan baik dalam proporsi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tepat, dan jika secara eksternal ada suatu sistem politik yang dapat mempertahankan keadilan, betapapun mahalnya, bahkan jika hal itu baru bisa diterapkan melalui paksaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Gagasan Setan dalam Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Tetapi &lt;b style=""&gt;yang mengubah kedua hal ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi kejahatan adalah kenyataan bahwa orang-orang yang berada dalam kondisi lebih baik secara ekonomi—dikarenakan sebab-sebab alamiah—dapat menjadi egois, berpikir sempit, tamak, tidak jujur dan mengkultuskan individu&lt;/b&gt;. Setan telah menanamkan ke dalam benak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka bahwa sarana hidup yang mereka peroleh melebihi kebutuhan-kebutuhan mereka yang sebenarnya. Dan yang mereka kuasai sepenuhnya, dapat dibelanjakan dengan tepat dan rasional dalam dua cara, &lt;i style=""&gt;pertama&lt;/i&gt;,&lt;b style=""&gt; untuk kesenangan, kegembiraan, rekreasi, kemewahan, dan kehidupan baik yang mereka nikmati&lt;/b&gt;, dan &lt;i style=""&gt;kedua,&lt;/i&gt; &lt;b style=""&gt;untuk mendapatkan sarana kehidupan selanjutnya, dan jika memungkinkan, menguasai sarana milik orang lain&lt;/b&gt;. Dengan cara ini mereka meningkatkan derajat mereka sehingga &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;menjadi manusia-manusia setengah dewa.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Gagasan Pertama&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Gagasan setan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhasil disusupkan ke dalam benak orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaya untuk menolak mengakui hak-hak anggota masyarakat yang tidak mendapatkan kekayaan atau memperoleh bagian lebih sedikit daripada yang sebenarnya mereka butuhkan. Si kaya menganggap bahwa membiarkan orang-orang itu dalam kelaparan dan kemiskinan merupakan tindakan yang benar. Pemikiran mereka mustahil menimbulkan kesadaran bahwa sikap seperti itu akan melahirkan penjahat-penjahat profesional dalam masyarakat. Pada gilirannya ini akan melahirkan manusia yang bodoh dan hina, dan menjadikan mereka sasaran penyakit dan kelemahan fisik. Kekuatan fisik dan mental orang-orang ini akan terbelenggu dalam perkembangan mereka dan mencegah mereka untuk menanamkan peran mereka dalam evolusi kebudayaan dan peradaban manusia. Dan ini akan merugikan masyarakat secara keseluruhan—dimana si kaya menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Tidak cukup dengan ini, orang-orang kaya itu juga memenuhi kebutuhannya secara melimpah begitu rupa sehingga melebihi apa yang sesungguhnya mereka butuhkan. Selain itu, mereka juga memenuhi keperluan-keperluan artifisial yang mereka ciptakan sendiri. Demi kesenangan diri itu, mereka menjadikan banyak orang agar dapat melayani gaya hidup mereka dan menopang tujuan-tujuan mereka yang egois. Dengan demikian, bagi orang-orang kaya tersebut, seks bebas menjadi suatu kebutuhan. Untuk itu sekelompok pelacur, perantara dan mucikari harus direkrut. Bagi mereka, musik adalah kebutuhan sehari-hari, yang untuk keperluan itu sekelompok orang mesti dipanggil, yaitu musisi, penari wanita, pemukul drum dan para produsen peralatan musik. Bagi mereka, adalah sangat perlu melakukan banyak rekreasi yang tidak sehat. Dan untuk tujuan itu sekumpulan badut, aktris, tukang cerita, fotografer, dan para profesional lainnya yang tidak bermanfaat harus dipekerjakan. Mereka merasakan kebutuhan untuk berburu yan demi semua itu beberapa orang—bukannya ditempatkan untuk menjalani pekerjaan yang baik—justru dipanggil untuk menghalau binatang-binatang di hutan. Mereka juga mencari kenikmatan dengan mabuk-mabukan dan melupakan kesadaran diri, yang untuk tujuan tersebut banyak orang dipekerjakan guna menyiapkan minuman keras, kokain, candu, obat-obatan terlarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta bahan-bahan pemabuk lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Singkatnya, saudara-saudara setan ini tidak akan berhenti hanya melibatkan sebagian besar masyarakat dalam degradasi moral, spiritual dan fisik. Bahkan lebih kejam karena menyelewengkan sebagian besar orang dari pekerjaan mereka yang baik dan berguna kemudian memaksa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang nista dan membahayakan. Dengan demikian, mereka menyesatkan jalannya peradaban dan membelokkannya ke jalur yang akan membawa manusia pada kehancuran. Tidak sampai di situ, disamping menghamburkan sumberdaya manusia, mereka juga menyalahgunakan kekayaan materi yang mereka miliki. Mereka membutuhkan istana, bungalow yang besar, kebun-kebun, tempat rekreasi, ruangan-ruangan dansa dan lain-lain. Bahkan setelah matipun kawan-kawan yang malang ini membuka lahan untuk kuburan yang luas. Dengan cara seperti di atas, tanah, bahan-bahan bangunan, dan sumberdaya manusia yang semestinya dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal orang lain, telah dimanfaatkan sebagai tempat istirahat dan tempat tinggal permanen untuk satu orang pecinta kesenangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Mereka menganggap perlu memiliki perhiasan emas-berlian, pakaian-pakaian bagus, barang-barang pecah bermutu tinggi, alat pemotong dan peralatan lainnya, barang-barang hiasan dan dekorasi, kendaraan-kendaraan mewah, dan hanya Tuhan yang tahu pernak-pernik apalagi yang diinginkannya. Sedemikian rupa pernak-pernik itu sehingga pintu-pintu rumah mereka dianggap telanjang tanpa tirai-tirai yang mahal. Mereka juga tidak dapat membiarkan dinding-dinding istana mereka sepi