<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545</atom:id><lastBuildDate>Tue, 20 Mar 2012 12:40:55 +0000</lastBuildDate><category>Ekonomi</category><category>Kompetensi (EKONOM)</category><category>Islam</category><category>Kompetensi (AHLI LINGKUNGAN)</category><category>RESENSI BUKU</category><category>STC Forum</category><category>Inspirasi STC</category><category>"Author Of The Month"</category><category>Kompetensi (HAFIZH QUR`AN)</category><category>Kader</category><category>Kepemimpinan</category><category>Kompetensi (ENTREPRENEUR)</category><category>Masa Depan</category><category>Pemuda</category><category>Kompetensi (SASTRAWAN)</category><category>Kompetensi (DIPLOMAT)</category><title>Sanggar Tinta Cahaya</title><description>THE HERO OF INDONESIA</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6154063549647852539</guid><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 23:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-25T15:38:26.189-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><title>Hujan Bermaksud</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-16hRceW-uVM/TyCR9H4MH9I/AAAAAAAAAas/O-yHuztKqV8/s1600/hujan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-16hRceW-uVM/TyCR9H4MH9I/AAAAAAAAAas/O-yHuztKqV8/s320/hujan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701717607523819474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: 'Arabic Typesetting'; "&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imron : 190-191)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: 'Arabic Typesetting'; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Maha Suci Allah SWT atas semua kehendak-Nya. Keteraturan yang Dia ciptakan untuk kebaikan dan kebahagiaan makhluk-Nya sungguh tanpa cacat. Atmosfer yang berlapis, matahari yang bersinar dengan kesetiaannya, udara yang berhembus dengan semilirnya, rembulan yang tetap hadir di kegelapan malam, dan semua keajaiban regulasi dunia. Sungguh indah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Lewat ayat pengantar yang dituliskan di atas, maka ada suatu pernyataan yang menjadi landasan logika hikmah kita di dalam mengidentifikasi semua keadaan ataupun kejadian. Bahwa apa yang Allah SWT ciptakan pasti jauh dari kesia-siaan. Ada manfaat, hikmah, tujuan, dan maksud Allah SWT di dalam setiap penciptaan. Tidak ada satupun yang hadir di dunia ini kemudian bernilai sia-sia. Termasuk air - yang di dalam bahasa kehidupan alam disimbolkan dengan hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Air menjadi alat yang sangat vital di dalam kehidupan kita. Baik langsung maupun tidak. Namun, pada saat tertentu “nasib”-nya tidak terlalu baik. Misalnya, dalam musim penghujan. Air yang turun sebagai berkah kenikmatan dari Allah SWT justru disambut dengan cacian, hinaan, dan sesekali menjadi objek kekesalan.Banyak orang justru menggurutu, kesal, marah, sampai mengumpat jika hujan sampai mengganggu aktivitasnya. Sebagai akibatnya, banyak orang sering memiliki harapan agar hujan berhenti sesuai keinginannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Padahal hujan tidak turun dengan iseng. Tidak hadir tanpa maksud. Tidak datang karena siklus alam saja. Tidak turun karena keberatan awan mendung untuk menampung uap air lautan. Setidaknya Al Quran mencatat beberapa maksud Allah SWT di dalam proses terjadinya hujan. Simaklah firman-Nya pada  surat Al Anfal di ayat ke 11 berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: 'Arabic Typesetting'; "&gt;&lt;i&gt;"(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaithon dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu)"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Maka, dari ayat tersebut setidaknya ada empat hal yang bisa menjadi hikmah turunnya hujan bagi orang-orang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; hujan hadir untuk &lt;b&gt;mensucikan manusia&lt;/b&gt;. Sebagaimana kita sering menggunakan media air di dalam ritual &lt;i&gt;thaharah&lt;/i&gt;, Allah SWT menurunkan hujan secara umum untuk membersihkan jasad dan jiwa manusia. Memberikan kesuburan bagi tetumbuhan, sumber air bagi sumur-sumur manusia, meringankan suhu bumi yang semakin tinggi, dan manfaat lain yang masih banyak untuk diambil hikmahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; Allah SWT menghadirkan hujan untuk &lt;b&gt;menghilangkan gangguan-gangguan syaithon&lt;/b&gt; di dalam kehidupan manusia. Sifat-sifat syaithoni yang berasal dari iblis. Dan iblis berasal dari unsur api. Dipadamkan dengan sejuknya air hujan. Dirindangkan dengan deburan air yang hadir membasahi tanah planet manusia. Sehingga hadir kembali nuansa keindahan di dalam alam kehidupan manusia. &lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;hujan Allah cetak &lt;b&gt;untuk memberi kekuatan terhadap hati orang-orang beriman&lt;/b&gt;. Allah SWT ingin menegaskan (kepada orang-orang beriman) bahwa Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang terjadi dan hadir di dunia ini. Segala kenikmatan, rizqi, kebaikan, bahkan kemenangan hanya bisa hadir ketika Allah SWT merestuinya untuk hadir. Bukan karena usaha manusia untuk merekayasanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Dan yang &lt;i&gt;terakhir&lt;/i&gt;, lewat hadirnya hujan, Allah SWT ingin &lt;b&gt;meneguhkan hati para &lt;i&gt;mu’minin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Setelah meyakini bahwa jalan Allah adalah jalan yang benar, orang-orang beriman diberikan suatu keyakinan dan keteguhan untuk terus melangkah di dalam jalur keimanan dan rasa berserah diri secara integral terhadap Allah SWT dan segala keputusan-Nya. Hingga keteguhan itu mampu (dengan izin Allah SWT) untuk melahirkan ketaqwaan dan suatu sikap yang dikenal sebagai &lt;i&gt;furqaan&lt;/i&gt;. Yaitu kemampuan membedakan antara kebenaran Ilahiah dengan keburukan yang bersumber dari bisikan &lt;i&gt;syaithon&lt;/i&gt; meski bertabur dengan gemerlap dunia. &lt;i&gt;Wallahua’lam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 1cm; "&gt;&lt;b style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Ahmad Akbar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6154063549647852539?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/hujan-bermaksud.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-16hRceW-uVM/TyCR9H4MH9I/AAAAAAAAAas/O-yHuztKqV8/s72-c/hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4630470252791382155</guid><pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-05T22:33:43.814-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><title>Siapa Tuhan Sebenarnya ?</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eXV7TQFR9Ew/TwaVoOI0vrI/AAAAAAAAAag/bOl8VcAFksU/s1600/who-is-god.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 315px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eXV7TQFR9Ew/TwaVoOI0vrI/AAAAAAAAAag/bOl8VcAFksU/s320/who-is-god.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694403297078984370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="WordSection1"&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Ketergantungan kita terhadap ideologi supranatural sepertinya sudah boleh dikatakan sebagai suatu fitrah. Betapa tidak, dunia dengan gempuran inovasi teknologi di satu sisi ternyata tetap tidak mempengaruhi laju pertumbuhan filsafat dan metafisika di dunia hingga hari ini. Konsekuensinya, lahirlah banyak varian di dalam dunia pemikiran. Beberapa menjadi “agama” baru bagi masyarakat, beberapa yang lain hilang begitu saja karena tidak mampu menjawab tantangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt; Termasuk ide tentang siapa Tuhan bagi seorang individu atau bagi sekelompok manusia. Sepertinya hal ini bisa dikategorikan menjadi abstrak. Bagaimana tidak, sifat-sifat yang harusnya manusia berikan dalam upaya apresiasi atas keluarbiasaan dan eksistensi Tuhan justru diberikan pada hal yang tidak menunjukkan kedua hal itu. Penghambaan, ketaatan, loyalitas, bahkan totalitas kehidupan seorang manusia bisa begitu mudah disodorkan pada suatu nilai, partai, ideologi, paham, atau tuhan-tuhan semu lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Cukup penting untuk kita mengevaluasi di dalam wilayah jiwa dan ideologi kita tentang siapa Tuhan kita yang sebenarnya. Karenanya juga sangat penting untuk mengetahui cara mengenal Tuhan. Ada pepatah arab yang menyatakan bahwa “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” Dengan kata lain untuk mengetahui Tuhan kita yang sebenarnya, cukuplah kita bertanya pada diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sekurang-kurangnya ada tiga poin yang bisa kita jadikan parameter atas kebertuhanan kita. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; jika dengannya (atau dengan-Nya) kita bisa meraih ketenangan dalam hidup. Hal ini bisa kita sepakati karena sesuatu yang kita anggap Tuhan memiliki indikator bahwa dialah penjamin kehidupan yang sesungguhnya. Karenanya kita merasa tenang. Tidak khawatir, resah, gundah, apalagi gelisah dalam menghadapi kehidupan di sepetak planet mengapung ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt; jika Tuhan kita jadikan tempat untuk berlindung dari segala hal. Kekuasaannya yang meliputi semua kehidupan membuat kita merasa aman dari segala hal yang kita anggap membahayakan. Kemahacerdasannya seakan membuat jaminan terhadap hati kita bahwa kita akan selalu baik-baik saja. Kita akan tetap aman jika kita berlindung padanya. Sebaliknya, kita tidak pernah aman ketika kita tidak berlindung padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Fakta yang menjadi sintesi selalu melahirkan romantika sebagai bumbu pelengkapnya. Kita semua menganggap sesuatu itu Tuhan jika kita termasuk orang-orang yang mencintainya. Hanya saja, secara empiris, definisi mencintai akan berbeda untuk setiap orang. Sehingga mungkin yang lebih mudah untuk dijadikan parameter adalah bagaimana dominasi rasa cinta yang lebih kita kenal dengan istilah rindu. Ada suatu ikatan hati yang bisa dianggap atau dikatakan abstrak tentang kerinduan. Namun, ciri umum tentang rindu tentu saja bersifat global disepakati oleh manusia. Bahwa, ia adalah rasa kehangatan dan kegembiraan jika mendapati komunikasi dengan sesuatu yang dirindukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Setidaknya, dari beberapa variabel di atas, tentu sekarang kita bisa mengevaluasi dan menanyakan dengan sangat jujur, tentang siapa yang kita anggap sebagai Tuhan selama ini. Tentu dia bisa alat yang melambangkan ide kebendaan, atau mungkin suatu alam pemikiran yang kita anggap bisa memenuhi semua varian di atas, atau bahkan kita mendefinisikannya secara bebas (atau terlalu bebas) ide tentang siapa Tuhan yang sesungguhnya. Tapi, mungkin yang jauh lebih penting ditanyakan sekarang, dengan fakta, realita, dan pengaruh akses informasi, adalah “benarkah anda bertuhan pada Tuhan anda sekarang ini ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;text-indent: 14.2pt; "&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Akbar&lt;br /&gt;Bogor, 5 Januari 2012&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4630470252791382155?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/siapa-tuhan-sebenarnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eXV7TQFR9Ew/TwaVoOI0vrI/AAAAAAAAAag/bOl8VcAFksU/s72-c/who-is-god.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4784140168431847690</guid><pubDate>Mon, 02 Jan 2012 21:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-02T14:11:09.881-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ekonomi</category><title>“Termiskinkan”</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-28XVAv7DDt0/TwIrUmEdZII/AAAAAAAAAYc/VU9_sU9VkxE/s1600/Penduduk%2BMiskin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-28XVAv7DDt0/TwIrUmEdZII/AAAAAAAAAYc/VU9_sU9VkxE/s200/Penduduk%2BMiskin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693160511766357122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Kemiskinan yang menjadi kebudayaan adalah pola pikir manusia. Dasar dari keinginan manusia yang tidak mampu memenuhi keinginannya merupakan bentuk baru dari pengerian kemiskinan. Sejak awal kemiskinana adalah ketidakmampuan menusia memenuhi kebutuhan, akan tetapi berangsur&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;hal tersebut menjadi budaya yang terintervensi oleh nafsu atau keinginan yang melampaui batas tiap pribadi manusia. Dari hal tersebut maka tersimpulkanlah pengertian bahwa saat ini kemiskinan adalah keinginan yang tidak mampu terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi; mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;Bangsa indonesia jika kita kembali menengok kebelakang memiliki catatan kebangkitan yang fluktuatif. Awal mula sejarah baru berkuasanya kerajaan majapahit;  kemudian tertindas oleh imperialisme belanda, jepang, inggris, yang sebelumnya dimotori oleh kaum portugis. Bangkit kembali dengan perlawanan para pahlawan dan gerakan-gerakan rakyat. Kembali sejarah terulang dengan keinginan belanda menduduki tanah ini. Maka dengan ketegasan bangsa kita, kita kembali terbebas. Selepas perjuangan itu munculah pengkhianatan-pengkhianatan yang menjadi bibit-biit kehancuran sampai saat ini. Dan bangsa kita masih belum mampu berdiri tegak menghadapi hal tersebut. Ketidakmampuan ini menjadi dasar miskinnya bangsa kita. Hukum alampun terjadi, “yang kuat akan hidup, yang lemah akan mati”. Maka begitu banyak orang-orang yang mati. Mati yang memang mati dalam keadan terhinaan oleh bangsa sendiri. Mereka yang memiliki kekuatan menjadikan kekuasaannya sebagai “brankas” kehidupan mereka. Hasilnya termiskinkanlah rakyat kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi; mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;Disaat bangsa ini memulai sebuah bentuk pengembalian kesadaran bangsa untuk bangkit. Ternyata budaya baru datang mengkerdilkan bangsa kita dengan kata “modernisasi” yang dibungkus kulit “westernisasi”, dan kembali menumbuhkan semangat-semangat imperialisme gaya baru yang biasa disebut dengan neoliberalisme. Bukan sebuh sudut pandang politik yang akan pribadi ambil, namun sebuah sudut pandang manusia yang memanusiakan. Ketiga hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang terlihat wajar dimata rakyat keci sekalipun. Budaya modernisasi dan westernisasi menjadi gengsi untuk mempertahankan eksistensi di dunia. Dalam sebuah buku yang berjudul the clash of civilization oleh Hutington, bahwa antara modernisasi dan westernisasi adalah hal yang terpisahkan. Hal ini menandakan penyerangan kebudayaan telah berasal dari segala arah. Modernisasi yang menjadikan segalanya adalah kebutuhan kita di era global dan westernisasi yang mengajarkan bahwa kiblat peradaban maju manusia kini adalah barat. Maka pola-pola kesederhanaan manusia yang telah terbangun dalam bangsa ita hilang terlunturan. Sehingga pengertian-pengertian baru itu muncul, tentang kemiskinan yang menjadi dasar ketidakpuasan keinginan, tentang alasan seseorang untuk malas berusaha, tentang tngkat gengsi manusia, tentang perbedaan status sosial manusia yang membuat bangsa ini terpecah tak bersatu untuk bangkit. Saat ini sudah tidak adalagi yang saling percaya maka marilah bentuk kepercayaan itu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi; mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: right;text-indent: 36pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font: major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;&lt;b&gt;-Iqbal putera mahari-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: right;text-indent: 36pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font: major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi"&gt;&lt;b&gt;“Hari ini sedang kuliah kesuburan tanah...”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4784140168431847690?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2012/01/termiskinkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-28XVAv7DDt0/TwIrUmEdZII/AAAAAAAAAYc/VU9_sU9VkxE/s72-c/Penduduk%2BMiskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1794069012127245693</guid><pubDate>Sun, 13 Nov 2011 02:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-12T18:03:53.907-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kepemimpinan</category><title>Pahlawan Sejati</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PRPuwlgu4yg/Tr8lYWOaPGI/AAAAAAAAAXI/VPhjpxH_ST8/s1600/unduhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PRPuwlgu4yg/Tr8lYWOaPGI/AAAAAAAAAXI/VPhjpxH_ST8/s320/unduhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674295155723222114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="WordSection1"&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;Badanmu yang ringkih&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="WordSection2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Membuatku tak percaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Kondisi keluargamu yang sulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Membuatku semakin tak percaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Sunyi senyap semua bahasa kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tak melihat alam duniamu yang merana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Jangan beritahu siapa-siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Itu yang kau katakan padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Cahaya lentera yang ada padamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Menyinari rimba dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tak seperti lilin yang akan mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tapi seperti matahari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Menggapai ridho Illahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Bukan ridho manusia atau benda mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Aku bukan siapa-siapa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Bisiknya padaku suatu waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Kini kau telah pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tapi jejakmu tetap disini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Terus menjadi pelangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Sebagai jembatan langit dan bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Tak ada yang tau siapa dirimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Dan seperti apa rupamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Semoga kelak kita bertemu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Dalam satu waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Kembali menuai rindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Bercengkerama dalam kasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Untuk mengobati luka lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Juga janji yang belum kau dapati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Cilandak, 9 November 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1794069012127245693?