dari gambar yang bernilai jutaan, bahkan miliyaran rupiah. Bahkan anjing mereka memerlukan kalung yang terbuat dari emas dan bantal beludru. Dengan cara ini, sejumlah besar bahan mentah dan tenaga manusia yang seharusnya dapat digunakan untuk menutupi tubuh dan memenuhi perut ribuan manusia, telah dikorbankan demi kesenangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari satu orang individu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Inilah akibat dari sebagian petunjuk setan itu. Akibat lainnya terbukti lebih buruk lagi. Sikap pertama adalah sikap yang salah secara prinsip, yaitu sikap bahwa seseorang sudah seharusnya berhak menumpuk seluruh sarana kehidupan—yang mungkin dimilikinya—jauh melebihi kebutuhan riilnya, dan terus memanfaatkannya untuk kebutuhan-kebutuhan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Gagasan kedua&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Sudah jelas bahwa sarana kehidupan yang telah diciptakan Tuhan di bumi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jika, karena nasib baik, seseorang menemukan dirinya memiliki sarana yang lebih dibandingkan kebutuhannya, ini berarti suatu kelebihan--yang sesungguhnya menjadi hak orang lain—telah didapatkannya. Dengan demikian, mengapa ia harus menyimpannya hanya untuk dirinya sendiri? Ia seharusnya melihat orang-orang di sekelilingnya yang jaminan sarana kehidupannya tidak layak, atau orang yang gagal mendapatkannya, atau orang yang telah memperoleh sedikit dari kebutuhan-kebutuhannya. Ia seharusnya juga menyadari bahwa mereka itulah yang bagiannya telah jatuh ke tangannya. Karena mereka tidak mampu mendapatkannya, mampu perlu bagi ia untuk membagikannya pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Adalah keliru jika—bukannya melaksanakan ini, sesuatu yang selayaknya ia lakukan—ia justru mulai mempergunakannya untuk mendapatkan sarana kebutuhan hidup selanjutnya. Bagaimanapun juga sarana selanjutnya yang didapatkannya akan menjadi lebih banyak dibanding apa yang sesungguhnya ia butuhkan. Oleh karena itu, dalam upaya mendapatkannya, tidak lain yang diperolehnya selain kerakusan dan keserakahan. Waktu yang ia habiskan, usaha dan kemampuan yang dikerahkan untuk mendapatkan sarana-sarana kehidupan yang setara dengan kebutuhan riil hidupnya, memang telah dibelanjakan secara baik dan benar. Tetapi, diukur dari kebutuhan riilnya menunjukkan bahwa derajat dirinya telah merosot menjadi seekor hewan ekonomi, atau tepatnya sebuah mesin yang memproduksi kekayaan. Padahal ada cara yang lebih baik untuk menghabiskan waktu, energi dan melatih kemampuan mental dan fisiknya daripada menguasai lebih banyak kekayaan lagi. Dari sudut pandang rasio dan sifat-sifat yang benar, prinsip-prinsip ditanamkan setan pada para pengikutnya jelas salah. Sebaliknya, metoda praktis yang diambil berdasarkan prinsip ini dikutuk sedemikian rupa, dan akibatnya demikian mengerikan, sehingga kemauan mereka pun tidak dapat diramalkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Ada dua metode pemanfaatan kelebihan harta yang dimiliki &lt;b style=""&gt;untuk menjaga kelanjutannya&lt;/b&gt;. &lt;i style=""&gt;Pertama, &lt;/i&gt;dipinjamkan dengan bunga, dan &lt;i style=""&gt;kedua,&lt;/i&gt; diinvestasikan dalam perdagangan atau industri.Walaupun metode ini, dalam batas-batas tertentu, berbeda sifatnya, akibat yang tidak dapat dihindari dari seluruh perbuatan mereka adalah terbaginya masyarakat ke dalam dua kelas, &lt;i style=""&gt;pertama, &lt;/i&gt;kelas kecil dan elit yang memiliki kekayaan melebihi kebutuhan dan mempergunakannya untuk mendapatkan kekayaan melebihi kebutuhan dan mempergunakannya untuk mendapatkan kekayaan lebih banyak. Dan &lt;i style=""&gt;kedua,&lt;/i&gt; kelas yang lebih besar yang memperoleh kekayaan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya, atau lebih kecil dari kebutuhannya, atau bahkan tidak memperolehnya sama sekali. Kepentingan kedua kelas ini bukan hanya bertentangan, tapi bahkan, mau tak mau, akan menimbulkan usaha dan kerja keras dari masing-masing pihak untuk berkompetisi. Demikianlah, sistem ekonomi umat manusia yang telah diberi dasar dan dibangun oleh Tuhan dengan pertukaran dan kerjasama timbal balik itu, berakhir dengan pertentangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Sementara pertentangan terus berjalan, pengikut kelas pertama semakin menurun jumlahnya, sementara kelas yang lebih miskin semakin meningkat. Karena sifat pertentangan ini sedemikian rupa, sehingga seorang individu yang kaya menarik sarana-sarana yang dimiliki orang lain yang lebih miskin daripada dirinya dengan kekuatan harta kekayaannya; dengan demikian ia menurunkan—yang lebih miskin—ketingkat yang lebih rendah (yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin). Dengan cara ini, kekayaan di dunia lambat laun menjadi terbatas, dan hari demi hari semakin dibatasi hanya bagi segelintir orang saja. Sementara bagian penduduk yang lebih besar secara perlahan-lahan dan terus menerus menuju kemiskinan dan ketergantungan secara mutlak pada si kaya (perbudakan zaman baru). Pada awalnya, pertentangan dimulai dalam skala kecil, kemudian meluas secara bertahap ke seluruh negara dan bangsa, sehingga bahkan sesudah menyebarkannya (pertentangan) keseluruh pelosok dunia, ia masih tetap berusaha menguasai lebih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Maka, telah menjadi suatu praktek yang umum di setiap negara bahwa yang memperoleh kekayaan melebihi kebutuhannya akan menanamkan kelebihan itu dalam usaha yang menguntungkan, dan terus menerus memproduksi kebutuhan-kebutuhan hidup. Investasi itu dapat menghasilkan keuntungan penuh hanya jika keseluruhan produk industri tersebut dibeli oleh penduduk negeri di mana kelebihan kekayaan itu telah diinvestasikan. Akan tetapi dalam prakteknya hal ini tidak terjadi dan dalam kenyataannya memang tidak dapat terjadi. Sebab orang-orang yang memiliki kekayaan kurang dari kebutuhannya, daya belinya akan berkurang. Mereka tidak mampu membeli semua produk, meski mereka membutuhkannya. Sebaliknya, mereka yang memiliki kekayaan berlebihan tetap bersemangat untuk menyimpan sebagian pendapatannya untuk diinvestasikan lebih lanjut pada usaha-usaha yang menguntungkan. Dan karenanya mereka tidak membelanjakan seluruh uang mereka guna membeli barang-barang kebutuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Akibatnya, terpaksa sebagian dari produk-produk pabrik tidak terbeli atau, dengan kata lain, sebagian investasi dari orang-orang kaya tidak dapat kembali, selanjutnya ini dimasukkan dalam debet negara sebagai pinjaman. Ini merupakan siklus. Tetapi, Anda dapat bayangkan, pada masing-masing siklus alam ini, kelas orang-orang kaya akan terus menggunakan sebagian dari pendapatan mereka yang kembali untuk investasi selanjutnya. Pada setiap siklus, sebagian investasi kekayaan yang tidak kembali terus bertambah. Dengan demikian, menambah hutang industri tersebut dua kali lipat, bahkan ribuan kali lipat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga pada batas tertentu di mana negara tidak mampu membayarnya. Dengan demikian tidak ada alternatif lain bagi negara tersebut untuk lolos dari bahaya kebangkrutan kecuali mengekspor—dengan harga obral—barang-barang yang tersisa ke negara lain, karena tidak mungkin untuk dijual ke negaranya. Ini sama saja dengan usaha mencari negara-negara yang dapat mengambil alih kebangkrutan. Dengan cara ini, pertentangan-pertentangan itu telah melampaui rintangan-rintangan satu negara dan melangkah ke dalam lingkup internasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Sekarang akan terbukti bahwa tidak satu negara pun yang menjalankan segala urusannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan sistem ekonomi yang sangat kejam ini; daripada sebagian besar negara di dunia berada pada kondisi yang sama; yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpaksa menyelamatkan diri dari kebangkrutan, atau dengan kata lain memindahkan kebangkrutannya ke negara-negara lain. Pada gilirannya, ini menimbulkan persaingan yang mengambil bentuk-bentuk sebagai berikut: &lt;i style=""&gt;pertama, &lt;/i&gt;setiap negara, dalam menawarkan barang-barangnya di pasar internasional, berusaha untuk memproduksi jumlah yang paling besar dengan biaya produksi yang paling murah. Ini mengakibatkan penurunan skala upah buruh hingga batas yang serendah mungkin, sehingga bagian kekayaan nasional yang sampai ke tangan pekerja menjadi menurun dan pendapatannya jatuh, bahkan kebutuhan pokoknya pun tidak terpenuhi. &lt;i style=""&gt;Kedua, &lt;/i&gt;setiap negara melakukan embargo atas impornya dalam batas-batas dan ruang lingkup pengaruhnya, dan berusaha untuk memonopoli bahan-bahan mentah untuk dirinya sendiri yang berada dalam wilayahnya agar negara-negara lain tidak mungkin mengambil keuntungan darinya. Ini meimbulkan pertentangan internasional yang menyebabkan peperangan; &lt;i style=""&gt;ketiga, &lt;/i&gt;pengekspolitasian (bahan-bahan mentah) ini menyerang negara-negara yang tidak mampu mengelak dari kebangkrutan tersebut. Mereka tidak hanya berusaha menjual kelebihan produknya pada negara-negara itu, tetapi juga mencoba menanamkan kelebihan modalnya—karena tidak mendapatkan investasi yang menguntungkan di negara mereka sendiri. Dengan cara ini, masalah yang sama timbul di negara-negara itu; yakni seluruh investasi yang tidak dapat dikembalikan dan sebagian besar pendapatan dari investasi ini di tanamkan lagi pada beberapa bisnis yang menguntungkan, sehingga beban hutang semakin meningkat, dan bahkan jika negara-negara ini dijual, investasinya tetap tidak dapat dikembalikan sepenuhnya. Jelaslah bahwa jika siklus seperti ini diberlakukan, maka seluruh dunia akan kehilangan kemampuannya untuk membayar seluruh hutangnya, dan tidak ada lagi tempat lain yang menampung kebangkrutan itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan pada akhirnya, manusia akan merasa perlu mencari pasar di Mars, Venus, dan Yupiter untuk menginvestasikan kekayaannya serta menjual barang-barang kelebihannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Dengan demikian melalui pertukaran internasional ini, para bankir, makelar (&lt;i style=""&gt;broker)&lt;/i&gt;, dan para tokoh perdagangan dan industri secara bersama-sama mengumpulkan seluruh sumber ekonomi di dunia yang mengakibatkan manusia tergantung pada mereka. Sekarang menjadi tidak memungkinkan bagi setiap individu untuk secara mandiri melakukan pekerjaan atau bisnis yang hanya bergantung pada kekuatan mental dan fisiknya semata—untuk menjamin sebagian kebutuhan hidupnya—di bumi Tuhan ini. Saat ini, tidak ada kesempatan lagi bagi industrialis dan ahli pertanian kecil untuk mendapatkan mata pencahariannya secara bebas. Setiap orang terpaksa menerima banyak buruh, pembantu dan tenaga kerja milik para penguasa dan pengendali keuangan industri. Dan mereka mengeksploitasi semua indera fisik dan mental, serta seluruh waktu, orang-orang lain, dengan memberikan mereka imbalan upah minimum yang hanya cukup untuk bertahan hidup. Ini berlaku pada seluruh manusia yang telah turun derajadnya menjadi seekor hewan ekonomi. Hanya ada sedikit sekali individu-individu beruntung yang mendapatkan kesempatan dalam pertarungan ekonomi ini, melakukan sesuatu demi peningkatan moral, intelektual, dan spiritual mereka untuk