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/pahlawan-sejati.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PRPuwlgu4yg/Tr8lYWOaPGI/AAAAAAAAAXI/VPhjpxH_ST8/s72-c/unduhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-142173940700998854</guid><pubDate>Sun, 13 Nov 2011 01:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-12T18:00:35.757-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kepemimpinan</category><title>Menanti Orde Pahlawan di Indonesia</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RRwwI7nPIX4/Tr8kgL_iDvI/AAAAAAAAAW8/biFDNo4zzeI/s1600/images%2B%25281%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RRwwI7nPIX4/Tr8kgL_iDvI/AAAAAAAAAW8/biFDNo4zzeI/s320/images%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674294190903791346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; "&gt;Gelombang besar tidak akan muncul sebelum muncul gelombang-gelombang kecil. Begitupun gerak langkah kepahlawanan, tidak akan begitu saja muncul tanpa ada gerakan-gerakan penyulut untuk bangkit, melawan, dan menunjukkan sosok pahlawan. Pahlawan adalah gelar yang disematkan kepada orang-orang hebat, gigih berjuang, dan rela berkorban demi kepentingan umat, bukan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sekilas Kondisi politik dan ekonomi global&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tahun 2011 menjadi tahun bersejarah bagi kawasan Timur Tengah, mengapa tidak, berbagai momen perubahan hadir menyeruak ditengah kesengsaraan rakyat khususnya di Negara yang mempunyai mayoritas rakyat beragama Islam. Berawal dari Tanggal 17 Desember 2010, di depan kantor Gubernur Sidi Bouzidm Tunisia, Muhamed Bouazizi melakukan aksi mengejutkan yaitu membakar dirinya. Tindakan ini dipicu oleh kekesalan Bouazizi atas pengaduan yang tidak direspons. Pagi harinya, barang dagangannya disita aparat kepolisian setempat, bahkan sampai dihina. Efek pembakaran dirinya berujung maut.  Kejadian ini menyebabkan kemarahan warga Tunisia yang diekspresikan melalui tindak kekerasan. Bahkan kemudian menambah tuntutan pendemo agar Presiden Zine El Abidine Ben Ali turun dari kursi kepresidenan. Revolusi Tunisia memiliki efek berantai menjalar ke beberapa negara di Timur Tengah. Revolusi di Mesir, Aljazair, Bahrain, Yaman, dan Libya. Semua perjuangan revolusi tersebut menuntut hal yang sama, turunnya rezim yang telah lama berkuasa. Serta memiliki latar belakang yang sama, Demokrasi, HAM, kebebasan berpolitik dan bernegara terasa nihil di Negara mereka dengan adanya para pemimpin rezim yang telah uzur. Mereka menuntut adanya perbaikan, kemiskinan, masalah ekonomi, rendahnya upah juga korupsi menjadi api penyulut sehingga rakyat tak perlu berpikir lagi untuk melancarkan aksi revolusi penggulingan pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di lain belahan dunia sedang terjadi krisis ekonomi global yang menghantam Eropa dan Amerika. Penurunan peringkat kredit Amerika yang dilansir Standard &amp;amp; Poor’s membuktikan ketidakstabilan fiskal di Amerika. Eropa tak kalah hebohnya, Yunani adalah Negara pertama yang terkena dampak krisis tersebut, aksi massa pun tak terelakkan di Yunani dan juga merambat ke Negara lainnya, sampai aksi massa terparah di Inggris berbentuk kekerasan dan penjarahan. Kondisi teranyar adalah demo anti wall street dan berefek pada ketidakpercayaan warga Amerika pada Bank Konvensional. Banyak nasabah yang memindahkan uang mereka ke koperasi-koperasi yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jelas tersimpulkan bahwa dunia sedang mengalami goncangan dahsyat berupa krisis dalam berbagai aspek yang berimplikasi pada ketidaksejahteraan rakyat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Munculnya Gelombang Kepahlawanan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Seperti yang saya sebutkan dimuka bahwa pahlawan tidak akan muncul begitu saja. Dan kondisi global yang terjadi sedang dan akan memunculkan pahlawan yang dinanti. Kondisi baru-baru ini Partai Islam moderat di Tunisia, Ennahda memenangi pemilu demokratis pertama di Negara tersebut, bahkan sebelumnya Partai AKP Turki pada bulan Juni memenagi Pemilu untuk ketiga kalinya berturut-turut semenjak pemilu pada tahun 2002. Besar kemungkinan Ikhwanul Muslimin akan memenangi pemilu mendatang di Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Semakin nampak gerak kepahlawanan di masing-masing Negara, tinggal kita rinci saja siapa tokoh-tokoh tersebut.Bila pemuda dan rakyat dianggap memelopori revolusi Timue Tengah juga aksi massa Eropa serta Amerika, Turki mempunyai triumvirat yang membuat mereka bangkit, &lt;b&gt;Abdullah Gun, Erdogan&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Ali Babacan&lt;/b&gt;. Bagaimana Indonesia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Krisis Multidimensi Sejak Dulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Jika membicarakan Indonesia, khalayak sudah sangat mengetahui bagaimana kondisi kita pasca reformasi, namun ditengah situasi global yang dijelaskan di muka, berdasarkan statistik pemerintah Indonesia berada pada titik stabil ekonomi, artinya tak terpengaruh krisis ekonomi global yang ada. Namun di tengah stabilitas ekonomi yang ada, tidak sesuai dengan kondisi realita masyarakat bawah, masih saja terpuruk. Ditambah bobroknya penegakan hukum yang terjadi, tingginya angka kriminalitas, maraknya isu SARA yang memunculkan konflik, sampai kasus PAPUA, dan masih banyak lagi. Apa negeri ini dikatakan lebih baik dari negara-negara yang sedang dilanda krisis ekonomi maupun politik. Tentu saja tidak, tetapi sampai kapan kah kondisi ini mereda. Gelombang kepahlawanan yang muncul di pentas global secara tidak langsung akan menyentuh seluruh kawasan di dunia terutama Indonesia. Paling tidak hal itu menjadi harapan akan munculnya Pahlawan Indonesia. Karena sesuatu yang semakin lama tersudut akan menimbulakan kejengahan yang akhirnya meluapkan segala yang ia miliki untuk bisa keluar dari ketersudutan yang ada, bangkit melawan. Akan seperti apa, apakah mengulang masa revousi ’66 atau reformasi ’98.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Orde Pahlawan, sebuah harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Merujuk pada ramalan jawa kuno, Indonesia akan segera mendapatkan pahlawan,&lt;b&gt; &lt;i&gt;S&lt;em&gt;ATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu tokoh pemimpin yang amat sangat religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Yang Maha Kuasa. Dengan selalu bersandar hanya kepada Yang Maha Kuasa, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Tokoh ini akan muncul setelah 6 kepemimpinan yang juga digariskan dalam ramalan tersebut. Bukan berarti kita mempercayai hal ini secara mutlak, tetapi hanya sebagai angin harapan akan hadirnya Orde Pahlawan di Indonesia. Ditambah lagi kebangkitan tenyata terjadi di Negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam semakin menguatkan angin harapan di Negara kita. Al Qur’an berbicara mengenai manusia terbaik alias pahlawan dalam surat &lt;b&gt;Ali Imran :79&lt;/b&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata, “Hendaklah kalian menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata), “Hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbanu, karena kalian selalu mengajarkan Al Kitabdan disebabkan kalian tetap mempelajarinya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt;Imam Al Qurtubi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 150%; "&gt; menjelaskan tentang kandungan ayat ini, &lt;i&gt;“Hendaklah kalian menjadi orang-oarang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karena gelombang kepahlawanan di berbagai belahan dunia telah menunjukkan sosok pahlawan mereka-bagai gelombang kecil- dan tinggal menanti gelombang besar setelahnya yang menandai kelahiran Orde Pahlawan. Wallahu a’lam bishawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bogor, 9 November 2011&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Eko Wardaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-142173940700998854?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/menanti-orde-pahlawan-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RRwwI7nPIX4/Tr8kgL_iDvI/AAAAAAAAAW8/biFDNo4zzeI/s72-c/images%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-5267679999608018373</guid><pubDate>Sun, 13 Nov 2011 01:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-12T17:55:08.462-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kepemimpinan</category><title>Memaknai Pahlawan dan Hari Pahlawan di Era Milenium</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MfPHsY1Z2so/Tr8jYyh9p7I/AAAAAAAAAWw/XITByEQ4jf0/s1600/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MfPHsY1Z2so/Tr8jYyh9p7I/AAAAAAAAAWw/XITByEQ4jf0/s320/images.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674292964298172338" /&gt;&lt;/a&gt;Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November identik dengan acara-acara simbolik mengenang pertempuran di Surabaya yang dimotori oleh para kiayi seperti KH Hasyim Asy’ari dan tokoh muda yang bernama Bung Tomo. Kejadian tersebut menjadi bom semangat bagi rakyat Indonesia di kota lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah, pembakaran Kota Bandung adalah salah satu buah dari ledakkan bom semangat arek-arek Surabaya.&lt;br /&gt; Berdasarkan sejarah, penentuan Hari Pahlawan berasal dari usul seorang Pimpinan PRI Surabaya, ia adalah Sumarsono. Presiden Soekarno kala itu menerima usulan tersebut dengan pandangan latar belakang makna Hari Pahlawan yang dihubungkan dengan revolusi bangga. Sampai saat ini hal itu yang tertanam di benak masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;Sejak SD kita diceritakan mengenai sejarah Hari Pahlawan dikemas dalam kisah perlawanan, tak lupa foto bung Tomo yang sampai saat ini terpajang dalam buku-buku IPS atau sejarah. Alhasil dalam benak masyarakat kebanyakan yang dinamakan Pahlawan adalah mereka yang berjuang di medan pertempuran melawan penjajah baik gugur maupun tidak. Padahal gelar pahlawan nasional tidak hanya disematkan pada mereka yang saya sebutkan diatas saja, ada Ismail Marzuki dalm bidang Sastra, juga Tirto Adhi Soerjo dalam bidang pers. Toh masyarakat sudah terlanjur mendefinisikan pahlawan sesuai cerita yang mereka tangkap di sekolah.&lt;br /&gt;Pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya. Zaman millennium dimana sudah berakhir yang dinamakan penjajahan fisik membuka peluang anak-anak bangsa untuk terjun di pentas global di berbagai bidang; olahraga, seni, sains, dan lainnya. Tentu untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Dan terbukti sudah banyak prestasi Indonesia yang ditorehkan di bidang Sains, beberapa tahun kebelakang siswa-siswi Indonesia memenangkan olimpiade Fisika di tingkat Asia dan Internasional. Itu salah satunya, belum lagi ada seorang anak SMP-Arrival Dwi Sentosa yang bisa membuat antivirus yang dinamakan ARTAV pada tahun 2011, dan banyak lagi presatasi di berbagai bidang lain.&lt;br /&gt;Apakah mereka bukan pahlawan? padahal mereka mengharumkan nama bangsa di mata dunia, membuat produk orisinil Indonesia dan bermanfaat bagi khalayak serta sesuai dengan definisi yang ada mengenai pahlawan. Walaupun belum mendapat gelar simbolik sebagai Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;Hal ini perlu mendapat perhatian besar bagi pemerintah dan kita semua, dimana era millennium pemaknaan Pahlawan dan Hari Pahlawan harus sudah digeser tanpa menafikkan sejarah 10 November, untuk memperkenalkan pahlawan-pahlawan baru Indonesia,  untuk tak terjebak dalam masa lalu saja. Bung Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”&lt;br /&gt;Karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, maka di setiap zaman pasti mempunyai pahlawan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 8 November 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Eko Wardaya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-5267679999608018373?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2011/11/memaknai-pahlawan-dan-hari-pahlawan-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MfPHsY1Z2so/Tr8jYyh9p7I/AAAAAAAAAWw/XITByEQ4jf0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8620973875603301173</guid><pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-27T21:05:25.677-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pemuda</category><title>Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian*</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1Jxw2r3FNDc/TqoqAMKSNkI/AAAAAAAAAWk/DVmy_NQhTTk/s1600/pemuda.jpg.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1Jxw2r3FNDc/TqoqAMKSNkI/AAAAAAAAAWk/DVmy_NQhTTk/s320/pemuda.jpg.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668389263751919170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Pemuda, kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga khlayak. Kata tersebut terdengar sampai seantero Indonesia ketika momentum sumpah pemuda 1928, kemerdekaan 1945, dan reformasi 1998. Bahkan kata tersebut sering dihubung-hubungkan dengan perubahan dan cita-cita. Namun sesungguhnya apakah pemuda? Siapa yang menyandang gelar pemuda, umurkah yang menentukan? Dan bagaimana profil pemuda ideal yang tentunya disukai Allah? Mari kita kupas tentang pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Identitas dan Keistimewaan Pemuda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Banyak yang menyatakan pemuda sebagai agent of change, kenapa? Karena pemuda adalah harapan bangsa, ia adalah agen-agen perubah di negerinya berada. Tapi lebih dari itu, pemuda bak motor gerakan sebuah entitas yang ingin selalu membuat perubahan demi terciptanya cita. Lalu seperti apa identitas pemuda? “Umur dan watak adalah dua unsur penting dalam identitas pemuda sekaligus pembeda dengan golongan lainnya : kaum tua, balita, anak-anak, dan remaja.” Ujar Mi’raj Dodi Kurniawan, seorang mantan aktifis Islam Bandung. Umur, sebagian pihak mengelompokkan antara umur 25 dan 35 sebagai pemuda, ada juga pihak yang menyatakan pemuda berada diantara umur 20 sampai 45. Jika kita melihat umur yang dikelompokkan, pemuda bisa digambarkan sebagai kaum yang energik, mempunyai fisik prima dan bertenaga sedangkan yang lemah dan tak bertenaga adalah kaum tua. Berbanding lurus dengan unsur yang kedua, watak, pemuda memiliki watak pendobrak tatanan layaknya Nabi Musa yang melawan kesewenang-wenangan Fir’aun, dan kaum tua cenderung berwatak anti perubahan dan mempertahankan status quo seperti para rezim otoriter pada umumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Deskripsi diatas menunjukan identitas sekaligus keistimewaan pemuda, yang secara tegas terdapat dalam ayat di bawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;“…Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan penguasa)…” &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;(QS Al Kahfi : 13-14)&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Terdapatnya keistimewaan tersebut, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa pemuda tidak pantas jika hanya disebut sebagai agent of change tetapi mereka lebih pantas disebut director of change (pengendali perubahan), karena sangat berbeda seorang agen (aktivis biasa) dengan director (tokoh) namun dengan syarat memenuhi profil pemuda ideal yang disukai Allah (karena pemuda dalam Islam adalah pemuda yang dicintai Allah). Seperti yang dikutip dalam buku “Menyiapkan Momentum”-nya Rijalul Imam, diantaranya adalah meningkatkan rasa tanggung jawab, memiliki kebanggaan dengan Islam, baik dalam memahami Islam, melayani masyarakat, mengajak ke jalan Islam, membekali diri dengan ilmu, memiliki rasa solidaritas dengan sesamanya, waspada diri dari fitnah, pakai perhitungan, dan tidak terburu-buru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tantangan Hari Ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Dengan profil diatas pemuda di masing-masing zamannya telah membuktikan bahwa mereka pantas disebut sebagai pengendali perubahan, sebut saja Hasan Al Banna dan Mohammad Natsir. Pertanyaannya, bagaimana di zaman ini, setelah lebih dari 10 tahun momentum reformasi. Dimana kaum muda? &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Plato&lt;/b&gt;, seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“Nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada didalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.”&lt;/i&gt; Itulah gambaran sebagian besar pemuda zaman sekarang, yang terjerumus dalam hegemoni kenikmatan, yang katanya ingin mengalihkan kekuasaan dari kaum tua. Tiga tahun silam Sultan HB X menantang pemuda untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka. Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan lewat Sumpah Pemuda tahun 1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Sudah tiga tahun tantangan tersebut berlalu, namun belum ada yang bisa menjawab dan membuktikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan, harusnya pemuda menjadi sadar dan tertantang bahwa mereka harus bergerak, keluar dari gua yang gelap, jauhkan diri dari zona kenyamanan. Pemuda harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak untuk memenuhi profil ideal pemuda yang disukai Allah, bahkan seorang mujadid abad ke-20, &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Imam Syahid Hasan Al Banna&lt;/b&gt; mengatakan dalam ”Wajibatul Akh”-nya di Risalatu Ta’lim, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;”Hendaklah kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas dirimu, hingga tongkat kepemimpinan itu diserahkan kepada kalian yang memiliki kualitas.”