memberikan sebagian perhatiannya terhadap sasaran yang lebih mulia serta lebih luhur daripada hanya sekedar mengisi perut, atau untuk mengembangkan anugerah alam ini yang telah Tuhan berikan kepada mereka untuk maksud yang lebih baik daripada sekedar mencari penghidupan. Dalam kenyataannya, pergolakan ekonomi yang serius dan aktif menyebabkan seluruh bagian sistem kehidupan dipengaruhi olehnya dan mengarahkan pada tindakan yang buruk. Manusia masih belum beruntung karena sejumlah fisafat moral, sistem politik, dan prinsip-prinsip di dunia juga telah ditulari oleh sistem ekonomi yang sangat buruk ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Dari timur ke barat para penasehat moral menekankan masalah ekonomi. Adalah dianggap sangat bodoh dan secara moral tidak dapat dipahami, seseorang yang membelanjakan pendapatannya, dan semua orang mengetahui ia seharusnya menyimpan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu di luar &lt;i style=""&gt;income&lt;/i&gt; yang ia peroleh dalam bentuk deposito di bank, atau membeli polis asuransi, atau menginvestasikan uangnya sebagai persediaan dan saham yang bekerjasama dalam perusahaan dalam bidang pengadaan. Ini berarti bahwa apa yang merusak umat manusia, dalam pandangan orang-orang di zaman modern menjadi standar kesempurnaan dan kebajikan. Dari prespekif kekuatan politik, ia telah jatuh dalam sistem yang sangat buruk, sebab selain menyelamatkan tirani, mereka juga menjadi alat kekejaman (tirani). Suatu kelompok orang-orang kaya yang materialistis terbelenggu dimana-mana pada kursi kekuasaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Hukum yang mengatur masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut dirancang di bawah pengaruh sistem yang sama. Hukum-hukum tersebut telah memberikan kemerdekaan yang penuh dalam pelaksanaan kepentingan ekonomi individual melawan kepentingan masyarakat umum. Pemisahan antara baik dan buruk, adil dan tidak adil, dalam pencapaian sarana kehidupan hampir sirna. Setiap metode yang dapat memperkaya diri sendiri, baik dengan merampok atau merusak orang lain dibolehkan di hadapan hukum; anggur dapat dibuat dan dijual; pusat-pusat amoral dapat dibangun; film-film yang tidak bermoral diproduksi; tulisan-tulisan porno boleh diiklankan; spekulasi menjadi umum; lembaga-lembaga untuk mendapatkan bunga dan riba boleh dibangun; metode-metode baru perjudian diciptakan. Ringkasnya, apa saja yang ingin dilakukan seseorang boleh dilakukan dan hukum tidak hanya membolehkan, bahkan akan melindungi apa nyang dinamakan hak seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Selanjutnya, hukum menetapkan bahwa kekayaan yang terakumulasi di tangan seorang individu harus tetap demikian—bahkan setelah kematiannya. Dengan demikian, hukum tentan hak-hak anak sulung, kebiasaan mengadopsi di bawah hukum tertentu dan sistem kerjasama keluarga, semuanya bertujuan : jika salah satu ular-ular penjaga harta kekayaan itu mati, maka seekor ular yang lain harus ditempatkan untuk menggantikannya, dan jika karena nasib buruk, ular tersebut tidak meninggalkan hasilnya, maka itu harus diperoleh dari tempat lain agar pemusatan kekayaan tidak terganggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Demikianlah sejumlah sebab yang telah menciptakan problema bagi umat manusia menyangkut cara bagaimana sarana kehidupan dapat diperoleh setiap individu yang hidup di atas bumi Allah ini, dan dengan cara bagaimana kesempatan-kesempatan dapat diberikan pada setiap orang untuk maju dalam kehidupannya sesuai dengan kemampuan yang ia miliki dan untuk mengembangkan kepribadiannya secara utuh. Setan telah merubah ekonomi yang demikian cantik dan indah menjadi ekonomi monster yang demikian kejam dan menyeramkan. Duniapun akhirnya menjadi begitu kejam dan menyeramkan seperti saat ini. &lt;b style=""&gt;Masih maukah kita menuruti gagasan setan? Saya sih Tidak! Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Eko Susanto&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Penulis adalah&lt;b style=""&gt; Ekonom di Department Of Economics, Institute Of Wealth Nation (IWN)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6764093539298157914?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6764093539298157914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/cacatnya-ekonomiku-yang-cantik-gagasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6764093539298157914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6764093539298157914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/cacatnya-ekonomiku-yang-cantik-gagasan.html' title='Cacatnya Ekonomiku yang Cantik (Gagasan Setan dalam Ekonomi)'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7343024311638765346</id><published>2009-11-18T16:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T16:32:45.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>Doa tak berujung (Bagian 2)……</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwSRzWis45I/AAAAAAAAAJY/gjdCdlPEddw/s1600/crying-mother.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 321px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwSRzWis45I/AAAAAAAAAJY/gjdCdlPEddw/s400/crying-mother.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405605764161921938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Karena hamba tak pernah sempurna&lt;br /&gt;Meminta bukan karena harta dan tahta&lt;br /&gt;Tapi mengadu karena tiada dan hampa&lt;br /&gt;Mencoba meraih setitik embun pagi&lt;br /&gt;Mengapai cahaya iman nan sejuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang terhenti dan terhilang&lt;br /&gt;Tertahan dan entah kemana&lt;br /&gt;Tertidur dan begiru lelah&lt;br /&gt;Tertunduk karena penuh noktah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar hembusan angin&lt;br /&gt;Seputih goresan qalbu&lt;br /&gt;Segaris do’a&lt;br /&gt;Penuh&lt;br /&gt;Hening……..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah tak terakhir&lt;br /&gt;Elegi sudut air mata&lt;br /&gt;Semburat di ufuk senja&lt;br /&gt;Terhembus dan tak pernah pupus&lt;br /&gt;Tersedak dalam luasnya kata tertata&lt;br /&gt;Rabb ku jemput jalan ini dengan izin-Mu&lt;br /&gt;……………..hujan pun terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung Dzuhur yang syahdu.&lt;br /&gt;Jakarta, 18 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 112pt;" width="149" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;col style="width: 112pt;" width="149"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 30pt;" height="40"&gt;   &lt;td class="xl66" style="height: 30pt; width: 112pt;" width="149" height="40"&gt;Budi   Bahtiar,S.Pi&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sekum KAMMI Daerah Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7343024311638765346?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/7343024311638765346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/doa-tak-berujung-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7343024311638765346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/7343024311638765346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/doa-tak-berujung-bagian-2.html' title='Doa tak berujung (Bagian 2)……'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwSRzWis45I/AAAAAAAAAJY/gjdCdlPEddw/s72-c/crying-mother.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8174149735491083975</id><published>2009-11-17T06:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T07:07:04.003-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan'/><title type='text'>SURAT dari KAKAK TERCINTA yang BEGITU MENGINSPIRASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwK1i6PFexI/AAAAAAAAAJQ/9Z5oGvxhIaY/s1600/NewsImage.ashx"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwK1i6PFexI/AAAAAAAAAJQ/9Z5oGvxhIaY/s400/NewsImage.ashx" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405082114150726418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt; Apa kabar teman? Sudah seberapa banyak rencanamu hari ini? Sudah seberapa banyak pulakah yang terlaksana? Seberapa banyakkah yang akhirnya gagal dilaksanakan?&lt;br /&gt;Wuiihh..banyak ya temen-temen yang udah abroad…^^^^ keren boo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semua pasti bisa jalan-jalan. Karena ikhtiar yang bertubi-tubi hingga peluh keringat mengalir deras dan doa yang berkali-kali terucap hingga bibir terkatup lelah. Iya, iya, pasti ikhtiar dan doa sudah sama-sama dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kenapa aku masih belum bisa menikmati hujan salju? &lt;br /&gt;aq punya cerita menarik tentang kisah seorang teman. Teman sma-ku dulu yang terkenal dengan tampang premannya. Selayaknya pemuda preman yang begajulan, dia tampil seadanya dengan kemeja putih sma yang tidak pernah rapi, nongkrong sore di terminal, godain cewek sana-sini, dsb. Ya, tahu lah…bukan aneh bin ajaib, si temanku itu berhasil menduduki jabatan sebagai siswa kalangan atas. Dia beberapa kali memenangkan olimpiade sekolah. Aku lupa, tapi setidak-tidaknya dia mungkin sudah pernah hingga tingkat propinsi. Maklum, nyombong-nyombong nih, sma 1 temanggung itu sma favorit yang prestasinya terkenal hingga nanyang university sekalipun. Kembali ke cerita, setiap orang-orang disekitarnya- temanku preman yang pinter itu- percaya bahwa si fulan itu memang pinter dari awalnya, emang udah bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika temanku yang bernama lain (sebut saja fulin) menginap di rumah si fulan. tengah malam, ketika fulin terbangun karena suatu hal (entahlah), dia mendapati fulan sedang belajar. Buset..kamu ngapain fulan? Tanya fulin. Jawab fulin, aku lagi baca-baca nih, iseng aja, abisnya gak bisa tidur. Wow….si fulin nguik-nguik….pikirnya, nih orang aneh banget, sempet-sempetnya belajar tengah malem gini…oh, pantesan ja nilainya tetep bisa dapat 100 meskipun kalo sore ngegodain orang di terminal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada makna besar yang aku ambil dari cerita fulin padaku. bahwa memang benar, tidak pernah ada usaha yang tidak terbalas. Selama ini, orang-orang di sekitar fulan menganggap bahwa fulan adalah orang yang jenius luar biasa. Karena gak pernah belajar aja udah pinter. Sementara, dirinya yang sudah belajar sampai jatuh bangun sekalipun selalu saja dapat nilai pas-pasan. Kok bisa? Yah gak mungkin bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, si fulan tetep aja belajar. Cuman, gak ada yang tahu itu. Yah, mirip kebaikan yang tak terlihat. Tuh kan, mau pinter? Belajar dunk. &lt;br /&gt;Kalian tahu? Kecerdasan seorang yahudi itu sudah dipersiapkan sejak bayi yahudi masih dalam kandungan. Ibunya senantiasa mengerjakan soal matematika untuk membiasakan bayi dalam kandungannya menggunakan otaknya. Jadi, kerja otak yahudi sudah dimulai sejak dalam kandungan. Belum lagi ketika sudah memasuki masa kanak-kanak, seorang anak yahudi hanya boleh makan sayur dan ikan (tradisi mereka) dan dalam porsi yang seimbang. So, itu factor pendukung kecerdasan yahudi selain mereka juga senang belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo bayi jawa? Nguik---nguik- ---&lt;br /&gt;Jadi,,,jadi, ,,jadi gak mungkin Allah gak adil. Allah menganugerahkan kepada kita kesamaan kecerdasan, tetapi pada akhirnya yang membedakan kita semua adalah usaha yang kita lakukan dengan penuh komitmen. &lt;br /&gt;Aku,kamu, dan