&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Pembuktian para pengendali perubahan masih ditunggu sampai hari ini, sebentar lagi di bulan ini kita akan memperingati kembali hari Sumpah Pemuda. Jangan sampai idealism pemuda hanya sebatas kelihaian wacana saja, tetapi butuh pembuktian dengan membumikan idealisme tersebut. Wahai para pemuda mari sama-sama kita renungkan kembali makna dan falsafah perjuangan Sumpah Pemuda, wahai para pengendali perubahan, bangkit dan ubah stempel di wajahmu yang hanya bertuliskan agen perubahan. Karena realita pemuda masa kini menunjukan hari esok suatu bangsa, maka mulailah untuk berkarya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Aktivis Kepemudaan dan Kemahasiswaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;*Repost :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Tulisan ini dibuat tahun 2009 (saat ini disesuaikan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-bottom: 10pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Pernah dimuat di kammi-komisariat-aka.blogspot.com dan majalah BURET Makro LDK KMA Edisi1/Oktober 2009/Syawal 1430 H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8620973875603301173?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/pemuda-pengendali-perubahan-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1Jxw2r3FNDc/TqoqAMKSNkI/AAAAAAAAAWk/DVmy_NQhTTk/s72-c/pemuda.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-808721965760295786</guid><pubDate>Fri, 28 Oct 2011 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-27T21:03:20.411-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pemuda</category><title>Sumpah Pemuda 1928 , Sebuah Visi  Bukan Sekedar Romantisme</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zg7EYKxIgkw/TqoowvOvCBI/AAAAAAAAAWY/tEP4PlArltg/s1600/17750banner01_sumpah-pemuda.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zg7EYKxIgkw/TqoowvOvCBI/AAAAAAAAAWY/tEP4PlArltg/s320/17750banner01_sumpah-pemuda.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668387898776291346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Delapan puluh tiga tahun silam ketika Indonesia masih berada dalam kekangan kolonial, para pemuda yg tergabung dlm Kongres Pemuda II merumuskan sebuah lompatan besar untuk Indonesia, sebuah mimpi masa depan Indonesia, yaitu Kemerdekan Republik dalam makna dan semangat persatuan. Sebuah makna yang tak di sadari generasi pemuda saat ini dan sebuah semangat yang dilakukan setengah hati oleh pemuda saat ini. Setiap tahun setelah Indonesia merdeka, tanggal 28 Oktober menjadi hari peringatan Sumpah Pemuda, banyak kegiatan dilakukan untuk memperingati momentum bersejarah itu, diantarangnya seminar, kajian, renungan, dan lain-lain yang intinya bertemakan semangat sumpah pemuda, dengan harapan untuk selalu menjaga dan atau membangkitakn semangat pemuda Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Seperti yang disebutkan di muka, berbagai peringatan seremonial yang ada seperti sebuah komedi atau teater sejarah, diadakan setiap tahun dengan berbagai konten pengulangan yang tak menghasilkan apa-apa. Maka disinilah perlunya kita mendalami makna dan semangat persatuan dalam konteks kemerdekaan Republik sehingga kita dapat mengurai mengapa makna persatuan tak di sadari dan semangat persatuan hanya setengah hati dilakukan para pemuda saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Moh Hatta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; dalam pidatonya yang berjudul &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;“Pemuda Indonesia dan Politik”&lt;/i&gt; memberikan beberapa alasan mengapa pemuda Indonesia kala itu-masa pra kemerdekaan, tidak seperti kebanyakan pemuda-pemuda Eropa yang memuaskan dahaga muda&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dengan hanya bersekolah dan bermain. Ia mengatakan bahwa pemuda Indonesia tidak mendidik dirinya sendiri, melainkan dididik dalam kondisi dan situasi dimana ia tumbuh berkembang dan dalam masyarakat dimana ia berada. Artinya ada ruang kesadaran yang terbuka dalam benak pemuda kala itu, bahwa mereka terjajah dan mereka ingin merdeka. Sehingga tersimpulkan suatu cara untuk meraih kemerdekaan, yaitu mereka harus bergerak bersama, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Makna persatuan ini yang menjadi cikal bakal kehadiran berbagai kelompok pemuda dari berbagai daerah dalam Kongres Pemuda II dan semangat persatuan ini yang akhirnya membuat para pemuda itu mengikrarkan kesetiaan terhadap Ibu Pertiwi. Lebih dari itu hal inilah yang membawa Indonesia merdeka sampai terbentuk Negara Kesatuan. Sebuah lompatan besar akibat kran-kran kesadaran yang terbuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tetapi hari ini memperlihatkan kondisi dimana banyak para pemuda enggan untuk memikirkan Negara, mereka lebih senang memuaskan dahaga muda, sangat kontradiktif dengan masa Kolonial. Mereka secara tidak sadar telah terelenggu oleh sebuah penjajahan non fisik yang melestarikan budaya kolonial, yaitu individualisme. Padahal era globalisasi menuntut pembacaan yang berbeda terhadap kondisi &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;zaman, maka perlu dilakukan revolusi cara pandang dalam diri para pemuda, revolusi yang akan menghasilkan kesadaran bahawa Indonesia hari ini pun masih belum merdeka dalam makna definitifnya. Pembukaan ruang penyadaran yang tak bisa dilakukan hanya satu hari-ketika memperingati Sumpah Pemuda 1928, yang juga tidak bisa dilakukan dalam satu wadah apalagi hanya menjadi rutinitas “bermesraan” dengan sejarah, namun setiap waktu sehingga semangat Sumpah Pemuda menginternalisasi sebagai visi bangsa ke dalam individu para pemuda. Dengan cara apa? &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Budaya membaca dan diskusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bogor, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;27 Oktober 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aktivis Kepemudaan dan Kemahasiswaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-808721965760295786?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/sumpah-pemuda-1928-sebuah-visi-bukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zg7EYKxIgkw/TqoowvOvCBI/AAAAAAAAAWY/tEP4PlArltg/s72-c/17750banner01_sumpah-pemuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1722306785466097441</guid><pubDate>Fri, 28 Oct 2011 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-27T20:51:52.451-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pemuda</category><title>Dimana Kaum Muda???*</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MUHiarEZHVo/Tqom0Z8NJHI/AAAAAAAAAWM/yZN82SBFLbw/s1600/Pemuda-Remaja.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MUHiarEZHVo/Tqom0Z8NJHI/AAAAAAAAAWM/yZN82SBFLbw/s320/Pemuda-Remaja.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668385762757649522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Mungkin itu kalimat yang sering kita dengar, namun tak ada yang bisa benar-benar menjawab pertanyaan tersebut. Hanya kita sendiri sebagai kaum muda yang bisa menjawabnya. &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Plato&lt;/b&gt; mengatakan bahwa “&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada didalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.”&lt;/i&gt; Itulah gambaran sebagian besar kaum muda zaman sekarang. Termasuk kita, kaum intelektual. Kita yang terjerumus dalam hegemoni kenikmatan, kita yang ingin mengalihkan kekuasaan dari kaum tua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Tiga tahun silam &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Sultan HB X&lt;/b&gt; menantang kaum muda untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka. Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan lewat Sumpah Pemuda tahun 1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Lagi-lagi hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:justify;text-justify: inter-ideograph;text-indent:36.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan, harusnya kita menjadi sadar dan tertantang bahwa kita harus bergerak, keluar dari gua yang gelap jauhkan diri dari zona kenyamanan. Kita harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak. Kita telah diberikan waktu dan kekuatan oleh Tuhan untuk membuat sebuah pilihan. Sebuah pilihan yang benar- benar menentukan. Inilah saatnya kita sebagai kaum intelektual menjawab segala tantangan termasuk tantangan dari Sultan untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia… Tunjukan idealisme kita sebagai anak Ibu Pertiwi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:right; line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Eko Wardaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:right; line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;Aktivis Kepemudaan dan Kemahasiswaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="margin-bottom:10.0pt;text-align:right; line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;*Repost : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Tulisan ini dibuat pada tahun 2008 (disesuaikan untuk saat ini) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;- Pernah dimuat di kammi-komisariat-aka.blogspot.com dan kaderisasikammibgr.multiply.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1722306785466097441?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2011/10/dimana-kaum-muda.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MUHiarEZHVo/Tqom0Z8NJHI/AAAAAAAAAWM/yZN82SBFLbw/s72-c/Pemuda-Remaja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6270036041713766894</guid><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-23T21:01:33.989-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kader</category><title>Wisuda VS Jilbab-Antara Ideologi dan Kompetensi-</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAVFDzF4dUI/AAAAAAAAAQA/f5f0THTlJxE/s1600/1_422202470l.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAVFDzF4dUI/AAAAAAAAAQA/f5f0THTlJxE/s400/1_422202470l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477860453322880322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Nah…begini kan cantik kamu nak!”&lt;br /&gt;“Puspa ga mau begini Ma….jilbab puspa kok dimasukin toga. Ga rapi malah. Ga syari lagi”&lt;br /&gt;“Halah….biarin. yang penting kamu kelihatan cantik hari ini. Kan wisuda ini momentum paling bagus buatmu.”&lt;br /&gt;“Iya..tapi Ma…”&lt;br /&gt;“Udah ah…ngebantah terus kamu. Sana gabung sama temen-temenmu. Pasti mereka terpukau lihat kamu”&lt;br /&gt;…………………………………………………………………………………………………..&lt;br /&gt;“Assalamualaikum Bun….”&lt;br /&gt;“Alaikumussalam warahmatullah….Murni sayang, Bunda minta maaf ya nak, ga bisa hadir di wisudamu. Kamu sudah terima jilbab yang Bunda kirim kan? Bagus ga ?”&lt;br /&gt;“Bagus Bunda. Cantik ! Murni suka. Panjang dan tebal Murni terasa makin anggun pakai jilbab dari Bunda. Murni juga merasa aman karena jilbab ini menutupi sebagian besar toga”&lt;br /&gt;“Dan pastinya putri Bunda lebih cantik. Sukses ya sayang. Semua mendoakan dari rumah. Jangan lupa foto wisudamu. Wassalamualaikum”&lt;br /&gt;“Alaikumussalam warahmatullah….”&lt;br /&gt;…………………………………………………………………………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih dua percakapan unik itu yang sering kita jumpai pada hari penting wisudawan. Khususnya wisudawati. Mungkin para pembaca akan lebih sering menemui hal-hal yang serupa dengan kedua peristiwa tadi. Tepatnya bentuk pergulatan antara sebuah keyakinan dengan realita kehidupan yang memang tidak semulus jalanan ibukota. Saat-saat dimana sikap, yang menjadi representasi atas semua ideologi yang kita pegang kuat, harus dihadapkan pada situasi yang menabrak konsistensi prinsip hidup manusia. Menarik…sangat menarik.&lt;br /&gt;Saudaraku, kejadian di atas hanyalah sekelumit realita kehidupan yang ada di antara rimba semesta. Situasi tadi hanyalah satu dari sekian banyak episode dunia yang membuktikan adanya godaan untuk menggoyang seberapa kuat konsistensi kita dalam memegang prinsip kehidupan. Dengan kalimat keimanan, bisa dikatakan kejadian di atas adalah bukti ujian-ujian hidup akan selalu menimpa manusia pada level keshalihan manapun.&lt;br /&gt;Tentulah ilustrasi di atas jauh dari upaya untuk mendakwa atau menyalahkan. Tapi marilah kita melihat lebih dalam lagi. Prinsip hidup setiap muslim yang bersumber dari keimanan akan selalu mengalami rayuan atau godaan. Tidak bisa tidak. Hal ini adalah sebuah janji yang sudah jauh-jauh hari diberitahukan-Nya kepada manusia. Simaklah dalam firman Allah SWT berikut ini&lt;br /&gt;“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. Al Ankabuut :1-3)&lt;br /&gt;Hanya saja sikap sebagai akibat dari ujian itulah yang membuat derajat keimanan manusia berbeda-beda di hadapan-Nya. Karena sikap inilah yang, sekali lagi, benar-benar menunjukkan kedalaman pengetahuan dan keyakinan atas iman yang sudah diupayakan. Banyak manusia gagal mempertahankan semua aspek ideologis yang telah dipupuk dalam hati ketika semua bahan bakar hidup itu dihadapkan untuk menyelesaikan keadaan hidup. Padahal saat itu adalah waktu untuk membuktikan kompetensi dari idealisme, paham, atau apapun yang kita sebut sebagai prinsip hidup.&lt;br /&gt;Kesenjangan antara ideologi dan kompetensi yang terjadi tidak akan mengakibatkan apapun selain membuat goyah struktur keyakinan manusia. Secara umum untuk objek di luar manusia tersebut (manusia lain, yang berinteraksi dengannya) dan secara khusus akan sedikit demi sedikit melunturkan idealisme dan keyakinan bagi penganutnya. Banyak peristiwa yang akan selalu meminta bukti kompetensi dari Islam yang kita anut. Di saat itulah pertarungan yang sesungguhnya akan terbukti. Karena kita semua pahami bahwa risalah ini hanya berisi kebenaran.&lt;br /&gt;Dakwah Islam yang semakin menyebar saat ini tentu haruslah menjadi jawaban atas semua pertanyaan kehidupan manusia. Dalam sektor apapun dan spektrum kehidupan sekecil apapun. Mulai kehidupan individu maupun dalam skala negara. Dari bidang ekonomi sampai pada politik. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempertahankan izzah (harga diri) keislaman kita. Karenanya setiap kemungkinan bisa terjadi. Berhasil ataupun gagal menjadi peluang pilihan yang sama kuat. Dari sini mari kita mulai dari akhir agar kita mampu memvisualisasikan konsekuensi yang akan didapat. Kalaulah Islam secara komprehensif bisa membuktikan kompetensi sistemiknya dengan baik tentu akan melahirkan tingkat kepercayaan, keyakinan, dan ketertarikan manusia untuk berislam dengan benar. Lebih lanjut lagi Islam akan mampu menjadi sistem hidup yang secara sadar dan ikhlas diadopsi dengan utuh. Namun bagaimana jika semua hal itu tidak terjadi ? Dengan kalimat sederhana tentu kontradiksi yang akan terjadi. Jika demikian apa pilihan kita sebagai umat Islam ? (AA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6270036041713766894?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/wisuda-vs-jilbab-antara-ideologi-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAVFDzF4dUI/AAAAAAAAAQA/f5f0THTlJxE/s72-c/1_422202470l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1865052254713453061</guid><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-23T21:01:56.107-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kader</category><title>Pemuda yang Membangun Raksasa</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAU4cgUpESI/AAAAAAAAAPw/UGdbewsvP4w/s1600/1396746066_44f62f996e.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAU4cgUpESI/AAAAAAAAAPw/UGdbewsvP4w/s400/1396746066_44f62f996e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477846584130081058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;200 tahun yang lalu, Napoleon,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sepulang dari China dia berkata, "Lihat, China adalah raksasa yang sedang tidur. Biarkan mereka tidur. Biarkan mereka tidur. Karena pada saatnya mereka terbangun, seluruh dunia akan terguncang."&lt;br /&gt;Sekarang, abad 21, raksasa China telah terbangun, dan seluruh dunia terguncang hebat.&lt;br /&gt;lantas bagaimanakah seandainya sang Panglima besar perancis itu sempat mampir ke INDONESIA? saya bisa membayangkan paras muka sang Napoleon akan lebih takjub melihat bangsa ini, dan mungkin dia akan berkata "Lihat, INDONESIA adalah RAKSASA BESAR yang sedang tidur. Biarkan mereka tidur, bahkan berikan mereka obat tidur dosis tingggi, agar tidak akan pernah bangun dari tidurnya. karena pada saatnya mereka terbangun, SELURUH DUNIA AKAN BERGUNCANG HEBAT"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang, setelah masa penjajahan telah berlalu, orde lama telah usai, orde baru telah terkubur, dan masuk kedalam orde PALING BARU (baca: reformasi), RAKSASA ini masih saja tidur. walaupun berbagai gangguan dalam bentuk musibah, kehancuran, kemunduran dan bencana datang silih berganti RAKSASA ini masih sja tidur. apakh gangguan diatas tidak sanggup membangunkan bangsa ini, ataukah obat tidur dosis tinggi memang sudah disuapkan kedalam tubuh RAKSASA ini sehingga tak lagi dapat tersadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAKSASA ini terlalu pulas dalam tidurnya, dibutuhkan manusia-manusia hebat yang mau membangunkannya, manusia yyang senantiasa gelisah karena sang RAKSASA tidak kunjung bangun dari tidurnya, membangunkannya dengan metode baru, hal yang lebih menggetarkan dan lebih tinggi dosisnya. sebenarnya RAKSASA ini tertidur karena kesadarannya belum kembali, belum kembali setelah ditimang manja oleh kekayaan alamnya, setelah dibius dengan rancun pembodohan ala para penjajah.untuk membangunkannya hanya ada satu cara, yaitu mengembalikan kesadarannya, dengan MENYADARKAN SANG RAKSASA.&lt;br /&gt;lantas siapa manusia-manusia hebat yang akan MENYADARKAN si RAKSASA ini? mereka adalah para PEMUDA yang dimiliki bangsa ini!!!&lt;br /&gt;kenapa para PEMUDA? karena mereka satu-satunya manusia yang mempunyai obat-obat yang dapat membangunkan RAKSASA tidur, obat-obat ini adalah sifat, sikap, pikiran dan idealisme meraka. mereka dipenuhi kekuatan keimanan, keikhlasan, semangat dan amal, dan semua ini melebur menjadi satu membentuk karakteristik utama para pemuda. Dasar keimanan adalah hati yang cemerlang, dasar keikhlasan adalah nurani yang bersih, dasar semangat adalah perasaan yang kuat, dan dasar amal adalah tekad yang membaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah pemeran utama dalam setiap lakon pergolakan sejarah di berbagai penjuru dunia. mereka selalu tampil di garda terdepan sebuah perubahan sejara, menjadi inisiator, dinamisator, proklamator, motivator, inspirator dan EKSEKUTOR PERUBAH. dan sejak awal lahirnya si RAKSASA para pemudalah, yang terus mencoba tapa henti membangunkan si RAKSASA, hingga kini si raksasa berumur 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejarah panjang bangsa ini, setidak-tidaknya dalam hitungan abad ini, ditandai dengan kelahiran generasi demi generasi pada setiap persimpangan sejarah. Jika generasi 98 berhasil menumbangkan Orde Baru, maka generasi 66 berhasil mengakhiri Orde Lama.&lt;br /&gt;Dalam (puisi) "Sebuah Jaket Berlumur Darah" Taufik Ismail melukiskan suasana kepahlawanan itu:&lt;br /&gt;Sebuah jaket berlumur darah&lt;br /&gt;kami semua sudah menatapmu&lt;br /&gt;telah berbagi duka yang agung dalam kepedihan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kita menyusuri sejarah bangsa ini lebih jauh, kita akan bertemu dengan generasi 45 yang mempelopori perjuangan kemerdekaan. Dan lebih jauh ke belakang, ada generasi 28 yang mempelopori persatuan nasional dalam simbol tanah air, kebangsaan dan bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda. Lebih jauh lagi, kita akan bertemu dengan generasi 1900-an yang mempelopori kebangkitan nasional. Semua angkatan itu lahir silih berganti sampai datang angkatan 1998. Dan mereka lahir pada titik persimpangan sejarah dan memberi arah bagi perjalanan bangsa kita. Mereka selalu muncul sebagai pelopor, menghentikan kesunyian sejarah dan mengobarkan api kehidupan.&lt;br /&gt;namun ada fakta menyakitkan yang kita semua rasakan, rupanya para PEMUDA bangsa ini juga sedang TERTIDUR!!!&lt;br /&gt;maka, aku serukan kepada seluruh PEMUDA INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BANGUNLAH KAWAN!!!SIAPA LAGI YANG KAU HARAPKAN MEMBANGUNKAN BANGSA INI? HANYA ENGKAU YANG BISA MEMBANGUNKAN BANGSA INI KAWAN! BANGUNLAH!!! BANGUNLAH!!! DEMI IBU PERTIWI YANG SEDANG MANGIS DARAH DI KURSI PERISTIRAHATANNYA, ATAU UNTUK PARA PAHLAWAN YANG MERATAP SEDIH DI PERISTIRAHATAN TERAKHIRNYA. DEMI ALLAH SAUDARAKU, JIKA ENGKAU TIDAK JUGA BANGUN, MAKA BERSIAPLAH ENGKAU MENHADAPI TIKAMAN DARI DALAM SELIMUT, YANG AKAN MEMBUATMU TERTIDUR SELAMANYA"&lt;br /&gt;belum kering dari ingatanku sebuah kisah tentang percakapan seorang pengusaha asal singapura dengan seorang pribumi di bandar lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si pengusaha berkata&lt;br /&gt;"Your country is so rich!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia", "Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world", "Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia. 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat." "Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras". "Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."&lt;br /&gt;SADARLAH PARA PEMUDA, BANGSA INI MENUNGGU KALIAN!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadian Faris Azhar&lt;br /&gt;KDS KAMMI IPB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1865052254713453061?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/pemuda-yang-membangun-raksasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAU4cgUpESI/AAAAAAAAAPw/UGdbewsvP4w/s72-c/1396746066_44f62f996e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8291173343753990561</guid><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 15:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-23T21:02:08.886-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kader</category><title>Mengkristalkan Budaya Pengetahuan untuk Kecemerlangan Indonesiaku</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAUuFWbAMLI/AAAAAAAAAPg/ossHunUzwus/s1600/green-water.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAUuFWbAMLI/AAAAAAAAAPg/ossHunUzwus/s400/green-water.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477835191219138738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;“Negeri berjuta potensi” mungkin inilah sebutan yang paling menarik untuk negeri ditengah untaian katulistiwa ini. Sumber dayanya yang begitu berlimpah, Budayanya yang amat beragam, keindahan alam yang memesona, coba kita lihat keanekaragaman hayatinya “Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, yang berupa sumber daya alam yang berlimpah baik di daratan maupun perairan, lebih dari 25.000 jenis (spesies) tumbuhan berbunga dan berbiji terdapat di hutan alam yang tersebar di Indonesia. Negara Indonesia yang juga menduduki peringkat kedua Dunia dalam hal keanekaragaman hayati, mempunyai peluang sekaligus tantangan tersendiri untuk mengembangkan ekowisata secara serius.  Belum lagi kekayaan di bawah laut, dimana dua pertiga wilayah Indonesia yang berupa perairan memiliki kurang lebih 17.508 pulau dan berjuta-juta hektar taman laut.” (kabarindonesia.com) keaneka ragaman itu merupakan Sumberdaya yang terbarukan dan takkan pernah habis jika dijaga dan dikelola. Maka jika ada bertanya tentang negeri nan indah ini rakyatnya dengan bangga berkata “Inilah negeri yang berpotensi menjadi Negara kaya, besar, maju, bahkan berkuasa.” Karena memeng syarat-syarat berdirinya sebuah bangsa yang besar sesungguhnya sudah lama tertanam disini. Meski akhirnya harus kita akui bahwa semua itu hanya potensi yang tak akan pernah berguna jika tidak termanfaatkan dengan optimal. Maka aku lebih senang berkata “inilah Indonesiaku negeri besar yang masih kecil, negeri kaya yang  belum sejahtera, negeri kuat yang tak pernah ditakuti”&lt;br /&gt;Pengalaman sejarah yang menawan,  kekayaan alam yang melimpah, wilayak geografis yang sempurna, potensi manusia yang luar biasa merupakan sebagian bukti akan Istimewanya negeri ini. Meski semuanya itu merupakan syarat-syarat kejayaan bagi sebuah bangsa, Namun satu lagi syaratnya adalah budaya ilmu dan pengetahuan. Boleh jadi inilah yang menjadi pengahambat bangsa ini dalam membagun kecemerlangannya. Karena tanpa ini sejarah hanyalah kisah yang tak pernah menjadi pambelajaran. Tanpa pengetahuan, Kekayaan alam tak akan mampu dikelola dengan baik sehingga menimbulkan kesenjangan social yang tak diterima oleh logika. Tanpa pemahaman wialyah geografis yang strategis pun tak terberdaya. Dan tanpa ilmu manusia tak lebih dimuliakan dibanding makhluk lainya. Maka salah satu syarat lagi yang harus kita penuhi adalah budaya pengetahuan dan mencari Ilmu.&lt;br /&gt;Membangun dan mengembangkan ilmu merupakan salah satu bentuk nyata dalam megoptimalkan potensi negeri ini. Maka bukan dengan kekuasaan militer kerajaan fir’aun abadi pesonanya, namun ada pondsasi ilmu yang menopang kuat negerinya. Bukan kekuatan militer yang membuat negeri jepang kini bangkit tetapi topangan ilmu pengtahuan yang mebuatnya meguasai teknologi. Bukan hanya kekuatan militer yang membuat peradaban islam dahulu didisegani tetapi penguasaan ilmu dan teknologilah yang membuat mereka juga dihormati bahkan dikagumi.&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan pengtahuan, ilmu-ilmu dasarlah yang akhirnya menjadi penopang atas berkembangnya ilmu-ilmu terapan. Maka Presiden Cina Jiang Zemin ketika diwawancarai majalah Science tahun 2000 menekankan, tidak akan ada bom atau reaktor nuklir jika tidak ada teori kuantum (ilmu fisika). Dan teknologi rontgen pun berkembang setelah penemuan sinar-x, yang kemudian teknologi rontgen akhirnya banyak dimanfaatkan dalam bidang kedokteran yang juga merupakan terapan dari ilmu biologi. Sedangkan ilmu fisika terus dikembangkan dengan matematika sebagai tumpuan utamanya. begitulah ilmu-ilmu dasar menjadi tumpuan utama dalam pengmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini kimia, fisika, biologi, matematika, statistika, Astronomi, geometeorologi, merupakan sebagian ilmu dasar yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Maka dapat kita lihat bagaimana kesemua cabang ilmu ini berkembang dengan baik di Negara-negara maju. Namun sesuatu yang menyedihkan, hal itu tidak terjadi di negeri ini.&lt;br /&gt;Ilmu terapan yang terus dikembangkan tanpa memperkuat ilmu dasar tidak akan terbangun menjadi suatu kerangka pengetahuan yang kokoh. Maka inilah yang menyebabkan perkembangannya menjadi lambat. Namun ilmu dasar pun tak banyak berguna jika tidak didukung oleh pengembangan ilmu terapan. Maka dari teori kuantumlah lahir teknologi-teknologi yang menakjubkan mulai dari elektronika hingga nuklir yang sangat bermanfaat jika digunakan untuk pengembangan potensi negeri ini. Maka berkat teori optiklah berbagai teknologi kamera dikembangkan yang kini dipadukan dengan elektronika dengan teori kuantumnya menciptakan kamera digital. Sedang perkembangan elektronika pun kini menuju digital yang perkembangannya didasari atas ilmu Algoritma dan pemrograman yang juga merupakan bagian dari ilmu dasar. Maka sesunggunya ilmu dasarlah yang menjadi katalis bagi perkembangan semua cabang ilmu yang ada.&lt;br /&gt;Untuk itu jika aku ditanya bagaimana  menjadikan Indonesia yang besar dan istimewa, kaya dan sejahtera sejahtera, kuat dan ditakuti. Aku akan mejawab “dengan mengkristalkan budaya pengetahuan”. Pengkristakan adalah upaya memadatkan suatu zat hingga fase terkuat ketika ia akan sulit untuk dikembalikan fase sebelumnya meski ada cara untuk itu. Meski tak hanya dengan ini, namun inilah syarat mutlaknya yang harus aku wujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmad Yasin_BMM KAMMI Izzal&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://kammiipb.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8291173343753990561?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/06/mengkristalkan-budaya-pengetahuan-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/TAUuFWbAMLI/AAAAAAAAAPg/ossHunUzwus/s72-c/green-water.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4268242438796944217</guid><pubDate>Sun, 23 May 2010 15:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T09:22:24.773-07:00</atom:updated><title>Selaksa Kehidupan Disini</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S_lWGUAa4RI/AAAAAAAAAPY/KolqWRGXi8U/s1600/ShowLetter_010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S_lWGUAa4RI/AAAAAAAAAPY/KolqWRGXi8U/s400/ShowLetter_010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474501488495223058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subhanallah mungkin hal-hal semacam ini yang membuat seseorang bisa bertahan. Sebuah organisasi yang mungkin tidak dikenal oleh banyak orang kecuali mereka yang hampir nyerempet2 ke islam dan siyasah. Sangat bisa dirasa diraba dan dilihat orang-orang macam apa yang masuk kedalamnya. Mereka beragam tapi sesungguhnya hampir sama. Mereka berbeda tapi sesungguhnya hampir mirip. Tidak mudah untuk bertahan disana kecuali mereka yang tulus dan ikhlas untuk mau tertatih-tatih sms orang perorang kadernya untuk datang ke suatu acara yang diadakan, yang berusaha sekuat tenaga memahami manhajnya  untuk menciptakan kader-kader yang mumpuni, yang ikhlas membagi uang makan agar tetap bisa berangkat syuro menuangkan pikiran bersama teman-teman senasib seperjuangan memberikan solusi, menumahkan pikiran segenap jiwa dan raga, mereka yang harus rela menginfakkan uang kuliahnya atau bahkan uang kiriman dari orang tua untuk keberlangsungan sebuah acara. Untuk semua itu mereka tidak pernah dibayar denga uang padahal sejatinya lumrah bagi seorang insan manusia sebagai suatu bentuk apresiasi. Karena mereka tau bukan itu royalti yang harus mereka dapat. Karena ilmu pengalaman dan wawasan punya nilai lebih besar dari nilai mata uang dengan  kurs yang paling tinggi sekalipun.&lt;br /&gt;Kadang mereka dipandang sebelah mata, karena orang-orang mungkin hanya tau kulit luarnya saja, untuk yang satu ini bagaimana mereka barusaha membuat pencitraan atas kesalahan image itu. Berusaha menjadi trensetter meskipun mereka sedikit. Penuh gonjang ganjing, tak jarang berseteru dengan saudara sendiri, berusaha menjadi pengerat antar komponen tapi gayung tak bersambut. Mau bagaimana lagi? Tapi mereka tak henti berpikir.&lt;br /&gt;Berada disana sama sekali tidak lantas menjadikan mereka menjadi orang paling pintar, paling beriman, paling bijak, paling tau, paling zuhud, paling wara, atau paling paham dengan masalah politiknya, tidak!! Tapi juga bukan berarti yang berada disana adalah terpaksa dari pada gak ada lagi, bukan!! Yang terpenting adalah bagaimana berusaha untuk tau. Karena tidak selamanya pecinta bola bisa main bola.  Masuk menyesuaikan diri adaptasi kecewa pundung malu takut malas ribet pergi... Bisa dibuktikan sendiri lihatlalah seberapa lama dia disana, seberapa tahan dia dengan segala goncangan, yang sedikit dan terasing dengan sejuta tekanan buka gampang. Maka dua sudut pandang berlaku disini dia pergi karena memang bukan duniannya disini, atau ada yang salah dengan “bagaimana menyentuh hati” yang baik. Banyak kritikan, banyak kekurangan, pukulan tajam bahkan dari anak-anaknya sendiri. Its oke kami jadikan bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;Memahami dan menyadari betapa bagusnya orang-orang didalamnya bahagia rasanya pernah mengenal saudara-saudara seperti mereka yang beragam, unik dengan kompetensinya masing-masing. rd&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodiah Rumata&lt;br /&gt;Bend KAMMI IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4268242438796944217?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/05/selaksa-kehidupan-disini.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S_lWGUAa4RI/AAAAAAAAAPY/KolqWRGXi8U/s72-c/ShowLetter_010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-157999663503576190</guid><pubDate>Wed, 28 Apr 2010 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-27T19:15:26.941-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kompetensi (AHLI LINGKUNGAN)</category><title>Fenomena tanpa batas dalam pengamatan yang terbatas</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S9eZ8SFe4TI/AAAAAAAAAPI/aTIEa0W8Tck/s1600/Lightning_pictures.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S9eZ8SFe4TI/AAAAAAAAAPI/aTIEa0W8Tck/s400/Lightning_pictures.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465005933763420466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fenomena Tanpa Batas dalam Pengamatan yang Terbatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Dialah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian dia bersemayam diatas arsy, dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dia bersamamu dimanapun kamu berada. Dan Allah maha melihat atas apa yang kamu kerjakan ” (Alhadid:4)&lt;br /&gt;    Maha suci Allah yang telah menciptakan Alam ini dengan keteraturan yang luar biasa untuk kita (manusia). Dan diberikannya kepada kita akal sebagai bagian dari keteraturan itu sendiri. maka dengannya kita diperintahkan untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;Lompatan-lompatan ilmu pengtahuan abad duapuluh melukiskan kemajuan yang pesat dalam sejarah peradaban manusia. Dan kini kita melihat tatanan dunia yang luar biasa dalam pengelolaan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia terus berkarya dengan kecerdasan yang diberikan Allah sebagai pemuliaan  terhadap manusia yang dipercayanya untuk mengelola bumi ini. Dengan bekal akal (kecerdasan) inilah yang kita sampai pada peradaban ilmu yang belum pernah terbayang dalam benak manusia beberapa waktu silam.&lt;br /&gt;Namun Alam ini terlalu luas jika hanya kita jelajahi dengan logika keilmuan kita yang terbatas. Bahkan Ia pun telah membatasi semua kemampuan indera yang kita miliki. Lihatlah pendengaran kita yang hanya mampu menangkap suara dalam frekwensi yang tertentu. Mata kita dengan cahaya tampaknya yang mampu dibaca. dan seterusnya, demi keseimbangan atas kesempurnaan semua ciptaannya kitapun lahir dengan segala keterbatasan.&lt;br /&gt;Sayang kebanyakan manusia yang tidak menyadarinya, mereka terlalu berbangga dengan feomena tampak yang dikuasai keilmuannya. Padahal fenomena tersebut tampak kerena indera kita mampu menangkapnya. Dan ilmu pengtahuan yang kita pelajari telah mengungkapkan sejauh mana keterbatasan indera yang kita miliki, lalu mereka berusaha menguranginya dengan alat-alat yang mereka ciptakan. namun sadarkah alat yang diciptakan dengan keterbatasan, pastilah juga memiliki kemampuan yang terbatas.&lt;br /&gt;Tapi, Allah menciptakan alam ini begitu luas dan batasannya belum mampu dirediksi oleh manusia apalagi dibacanya. Maka seringkali kita menganggap aneh fenomena-fenomena diluar kewajaran logika. Disinilah kita sering lupa akan keterbatasan kita. Kita boleh terus berusaha mengungkapkan ketidakwajaran itu dengan logika kita, lalu membuktikannya dengan rangkaian uji coba. Namun kita tidak pernah dapat menolak fenomena-fenomena tersebut.&lt;br /&gt;Sekedar contoh mari sedikit membaca fenomena alam yang belakangan menyita perhatian manusia.  Setidaknya terdapat dua fenomena yang mendasari perkembangan pengetahuan Fisika modern yang terus berkembang secara perlahan. Yang pertama fenomena kecepatan yang sangat tinggi (mendekati kecepatan cahaya) dengan teori dasarnya adalah postulant Einstein yang muncul akibat ketidaksesuaian beberapa fenomena yang teramati dalam laboratorium. Postulat ini sedikit mampu memecahkan solusi tentang relativitas waktu. Perubahan panjang dan lainnya. Teorinya sedikit membuka mata kita akan relatifitas waktu yang sering diungkapkan dalam AlQuran, beberapa fenomeanya belakangan dapat diamati. Namun teori inipun belum mutlak. Ia tetap menjadikan hokum mekanika klasik sebagai dasar pengembangannya dengan asumsi kecepatan cahaya konstan untuk semua pengamat yang bergerak maupun diam untuk mengembangkannya. Diluar belum dapat teramati (terbukti) secara menyeluruhnya (pasti) teori ini, Einstein membatasi kecepatan cahaya sebagai kecepatan tercepat, yang harus kita akui bahwa dimungkinkan akan ditemukan kecepatan diatas kecepatan itu. Maka inilah awal keterbatasan kita.&lt;br /&gt;Yang berikutnya adaah fenomena kuantum yang mencoba meramalkan perilaku elektron. Berbeda dengan teori relativitas yang berusaha dijelaskan tanpa bertentangan dengan hukum mekanika klasik yang memang sudah tak terbantahkan, teori kuantum justru hanya bisa dijelaskan tanpa banyak memedulikan itu. Schrodinger merumuskan suatu persamaan yang belum bisa dihubungkan dengan teori klasik. Jika Einstein mengubah semua persamaan fisika untuk kecepatan tinggi dengan menganggap kecepatan cahaya yang konstan, Schrodinger justru mengubah semua persamaan fisika untuk elektron dengan sebuah persamaan yang ia sendiri kesulitan menjelaskan bagaimana persamaan tersebut dimunculkan. Maka postulatnya muncul dalam bentuk sebuah persamaan yang tidak mampu dijelaskan oleh hokum klasik namun selalu tepat dalam uji laboratorium. Berbeda dengan Einstein yang teorinya baru teramati dalam tataran laboratorium yang juga masih banyak dalam asumsi, postulat Schrodinger justru telah mendasari semua perangkat elektronika modern meski asal teorinya sulit dijelaskan.