mereka yang sedang mempersiapkan kepergian ke luar negeri, sama-sama selalu belajar giat. Tapi benarkah sama? Yakin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu waktu belajar sama (2 jam misalnya) tapi ada yang 1 jam ngelamun, ada yang 1 menit ngelamun, dan sebagainya. Itupun ketika kita membaca materi, ada yang membaca dengan penuh kesabaran, ada yang membaca dengan ikhlas, ada yang membaca karena sangat ingin tahu, ada juga yang membaca karena kepepet, ada yang membaca karena beban harus dapat nilai A, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dalam doa, ada yang ingin meraih sesuatu karena ingin memberikan yang terbaik untuk orang lain, ada juga yang ingin meraih sesuatu karena ingin menunjukkan eksistensi di depan public dan sebagainya. Wallahualam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, apapun yang kita kerjakan antara seorang yang satu dengan lainnya pasti berbeda. Bila kita gagal memperoleh sesuatu, bukan karena takdir menghendaki demikian, tapi pasti ada yang salah pada apa yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;aq tidak tahu pasti, tapi setidaknya niat itu motivasi tidak tertandingi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berkarya, masih terlintang banyak jalan. Nyerah sekarang, rugi di masa depan. Berusaha sekarang, untung di masa depan. Makin banyak belajar, makin tahu apa-apa yang termasuk komponen negative dan positif. Sikap kebijaksanaan akan mengutamakan komponen-komponen positif tersebut sehingga diperoleh sutau karya luar biasa. Yakin deh. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pphuff…pengalaman berkarya bersama beberapa orang membuat koleksi pengetahuanku semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 1.&lt;br /&gt;Sebuah tim terdiri dari beberapa orang yang sangat bersemangat. Pengen pergi ke jepang, misalnya. Akhirnya diputuskan untuk ikut kontes perlombaan ilmiah, misalnya. Dipilih tema dan berjalanlah kegiatan tulis menulis. &lt;br /&gt;Pada akhirnya, ada yang banyak alasan sehingga tidak sempat memberi kontribusi banyak dalam penulisan, terlupakan begitu saja. Alih-alih yang paling parah, ketika diskusi kelompok, ketiga orang ini malah sedang mengerjakan pekerjaan pribadi masing-masing dan berusaha saling memberikan kesempatan teman lainnya untuk menulis pendahuluan, tinpus, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, setiap kali 3 orang itu bertemu, seolah-olah semangat selalu ada. Namun, mungkin sepertinya saling mengandalkan. Alhasil, gagallah pergi ke jepang.&lt;br /&gt;Aku tahu teman, kenapa hal itu terjadi. &lt;br /&gt;Karena orientasi…!!!!&lt;br /&gt;Orientasi mereka ingin pergi ke jepang, just it, no more. Jadi, sewaktu mengerjakan paper saling mengandalkan orang lain, husnudzon pada teman untuk mengerjakan paper. Karena kita sedang merasa sibuk oleh kegiatan organisasi dan akademik. Sumpe lo???Cuma kamu yang sibuk???&lt;br /&gt;Nah, itu loh perasaan selalu paling sibuk sehingga menghambatnya untuk berkarya. Padahal, kita tahu bahwa kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan sekalipun. Andai setiap orang merasa saling memiliki dan saling ingin berbagi, insya Allah akan menjadi keberkahan yang luar biasa. &lt;br /&gt; Kasus 2. &lt;br /&gt;Aku pernah satu tim sama temen-temen yang aku rasa mereka tidak punya harapan lain ikut kompetisi selain ingin coba-coba. Coba-coba menerapkan ilmu yang diperoleh. Kalau menang, ya syukur Alhamdulillah, kalau kalah, merasa senang karena telah berusaha mencoba. &lt;br /&gt;Aku pernah merasakan energy ikhlas yang dahsyat itu. Aku pernah merasakannya hingga piala tinggi berada di tangan kami. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada kasus 1 dan kasus 2 jelas terdapat perbedaan. Kasus pertama adalah kelompok yang sssuuuaanngat ingin memperoleh kemenangan. Sementara kasus 2 adalah kelompok yang mengutamakan keihklasan. &lt;br /&gt;Seperti orang yang sangat ingin punya uang banyak untuk berlibur ke Amerika dan orang yang ingin punya banyak uang untuk bisa berzakat lebih banyak. Mereka sama-sama menjadi pengajar. Tapi niat yang membedakan mereka. Memang tak mustahil dengan mengajar akan pergi ke Amerika. Tapi jadinya tidak focus mengajar. Dia akan cenderung pilih-pilih job yang menguntungkan. Capek lah.&lt;br /&gt;Sementara yang ikhlas, belum apa-apa saja sudah merasa tenang. Ngajar jadi bisa lebih focus. Akhirnya mungkin karena suatu kondisi, akhirnya dia bisa pergi ke amerika. Kelihatan menghayal ya???may be. Tapi aku selalu percaya kekuatan keikhlasan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah, teman-teman aku bosan mendengar keluhan tentang kekalahan. Ayo dunk diiringi dengan perbaikan semangat dan KOMITMEN…..KOMITMEN. katakana dulu di awal untuk hal-hal yang tidak mungkin disanggupi daripada memaksakan diri. Tapi tidak pernah memaksakan diri itu adalah sifat manja. Biasanya kisah hidup anak manja berakhir tragis bukan? Karena kalau di cerpen-cerpennya bobo, Cuma anak mandiri yang bisa nikah ma pangeran. &lt;br /&gt;Begitulah. &lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;HENDRA PRASETYA, Peniti Jalan Illahi&lt;br /&gt;Kader KAMMI Komisariat IPB &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8174149735491083975?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/8174149735491083975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/surat-dari-kakak-tercinta-yang-begitu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8174149735491083975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/8174149735491083975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/surat-dari-kakak-tercinta-yang-begitu.html' title='SURAT dari KAKAK TERCINTA yang BEGITU MENGINSPIRASI'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwK1i6PFexI/AAAAAAAAAJQ/9Z5oGvxhIaY/s72-c/NewsImage.ashx' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6181251835762302334</id><published>2009-11-17T05:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T06:22:51.