&lt;br /&gt;Maka yang harus kita pahami, setiap kondisi memiliki ketetapannya masing-masing yang sulit untuk digeneralisasikan, sehingga akan ada batasan untuk setiap teori yang diungkapkan oleh manusia. Teori mekanika klasik terbatas pada benda makro berkecepatan rendah. Dahulu kita menganggap atom sebagai bagian terkecil yang tek mampu dipecah, namun sekarang kita sedang berusaha mengungkapkan fenomena elektron yang merupakan bagian dari atom itu sendiri. lalu apakah masalah akan selesai jika kita benar-benar telah menyelesaikan permasalahan elektron yang kini dibatasi oeh perinsip ketidakpastian Heisenberg..? lalu, bagaimana dengan fenomena lainnya setelah permasalahan fisikanya terpecahkan untuk masing-masing kondisi..?&lt;br /&gt;yah.. ilmu kita memang terbatas, namun ia akan dapat terus berkembang dengan izin Allah. Tapi ketahuilah sejauh apapun kita melangkah nanti, ilmu yang kita miliki hanya seperti setetes air ditengah luasnnya samudera, jika dibandingkan dengan ilmu Allah yang begitu luas. “… dan dia maha mengetahui segala sesuatu” (Alhadid:3)&lt;br /&gt;Sungguh… maha benar Allah atas segala firmannya&lt;br /&gt;Sungguh… maha besar Allah atas semua ciptaannya&lt;br /&gt;Sungguh… maha kuasa Allah atas semua kehendaknya&lt;br /&gt;Sungguh… maha mengetahuinya Allah atas segala sesuatunya&lt;br /&gt;Subhanallah… subhanallah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin - Badan Multimedia KAMMI IPB – fisika’45&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-157999663503576190?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/04/fenomena-tanpa-batas-dalam-pengamatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S9eZ8SFe4TI/AAAAAAAAAPI/aTIEa0W8Tck/s72-c/Lightning_pictures.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7441409363995050255</guid><pubDate>Wed, 07 Apr 2010 03:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-06T20:13:52.537-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Masa Depan</category><title>AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7v4NmlYIoI/AAAAAAAAAOo/ui8CnqYyH7o/s1600/jam_langit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7v4NmlYIoI/AAAAAAAAAOo/ui8CnqYyH7o/s400/jam_langit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457228286068793986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dakwah yang panjang bagaikan pohon kecil yang perlu disiram dengan kasih sayang dan kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merawat pohon tersebut agar  berbunga, berbuah dan dapat dibudidayakan&lt;br /&gt;Sehingga dapat menyebarkan manfaat terhadap orang-orang disekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan kadang menjadi batu penghalang untuk memperoleh kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendokumentasikan dan mengevalusi kegagalan tersebut agar tidak terulang kembali dalam hidupku dan orang-orang setelahku.  Dan berkata JANGAN BERHENTI sukses sudah ada di depan matamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja negriku banyak sudah tidak punya malu, melegalkan maksiat, berkiblat pada mode, tidak punya impian besar baik untuk dirinya apalagi untuk agama dan bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merubah mereka menjadi generasi yang dibanggakan. Sehingga lahir  pemuda-pemudi seperti Umar bin Khatab, Salahuddin Al-ayubi, Al- Fatin, Aisyah Humairo, Al-Khansa dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita sekarang banyak yang tidak mau melahirkan, kalaupun mau mereka tidak peduli dengan pembinaan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melahirkan 1000 generasi muda islam yang akan ku didik dengan sungguh-sungguh agar kelak merekalah  yang akan membawa panji-panji  Islam tegak di bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin negriku sudah tidak punya wibawa dan kepercayaan  di depan rakyatku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendidik  anak muda negri ini untuk menjadi calon-calon pengganti pemimpin yang terpercaya, mampu memempin seperti rasulullah dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAMUN BILA HIDUPKU TIDAKLAH SAMPAI 1000 TAHUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kan pernah berputus asa&lt;br /&gt;Akan ku lakukan apa yang ku bisa&lt;br /&gt;Dan aku tularkan IMPIANKU kepada Generasi sesudahku&lt;br /&gt;SEMOGA denganya SERIBU TAHUN bahkan lebih cepat dari itu&lt;br /&gt;IMPIANKU ini akan TERWUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elvira Nurfadhilah&lt;br /&gt;Sekertaris Bidang Politik KAMMDA Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7441409363995050255?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/04/aku-ingin-hidup-1000-tahun-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7v4NmlYIoI/AAAAAAAAAOo/ui8CnqYyH7o/s72-c/jam_langit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-406483935899813730</guid><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 14:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-24T00:44:45.663-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kepemimpinan</category><title></title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Pertarungan Poros Peradaban&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Muh. Firmansyah*)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memerlukan regenerasi kepemimpinan. Tampaknya kebutuhan ini memang snagat mendesak jika kita melihat fakta politik yang terjadi di negara kita. Kursi panas kepemimpinan negeri kita diperebutkan oleh kaum tua. Fakta pemilu kemarin menunjukkan bahwa kesempatan untuk kaum muda memang ditutup. Kaum muda tidak diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini. Padahal ketika kita melihat potensi kepemimpinan Muda di negeri ini, Indonesia tidak kekurangan potensi kepemimpinan Muda yang mewakili aspirasi keummatan. Monopoli kaum tua ini akan menyebabkan terjadinya jarak antara kaum tua dengan kaum muda yang seharusnya bisa saling mengisi dan bersinergi. Fenomena seperti ini seharusnya dianggap sebagai suatu krisis yang harus segera diselesaikan jika Indonesia ingin bersaing dengan negara-negara lain yang notabene sudah melakukan regenerasi kepemimpinan dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kemimpinan merupakan suatu permasalahan yang harus dianggap serius. Transfer nilai kepemimpinan sangat dibutuhkan dari kaum tua kepada kaum muda. Gerakan perubahan menuju regenerasi kepemimpinan harus segera dimulai. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang diciptakan untuk mengantar para pemimpin muda menuju singgasana kepemimpinan negara. Penjelasannya sangat mudah, yakni bahwa kunci dari sebuah kejayaan itu adalah pada manusia yang memimpin. Manusia, Negara, dan Peradaban adalah tiga kata yang akan melakukan tahapan pertumbuhan dan melukiskan suatu kejayaan dalam lembar yang lebih panjang.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang mampu mewujudkan sebuah negara yang mempresentasikan kemakmuran? Dalam menghadapi suatu kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi saat ini dan yang akan datang, maka jawabannya adalah kepemimpinan yang kuat dan amanah. Paradigma kepemimpinan yang kuat dan Amanah harus segera ditanamkan dalam setiap pendidikan di negeri ini. Hal yang patut disayangkan adalah ketika koalisi kebathilan dengan kekuatan dan koalisi antara kelemahan dengan kebenaran menjadi realitas yang  mewarnai kehidupan kita saat ini. Kita punya harapan dan keyakinan yang kuat akan lahir sosok manusia yang benar-benar memegang nilai-nilai kebenaran yang digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat yang dipimpinnya. Nilai-nilai kebenaran juga harus terwujud dalam hukum positif yang mengatur kehidupan berbangsa berdasar pada prinsip keTuhanan. Pada akhirnya koalisi antara pemimpin  yang  kuat dan amanah sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sebuah negara dan peradaban yang penuh kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah Ketua Departemen Kebijakan Publik, KAMMI IZZAL IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-406483935899813730?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/pertarungan-poros-peradaban-muh_31.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-4200822562289937090</guid><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 14:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-31T08:03:01.993-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kepemimpinan</category><title>Pertarungan Poros Peradaban</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7NjQIWfYdI/AAAAAAAAAOY/Bo03T6GyO1k/s1600/_Indonesian_Artcyclopedia_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7NjQIWfYdI/AAAAAAAAAOY/Bo03T6GyO1k/s400/_Indonesian_Artcyclopedia_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454812702446674386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Pertarungan Poros Peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Muh. Firmansyah*)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memerlukan regenerasi kepemimpinan. Tampaknya kebutuhan ini memang snagat mendesak jika kita melihat fakta politik yang terjadi di negara kita. Kursi panas kepemimpinan negeri kita diperebutkan oleh kaum tua. Fakta pemilu kemarin menunjukkan bahwa kesempatan untuk kaum muda memang ditutup. Kaum muda tidak diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini. Padahal ketika kita melihat potensi kepemimpinan Muda di negeri ini, Indonesia tidak kekurangan potensi kepemimpinan Muda yang mewakili aspirasi keummatan. Monopoli kaum tua ini akan menyebabkan terjadinya jarak antara kaum tua dengan kaum muda yang seharusnya bisa saling mengisi dan bersinergi. Fenomena seperti ini seharusnya dianggap sebagai suatu krisis yang harus segera diselesaikan jika Indonesia ingin bersaing dengan negara-negara lain yang notabene sudah melakukan regenerasi kepemimpinan dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kemimpinan merupakan suatu permasalahan yang harus dianggap serius. Transfer nilai kepemimpinan sangat dibutuhkan dari kaum tua kepada kaum muda. Gerakan perubahan menuju regenerasi kepemimpinan harus segera dimulai. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang diciptakan untuk mengantar para pemimpin muda menuju singgasana kepemimpinan negara. Penjelasannya sangat mudah, yakni bahwa kunci dari sebuah kejayaan itu adalah pada manusia yang memimpin. Manusia, Negara, dan Peradaban adalah tiga kata yang akan melakukan tahapan pertumbuhan dan melukiskan suatu kejayaan dalam lembar yang lebih panjang.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang mampu mewujudkan sebuah negara yang mempresentasikan kemakmuran? Dalam menghadapi suatu kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi saat ini dan yang akan datang, maka jawabannya adalah kepemimpinan yang kuat dan amanah. Paradigma kepemimpinan yang kuat dan Amanah harus segera ditanamkan dalam setiap pendidikan di negeri ini. Hal yang patut disayangkan adalah ketika koalisi kebathilan dengan kekuatan dan koalisi antara kelemahan dengan kebenaran menjadi realitas yang  mewarnai kehidupan kita saat ini. Kita punya harapan dan keyakinan yang kuat akan lahir sosok manusia yang benar-benar memegang nilai-nilai kebenaran yang digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat yang dipimpinnya. Nilai-nilai kebenaran juga harus terwujud dalam hukum positif yang mengatur kehidupan berbangsa berdasar pada prinsip keTuhanan. Pada akhirnya koalisi antara pemimpin  yang  kuat dan amanah sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sebuah negara dan peradaban yang penuh kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah Ketua Departemen Kebijakan Publik, KAMMI IZZAL IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-4200822562289937090?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/pertarungan-poros-peradaban-muh.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S7NjQIWfYdI/AAAAAAAAAOY/Bo03T6GyO1k/s72-c/_Indonesian_Artcyclopedia_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-857518948770800515</guid><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 01:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T19:35:27.246-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Inspirasi STC</category><title>Jembatan itu Bernama Citra</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S6WEii1vB4I/AAAAAAAAAOQ/gGWKu-knk1A/s1600-h/sakura17-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S6WEii1vB4I/AAAAAAAAAOQ/gGWKu-knk1A/s400/sakura17-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450908653004457858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jembatan itu Bernama Citra &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak  orang  kurang  mengingat  sebuah  rasionalisasi  mengapa  dakwah  Rasulullah  begitu&lt;br /&gt;disambut gembira, penuh pengharapan, dan jaminan keamanan di daerah bernama Yatsrib (setelah Rasul&lt;br /&gt;hijrah ke sana wilayah itu diberi nama Madinah). Padahal Rasul di 13 tahun usia awal kenabiannya hanya&lt;br /&gt;memfokuskan  diri  untuk  menguatkan  akidah  dan  memberikan  infiltrasi  ideologis  terhadap  paham&lt;br /&gt;paganisme  kafir  Quraisy  di  Makkah.  Tentu  ini  menimbulkan  sebuah  pertanyaan  besar.  Apakah&lt;br /&gt;masyarakat di Yatsrib “disihir” dengan takdir Allah SWT agar mau begitu saja menerima risalah Rasul ?&lt;br /&gt;Ataukah  Rasul  melakukannya  dengan  sebuah  bentuk  sikap  represif  dan  radikal  ?  Ataukah  mungkin&lt;br /&gt;dengan  melakukan  variasi  dari  berbagai  hal  lain  yang  justru  tidak  mencerminkan  hakikat  Islam  itu&lt;br /&gt;sendiri? Jika begitu, maka akan ada pembenaran atas sebuah upaya dakwah yang dilakukan dengan asal-&lt;br /&gt;asalan, yang mencapai hasil minimalis di kemudian hari. Dengan alasan bahwa Rasul berdakwah dengan&lt;br /&gt;supporting langsung dari Allah SWT tanpa usaha-usaha maksimal manusiawi.&lt;br /&gt;Ditambah  lagi  dengan  fakta bahwa karakteristik  demografi masyarakat Yatsrib waktu  itu, yang&lt;br /&gt;didominasi oleh  suku  `Auz  dan Khazraj, keadaannya  tidak  jauh berbeda dengan keadaan Makkah pada&lt;br /&gt;umumnya. Permusuhan, pertikaian berdarah, dan perang adalah bentuk komunikasi mereka yang paling&lt;br /&gt;efektif.  Bukankah ini adalah tantangan besar ketika ternyata konsep Islam yang dibawa oleh Rasul tidak&lt;br /&gt;mampu meredam dan menyatukan kedua pihak  ini ? Alih-alih perdamaian yang menjadi modal penting&lt;br /&gt;untuk konstruksi negara Madinah, yang didapati adalah makin sengitnya pertikaian antar kabilah dengan&lt;br /&gt;Rasul  dan  kaum  muslimin  sebagai  pihak  ketiga  yang  bertikai.  Multiple  effect-nya  juga  sangat  vital.&lt;br /&gt;Keadaan  kaum muslimin  bisa  semakin  tidak menentu  akibat  lemahnya  suaka  politik  yang  didapatkan.&lt;br /&gt;Atau yang paling menakutkan adalah musnahnya generasi Islam pada saat hijrah. Karena ibarat berpindah&lt;br /&gt;dari  sarang  harimau  (Makkah  yang didominasi  kafir Quraisy penentang Rasul) menuju  kandang buaya&lt;br /&gt;yang lapar (Yatsrib yang belum terkondisikan untuk menerima dakwah)&lt;br /&gt;Sebagai seorang panglima agung, Rasulullah SAW  telah memahami hal  ini dari awal. Sehingga&lt;br /&gt;beliau  sudah  memperhitungkan  semua  kemungkinan  atas  strategi-strategi  ekspansi  dakwah  yang&lt;br /&gt;dilakukannya.  Diantaranya  adalah  dengan  mengenali  semua  potensi  unggulan  para  sahabat  yang  bisa&lt;br /&gt;menunjang dakwah  secara profesional dan  jitu. Maka dikenallah  sebuah metode  ekspansi dakwah yang&lt;br /&gt;diprakarsai  Rasul  sendiri,  yaitu  dengan  cara mengirim  duta  dakwah,  penyampai  setiap  apa  sabdanya,&lt;br /&gt;melalui manusia dengan kapasitas diplomasi mumpuni. Untuk meyakinkan Yatsrib bahwa  Islam adalah&lt;br /&gt;kebenaran. Manusia yang terpilih itu bernama Mus`ab bin Umair.&lt;br /&gt;Sejarah  Islam  mencatat  fenomena  yang  gemilang  dari  pemuda  ini.  Manusia  yang  langsung&lt;br /&gt;dikader  oleh  Rasulullah  SAW  dalam  menempa  usia  muda  secara  Islami.  Kemampuan  diplomasinya&lt;br /&gt;membuat Yatsrib,  sekali  lagi,  benar-benar  siap  lahir  batin  untuk menerima  kedatangan manusia  paling&lt;br /&gt;agung  beserta  ajaran-ajarannya, Muhammad  SAW.  Ketampanan,  kekayaan,  kemewahan  dunia  dengan&lt;br /&gt;segala    makna  yang  terkandung  di  dalamnya  mampu  dia  gadaikan  demi  keyakinan  yang  merasuk  ke&lt;br /&gt;dimensi  rasional  dan  emosional  keimanan  Mus`ab.  Pantas  kiranya  Rasul  menangisi  kematiannya  di&lt;br /&gt;perang Uhud. Keadaannya saat syahid cukup memilukan. Tak ada  lembar kain kafan yang cukup untuk&lt;br /&gt;menutupi semua bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;Belajar dari penunjukan Mus`ab  selaku duta dakwah ke Yatsrib, maka  sekurang-kurangnya kita&lt;br /&gt;mampu mendapatkan dua hal. Pertama, betapa pentingnya seorang qiyadah atau pemimpin untuk benar-&lt;br /&gt;benar  memahami  core  competence  bawahannya.  Hal  ini  sangat  krusial  dan  vital  untuk  pencapaian&lt;br /&gt;prestasi-prestasi  dakwah.  Efektivitas  tugas  dan  amanah  yang  terukur  bisa  tercapai  hanya  jika  kita&lt;br /&gt;memberikan  tugas  atau  amanah  tersebut  pada  orang  yang  tepat. Dengan  kata  lain,  setiap  orang  dalam&lt;br /&gt;jamaah dakwah seyogyanya diberi kerja sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;Kedua,  lewat  penunjukkan  Mus`ab  sebagai  duta  dakwah,  berarti  memang  selayaknya  ada&lt;br /&gt;komponen dari jamaah dakwah ini yang bertindak sebagai juru bicara. Personal atau kelompok yang akan&lt;br /&gt;menjadi jembatan antara tata aturan Allah dengan situasi kontemporer umat saat ini. Penerjemahan nilai-&lt;br /&gt;nilai dakwah agar bisa diterima oleh umat dengan penuh kesadaran dan rasa kebutuhan atas Islam. Untuk&lt;br /&gt;itulah kiranya, menjadi sangat penting pula bagi setiap kader dakwah untuk memperhatikan semua aspek&lt;br /&gt;yang  berkembang  di masyarakat  agar  dakwah  Islam  bisa  diterima  tanpa  suatu  negosiasi  ideologis  atau&lt;br /&gt;pemakluman pelanggaran syariat di saat dakwah mulai memasuki masyarakat.&lt;br /&gt;Perlu  untuk  kita  sadari,  sesungguhnya  juru  bicara  inilah  yang  akan menjadi  citra  dakwah  dan&lt;br /&gt;Islam  itu  sendiri di  tengah-tengah masyarakat.  