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Pemimpin ≈ Pelayan, Pemimpin ≠ Majikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKxRADDg7I/AAAAAAAAAJI/Yn7eWSFyxGI/s1600/magnify-question-mark.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKxRADDg7I/AAAAAAAAAJI/Yn7eWSFyxGI/s400/magnify-question-mark.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405077408426722226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin maju bukan karena sebuah ketenaran. Seorang pemimpin maju bukan karena ambisi. Seorang pemimpin maju bukan karena keinginan untuk semakin eksis dan dikenal orang banyak. Seorang pemimpin maju bukan karena virus-virus kepentingan yang akan menjadi tujuan pribadi atau kelompoknya. Seorang pemimpin maju karena sebuah keinginan untuk berkontribusi lebih, dia maju karena justru dia ingin menjadi seorang pelayan bagi orang-orang yang akan dia pimpin kelak. Apalah arti sebuah ketenaran jika saat dia terpilih membawa keburukan, apakah dia memang ingin tenar dan terkenal dengan sebutan pemimpin yang tidak membawa perubahan? Pastinya tidak seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri. Dan inilah yang sebenarnya menjadi sebuah titik awal seseorang bisa memimpin orang lain. Saat dia mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik, memimpin dirinya untuk menjauhi segala virus kepentingan, memimpin dirinya untuk senantiasa menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas di hadapan Rabbnya, rendah hati, jujur dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain, dialah seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat seorang pemimpin bukanlah dia yang bisa memerintah atau ditakuti oleh anak buahnya. Pemimpin adalah orang yang harus senantiasa siap saat orang-orang disekitarnya menuntut pelayanan yang lebih baik darinya. Tujuannya hanya satu membawa perubahan yang lebih baik dengan pengabdian dan pelayanan yang akan dia berikan untuk umat. Tak peduli apakah namanya akan terukir dalam sejarah manusia atau tidak. Tapi yang pasti, seorang pemimpin dengan kontribusi yang baik adalah seorang pahlawan, pahlawan dengan sebuah ketulusan untuk selalu memberi, berkontribusi, dan melayani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi, memberi, memberi. Lalu kapan dia akan menerima? Sebenarnya jika kita mengerti bahwa menerima itu hanyalah sebuah hasil sampingan, hal tersebut tidaklah berpengaruh pada ketulusan dan keinginan untuk memberi. Pemimpin akan menerima secara otomatis setelah dia memberi dengan sebuah keikhlasan. Seperti halnya ada kata-kata yang sudah banyak dikenal orang TAKE AND GIVE yang seharusnya diganti dengan GIVE AND TAKE. Ya. Karena memang kita akan menerima setelah kita memberi. Kita akan mendapatkan hak kita setelah kita melaksanakan kewajiban. Dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the more we give, the more we get. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya. Karena memang seperti itu adanya, saat kita maju menjadi seorang pemimpin, kita juga harus siap menjadi seorang “pelayan” bukan “majikan”. Sekali lagi “pelayan” bukan “majikan”. &lt;br /&gt;Dan semoga pemimpin kita adalah dirinya yang amanah dalam amanahnya. Menjadikan  keindahan akhlaknya sebagai keindahan kepemimpinannya, menjadikan ketulusan dan keikhlasan sebagai pijakan untuk memperbaiki keadaan diselilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Susi Nurohmi&lt;br /&gt;Staff Ahli SOSMAS KAMMI Komisariat IPB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6181251835762302334?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/6181251835762302334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/pemimpin-pelayan-pemimpin-majikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6181251835762302334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/6181251835762302334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/pemimpin-pelayan-pemimpin-majikan.html' title='Pemimpin ≈ Pelayan, Pemimpin ≠ Majikan'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKxRADDg7I/AAAAAAAAAJI/Yn7eWSFyxGI/s72-c/magnify-question-mark.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-2945004272232425970</id><published>2009-11-17T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T05:59:14.982-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>IDENTITAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKsKlrjHlI/AAAAAAAAAJA/wQ61S-ln3_k/s1600/gambar+kursi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKsKlrjHlI/AAAAAAAAAJA/wQ61S-ln3_k/s400/gambar+kursi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405071800711454290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;( PEMUDA, PEMIMPIN, BANGSA, NEGARA)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Krisis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita saat ini adalah bangsa yang bisa kita katakan sedang mengalami sebuah krisis. Krisis yang dimaksud adalah sebuah krisis identitas. Sebuah bangsa yang bisa dikatakan besar baik dalam de vacto maupun de jure adalah sebuah negara dengan identitas dan karakteristik yang bisa dikatakan “dia” besar dan memang tidak diragukan lagi secara fisik memang bangsa itu besar.  Namun pada kenyataan bangsa kita belum besar, secara de vacto bolehlah kita dikatan bangsa yang memiliki kapasistas besar namun secara de jure identitas dan krakteristik kita sama minim. Selalu dimulai dengan sebuah pertanyaan yang muncul “Kemana sosok pahlawan yang punya semangat besar dengan identas yang murni milik bangsa ini ?”. Mental bangsa ini masih terlalu banyak adopsi, naturalisasi, maka menjadi sebuah pekerjaan rumah yang besar untuk menghentikan import karakter bangsa lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Isu&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sebuah isu yang menyebar seperti hifa dalam tanah, maka itulah bentuk penyebaran pemikiran –pemikiran luar yang menyebabkan bangsa ini mudah terasuki. Point penting yang dilihat adalah mental-mental para penguasa yang begitu lemah dalam mem-preseur  segala bentuk kontaminasi asing di Negeri kita.  Menjadi sebuah hal yang disayangkan ketika bangsa ini memiliki mental seperti itik yang akan terus mengikuti temannya “Kami ingin melemparkan sebuah isu baru hingga yang lain mengikuti, bukan bangga menjadi sebuah pengikut bangsa lain”. Bangsa ini besar, maka perlu pemimpin dengan mental besar  pula. Menjadi sebuah pengalaman berharga bagi kita ketika masa kepemerintahan presiden megawati soekarno putri yang telah banyak membuat “lubang” baru bagi bangsa ini. beberapa aset negeri ini dijual pada pihak asing, memperpanjang kontrak yang nyatanya  amat merugikan rakyat. Sehingga apakah pantas hal tersebut dikatakan sebuah mental dari pemimpin bangsa yang besar?, jawabannya tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mental Itu Ada Pada Pemuda- Pemimpin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuda dengan basis idealisme yang mengakar, diharapkan tidak mempunyai sebuah kepentingan golongan ataupun terkait dengan pengaruh-pengruh luar yang dapat membuat konstruksi formal ini rusak, bukan mental yang mudah goyah namun tegar dengan tatapan tajam kedepan , melihat terus keatas tanpa mempedulikan kegagalan kegagalan bangsanya, fokus pada target, cepat dengan momentum yang pas, memiliki kemampuan handle complain yang dapat mereformasikan semua bentuk kesalahan. Menjadikan segala yang lalu menjadi sejarah. Itulah pemimpin bangsa ini kelak, dan akan hadir secepatnya karena iu ada dalam diri kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu muslim (Iqbal)&lt;br /&gt;Ketua KAMMI Komsat IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-2945004272232425970?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.stc-bogor.co.cc/feeds/2945004272232425970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/identitas-pemuda-pemimpin-bangsa-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2945004272232425970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4733872833043755545/posts/default/2945004272232425970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.stc-bogor.co.cc/2009/11/identitas-pemuda-pemimpin-bangsa-negara.html' title='IDENTITAS'/><author><name>Sanggar Tinta Cahaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12669519378498511867</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SubwwZe2hVI/AAAAAAAAABY/-CvOgq9Wnl8/S220/Jendral_Sudirman-.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKsKlrjHlI/AAAAAAAAAJA/wQ61S-ln3_k/s72-c/gambar+kursi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8904706543547370625</id><published>2009-11-17T05:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T07:10:01.577-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetensi (SASTRAWAN)'/><title type='text'>CATATAN AWAL KAMPUS NAYLA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKlkyp_grI/AAAAAAAAAIo/3Epv2sBBilc/s1600/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 317px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/SwKlkyp_grI/AAAAAAAAAIo/3Epv2sBBilc/s400/muslimah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405064554289791666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6 Juli 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Great!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku mulai memasuki dunia baru, kampus. Statusku kini bukan lagi siswa ‘abu-abu’, tetapi sebagai genersi intelektual penerus bangsa yang sering mengumandangkan semboyan “Hidup mahasiswa!!”. Bangga tak terkira dengan jabatanku saat ini, mahasiswa. Tentu saja tantanganku tak semudah ketika aku duduk di bangku SMA, kehidupanku sekarang melaju cepat dan menguras otak menjadi sedemikian rupa. Berat.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; But, you’ll know till you have tried&lt;/span&gt; (semboyan di buku tulis). Kuhempaskan keraguanku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That’s all.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13 Juli 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu pekan duduk di kelas besar ini, belum cukup membuat berpuluh-puluh manusia heterogen ini saling mengenal. Tapi, pagi ini cukup membuat seluruh isi ruangan Fakultas Sastra ini terheran-heran. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ok class, let me introduce my self, I’m Febrina. I’m from International High School, South Jakarta. Pleasure to meet you all. &lt;/span&gt;Gue Cuma mau memperkenalkan diri, kalo disini ada&lt;span style="font-style: italic;"&gt; scribe&lt;/span&gt; alias master sastra dari sekolah internasional, yaitu gue. Jadi hari ini gue mau bentuk club sastra. Bagi yang mau ikutan bisa daftar lagsung ke gw, tapi jangan dianggap sepele karena akan ada wawancara supaya club ini memang khusus untuk orang –orang yang berkualitas. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thanks”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelan ludah, heran ternyata ada juga orang yang memvonis dirinya sebagai master??? Sesombong itukah makhluk Allah?? Gatal sekali tanganku sehingga yang 