Jika citra yang  tersampaikan kepada   umat adalah buruk&lt;br /&gt;atau sekurang-kurangnya “cacat” dari aspek  lahiriah, maka wajar jika objek dakwah akan pergi menjauh&lt;br /&gt;dan berusaha menemukan sosok yang dianggap bisa memenuhi kebutuhan mereka atas contoh. Sehingga&lt;br /&gt;perlu kiranya kita memberikan perhatian kepada aspek pencitraan Islam secara lebih serius.&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya  ingin menyampaikan sebuah konsensus sosial secara umum yang berlaku&lt;br /&gt;pada masyarakat. Bahwa mereka  akan  lebih  banyak  bersikap  “wait  and  see”  terhadap  dakwah  ini. Di&lt;br /&gt;masa-masa  itu  akan  timbul  sebuah  nilai baru yang menjadi  titik balik umat untuk menerima  atau  sama&lt;br /&gt;sekali menolak dakwah yang disampaikan oleh para da`i. Hal  itu bernama  logika kemanfaatan. Jika  apa&lt;br /&gt;yang  disampaikan  para  juru  bicara  Islam  ini  telah  terbukti  membawa  manfaat,  barulah  mereka  akan&lt;br /&gt;mengikuti apa yang telah kita sampaikan. Sehingga jika sebuah pesan  telah tersampaikan dengan hujjah,&lt;br /&gt;aransemen  leksikal maupun  gramatikal,  dan media  yang baik,  target yang kita kejar berikutnya  (selaku&lt;br /&gt;para  dai)  adalah  upaya-upaya  untuk  memberikan  bukti  kemanfaatan  atas  kebenaran  yang  telah&lt;br /&gt;disampaikan.  Sampai  Allah  yang  menetapkan  hasil  apa  yang  kita  raih.  Kemenangan  di  dunia  atau&lt;br /&gt;kesenangan di akhirat. Wallahua`lam. (AA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka  : Syafii Antonio, Muhammad. 2007. Muhammad SAW The Super Leader Super&lt;br /&gt;Manager. Tazkia Publishing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-857518948770800515?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/03/jembatan-itu-bernama-citra.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S6WEii1vB4I/AAAAAAAAAOQ/gGWKu-knk1A/s72-c/sakura17-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-6791627753403373454</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-27T23:38:15.778-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kompetensi (SASTRAWAN)</category><title>OBAT AKHLAK</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S4odDzMkjrI/AAAAAAAAAN4/P3XDwL-52Dk/s1600-h/17571_1191565065732_1126555390_30511433_5954805_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S4odDzMkjrI/AAAAAAAAAN4/P3XDwL-52Dk/s400/17571_1191565065732_1126555390_30511433_5954805_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443195050750414514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OBAT AKHLAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah SWT atas penciptaan segala sesuatu di dunia ini yang jauh dari kesia-siaan dan&lt;br /&gt;ketidakjelasan maksud. Karenanya pasti ada setitik hikmah yang bisa kita raih dalam merenungi ciptaan-&lt;br /&gt;Nya. Wa bil khusus  tentang manusia  itu sendiri. Makhluk yang Allah sebutkan sebagai khalifah di bumi&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;Begitu  cermat dan  komprehensifnya Allah SWT memberikan  suplemen baik  jasadiyah maupun&lt;br /&gt;ma`nawiyah  terhadap apa yang  telah diciptakan-Nya. Tidak  sekedar mencipta, namun  juga memberikan&lt;br /&gt;arahan ketuhanan (taujih rabbaniyah) untuk manusia agar mampu mengoptimalkan semua  sifat baik dan&lt;br /&gt;memberikan terapi penyembuhan bagi kefasikan jiwa.&lt;br /&gt;Saudaraku, selamilah makna yang terkandung dalam surah Al Maarij, surat ke 70 ayat 19 sampai&lt;br /&gt;35.  Simaklah  bagaimana Allah  SWT memberikan  penjelasan  rinci  yang  bersifat  antisipatif  pada  suatu&lt;br /&gt;keadaan  umum manusia.  Pada  ayat  19-21 Allah menyampaikan  bagaimana  sifat manusia  yang  sangat&lt;br /&gt;egois, kufur dan tamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan&lt;br /&gt;ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”&lt;br /&gt;Lihatlah  bahwa,  ada  suatu  bentuk  pengumuman  dari  Allah  SWT  terhadap  sikap  kebanyakan&lt;br /&gt;manusia yang berkeluh kesah pada saat kesusahan. Namun di sisi yang berseberangan, manusia amatlah&lt;br /&gt;kikir pada saat mendapat kenikmatan. Ini buah dari mentalitas yang lemah dalam kacamata iman. Seakan&lt;br /&gt;memberi tanda pada kita bahwa seperti inilah hakikat manusia.&lt;br /&gt;Ternyata  tidak,  ada  pengecualian  indah  yang  Allah  kutipkan  pada  ayat  berikutnya.  Suatu&lt;br /&gt;ketidakberlakuan  pernyataan  Allah  di  atas  bisa  terjadi  untuk    manusia  yang  melakukan  atau  bersifat&lt;br /&gt;seperti di bawah ini&lt;br /&gt;“kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan&lt;br /&gt;orang-orang yang dalam hartanya  tersedia bagian  tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang  tidak  mempunyai  apa-apa  (yang  tidak  mau  meminta),  dan  orang-orang  yang  mempercayai  hari&lt;br /&gt;pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.” (Q.S. 70:22-27)&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya  inilah  cara  Allah  dalam  mendidik  hamba-hamba-Nya  untuk  berada  pada&lt;br /&gt;kehidupan.  Sifat-sifat  lemah,  keluh  kesah,  dan  kikir  tidak  mampu  menggerogoti  orang-orang  yang&lt;br /&gt;senantiasa  konsisten  (istiqomah)  dalam  menjaga  sholatnya.  Mengikat  kehidupannya  dengan  sholat,&lt;br /&gt;bukannya mengikat  sholatnya  untuk  kehidupan.  Aspek menjaga  tentu  saja mampu  dipandang  dari  dua&lt;br /&gt;paradigma sekaligus. Keduanya sangat tidak mungkin untuk dipisahkan satu sama lain. Keduanya bersifat&lt;br /&gt;saling melengkapi dan menjadi indikator terhadap keislaman kita.&lt;br /&gt;Pertama,  dari  aspek  lahiriah. Bahwa menjaga  sholat  adalah pada  tata  cara, waktu, dan  tempat.&lt;br /&gt;Dengan maksud yang lebih rinci, Islam mengajarkan bahwa sholat (terutama bagi laki-laki) sesuai dengan&lt;br /&gt;sunnah Rasul dilakukan dengan berjamaah, di awal waktu, bertempat di masjid. Ketiga syarat ini mutlak&lt;br /&gt;diperlukan dalam menjaga eksistensi sholat secara dzohir dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kedua,  dari  aspek ma`nawiyah.  Sholat  haruslah menjadi  filter  bagi  kehidupan  kita. Membawa&lt;br /&gt;nilai-nilai sholat dalam setiap ruang dan relung aktivitas hidup. Misalnya, bagaimana menjadikan sholat&lt;br /&gt;kita sebagai alat untuk menjauhkan kita semua dari perbuatan keji dan munkar. Contoh yang  lain adalah&lt;br /&gt;sholat  yang  kita  lakukan  hendaknya  menjadi  aktivitas  yang  menjadikan  aspek  hablumminallah  dan&lt;br /&gt;hablummninannaas menjadi lebih baik, seimbang, dan optimal.&lt;br /&gt;Kedua hal di atas haruslah terintegrasi dalam diri setiap muslim. Karena  esensi dari setiap ibadah&lt;br /&gt;yang kita lakukan minimal ada dua. Pertama, bagaimana ibadah yang kita lakukan itu semakin membuat&lt;br /&gt;kita melakukan penghambaan  secara utuh pada Allah SWT. Artinya  sebuah  keyakinan yang benar  atas&lt;br /&gt;tauhid  ubuddiyah. Memberikan  tempat  di  hati  dan  logika manusia  bahwa Allah  SWT-lah  satu-satunya&lt;br /&gt;penguasa  dan  tempat  kita meminta. Kedua,  bagaimana  ibadah membuat    para  pelakunya  sholih  secara&lt;br /&gt;sosial.  Ini  penting  untuk  dicermati.  Jangan  sampai  ada  sebuah  pemikiran  yang  berkembang  dengan&lt;br /&gt;memisahkan  kedua  sudut  pandang  penting  ini. Hingga  akhirnya  akan  menjelma  dalam  sebuah  paham&lt;br /&gt;sekulerisme yang tentu saja bertentangan dengan maksud Allah menurunkan Islam.&lt;br /&gt;Sebagai  penguat  alasan  di  atas,  simaklah  bagaimana  Allah  memberikan  ancaman  yang  keras&lt;br /&gt;justru kepada orang-orang yang mengaku taat beragama.&lt;br /&gt;“Tahukah  kamu  (orang)  yang mendustakan  agama?  Itulah  orang  yang menghardik  anak  yatim,&lt;br /&gt;dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  miskin.  Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang&lt;br /&gt;shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang  lalai  dari  shalatnya,  orang-orang  yang  berbuat  riya,  dan  enggan&lt;br /&gt;(menolong dengan) barang berguna” (Q.S. Al Maa`uun : 1-7)&lt;br /&gt;Penjelasan  Allah  menegaskan,  ada  gelar  berupa  pendusta  agama  untuk  orang-orang  yang&lt;br /&gt;menghardik  anak  yatim  dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  yang  membutuhkan  makan.&lt;br /&gt;Simaklah, mana dari kalimat  ini yang berupa unsur mahdhah pada aspek  ibadah ? Bisa dikatakan  tidak ada.  Karena  esensi  kesholehan  pribadi  adalah  induksinya  pada  kehidupan  sosial.  Dengan  kata  lain&lt;br /&gt;indikasi  kesholehan  juga  akan  terlihat  pada  kehidupan  sosial  yang  melekat  pada  setiap muslim.  Allah&lt;br /&gt;menutup surat Al Maa`uun dengan subtopik berupa kecelakaan ma`nawiyah bagi orang muslim yang lalai&lt;br /&gt;terhadap  sholat,  terlalu  mengagung-agungkan  perspektif  sosial  atau  penghargaan  makhluk  yang&lt;br /&gt;direpresentasikan  dengan  sifat  riya`,  serta  lemahnya  keinginan  menolong  melalui  barang-barang  yang&lt;br /&gt;berguna. Sekali  lagi simaklah bahwa perspektif hubungan muamalah kita selaku muslim menjadi sangat&lt;br /&gt;penting dalam hakikat ajaran Islam.&lt;br /&gt;Kemudian  Allah  menginginkan  sebuah  proses  kemurahhatian  bagi  hamba-Nya  dengan&lt;br /&gt;mencantumkan  suatu  resep  hati  untuk mengatasi  kikir melalui  surat Al Maarij  di  atas.  Lebih  spesifik&lt;br /&gt;dengan menyatakan bahwa akhlak-akhlak buruk berupa keluh kesah dan kikir tidak akan menyerang bagi&lt;br /&gt;mukmin yang dengan sengaja menyisihkan sebagian dari harta yang diusahakannya untuk orang miskin.&lt;br /&gt;Baik  yang  secara  periodik  dan  terjadwal  akan  diminta  (misalnya  zakat,  shodaqoh  yang  diprogramkan&lt;br /&gt;rutin) maupun  yang  sifatnya  insidental,  berada  pada  keadaan  pasif. Kesiapan mental  inilah  yang  akan&lt;br /&gt;memberikan  suatu  suasana  hati  yang  tentu  saja  akan  menjadi  ringan  dalam  melepas  harta.  Karena&lt;br /&gt;memang itulah hakikat harta – sarana, dan bukan tujuan.&lt;br /&gt;Semoga  penjelasan  Allah  SWT  yang  diuraikan  di  atas mampu menjernihkan  dan menyiapkan&lt;br /&gt;stamina  ruhiyah  kita  untuk  mengantisipasi  nafsu  yang  senantiasa  menjerumuskan  keimanan  dan&lt;br /&gt;ketaqwaan manusia.  Sehingga  kita mampu  benar-benar menjadi  panglima  atas  diri  kita  sendiri. Bukan&lt;br /&gt;budak  nafsu  yang  tidak  pernah  memberi  tempat  pada  hakikat  keimanan  untuk  berimprovisasi  dengan&lt;br /&gt;dinamis. (AA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-6791627753403373454?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/obat-akhlak.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S4odDzMkjrI/AAAAAAAAAN4/P3XDwL-52Dk/s72-c/17571_1191565065732_1126555390_30511433_5954805_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1966058955551506762</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-23T13:12:40.886-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><title>OBAT AKHLAK</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8zAM9RcmWG4/TqR01oC-kHI/AAAAAAAAAQw/N61BWvPIT_o/s1600/20070108035632_ramadhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8zAM9RcmWG4/TqR01oC-kHI/AAAAAAAAAQw/N61BWvPIT_o/s320/20070108035632_ramadhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666782695770722418" /&gt;&lt;/a&gt;Maha Suci Allah SWT atas penciptaan segala sesuatu di dunia ini yang jauh dari kesia-siaan dan&lt;br /&gt;ketidakjelasan maksud. Karenanya pasti ada setitik hikmah yang bisa kita raih dalam merenungi ciptaan-&lt;br /&gt;Nya. Wa bil khusus  tentang manusia  itu sendiri. Makhluk yang Allah sebutkan sebagai khalifah di bumi&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;Begitu  cermat dan  komprehensifnya Allah SWT memberikan  suplemen baik  jasadiyah maupun&lt;br /&gt;ma`nawiyah  terhadap apa yang  telah diciptakan-Nya. Tidak  sekedar mencipta, namun  juga memberikan&lt;br /&gt;arahan ketuhanan (taujih rabbaniyah) untuk manusia agar mampu mengoptimalkan semua  sifat baik dan&lt;br /&gt;memberikan terapi penyembuhan bagi kefasikan jiwa.&lt;br /&gt;Saudaraku, selamilah makna yang terkandung dalam surah Al Maarij, surat ke 70 ayat 19 sampai&lt;br /&gt;35.  Simaklah  bagaimana Allah  SWT memberikan  penjelasan  rinci  yang  bersifat  antisipatif  pada  suatu&lt;br /&gt;keadaan  umum manusia.  Pada  ayat  19-21 Allah menyampaikan  bagaimana  sifat manusia  yang  sangat&lt;br /&gt;egois, kufur dan tamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan&lt;br /&gt;ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”&lt;br /&gt;Lihatlah  bahwa,  ada  suatu  bentuk  pengumuman  dari  Allah  SWT  terhadap  sikap  kebanyakan&lt;br /&gt;manusia yang berkeluh kesah pada saat kesusahan. Namun di sisi yang berseberangan, manusia amatlah&lt;br /&gt;kikir pada saat mendapat kenikmatan. Ini buah dari mentalitas yang lemah dalam kacamata iman. Seakan&lt;br /&gt;memberi tanda pada kita bahwa seperti inilah hakikat manusia.&lt;br /&gt;Ternyata  tidak,  ada  pengecualian  indah  yang  Allah  kutipkan  pada  ayat  berikutnya.  Suatu&lt;br /&gt;ketidakberlakuan  pernyataan  Allah  di  atas  bisa  terjadi  untuk    manusia  yang  melakukan  atau  bersifat&lt;br /&gt;seperti di bawah ini&lt;br /&gt;“kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan&lt;br /&gt;orang-orang yang dalam hartanya  tersedia bagian  tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang  tidak  mempunyai  apa-apa  (yang  tidak  mau  meminta),  dan  orang-orang  yang  mempercayai  hari&lt;br /&gt;pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.” (Q.S. 70:22-27)&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya  inilah  cara  Allah  dalam  mendidik  hamba-hamba-Nya  untuk  berada  pada&lt;br /&gt;kehidupan.  Sifat-sifat  lemah,  keluh  kesah,  dan  kikir  tidak  mampu  menggerogoti  orang-orang  yang&lt;br /&gt;senantiasa  konsisten  (istiqomah)  dalam  menjaga  sholatnya.  Mengikat  kehidupannya  dengan  sholat,&lt;br /&gt;bukannya mengikat  sholatnya  untuk  kehidupan.  Aspek menjaga  tentu  saja mampu  dipandang  dari  dua&lt;br /&gt;paradigma sekaligus. Keduanya sangat tidak mungkin untuk dipisahkan satu sama lain. Keduanya bersifat&lt;br /&gt;saling melengkapi dan menjadi indikator terhadap keislaman kita.&lt;br /&gt;Pertama,  dari  aspek  lahiriah. Bahwa menjaga  sholat  adalah pada  tata  cara, waktu, dan  tempat.&lt;br /&gt;Dengan maksud yang lebih rinci, Islam mengajarkan bahwa sholat (terutama bagi laki-laki) sesuai dengan&lt;br /&gt;sunnah Rasul dilakukan dengan berjamaah, di awal waktu, bertempat di masjid. Ketiga syarat ini mutlak&lt;br /&gt;diperlukan dalam menjaga eksistensi sholat secara dzohir dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kedua,  dari  aspek ma`nawiyah.  Sholat  haruslah menjadi  filter  bagi  kehidupan  kita. Membawa&lt;br /&gt;nilai-nilai sholat dalam setiap ruang dan relung aktivitas hidup. Misalnya, bagaimana menjadikan sholat&lt;br /&gt;kita sebagai alat untuk menjauhkan kita semua dari perbuatan keji dan munkar. Contoh yang  lain adalah&lt;br /&gt;sholat  yang  kita  lakukan  hendaknya  menjadi  aktivitas  yang  menjadikan  aspek  hablumminallah  dan&lt;br /&gt;hablummninannaas menjadi lebih baik, seimbang, dan optimal.&lt;br /&gt;Kedua hal di atas haruslah terintegrasi dalam diri setiap muslim. Karena  esensi dari setiap ibadah&lt;br /&gt;yang kita lakukan minimal ada dua. Pertama, bagaimana ibadah yang kita lakukan itu semakin membuat&lt;br /&gt;kita melakukan penghambaan  secara utuh pada Allah SWT. Artinya  sebuah  keyakinan yang benar  atas&lt;br /&gt;tauhid  ubuddiyah. Memberikan  tempat  di  hati  dan  logika manusia  bahwa Allah  SWT-lah  satu-satunya&lt;br /&gt;penguasa  dan  tempat  kita meminta. Kedua,  bagaimana  ibadah membuat    para  pelakunya  sholih  secara&lt;br /&gt;sosial.  Ini  penting  untuk  dicermati.  Jangan  sampai  ada  sebuah  pemikiran  yang  berkembang  dengan&lt;br /&gt;memisahkan  kedua  sudut  pandang  penting  ini. Hingga  akhirnya  akan  menjelma  dalam  sebuah  paham&lt;br /&gt;sekulerisme yang tentu saja bertentangan dengan maksud Allah menurunkan Islam.&lt;br /&gt;Sebagai  penguat  alasan  di  atas,  simaklah  bagaimana  Allah  memberikan  ancaman  yang  keras&lt;br /&gt;justru kepada orang-orang yang mengaku taat beragama.&lt;br /&gt;“Tahukah  kamu  (orang)  yang mendustakan  agama?  Itulah  orang  yang menghardik  anak  yatim,&lt;br /&gt;dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  miskin.  Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang&lt;br /&gt;shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang  lalai  dari  shalatnya,  orang-orang  yang  berbuat  riya,  dan  enggan&lt;br /&gt;(menolong dengan) barang berguna” (Q.S. Al Maa`uun : 1-7)&lt;br /&gt;Penjelasan  Allah  menegaskan,  ada  gelar  berupa  pendusta  agama  untuk  orang-orang  yang&lt;br /&gt;menghardik  anak  yatim  dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang  yang  membutuhkan  makan.&lt;br /&gt;Simaklah, mana dari kalimat  ini yang berupa unsur mahdhah pada aspek  ibadah ? Bisa dikatakan  tidak ada.  Karena  esensi  kesholehan  pribadi  adalah  induksinya  pada  kehidupan  sosial.  Dengan  kata  lain&lt;br /&gt;indikasi  kesholehan  juga  akan  terlihat  pada  kehidupan  sosial  yang  melekat  pada  setiap muslim.  Allah&lt;br /&gt;menutup surat Al Maa`uun dengan subtopik berupa kecelakaan ma`nawiyah bagi orang muslim yang lalai&lt;br /&gt;terhadap  sholat,  terlalu  mengagung-agungkan  perspektif  sosial  atau  penghargaan  makhluk  yang&lt;br /&gt;direpresentasikan  dengan  sifat  riya`,  serta  lemahnya  keinginan  menolong  melalui  barang-barang  yang&lt;br /&gt;berguna. Sekali  lagi simaklah bahwa perspektif hubungan muamalah kita selaku muslim menjadi sangat&lt;br /&gt;penting dalam hakikat ajaran Islam.&lt;br /&gt;Kemudian  Allah  menginginkan  sebuah  proses  kemurahhatian  bagi  hamba-Nya  dengan&lt;br /&gt;mencantumkan  suatu  resep  hati  untuk mengatasi  kikir melalui  surat Al Maarij  di  atas.  Lebih  spesifik&lt;br /&gt;dengan menyatakan bahwa akhlak-akhlak buruk berupa keluh kesah dan kikir tidak akan menyerang bagi&lt;br /&gt;mukmin yang dengan sengaja menyisihkan sebagian dari harta yang diusahakannya untuk orang miskin.&lt;br /&gt;Baik  yang  secara  periodik  dan  terjadwal  akan  diminta  (misalnya  zakat,  shodaqoh  yang  diprogramkan&lt;br /&gt;rutin) maupun  yang  sifatnya  insidental,  berada  pada  keadaan  pasif. Kesiapan mental  inilah  yang  akan&lt;br /&gt;memberikan  suatu  suasana  hati  yang  tentu  saja  akan  menjadi  ringan  dalam  melepas  harta.  Karena&lt;br /&gt;memang itulah hakikat harta – sarana, dan bukan tujuan.&lt;br /&gt;Semoga  penjelasan  Allah  SWT  yang  diuraikan  di  atas mampu menjernihkan  dan menyiapkan&lt;br /&gt;stamina  ruhiyah  kita  untuk  mengantisipasi  nafsu  yang  senantiasa  menjerumuskan  keimanan  dan&lt;br /&gt;ketaqwaan manusia.  Sehingga  kita mampu  benar-benar menjadi  panglima  atas  diri  kita  sendiri. Bukan&lt;br /&gt;budak  nafsu  yang  tidak  pernah  memberi  tempat  pada  hakikat  keimanan  untuk  berimprovisasi  dengan&lt;br /&gt;dinamis. (AA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1966058955551506762?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/obat-akhlak-maha-suci-allah-swt-atas.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8zAM9RcmWG4/TqR01oC-kHI/AAAAAAAAAQw/N61BWvPIT_o/s72-c/20070108035632_ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-2824265711293542286</guid><pubDate>Mon, 15 Feb 2010 15:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-15T08:15:38.109-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Masa Depan</category><title>APATISME MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN BANGSA</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3ly2nTKSDI/AAAAAAAAANw/lHuIU8c5oO8/s1600-h/media.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3ly2nTKSDI/AAAAAAAAANw/lHuIU8c5oO8/s400/media.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438504307614435378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;APATISME MEDIA&lt;br /&gt;TERHADAP PENDIDIKAN BANGSA&lt;br /&gt;from my blog at&lt;br /&gt;hadiyanfa.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is only one case&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat saat masih SMP (sekarang kuliah tongaklt 2), sepulang sekolah saya sangat sering nonton salah satu stasiun TV, sebut saja CPI, atau saat setelah tilawah ba'da maghrib pasti saya akan menuju kedepan TV dan menyetel channel CPI tersebut, dan juga saat guru biologi memberi tugas karangan pun, saya pasti akan siap siaga di depan TV menonton CPI. pokoknya CPI itu "Celevisi PENDIDIKAN indonesia" banget deh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but now, CPI has turned into ANOTHER CPI, cuz what?? cuz&lt;br /&gt;there is many education TV show or documenter film has changed into DANGDUT concert, THIS THING, CAUSE A BIG PROBLEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaggian besar tayangan dangdut ini menampilkan aurat dan kemolekan tubuh sang penyanyi, dan ditayangkan pada jam tayang diman banyak konsumennya adalah anak-anak mulai dari umur 5-17 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wal hasil, salah satu efeksamping dari tayangan ini adalah, makin banyaknya muncul ARTIS CILIK baru yang tampil di layar kaca pada acara-acara yang banyak darahnya (baca:acara kriminal). ACTUALLY THEY NOT AS PEMBAWA ACARA OR NARA SUMBER, BUT AS PELAKU KRIMINAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as well as another television channel!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ini sebuah bentuk dari sikap apatis media massa dalam memajukan siaran pendidikan indonesia dan sikap oportunistik media yang hanya mencari keuntungan sebsar2nya tanpa menyadari kehancuran pada generasi muda yang mereka timbulkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya bermimpi suatu saat anak-anak indonesia dapat menikmati tayangan pendidikan layaknya anak-anak amerika ataupun jepang dan negara maju lainnya, seperti Discovery channel, discovery channel Science, National Geographic, National Geographic adventure, Discovery Food and health, Animal Planet, BBC net. tak perlu lagi menyewa TV kabel untuk dapat menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahh... kapan bangsa ini akan memiliki channel TV seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan bangsa ini mau sadar dan mulai belajar akan kesalahannya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiyan Fariz Azhar&lt;br /&gt;Staff Kaderisasi KAMMI Izzudin AlQassam IPB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-2824265711293542286?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/apatisme-media-terhadap-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3ly2nTKSDI/AAAAAAAAANw/lHuIU8c5oO8/s72-c/media.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-1419010185211604014</guid><pubDate>Fri, 12 Feb 2010 15:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-12T08:18:26.427-08:00</atom:updated><title>Ketika Harus Berbagi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3V_DAqqpCI/AAAAAAAAANg/PBGcBxa9i3s/s1600-h/GLOBE.GIF"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 257px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3V_DAqqpCI/AAAAAAAAANg/PBGcBxa9i3s/s400/GLOBE.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437391814815032354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Kita Harus Berbagi&lt;"/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sudah menjadi sunnatullah manusia hidup di dunia saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Maka dibutuhkan suatu sinergi yang baik untuk setiap usaha yang kita lakukan, karena kemampuan yang kita miliki selalu terbatas. Maka disinilah rasa persaudaraan memainkan peran yang besar dalam membangun suatu sinergi yang luar biasa. Demikian juga dalam kehidupan berbangsa, sinergisasi antar banga dibutuhkan dalam mengukuhkan peranannya pada pentas Internasional. Maka dukungan sekutulah yang membuat Amerika begitu kuat saat ini. Maka dukungan yang besar jugalah yang menjadikan mujahudin Afganistan terus bertahan, kemudian menundukkan Uni Sofyet. Dan sinergi antar bangsa jugalah yang telah melahirkan Negeri ini di pnghujung Perang Dunia II, maka lihatlah bagaimana dukungan itu terbangun pada masanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 17 agustus 1945, Soekarno-Hatta yang mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bangsanya kehadapan dunia. Sebuah tantangan baru untuk mambangun bangsa yang mandiri dan bermartabat kini harus dihadapi bersama. Karenanya, proklamasi sesungguhnya hanyalah awal dari proses panjang untuk mengukuhkan kemerdekaan. Permasalahan yang selanjutnya dihadapi adalah pengakuan internasiaonal atas berdirinya Negara baru yang mengaku sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Besarnya tantangan itu tampak pada tatanan dunia kala itu yang diatur dalam pada Piagam PBB, 24 Oktober 1945. Terjadi sebuah benturan antara cita-cita Bangsa dengan peraturan Internasional yang sama sekali tidak mengacu (mendukung) pada penentuan nasib sendiri sebagaimana proklamasi yang dilakukan bangsa Indonesia. Maka petanyaan yang akan dihadapi adalah “apakah Anda boleh menyatakan kemerdekaannya sendiri?”. Dan inilah yang manjadikan bangsa ini cenderung terpojokkan jika tidak mendapatkan dukungan yang besar di dunia internasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Terlepas dari perjuangan diplomasi bangsa Indonesia yang luar biasa, dibuktikan dengan diperolehnya kedaulatan penuh atas bangsa ini, setelah dilakukannya proses diplomasi yang panjang. Juga dahsyatnya semangat perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaannya. Namun yang juga penting adalah peran saudara-saudara kita dalam membantu mengukuhkan kedaulatan negeri mayoritas muslim ini. maka negara pertama kali yang berani mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir 1949, yang kemudian disusul oleh negara-negara Timur tengah lainnya. Namun, gerakan ikhwanul muslimin adalah gerakan yang pertama kali memberikan support bagi kemerdekaan Indonesia. Inilah yang selanjutnya menjadi modal besar untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. sehingga Indonesia dapat berdiri sejajar dengan Belanda dalam segala macam perundingan di lembaga internasional. Hingga Akhirnya pada Konfrensi Meja Bundar (KMB) pada 1950, Belanda harus mengakui kemerdekaan Indonesia meski hanya sebatas negara federal dan bukan negara kesatuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tidak berhenti sampai disitu, dukungan ternyata terus mengali dari muslim internasional sebagaiman dikisahkan dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia di dalam sidang lembaga tersebut. Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris oleh dunia islam merebak. Sholat ghaib dilakukan masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran Surabaya. Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejurusan lain.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Bahkan sebelum bangsa ini memproklamasikan kemerdekaannya “.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Dari sumber yang sama diceritakan seorang Palestina sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kisah tersebut hanyalah sedikit dari dukungan dunia Islam untuk negeri ini. Peristiwa tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu juga memberikan kisah tersendiri tentang persaudaran kita. Kini meski belum dapat tumbuh sempurna, Indonesia telah mulai menjadi negara yang madiri. Dan negeri-negeri muslim lain saat ini membutuhkan dukungan dari saudaranya. Palestina yang dahulu mendukung penuh kemerdekaan kita kini tengah memperjuangkan kemerdekaan negaranya sendiri. Saudara kita di berbagai belahan bumi lainnya tengah memperjuangkan hak-hak atas keislamannya (hak beragama). Muslim Thailand yang terus di balut konflik dengan pemeritahnya. Iran yang terus dikucilkan karena kevokalannya. Muslim turki yang mulai bangkit atas sekulerisme yang merusak negaranya. Dan berjuta saudara kita yang terus berjuang mempertahankan hidup di negerinya, bahkan di negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Mereka memang harus ikhlas dalam memberi, tapi ini adalah cara kita untuk berterima kasih. Mereka memang tidak pernah mengemis untuk sebuah pertolongan, tapi ini adalah bukti persaudaraan kita. Maka tidaklah salah jika kita sedikit terus bersimpati dan membantu segala perjuangan mereka. Kerena, sesungguhnya mereka membutuhkan dukungan dari saudranya di negeri berpenduduk muslim terbersar ini. Maka tidaklah salah jika kita terkadang harus meneriakan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan terhadap dunia islam. karena dahulupun, saudara-saudara kita meneriakan penolakan atas usaha belanda mengukuhkan kembali kedudukannya disini. Maka tidaklah salah jika KAMMI IPB membentuk Badan for Palestine dalam struktur kepengurusannya. Karena, dahulupun Hasan Albana membentuk organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan negeri ini di negaranya. Juga tidak perlu dipermasalahkan jika kita akan menggelar acara besar guna penggalngan dana atas saudara kita yang membutuhkan. http://soulofsaveourpalestine.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Yasin&lt;br /&gt;Ka.Badan Multimedia KAMMI IPB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-1419010185211604014?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/02/ketika-harus-berbagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S3V_DAqqpCI/AAAAAAAAANg/PBGcBxa9i3s/s72-c/GLOBE.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8360521469508903650</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 05:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-31T21:11:16.258-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Masa Depan</category><title>PARA PENCARI CINTA SEJATI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S2ZiTlxAFbI/AAAAAAAAANY/KAoIO00TqeY/s1600-h/love+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 287px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S2ZiTlxAFbI/AAAAAAAAANY/KAoIO00TqeY/s400/love+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433138089163756978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bukti cinta, bagi para pencari cinta sejati. Namun inilah yang disebut suka duka dalam bercinta, tak selama-nya cinta bersambut, terkadang hanya bertampuh di sebelah tangan, sebuah cinta yang tak berbalas, tak berbalas oleh bukti cinta. Sebuah ironi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa cinta itu mudah terucap, ketika diperlihatkan kebesaran Allah, "Alhamdulillah, Subhanallah" semua bahasa verbal cinta menjadi teramat mudah terucap, namun sayang bukti cinta-nya tak kunjung ada. Hampa! layak-nya baris-baris jama'ah di masjid-masjid yang tersisa.&lt;br /&gt;Gustav Le Bon, seorang filusuf dan ahli psikologis dari perancis menyimpulkan bahwa manusia pada umum-nya kesulitan mencerna sesuatu yang abstrak dibanding sesuatu yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika ungkapan verbal cinta adalah abstrak, maka amal cinta adalah nyata! Subhanallah wa Allahmdulillahi wa la Ilaha ila Allah wa Allahu Akbar!!&lt;br /&gt;Entah mengapa acara-acara televisi dan musik-musik itu bisa menjadi lebih menarik, padahal seumur-umur acara-acara tersebut tak pernah mengungkapkan cinta kepada para penontonnya, kecuali hanya kesemuan belaka… apalagi hingga (mampu) membuktikannya.&lt;br /&gt;Rupa-nya cinta telah berlari ke lain hati, ironi cinta, cinta yang tak berbalas.&lt;br /&gt;Layak-nya dialektika cinta Syaikh Abdul Mu'iz Abdus Sattar, ketika beliau diutus Al Ikhwanul Muslimin pada tahun 1946 selama 2 bulan penuh ke Palestina untuk menyadarkan bahaya zionis bagi eksistensi muslim Palestina.&lt;br /&gt;Didapati oleh Syaikh Abdul Mu'iz kondisi Masjidil Aqsha yang senyap dari para pencari cinta, ketika situasi ini ditanya kepada para jama'ah, jawab mereka kepada Syaikh Abdul Mu'iz. "Sholat itu berat bagi mereka, tapi bila mereka diseru untuk berperang mereka pasti segera memenuhi seruan secepat kilat.".&lt;br /&gt;Astagfirullah… apakah hanya sebatas itukah… bukti cinta ummat ini kepada sang pemilik dan pemberi cinta sejati…..&lt;br /&gt;Bagai dialektika cinta kekal Sang Khaliq kepada mahluk...&lt;br /&gt;"Mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat" (QS Al Baqarah: 45)&lt;br /&gt;Keep spirit to help palestine ! Don't give up bro-sis ! Ishbir wastaqimu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri handayani…&lt;br /&gt;(staff Kaderisasi kamosariat IPB-Bogor)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8360521469508903650?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/para-pencari-cinta-sejati-sebagai-bukti.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zR7RLcsEo20/S2ZiTlxAFbI/AAAAAAAAANY/KAoIO00TqeY/s72-c/love+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-8973491213746509183</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 04:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-31T21:02:52.354-08:00</atom:updated><title></title><description>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-8973491213746509183?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4733872833043755545.post-7986293616771967554</guid><pubDate>Thu, 28 Jan 2010 17:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-28T09:53:11.113-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kompetensi (AHLI LINGKUNGAN)</category><title>MENERANGI DUNIA  DENGAN LAUT</title><description>&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Bismillaahirrahmanirrahiim.&lt;/span&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;A. PERMASALAHAN DUNIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“out of the ten largest oil fields in the world, only two are expected to &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;increase &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;production over the next decade. That's including the Tupis field off the coast of Brazil , which is going to take a massive amount of investment to bring into production. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nearly all of the other giant fields have peaked or are in serious decline. Just looking at Cantarell over the last few years is all it takes to realize some of these older fields are in trouble.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;b style=""&gt;Keith Kohl&lt;/b&gt; &lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini adalah gambaran mengenai krisis bahan bakar fosil, krisis yang tidak pernah diprediksi oleh dunia, hingga akhir abad ke 20. krisi ini pada akhirnya akan berbuntut pada krisi energi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini disebabkan 85% pasokan energi dunia diperoleh dari bahan bakar fossil (minyak, batu bara dan gas alam) yang semakin lama cadangan bahan bakar fossil dunia semakin menipis, dan hal ini diperburuk dengan meningkatnya kebutuhan energi dunia seiring peningkatan jumlah penduduk dunia dan kemajuan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;B. UPAYA MENGATASI KRISIS ENERGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat dunia untuk mengatasi krisis ini, salah satunya adalah penggunaan energi altenatif biofuel. Namun penggunaan biofuel ini malah menimbulkan permasalahan lainnya. Karena kerika ingin meningkatkan produksi biofuel dunia maka dibutuhkan lahan pertanian yang lebih luas, atau menggunakan lahan pertanian yang sudah ada, namun mengubah fungsi laha pertanian tersebut, namun hal ini akan menimbulkan beberapa masalah yaitu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;umlah lahan subur layak tanam di dunia semakin berkurang akibat lahan tersebut dipakai untuk perumahan, industri dan pertanian, sehingga akan menimbuklkan koflik kepentingan penggunaan lahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pembukaan lah-lahan pertanian baru ntuk kepentingan biofuel kebanyakan dilakukan dengan melakukan pembukaan lahan-lahan hutan dan gambut yang notabene memiliki kesuburan yang tinggi, pembukaan lahan ini akan mengakibatkan percepatan akumulasi gas-gas rumah kaca di atmosfer, yang akan memperparah &lt;i&gt;global warming, &lt;/i&gt;karena dengan pengurangan lahan kehutanan dan gambut, akan mengurangi kapasitas konversi gas rumah kaca dan daya tampung terhadap gas rumah kaca yang dimiliki bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 53.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Secara global lahan gambut menyimpan sekitar 329 - 525 giga ton (Gt) karbon atau 15-35 % dari total karbon terestris. Sekitar 86 % (455 Gt) dari Karbon di lahan gambut tersebut tersimpan di daerah temperate (Kanada dan Rusia) sedangkan sisanya sekitar 14 % (70 Gt) terdapat di daerah tropis. (Murdiyarso et al, 2004). Cadangan karbon yang besar ini pulalah yang menyebabkan tinggginya jumlah karbon yang dilepaskan ke atmosfer ketika lahan gambut di Indonesia terbakar pada tahun 1997, yang berkisar antara 0,81-2,57 Gt (Page, 2002). Sementara itu, pendugaan emisi yang dilakukan di lahan gambut di sekitar Taman Nasional Berbak, Sumatera menunjukan angka sebesar 7 juta ton karbon (Murdiyarso et al., 2004). Dengan demikian, gambut memiliki peran yang cukup besar sebagai penjaga iklim global. Apabila gambut tersebut terbakar atau mengalami kerusakan, materi ini akan mengeluarkan gas terutama CO2, N2O dan CH4 ke udara dan siap menjadi perubah iklim dunia (Najiyati et al, 2005). &lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;lih fungsi lahan pertanian untuk pangan menjadi pertanian untuk bio fuel akan menyebabkan terjadi krisis pangan karena, pada dasarnya pengusangan lahan pertanian untuk pangan secara otomastis akan mengurangi produksi pangan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;C. SOLUSI DARI ALLAH SWT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Oleh karena itu dibutuhkan sebuah energi alternatif lain, yang dapat diperbaharui, dapat dilakukan dimansaja, dan yang terpenting adalah tidak menyebabkan konflik dengan sektor vital lainnya. Rupanya Allah Swr sudah memberikan jawaban dari krisis energi yang kita hadapi saat ini, solusi dari masalah energi ini adalah “laut”, mari kita lihat firman Allah SWR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;"Dan &lt;b&gt;Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu)&lt;/b&gt; agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan &lt;b&gt;supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya&lt;/b&gt; supaya kamu bersyukur"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; (QS An-Nahl:14)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ni&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; solusi energi yang ditawarkan Allah SWT 19 abad yang lalu, sebelum ditemukan listrik, sebelum orang mengenal energi fosil, dan tentunya sebelum orang berpikir mengenai krisis energi. Dalam ayat iini Allah SW&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; paket solusi untuk du&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; permasalahan sekaligus, yaitu permasalahan &lt;i&gt;food crisis &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;energy c&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;isis.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mari kita baca kembali potongan ayat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ya, &lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;ini adalah jawaban untuk masalah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;food c&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;" lang="IN"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;isis, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;dan ini adalah jawaban untuk masalah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;energy crisis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;alaupun Allah SWT tidak secara eksplisit menuliskan kata “energi”, namun yang dimaksud “keuntungan” disini bisa jadi keuntungan dalam bentuk apapun, termasuk energi, karena Allah SWT tidak memberikan batasan terhadap kata “keuntungan” itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;D. POTENSI LAUTAN SEBAGAI SUMBER ENERGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Pada surat An-Nahl ayat 14, Allah SWT setidaknya telah menyebutkan dua manfaat dari lautan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;sumber makanan dan protein hewani&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;"&gt;Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;(QS An-Nahl:96)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;sumber perhiasan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;sebagai media transportasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;keuntungan      lainnya, ini bisa berba&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="IN"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;ai      &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;acam keuntungan, apapun      itu, termasuk energi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;Di dalam &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IT"&gt;Al-Qur'an Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; SWT&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IT"&gt; menunjukkan potensi dari lautan itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 52.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Alquran dalam membahas soal lautan juga terlihat dari perbandingan jumlah ayat. Dalam Alquran terdapat 32 ayat yang menyebut kata 'laut'. Sedang kata 'darat' terkandung dalam 13 ayat Alquran. Jika dijumlahkan, keduanya menjadi 45 ayat. Angka 32 itu sama dengan 71,11 persen dari 45. Sedang 13 itu identik dengan 28,22 persen dari 45. Berdasar ilmu hitungan sains, ternyata memang 71,11 persen bumi ini berupa lautan dan 28,88 persen berupa daratan. &lt;sup&gt;[3]&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;umi kita hampir seluruhnya tertu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;tu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;p oleh lautan, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; sebesar 71%, sehingga dalam memanfaatk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;an lautan sebagai sumber energi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; tidak akan terkendala lagi oleh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;maslah ke&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;terbatas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; lahan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;elain itu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; hampir setiap negara dibelahan dunia &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;anapun memiliki akses langsung &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;terhadap lautan,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;ehingga se&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;iap negara memiliki peluang yang sama dalam memanfaatkan lautan sebagai sumber energi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;otensi energi dari lautan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;, melihat sifat fisika dari lau&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;n itu sendiri &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;terdapat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt; beberapa fenomena yang dapat dijadikan sumber energi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33.75pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Ombak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 37.5pt 0.0001pt 51.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (ocean thermal energy conversion/OTEC), energi yang disebabkan oleh perbedaan tinggi permukaan air akibat pasang surut dan energi arus laut. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Dari keempat energi ini hanya energi gelombang yang tidak dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat karena keberadaan energi gelombang sangat bergantung pada cuaca.. Sedangkan OTEC, energi perbedaan tinggi pasang surut serta energi arus laut dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat di atas kertas. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 37.5pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Contoh bentuk perlatan pembangkit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=F0mzrbfzUpM&amp;amp;NR=1"&gt;Sea Snake&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=F0mzrbfzUpM&amp;amp;NR=1"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=F0mzrbfzUpM&amp;amp;NR=1&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/"&gt;http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Peoduk yang dikebangkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;bio power system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.biopowersystems.com/biostream.php"&gt;http://www.biopowersystems.com/biostream.php&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/wave-power/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33.75pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Arus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 52.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan, energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin. Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Contoh b&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;entuk peralatan pembangkit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Produk yang dikembangkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;fri el green power&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.fri-el.it/seapower/en/project_sea_power_device.php"&gt;http://www.fri-el.it/seapower/en/project_sea_power_device.php&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=v07eJSYrNq4"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=v07eJSYrNq4&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; font-style: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="SV"&gt;Peoduk yang dikebangkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black;" lang="SV"&gt;bio power system&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.biopowersystems.com/technologies.php"&gt;http://www.biopowersystems.com/technologies.php&lt;/a&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.biopowersystems.com/technologies.php"&gt; &lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 33pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;Pasang surut&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 51pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Interaksi Bumi-Bulan diperkirakan menghasilkan daya energi arus pasang surut setiap harinya sebesar 3.17 TW, lebih besar sedikit dari kapasitas pembangkit listrik yang terpasang di seluruh dunia pada tahun 1995 sebesar 2.92 TW (Kantha &amp;amp; Clayson, 2000). Namun, untuk wilayah Indonesia  potensi daya energi arus laut tersebut belum dapat diprediksi kapasitasnya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Contoh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;entuk peralatan pembangkit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/tidal-power/"&gt;http://www.alternative-energy-news.info/technology/hydro/tidal-power/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Symbol; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=lzc9-V9DSew&amp;amp;feature=related"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=Sp6v3eCUOAU&amp;amp;feature=related&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 18pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;"&gt;Angin lautan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Charlie Zender, associate professor di Earth system science   University California , yang juga salah satu ilmuwan yang melakukan studi tersebut menjelaskan bahwa pada ketinggian tertentu, angin bergerak dengan sangat cepat dan semakin meningkat dengan bertambahnya ketinggian. Masih menurutnya, dengan kondisi seperti ini, angin menjadi sumber energi yang lebih baik dibandingkan dengan sumber energi lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Studi yang dilakukan Zender bersama dengan timnya merupakan yang pertama dilakukan untuk menghitung potensi energi angin di atas laut dengan ketinggian menara turbin pada umumnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan studi yang dilakukan selama tahun 2000 hingga 2006 tersebut, besarnya potensi energi angin setiap meter persegi luas sapuan rotor turbin menghasilkan 841 Watt. Jadi untuk sebuah turbin angin lepas pantai dengan ketinggian tipikal 80 meter, bisa menghasilkan 1 juta Watt, cukup untuk menyuplai 1.000 rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;"&gt;Hanya saja jika dibandingkan dengan turbin angin di daratan, biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya lebih besar 50%. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Teknologi dan material yang mampu bertahan pada kodisi ekstrim laut memang diperlukan. Selain itu panjangnya transmisi yang dibutuhkan untuk mengalirkan listrik ke daratan juga menambah daftar tambahan biaya, belum lagi biaya pemeliharaan rutin yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Setidaknya, jika studi yang didukung NASA dan National Science Foundation tersebut disertai dengan hasil-hasil studi potensi energi angin di daratan, maka akan bisa didapatkan potensi angin secara global. &lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 38.25pt 0.0001pt 50.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Calibri; color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 38.25pt 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Potensi yang saya sebutkan diatas masih terbatas pada fenomena fisika yang terjadi dilautan. Namun sebenarnya lautan juga memiliki potensi energi yang bersumber dari aspek bio&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;logis, yaitu mikroalga. Mikro&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;alga ini dimanfatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;dengan menjadikannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt; biofuel, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;sehingga dapat dijadikan sumber energi. B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IN"&gt;iofuel dari lautan ini tidak akan mengalami kendala keterbatasan lahan seperti halnya produksi biofuel di darat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;an. Hal ini karena mikro&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IN"&gt;alga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk dapat tumbuh bahkan dapat dilakukan produksi dalam ruang tertutup, untuk meningkatkan produktivitasnya, selain itu wilayah lautan dunia yang sangat luas &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;sehingga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IN"&gt;memungkinkan untuk memperbanyak produksi mikroalga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Bahan bakar nabati dari mikroalga (fitoplankton) menjadi salah satu alternatif energi bersih andalan masa depan. Sebagai biofuel, mikroalga mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan biofuel lainnya. Mikroalga dapat tumbuh cepat, bahkan dalam waktu tujuh hari sudah bisa panen. Sementara tanaman jarak pagar misalnya, enam bulan baru bisa dipanen, dengan waktu efektif mencapai tiga tahun. Luas lahan budidaya mikroalga juga dapat dimaksimalkan dengan bantuan teknologi fotobioreaktor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Dari segi kualitas, mikroalga merupakan mikroorganisme laut dengan kandungan minyak tinggi (mencapai lebih dari 50%), bahkan spesies mikroalga yang hidup di air tawar, Botroyococcus braunii memiliki kandungan lemak hingga 70%. Mikroalga juga masih menjadi sumber minyak terbaik di dunia. Hampir semua minyak yang kita peroleh dari perut bumi berasal dari sisa mikroalga yang hidup ribuan tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Selain di laut, mikroalga juga banyak ditemukan di air tawar. Mikroalga memiliki fungsi serupa dengan kebanyakan tumbuhan, yakni mengusir karbondioksida dari atmosfer dan menghasilkan oksigen melalui fotosintesis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Dalam tubuh mikroalga terkandung protein, lemak, dan karbohidrat, yang semuanya dapat dimanfaatkan. Lemak diolah menjadi minyak diesel melalui proses ekstraksi, karbohidrat dari mikroalga diolah menjadi etanol (alkohol) dengan proses fermentasi yang sama dengan proses pembuatan tape singkong, dan protein-nya dapat dijadikan pakan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 48.75pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="SV"&gt;Lahan perkebunan saat ini berlomba-lomba memproduksi biodiesel dan bahan bakar lain dari kedelai, singkong, dan kelapa sawit. Jika semuanya diperbandingkan, kedelai menghasilkan 50 galon minyak per setengah hektar per tahun. Singkong menghasilkan 160 galon, kelapa sawit sekitar 600 galon, sedangkan sejumlah jenis mikroalga sanggup menghasilkan sekitar 2.000 galon per setengah hektar per tahun. &lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-style: normal;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Beberapa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;negara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt; maupun &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;pihak &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;swasta &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;embangun pembangkit-pembangkit listrik tenaga laut ini, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;namun hasil yang didapatkan belum optimal, disebabkan oleh teknologi yang masih terus dikembangkan dan belum besarnya dukungan pemerintahan terhadap proyek ini. Namun inilah saatnya kita merubah paradigma bangsa kita yang saat masih saja menganak emaskan bahan bakar fosil, dan terlalu terlena pada cadangan bahan bakar fosil yang ada. Saatnya Indonesia masuk kedalam era baru energi dunia, dan menjadi leader di sektor ini karena Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun satuhal yang perlu kita sadari dan kita ingat, segala sesuatu itu memiliki batas, sebanyak apapun jumlah yang tersedia saat ini. Oleh karena itu dalam memanfaatkan dan mengelola manusia, hendaklah kita lebih bijaksana dan memperhatiakn segla aspek yang ada, dan tetap menjaga ketersediaannya juga keseimbangan alam. Allah SWT berfirman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-weight: normal;" lang="IN"&gt; (QS Ar-Ruum (31): 41)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 18pt;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;Wallahu ‘alam bishowab.&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; color: black;" lang="IT"&gt;Hadiyan Faris Azhar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt; Staf Kaderisasi KAMMI Izzal IPB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 4.3pt 0cm 4.3pt 18pt;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4733872833043755545-7986293616771967554?l=www.stc-bogor.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.stc-bogor.co.cc/2010/01/menerangi-dunia-dengan-laut.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanggar Tinta Cahaya)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>
